
Nanda dan Yuna saat ini tengah berjalan berdampingan, tak sengaja mata Nanda menangkap seorang pria yang tak asing baginya, buru-buru Nanda merangkul pinggang Yuna dengan erat.
"Kenapa Tuan..?"tanya Yuna dengan bingung.
"Enggak papa... takut kamu ilang aja.."jawabnya, eh alasan yang tak masuk akal. Tapi Yuna memilih diam melanjutkan jalannya masuk ke dalam pesawat.
🌹🌹
Pukul delapan pagi saat baru memasuki peswat.
"Yuna.."panggil seseorang.
Sial..!
Pakai ketemu segala...!
Padahal tadi Nanda sudah menjaga pandangan Yuna dengan benar, agar tidak bertemu pria sialan itu.
Yuna menoleh, "Arav.."balasnya.
"Ck.."Nanda berdecak lalu membuang mukanya.
"Hai apa kabar Yuna.."tanya Arav sambil melirik ke arah Nanda yang terlihat jelas begitu tak menyukainya.
"Baik sekali..."bukan Yuna yang menjawab melainkan Nanda. Yuna hanya melirik ke arah atasannya itu, tanpa berani menegur karena sudah bersikap tidak sopan pada Arav.
"Ayo duduk.."perintah Nanda selanjutnya.
Yuna mengangguk, "Saya duluan ya Arav.."pamitnya
"Tunggu Yuna.. Bolehkah saya minta nomor ponselmu, kemarin saya belom sempat memintanya.."ucap Arav
"Boleh, kemarin juga saya lupa dimana meletakkan kartu namamu.."balasnya, akhirnya keduanya kembali berbagi nomor ponsel.
Nanda yang tengah duduk hanya mendengus kesal.
"Makasih Yun. Saya pasti akan menghubungimu.."seru Arav.
🌹🌹
JEPANG
Kini keduanya sudah sampai di sebuah Villa milik keluarga Nanda. Keduanya menempati kamar masing-masing.
"Yun, bisa minta tolong. Beresin barang-barangku dulu ya..."pinta Nanda
Yuna mengangguk lalu keluar menuju kamar atasannya.
Sepeninggal Yuna, Nanda bergerak mencari ponsel sekretarisnya.
Senyum mengembang saat ia berhasil menemukan ponsel Yuna yang tak di beri pasword, segera Nanda mengotak-atik ponsel Yuna, mencari sebuah kontak yang baru Yuna masukan kesana. Nanda mengetikan sebuah pesan yang beruntun mengirimkannya pada pria itu, kemudian ia memblokir nomor pria itu.
Licik, yang Nanda lakukan itu memang sangat licik. Maksudnya apa melakukan semua itu.
Aku melakukan ini hanya untuk menjaga Yuna, agar ia tidak salah pergaulan, jangan salah paham aku tidak cemburu, gumam Nanda
"Lho Tuan kok masih di kamar saya, ngapain...?"tanya Yuna penuh selidik.
"Gak papa, sudah selesai.."tanya balik Nanda
Yuna mengangguk, "Saya mau membersihkan diri.."
Yuna bergidik ngeri saat mendengar ucapan Nanda,.
🌹🌹
Makan malam tiba , Nanda mengajak Yuna untuk makan di sebuah restoran.
"Kamu mau makan apa Yun.."tanya Nanda pada Yuna.
"em saya kurang tau makanan jepang sih Yuan kecuali sushi dan ramen.."jelas Yuna
Nanda mengangguk, "oke malam ini biar saya yang pesankan"
Lima belas menit kemudian makanan yang Nanda pesan tiba, Yuna merasa sudah sangat lapar tak sabar untuk makan.
"Segini dulu ya Yun, nanti kalau kamu kurang saya pesankan lagi.."ucap Nanda
Yuna bengong, jelas terlihat bahwa di atas meja makann itu sudah tersaji dengan begitu banyak bahkan jika Yuna suruh menghabiskan pun tak akan mampu.
Nanda memperhatikan sekretarisnya yang terlihat begitu kesusahan makan memakai sumpit. Menghela nafasnya, Yuna meletakkan kembali sumpitnya dia bersiap untuk memakan menggunakan tangannya.
Namun belum sempat Yuna menjalankan niatnya. Tak di sangka Nanda malah menyodorkan sushi dari sumpit miliknya pada Yuna. Yuna pun menerimanya untuk makan.
"Jangan ge-er ya kamu, saya cuma membalas kebaikan kamu. Karena selama ini kamu tuh udah sering nyuapi saya.."jelas Nanda.
Yuna tidak peduli, saat ini perutnya terasa lapar jadi ia terus membuka mulutnya menerima makanan dari Nanda.
"Pertemuan dengan rekan bisnisnya kapan Tuan.."tanya Yuna saat dalam perjalan pulang ke Villa.
"Besok, kau sudah persiapkan semua berkasnya kan.."seru Nanda balik.
Yuna mengangguk, "Ada berapa kali pertemuan.."
"Satu kali, habis itu saya akan mengajak kamu jalan-jalan. Mau kan..."ucap Nanda
"Tentu saja, siapa yang menolak.."seru Yuna girang.
"Ya sudah istirahatlah.." perintah Nanda, karena ia melihat Yuna yang telrihat begitu lelah.
", saya masuk ke kamar dulu ya Tuan.."seru Yuna yang terlihat beberapa kali menguap.
"Iya, jangan lupa kunci pintunya..."jawab Nanda
Yuna mengangguk, "Selamat malam Pak Boss..."
Nanda mencebik, sebelum kemudian ia pun masuk ke dalam kamarnya.
🌹🌹🌹
Jangan lupa
Like
Komentar
Hadiahnya
Tbc