Complicated Mission

Complicated Mission
Serangan Mendadak



"Aku sudah menduga nya bahwa kau bisa melakukannya dengan sangat sempurna, Rachel. Bagaimana perasaanmu saat presentasi tadi membuahkan hasil yang sangat memuaskan?" tanya Alarick yang kini sudah berada di mobil dalam perjalanan pulang bersama Rychelle.


"Tentu saja sangat senang Mr, karena bulan ini saya akan tetap mendapatkan gaji." jawab Rychelle datar. Matanya kini terfokus pada kaca spion yang memperlihatkan beberapa mobil di belakang yang mengikuti mobil yang sedang dinaiki nya.


Rychelle langsung mengetik pesan untuk kakaknya agar mengirim bantuan dengan segera jika ia mengalami sesuatu mengingat Chicko sedari tadi membuatnya sangat tidak nyaman. Setelah Rychelle mengirim lokasi terkininya, Rychand pun segera menghubungi kantor polisi terdekat untuk membantu Rychelle jika ada sesuatu.


Benar saja dugaan Rychelle, sopir Alarick menginjak rem mendadak karena dihadang oleh dua mobil yang ada di depannya. Rychelle dengan sigap langsung menelfon polisi setempat dan meminta bantuan sebelum orang yang menghadangnya keluar dari mobil.


"Keluar kalian semua!" gertak seseorang bertubuh kekar sambil menggedor pintu mobil Alarick.


Dengan geram Alarick membuka pintu mobil dan menghadapi pria tadi. "Apa yang kalian mau?" tanya Alarick.


"Bos kami menginginkan Rachel untuk ikut kepada kami."


"Tidak bisa!" jawab Alarick tegas dan sudah siap dengan kuda-kudanya. "Hadapi aku!"


Satu per satu orang keluar dari mobil yang menghadang. Kini Alarick dan sopirnya dihadapkan oleh 8 orang yang siap menyerang mereka. Melihat hal tersebut Rychelle langsung keluar dari mobil dan siap membantu Alarick melakukan perlawanan.


Rychelle benar-benar sangat lincah menangkis setiap serangan yang di berikan penjahat tadi. Begitu juga dengan Alarick dan juga sopirnya. Karena lawan yang tidak seimbang membuat Rychelle kali ini terkena pukulan keras yang mendarat di rahangnya.


Tiba-tiba terdengar tepukan tangan dari Chicko yang baru saja keluar dari mobil yang satunya diiringi oleh asistennya Bayu. Seketika serangan bertubi-tubi pun berhenti.


"Rachel, Rachel. Kau sangat mengagumkan hari ini dan membuatku makin menginginkan dirimu." ucap Chicko yang mencoba memegang dagu Rychelle. Sayangnya dengan cepat Alarick menepisnya.


"Jangan macam-macam, Chicko!" gertak Alarick geram.


"Baiklah, temui aku di Gokk Build nanti malam dan aku pastikan kemenangan ku kali ini untuk mendapatkan Rachel." ucap Chicko.


Tiba-tiba terdengar raungan mobil polisi mendekat ke arah mereka membuat Chicko dan anak buahnya langsung meninggalkan tempat tersebut. Akhirnya Alarick meminta Rychelle masuk ke dalam mobil dan ia menemui polisi dengan mengatakan bahwa masalahnya sudah teratasi dengan baik.


Alarick pun segera masuk ke dalam mobil dan mengecek keadaan Rychelle. "Kau baik-baik saja, Rachel?" tanya Alarick khawatir.


"Saya tidak apa-apa, Mr." jawab Rychelle dengan tidak memperlihatkan wajahnya dan terus saja menatap ke luar jendela.


Alarick pun mendekatkan posisi duduknya dengan Rychelle dan memegang dagu Rychelle pelan agar Rychelle menghadap ke arahnya.


"Rahangmu lebam dan bibirmu berdarah. Apa ini yang kau katakan tidak apa-apa?" tanya Alarick kesal.


Dengan cekatan ia mengambil kotak P3K dan mengobati Rychelle dengan sangat hati-hati. Posisi keduanya kini sangat dekat bahkan sampai Rychelle mampu merasakan hembusan nafas Alarick yang masih terdengar sedikit terengah-engah.


Alarick perlahan mengusap bibir Rychelle membuat dada Rychelle bergemuruh kencang. Rychelle pun menepis pelan tangan Alarick untuk menjauh saat ia mulai tidak mampu menahan gejolak yang ada dalam dirinya.


"Saya bisa mengobatinya sendiri, Mr. Berikan kotak obatnya pada saya." pinta Rychelle.


Bukannya memberikan pada Rychelle, Alarick justru makin menjauhkannya. "Tidak akan kuberikan." jawab Alarick ketus.


Kini netra mereka saling beradu pandang.


"Pandangan Rachel kenapa tidak seperti biasanya yang selalu menurut saat aku memberi perintah. Sorot matanya kali ini terlihat sangat tegas." gumam Alarick dalam hati.


Akhirnya Alarick pun menyerahkan kotak P3K nya pada Rychelle. "Cepat kau obati lukamu jika seperti itu maumu."


Rychelle pun menerima kotak tersebut dan mengobati lukanya sendiri dengan bantuan camera diponselnya.


"Siapa kau sebenarnya, Rachel?" tanya Alarick.


"Apa maksud dari pertanyaan anda, Mr?"


"Aku rasa kau bukan orang sembarangan, Rachel. Kau mampu bela diri dengan sangat baik. Bahkan pertahanan dirimu tadi memperlihatkan bahwa kau sangat terlatih." ucap Alarick sambil terus memandangi Rychelle yang sedang mengobati lukanya.


Rychelle pun kemudian menutup kotak P3K nya dan meletakkan di tempatnya semula. "Saya memang sudah belajar bela diri sejak kecil, Mr." jawab Rychelle dengan santai.


"Kau sangat mengagumkan hari ini." gumam Alarick pelan.


Sayangnya Rychelle tidak begitu menanggapi gumaman Alarick barusan. Kepalanya saat ini dipenuhi rasa penasaran tentang Gokk Build.


"Bolehkah saya bertanya sesuatu pada anda, Mr.?" tanya Rychelle memberanikan dirinya untuk menanyakan informasi yang berkaitan dengan misi besarnya.


"Tentu saja."


"Apa sebenarnya masalah antara anda dengan Tuan Chicko? Dan apa maksud dari Gokk Build?" tanya Rychelle.


Alarick tidak langsung menjawab pertanyaan dari Rychelle. "Aku akan menjawabnya nanti, sekarang biarkan aku berbaring di pangkuan mu sebentar saja untuk menghilangkan rasa lelahku."


Tanpa menunggu persetujuan dari Rychelle, Alarick langsung membaringkan kepalanya di pangkuan Rychelle.


"Mr!" pekik Rychelle pelan sambil menetralkan degub jantungnya yang bertalu-talu.


"Sebentar saja." pinta Alarick yang kemudian menarik tangan Rychelle dan mengarahkannya untuk mengusap kepalanya.


Mau tidak mau Rychelle pun menuruti perintah Alarick, mengusap kepalanya dengan lembut dan membuat Alarick memejamkan matanya untuk merasakan kelembutan usapan Rychelle.


Diam-diam mengamati wajah Alarick yang sedang memejamkan matanya. "*Tampan, tegas, dan berwibawa. Ternyata dibalik sifatnya yang Arrogant, dia adalah sosok pria yang manja." gumam Rychelle sambil terus mengusap kepala Alarick.


"Stop, Rychelle! Kamu Jangan terbuai dengan semua ini! Kamu harus ingat misi besar yang saat kau jalani saat ini, dan Ingat juga Jika Mr Alarick sudah bertunangan dengan Miss Molly dan sebentar lagi mereka akan menikah." batin Rychelle mengingatkan dirinya sendiri*.


Pergolakan dalam hati Rychelle membuatnya cepat cepat menjauhkan tangannya dan berhenti mengusap kepala Alarick. Hal itu membuat Alarick membuka matanya dan memandang Rychelle dari bawah.


"Aku dan Molly dijodohkan hanya untuk ikatan bisnis, dan aku sama sekali tidak memiliki perasaan sedikit pun dengannya." ucap Alarick tiba-tiba saat asistennya berhenti mengusap kepalanya. Ia paham betul alasan Rychelle menghentikan usapan tangannya di kepalanya.


"Itu adalah masalah pribadi anda, Mr. Dan saya sama sekali tidak berhak untuk ikut campur di dalamnya." ucap Rychelle.


"Apa anda sudah cukup untuk berbaring di sini?" tanya Rychelle yang sudah mulai tidak nyaman dengan kedekatannya dengan Alarick saat ini.


"Bagaimana jika aku belum merasa cukup?" tanya Alarick tanpa mengalihkan pandangannya terhadap asistennya.