Complicated Mission

Complicated Mission
Backstreet



"Maaf, karena aku sudah membuat kau merayakan ulang tahunmu di dalam bui."


"Aku tidak pernah mempermasalahkan hal itu."


"Benarkah? Bukannya Mas Arick pernah sangat kecewa terhadapku? Bahkan kau juga menulis betapa kau membencimu." Kali ini Rychelle membahas apa yang pernah ditulis Arick di dalam buku.


Bukannya menjawab ucapan Rychelle, Alarick justru kembali mendaratkan bibirnya ke bibir Rychelle. Kali ini tidak lagi sekilas karena Rychelle mulai membalas pagutan Alarick. Keduanya benar-benar meluahkan kerinduan mereka yang sudah lama tidak bertemu.


Hingga saat Rychelle hampir kehabisan nafas, Alarick mulai melepaskan pagutannya dan menangkupkan kedua tangannya di wajah Rychelle.


"Maafkan aku jika kau merasa tersinggung dengan tulisanku saat itu. Anggap saja aku tidak pernah menulis seperti itu, Rychelle." ucap Arick dan Rychelle pun menganggukkan kepalanya.


"Aku berjanji tidak akan pernah membencimu apapun yang akan terjadi, karena rasa cintaku lebih besar untukmu."


Blush! wajah Rychelle kembali merona. Sayangnya sampai detik ini, mulutnya belum bisa mengucap kata cinta di hadapan Alarick.


"Kau semakin cantik, Rychelle. Parasmu, sikapmu, dan semua yang ada pada dirimu membuat aku semakin jatuh cinta." ucap Alarick sambil menatap netra Rychelle dengan secara intens.


Rychelle pun membalas tatapan Alarick yang terasa begitu hangat. Bahkan saat ini ia benar-benar melupakan apa statusnya di kantor polisi dan siapa yang sedang ia hadapi saat ini.


"Aku sangat senang bisa bertemu denganmu hari ini. Dan kau adalah hadiah terindah yang aku dapatkan selama ulang tahunku. Aku fikir di bui adalah tempat yang mengerikan dan membosankan, tapi ternyata dugaanku salah besar. Kau tahu kenapa?"


Rychelle yang sudah melambung ke atas awan karena perlakuan Alarick hanya mengedikkan bahunya.


"Karena kau yang membuat semuanya sangat mengesankan. Balasan surat darimu membuka hariku lebih berwarna dan indah Rychelle. Dan hanya kau satu-satunya yang berhasil mengisi kekosongan dalam hatiku."


Alarick mengusap kepala Rychelle dan memainkan rambutnya.


"Tapi aku sangat cemburu melihatmu memimpin olahraga tadi. Rasanya ingin aku sumpal mulut laki-laki yang sudah membicarakan pesona mu. Bahkan aku juga ingin menyobek mulut pria yang berteriak melemparkan cium jauh untukmu." gerutu Alarick kesal.


Sedangkan Rychelle hanya terkekeh mendengar kecemburuan pria yang sudah berhasil mencuri hatinya itu.


"Hei, hanya bercanda. Tidak sungguh-sungguh, Mas." tukas Rychelle yang justru membuat Alarick kesal.


"Bercanda bagaimana? Sudah jelas-jelas mereka sangat tarik dengan pesonamu."


Rychelle kini tersenyum dan mengalungkan tangannya di leher Alarick. "I Miss You so much, Mas Arick."


Ucapan Rychelle kali ini seketika menghilangkan rasa kesal dalam diri Alarick. "Masa udah lama gak ketemu, Sekali nya ketemu malah bawaannya kesal sih." timpal Rychelle lagi.


"Aku juga sangat merindukanmu, sayang." balas Alarick dan mereka kembali mempertemukan bibir mereka berdua untuk kesekian kalinya.


Keduanya benar-benar melepas rindu di waktu yang sangat singkat. Hingga terdengar bunyi bel tanda untuk sarapan, Rychelle pun meminta Alarick untuk meninggalkannya terlebih dahulu karena ia tidak mau Alarick terkena hukuman oleh sipir penjara.


Sedangkan Rychelle kini mengamati sekelilingnya sambil merapikan rambut dan penampilannya. Ia sedikit terkejut saat melihat ada satu CCTV yang menyoroti tepat di arah dimana ia dan Alarick saling meluahkan rasa rindu.


"Aku harus segera menghapus rekaman CCTV disana. Bisa hancur aku jika yang lain tahu apa yang sedang aku lakukan di sini dengan Mas Arick." gumam Rychelle sambil beranjak dari belakang gudang dan menuju ke ruang khusus CCTV yang biasanya kosong.


Namun langkahnya terhenti saat ia baru akan sampai ke ruang CCTV karena di panggil oleh seseorang.


"BrigPol Rychelle."


Rychelle pun berbalik dan melihat Aipda Teysar yang sedang berjalan ke arahnya bersama dengan Kak Rychand.


"Kami mencarimu dari tadi dan berkeliling ke beberapa tempat. Sayangnya kami tidak menemukanmu." ucap Aipda Teysar.


"Oh, Memangnya ada apa kalian mencariku?" tanya Rychelle menyembunyikan rasa kikuknya.


"Bukan digoda kak, mereka hanya - - -"


"Tapi aku tidak suka, Rychelle. Aku sangat cemburu mendengarnya." ucap Teysar tepat saat Alarick lewat di belakang mereka.


Seketika tangan Alarick mengepal menahan kesal mendengar Teysar mengucapkan kata cemburu di depan Rychelle.


"Narapidana seharusnya tidak pantas sama sekali menggoda atau pun mengagumi polisi sepertimu, Rychelle." lanjut Teysar.


Rychelle yang melihat Alarick terlihat sangat kesal mulai khawatir jika ia salah paham dengan ucapan Teysar barusan. Cepat-cepat ia menghindar dari hadapan Teysar dan juga kakaknya.


"Aku sudah bilang bukan, Jangan bahas masalah seperti ini saat bertugas!" timpal Rychelle ketus dan langsung meninggalkan mereka berdua.


Melihat sikap Rychelle yang semakin mengacuhkan nya membuat Teysar semakin gusar. Ia pun meminta waktu kepada Rychand untuk membicarakan masalah ini di ruangan Rychand.


Sedangkan Rychelle pun langsung bergegas menuju ke ruang CCTV setelah memastikan semuanya amn.


"Bang Rychand lihat sendiri kan, gimana dinginnya sikap Rychelle sama aku?"


Rychand pun langsung mengangguk membenarkan ucapan Teysar kali ini. Ia fikir adiknya makin dekat dengan Teysar melihat Rychelle sering berkunjung ke rumahnya dan menemui bundanya Teysar.


Bahkan Rychand pun menilai perhatian Rychelle kepada bundanya Teysar selama dua minggu ini karena adiknya juga sudah menaruh rasa cinta untuk Teysar. Namun ternyata dugaannya selama ini salah besar.


"Aku akan membicarakan hal ini dengan Rychelle nanti saat sudah di rumah." ucap Rychand.


"Maaf ya Bang. Seharusnya aku bisa menyelesaikan masalah ini dengan Rychelle. Namun Rychelle sangat sulit jika aku ajak bicara akhir-akhir ini."


"It's okey, Teysar. Dia juga seharusnya sudah memikirkan tentang masa depannya." timpal Rychand dan tak lama kemudian Teysar pun kembali menjalankan tugasnya.


'Aku tidak habis fikir, apa yang ada di fikiran Rychelle saat ini? Sudah jelas ada Teysar yang tampan, baik dan perhatian dengannya. Malah masih saja diacuhkan.' gerutu Rychand dalam hati.


...🎀🎀🎀...


Hari ini sampai di sini dulu yaaah. Oh iya, malam ini Author mau kasih cuplikan sedikit di Novel Dosen VS Ketua BEM. Yuk pada mampir, Novelnya udah Tamat looh.


***


Zella yang sedang menali sepatunya terdorong dan tertimpa seorang laki-laki yang menurutnya adalah seorang dosen.


Sebab ia sempat melihat saat orang yang menabraknya sedang keliling melakukan pengecekan.


Sedangkan Levi, yang terjatuh di atas Zella jadi melupakan mamanya yang hendak tertabrak motor mahasiswa yang melaju kencang.


"Gadis ini cantik sekali. Rambutnya, matanya, hidungnya, dan bibirnya membuatku sangat terpesona. Baru kali ini aku melihat bidadari ada di dunia." Batin Levi yang semakin mendekatkan kepalanya ke wajah Zella.


"Au," suara Zella yang merintih kesakitan menyadarkan lamunan Levi dan sedikit menarik kepalanya.


"Kamu sengaja ya?" tanya Levi ketus.


Zella pun mengernyitkan dahinya tak paham dengan maksud pertanyaan Levi.


"Maksudnya?" tanya Zella balik. "Bukannya bapak yang tabrak saya sampe saya jatuh?"


Levi pun kembali mendekatkan wajahnya dan menatap Zella lekat-lekat hingga membuat Zella gugup.