Complicated Mission

Complicated Mission
I Choose You



Rychelle kali ini mulai memandangi Alarick lebih dulu. Alarick pun langsung membalas pandangan Rychelle dan kedua netra mereka kini saling bertaut. Sayangnya pandangan mereka hanya bertahan selama 5 detik saja tidak lebih, karena Rychelle cepat-cepat mengalihkan pandangannya ke arah Teysar.


Kini, kedua netra Teysar dan juga Rychelle saling memandang dengan tatapan yang berbeda. Pandangan mata keduanya seolah saling berkomunikasi.


Satu menit terlewati dan kini semua orang yang hadir mulai membuat kesimpulan masing-masing, siapa yang Rychelle pilih untuk mendampingi hidupnya sebagai seorang suami.


"Adikku ternyata tetap memilih Aipda Teysar sebagai suaminya." bisik Rychand tepat di telinga Citra.


"Sepertinya Rychelle tetap memilih cinta pertamanya, Bang." balas Citra meski ia sendiri melihat jika Rychelle lebih lama menatap Teysar dari pada Alarick.


"Bagaimana jika kita taruhan kali ini. Sepertinya seru." ajak Rychand kemudian.


"Aku tidak tertarik." jawab Citra yang sudah merasa kalah sebelum bertaruh.


"Ayolah sayang, taruhan nya tidak akan merugikanmu." bisik Rychand lagi.


"Jika kau kalah, cukup 3 ronde untuk nanti malam," pinta nya.


"Bagaimana jika kali ini aku yang menang?" tanya Citra kemudian.


"Ponsel baru?" tawar Rychand dan Citra pun menggeleng.


"Tas baru?" tawar Rychand dan lagi lagi Citra menggelengkan kepalanya.


"Oke, katakan saja apa maumu dan aku pasti akan memberikannya."


"Tidak ada 1 ronde pun untuk satu minggu ini. Aku rasa akan sangat lelah mempersiapkan acara Rychelle nanti." balas Citra sambil mengusap perutnya yang saat ini sedang mengandung 6 bulan.


"Tidak masalah, karena aku sangat yakin jika kali ini aku akan menang." jawab Rychand.


Rychand pun langsung berjalan mendekat dan berdiri di antara Teysar dan juga Alarick.


"Dua orang yang ada di sampingku ini adalah lelaki yang sama hebatnya dan aku sudah sangat menyayanginya sebagai adikku sendiri." ucap Rychand.


"Namun, Al. Jangan berkecil hati jika saat ini Rychelle tidak memilihmu sebagai lelaki yang akan mendampingi hidupnya. Aku yakin, kelak kau pasti akan mendapatkan wanita yang baik untukmu."


Alarick hanya tersenyum mendengar ucapan Rychand dan menganggukkan kepalanya. Kali ini ia memang harus menerimanya karena ia tidak bisa mengartikan sorot mata Rychelle yang memandangnya kurang dari 5 detik.


"Dan, Teysar. Aku ucapkan selamat padamu karena kali ini Rychelle telah memilihmu sebagai pendamping hidupnya." ucap Rychand sambil mengulurkan tangannya untuk memberikan selamat.


Kini semua yang hadir langsung bertepuk tangan setelah mengetahui lelaki mana yang telah dipilih oleh Rychelle.


Sayangnya Teysar justru menggenggam tangan Rychand dan memundurkannya ke belakang.


"Emm, maaf sebelumnya Bang Rychand. Sayangnya kesimpulan kita tidak sama."


Ucapan Teysar kali ini membuat tepukan tangan Mereka yang hadir pun terhenti seketika.


"Rychelle memandangku lebih lama karena banyak hal yang ia sampaikan lewat sorot matanya."


Teysar menghela nafasnya sebentar untuk melanjutkan kalimatnya.


"Ia meminta maaf dengan ku jika keputusannya kali ini membuatku sangat kecewa. Sorot matanya lebih tampak untuk memintaku merestui nya memilih cinta pertamanya." tukas Teysar.


"Benarkah?" tanya Rychand sedikit tidak percaya. "Tapi tadi Rychelle memandang ke arah Alarick hanya sebentar saja."


Kini suasana menjadi hening karena semua orang yang ada disana menunggu jawaban yang sesungguhnya.


"Apa yang dikatakan Kak Teysar memang benar." Ucap Rychelle yang mulai buka suara.


Kini ia pun melangkah mendekati Teysar. "Terima kasih sudah begitu memahamiku selama ini kak. Maaf jika - - -,"


"Sssttt! Tidak perlu minta maaf dengan ku. Kau berhak bahagia Rychelle."


Teysar meraih tangan Rychelle dan juga tangan Alarick.


"Aku bahkan tahu kenapa Rychelle memandang Alarick sebentar saja."


Kini semuanya, menunggu Teysar melanjutkan kalimatnya.


"Tentu saja karena dia pasti salah tingkah jika memandang lelaki yang sangat dicintainya di depan banyak orang dalam waktu yang lama. Bukankah begitu, Rychelle?" tanya Teysar sambil menyatukan tangan Alarick dan juga Rychelle.


Blush!


Pipi Rychelle langsung merona saat Teysar membuka kartunya di depan semua orang.


"Al, jangan pernah sungkan atau merasa tidak enak denganku. Kau tidak pernah merebutnya dariku. Dan aku juga tidak ingin mengusik hatinya yang sedari dulu masih tetap mencintaimu." jelas Teysar.


Kini semua yang hadir langsung bertepuk tangan. Semuanya sangat kagum dengan kebesaran hati Teysar yang mengalah demi kebahagiaan Rychelle.


Teysar kini berpindah kedekat orang tuanya untuk memberikan ruang untuk Alarick dengan Rychelle. Sedangkan Rychand juga kembali ke arah istrinya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Aku menang taruhan nya bukan?" tanya Citra sambil berbisik dan tersenyum lebar.


"Kata siapa? Aku tidak pernah sungguh-sungguh untuk bertaruh denganmu, sayang." bisik Rychand sambil mengusap prut istrinya.


"Curang!" gerutu Citra yang kemudian fokus kembali ke arah Rychelle yang kali ini dilamar oleh Alarick.


"Rychelle Olyvia, wanita tercantik, terhebat, dan terbaik yang aku kenal."


"Malam ini, Tuhan benar-benar mengabulkan semua doaku yang tidak pernah putus untuk bisa bersanding denganmu. Seperti apa yang pernah aku tuliskan dalam surat terakhirku untukmu."


"Aku tidak pernah mampu untuk menggapaimu, tapi aku masih ada Tuhan yang pasti memberikan apa yang aku minta."


"Dan kamu adalah bidadari Tuhan yang memang dipersiapkan untuk bersanding denganku. Jadilah istri dan ibu untuk anak-anakku, Rychelle." ucap Alarick sambil mengeluarkan cincin yang sudah ia persiapkan sebelumnya.


Rychelle pun mengangguk dengan mata yang berkaca-kaca. Raut kebahagiaan Rychelle bener-benar terpancar di wajahnya saat menerima lamaran dari Alarick.


BrigJen Aris dan istrinya pun langsung memberikan ucapan selamat dengan Alarick dan juga Rychelle. Tidak ada kekecewaan dengan gagalnya Rychelle menjadi menantu mereka karena sebelumnya, Teysar sudah menceritakan banyak hal kepada mereka.


Setelah itu giliran Mami Divya yang langsung memeluk Rychelle sambil menangis. Perasaan haru ditumpahkan di dalam pelukan calon menantunya.


Mami Divya merasa sangat bahagia karena sebentar lagi Rychelle akan menjadi menantunya, sesuai dengan permintaannya dengan mendiang Oliv, bunda Rychelle saat Rychelle masih sangat kecil dulu.


Setelah semuanya memberikan ucapan selamat dan kembali pulang, kini tinggal Rychelle dan Alarick yang masih tinggal di sana.


πŸ„πŸ„πŸ„


Alarick terus saja memandangi wajah Rychelle sampai membuat Rychelle kali ini benar-benar salah tingkah.


"Kita pulang yuk!" ajak Rychelle sambil menarik tangan Alarick.


Bukannya menuruti permintaan Rychelle yang sudah berdiri dari tempat duduknya, Alarick justru menarik balas tangan Rychelle sampai Rychelle terjatuh tepat di atas pangkuannya.


Kini kedua netra mereka bertemu cukup lama dan Alarick baru menyadari kebenaran dari ucapan Teysar jika sorot mata Rychelle benar-benar mengatakan bahwa Rychelle sangat mencintainya.


Perlahan ia mendekatkan wajahnya ke wajah Rychelle hingga jarak keduanya kini sangat dekat, dan membuat Rychelle semakin berdebar-debar.


Terlebih saat hembusan nafas Alarick begitu terasa menyapu wajahnya. Rychelle pun memejamkan matanya hingga membuat Alarick tersenyum.


"Kenapa harus terburu-buru untuk cepat pulang, sayang?" bisik Alarick membuat Rychelle tersadar dan sedikit mendorong tubuh Alarick untuk menjauh darinya.


Sayangnya Alarick justru mengeratkan tangannya yang melingkar di tubuh Rychelle.


"Mas, a - ayo kita pulang." ajak Rychelle sambil memalingkan wajahnya.


Alarick memegang dagu Rychelle dan mangarahkan untuk memandang wajahnya, "Kita akan pulang setelah yang satu ini," ucap Alarick mengusap bibir Rychelle.


Cup!


Satu kecupan instan mendarat sempurna di bibir Rychelle membuat nafas Rychelle semakin menderu saat Alarick berhasil mengecup bibirnya.


Sedangkan Alarick kali ini sangat senang memandangi wajah Rychelle yang bersemu merah karena kecupan singkat yang diberikan olehnya sampai Rychelle akhirnya membuka matanya.


Secepat kilat Alarick kembali mendaratkan bibirnya di bibir Rychelle dan mengabsen nya setiap inci. Keduanya tampak saling menikmati lahan perasaan cinta mereka sampai Rychelle kali ini hampir saja kehabisan nafasnya.


"Masih semanis yang dulu, dan bahkan menjadi semakin manis." ucap Alarick sambil mengusap bibir Rychelle dengan jarinya.


"Terima kasih sudah membalas cintaku, sayang. Malam ini aku benar-benar sangat bahagia."


Rychelle hanya tersenyum dan mengangguk hingga Alarick kembali mendaratkan ciumannya untuk yang ketiga kalinya.


Sayangnya, baru saja bibir mereka menempel, ponsel Alarick langsung berdering dan tampak panggilan masuk dari Rychand.


"Cepat antarkan adikku pulaang sekarang, Al. Kau masih belum boleh terlalu lama bersama dengannya." ucap Rychand di ujung panggilan.


"Owh, oke Bang. Tenang saja. Sebentar lagi aku akan mengantarkannya pulang." balas Alarick sambil mematikan panggilannya.


"Abang Rychand benar-benar sangat posesif." gerutu Alarick menyimpan ponselnya ke dalam saku celananya.


"Saat sudah menikah nanti, kita harus tinggal di Mansion ku." pinta Alarick sambil menggandeng tangan Rychelle.


"Memangnya kapan kita akan menikah?" timpal Rychelle kemudian.


"Dua minggu lagi, sayang. Sebelum kau kembali bertugas di kepolisian."


Rychelle memang diberikan waktu istirahat selama 1 bulan untuk kembali bertugas. Sedangkan Alarick tidak mau menyia-nyiakan masa istirahat Rychelle begitu saja.


"Apa itu tidak terlalu cepat Mas?" tanya Rychelle kemudian.


"Tentu saja tidak, bahkan aku ingin menikahi mu satu minggu lagi. Tetapi Bang Rychand langsung menolaknya mentah-mentah karena persiapannya terlalu singkat." balas Alarick.


🌺🌺🌺


Hai readers,


Nantikan terus ya kelanjutan cerita ini. Terima kasih banyak atas dukungan kalian.


Jangan lupa untuk Like, Comment, Favorit, Vote and gift. Terima kasih banyak