Complicated Mission

Complicated Mission
Tamat



Malam harinya, Rychelle yang sudah sangat lelah langsung memanjakan dirinya untuk berendam air hangat. Sedangkan Alarick masih harus menemani Rychand untuk menemani tamu khusus perwira tinggi yang memang hadir pada jamuan malam.


Berkali-kali Alarick terus melihat ke arah jam di tangannya sambil menemani tamunya mengobrol.


"Waah, kayaknya ada yang udah gak sabar nih nemenin bini di kamar." ledek salah satu perwira kepolisian.


"Ck, jangan digodain deh pengantin baru. Ntar yang ada malah makin pa nas dingin." timpal Brigjen Aris.


"Kayaknya yang pa nas dingin bukan cuma pengantinnya, Aipda Teysar juga ikutan pa nas dingin tuh. Gak ku at ngebayangin nya." tukas perwira yang lain dan membuat semua yang hadir tertawa ramai


"Santai aja, Aipda Teysar juga bentar lagi nyusul." ucap Rychand sambil menepuk bahu mantan calon adik iparnya itu.


"Gimana Komandan Aris, netizen udah pada ramai loh jodohin Aipda Teysar sama Bripda Imelda?" tanya Rychand membuat yang lainnya langsung memandang ke arah BrigJen Aris menunggu jawaban.


"Kalau saya sih gimana anaknya aja. Kalo Teysar setuju sama Imelda, kenapa tidak?" balas BrigJen Aris membuat suasana semakin ramai.


Akhirnya tepat pukul 10 malam, semua tamu undangan sudah pada pulang dan Alarick langsung menuju ke kamar hotel dengan begitu semangat.


Namun sesampainya di dalam kamar, semangatnya langsung pudar begitu saja melihat istrinya sudah terlelap di dalam selimut.


"Huft! Sudah menikah pun masih tetap harus bersabar." gerutu Alarick sambil mele paskan baju nya satu per satu dan kemudian menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tu buhnya dengan kilat.


Setelah mandi, Alarick mengeringkan tu buhnya sambil memandangi wajah istrinya yang tampak sangat kelelahan.


"Sangat cantik jika tidur seperti ini," puji Alarick sambil mengusap kepala Rychelle.


Raut wajah Rychelle yang tampak sangat lelah membuat Alarick tidak tega untuk membangunkannya. Akhirnya ia pun naik ke atas tempat tidur dan kemudian masuk ke dalam selimut yang sama dengan istrinya.


Sayangnya mata Alarick semakin sulit terpejam karena ia masih saja menik mati kecantikan istrinya. Perlahan ia pun mulai mendekat dan mengabsen bi bir istrinya.


Ciu man nya sama sekali tidak terbalas oleh Rychelle atau pun ditolak. Hal ini membuat Alarick semakin berani untuk melakukan hal yang lebih. Ciu man nya mulai turun ke le her Rychelle dan mulai terdengar suara sek si istrinya yang masih terpejam itu.


Baru mendengar sekilas saja membuat sen jata Alarick yang ada di bawah sana terasa begitu se sak.


"Aku benar-benar meng inginkan nya malam ini, sayang." bisik Alarick membuat Rychelle me re mang dan membuka matanya perlahan.


"Mas Arick," suara se rak khas bangun tidur Rychelle membuat Arick kembali mendaratkan ciu man nya di bi bir istrinya.


Kali ini Rychelle membalas permainan Alarick. Setelah pu as bermain dengan bi bir istrinya, Alarick mulai menggenggam jemari istrinya di atas kasur, mengabsen le her Rychelle dan meninggalkan bekas kepemilikan di sana.


Rychelle sendiri mulai me nik mati permainan lembut suaminya tanpa memberikan perlawanan sedikit pun. Hingga perlahan Arick me lepas semua pa kai an Rychelle dan mulai bermain di tu buh kenyal istrinya hingga membuat Rychelle meng ge lin jang hebat.


De sa han Rychelle mulai terdengar memenuhi ruangan dan Alarick semakin semangat untuk membuka label milik istrinya.


"Aku akan melakukannya dengan sangat lembut, ta han se dikit saja jika kau merasakan sakit." bisik Alarick dan Rychelle pun mengangguk.


Alarick mencoba menerobos masuk dan Rychelle mulai me re mas sprei kamarnya. Alarick sedikit merasa kesusahan, namun ia kemudian kembali memain kan ni pple Rychelle hingga akhirnya ia benar-benar bisa memiliki istrinya sepenuhnya.


Keduanya hanyut me re guk kebahagiaan mereka malam ini.


"Terima kasih sayang, sudah menjadikan aku yang pertama untukmu." ucap Alarick mengecup dahi istrinya.


Rychelle hanya tersenyum sambil menyembunyikan wajahnya di balik selimut.


"Hei, apa kau masih malu denganku?" tanya Alarick sambil menyibakkan selimut yang menutupi wajah istrinya.


"Aku sangat mencintaimu, Mas Arick." ucap Rychelle yang terdengar begitu merdu di telinga Alarick.


Hanya dengan ucapan cinta Rychelle, membuat senjatanya kembali te gaak berdiri.


Akhirnya mereka pun melanjutkan permainan mereka untuk yang kedua kalinya.


"Lagi sayang," pinta Alarick.


"Kau membuatku begitu can du akan tu buh ku." lanjutnya dan Rychelle sama sekali tidak menolak permintaan suaminya.


Hingga akhirnya mereka mulai terlelap saat alarm bangun tidur Rychelle berbunyi.


...💞💞💞...


Keesokan harinya, Rychelle membuka mata tepat saat jam dinding di kamar hotelnya berdenting sebanyak 9 kali.


Tubuhnya benar-benar terasa sangat remuk redam. Namun sekilas senyumnya terukir saat melihat sosok yang kini masih terlelap memeluknya.


"Aku benar-benar sangat mencintaimu, Mas Arick. Misi rumit dalam kehidupanku kini aku anggap selesai setelah menjadi milikmu seutuhnya." ucap Rychelle sambil memainkan jarinya di atas da da suaminya.


Alarick yang kemudian terbangun pun langsung tersenyum saat mendapati Rychelle yang sedang memandangi wajahnya.


"Apa aku tampan?" tanya Alarick membuat Rychelle mengangguk sambil tersipu malu.


"Apa kau bahagia, sayang?" tanya Alarick.


"Aku sangat bahagia menjadi istrimu, Mas Arick." jawab Rychelle membuat Alarick kembali me lu mat bibir istrinya.


Untungnya terdengar suara di perut Rychelle, dan Alarick langsung mele paskan pa gu tan nya.


Ia pun meraih telfon yang ada di samping nya untuk memesan sarapan.


"Aku akan membantumu membersihkan diri, sayang." ucap Alarick yang mulai mengangkat Rychelle alaa bridal style.


"Tidak perlu, Mas. Aku bisa melakukannya sendiri." balas Rychelle.


Sayangnya penolakan istrinya saat ini tidak berlaku. Akhirnya mereka kembali melakukan nyaa di dalam kamar mandi.


...☘️☘️☘️...


"Jam berapa kita akan pulang Mas?" tanya Rychelle yang sudah menghabiskan sarapannya bersama Alarick.


"Kita masih akan bermalam di sini dua hari lagi sayang," jawab Alarick.


"Apa?! Dua hari lagi?!" pekik Rychelle terkejut?


"Tidak tidak. Hari ini kita harus pulang. Adaa banyak hal yang ingin aku kerjakan," kilah Rychelle yang tidak bisa membayangkan bagaimana jika dua hari lagi ia tetap masih di sini.


Satu malam saja membuatnya kesusahan untuk berjalan, apa lagi. Sampai 3 malam.


Alarick terkekeh mendengar penolakan istrinya.


"Kau masih libur sampai satu minggu ke depan, sayang. Jangan beralasan yang tidak-tidak." ucap Alarick sambil mengacak rambut istrinya.


"Sebentar lagi terapis spa akan datang untuk memijatmu. Tenang saja, aku akan bertanggung jawab dengan apa yang sudah aku perbuat." Alarick tersenyum na kal ke arah istrinya membuat Rychelle memutar bola matanya malas.


"Aku hanya ingin cepat cepat memiliki Arick dan Rychelle junior di dalam sini." bisik Arick sambil mengusap perut istrinya.


...💞💞💞...


Teman-teman,, sekian Novel dari Author. Semoga kalian semua terhibur yaaa.


Jangan lupa mampir ke novel terbaru Author, judulnya Kurebut-suami-kakakku