Complicated Mission

Complicated Mission
Dadakan Lagi



Hari ini keadaan Rychelle sudah mulai pulih. Bahu kirinya juga sudah makin membaik. Tetapi dokter tetap memintanya untuk beristirahat di rumah agar pemulihannya sempurna dan kembali seperti sedia kala.


"Lalu kapan aku boleh pulang, Dokter?" tanya Rychelle, "Aku sudah tidak sabar untuk menghirup udara di luar."


"Siang ini anda sudah diperbolehkan pulang Nona Rychelle. Bahkan Pak Ryan saat ini sedang mengurus administrasi rumah sakit." jawab Dokter yang kini memeriksa Rychelle.


Mata Rychelle langsung berbinar. Berbagai hal yang sangat ingin ia lakukan setelah sampai di rumah langsung berbaris rapi dalam khayalan Rychelle. Mulai dari memberi kucing kesayangannya makan, membuatkan choco ball kesukaan ayahnya, dan berguling-guling di kasur empuk kamar estetiknya yang sudah lama ia tinggalkan.


Sedangkan Citra sudah pulang terlebih dahulu membawa barang-barang pulang ke rumah bersama Rychand. Sedangkan kali ini Rychelle akan pulang bersama dengan ayahnya.


...🎋🎋🎋...


Setelah Ryan One selesai mengurus administrasi rumah sakit Rychelle, ia pun langsung bergegas menuju ke ruang rawat Rychelle. Terlihat putrinya berdiri di samping jendela dengan menggunakan Blouse warna biru langit dan jelana jeans panjang sudah siap untuk pulang ke rumah.


"Sepertinya putri ayah sudah sangat merindukan rumah ya." ucap Ryan One dan Rychelle berbalik memandang ke ayahnya.


"Tentu saja ayah," Rychelle langsung berjalan mendekati ayahnya. "Aku sudah tidak sabar membuatkan choco ball kesukaan ayah dan menyeduh teh dengan aroma pandan favorit ayah."


Rychelle mengamit lengan ayahnya dan menariknya untuk segera keluar dari ruang Rawatnya.


"Tapi kau masih harus beristirahat, sayang. Ayah tidak mau putri ayah kelelahan hanya untuk membuat makanan untuk ayah. Lebih baik ayah membelinya di luar dari pada membuatmu sakit lagi." timpal Ryan One membuat Putrinya langsung menggerutu.


"Ayah sudah tidak suka ya dengan makanan buatan Rychelle?" tanya Rychelle yang sudah memanyunkan bibirnya.


"Aku pikir ayah rindu dengan masakan buatanmu, tapi ternyata aku salah." gerutu Rychelle membuat ayahnya mendengus kesal.


"Kau ini memang anak yang sangat keras kepala." Ryan One mengacak rambut Rychelle dengan gemas.


"Ayah sangat suka apa yang Rychelle buatkan untuk ayah, dan ayah sangat merindukan itu sayang. Lakukan apa yang sangat ingin kau lakukan asalkan kau selalu ingat untuk tetap beristirahat agar Kesehatan mu pulih seperti sedia kala."


Ucapan ayahnya kali ini membuat Rychelle tersenyum lebar. Ia pun mengelendot manja di lengan ayahnya dan tidak terlihat seperti seorang polisi yang hampir naik pangkat menjadi BripKa.


...🏘️🏘️🏘️...


Sesampainya di gerbang rumah Rychelle, ia membelalakkan matanya melihat ada tenda di pasang di depan rumahnya. Tidak hanya itu, teman teman kepolisian juga sudah berbaris rapi menyambut kedatangannya. Rumahnya pun di hias seindah mungkin seperti orang yang sedang punya hajat menikahkan anaknya.


"Ayah." panggil Rychelle dengan mata yang berkaca-kaca.


"Ini semua ide dari BrigJen Aris yang sangat kagum dengan jerih payahmu, Rychelle." jelas Ryan One membuat Rychelle makin terharu.


Ia sama sekali tidak menyangka mendapat sambutan yang semeriah itu. Terlebih yang mengusulkan adalah Perwira Tinggi yang sangat disegani oleh anak buahnya.


Rychelle pun turun dari mobil dan orang yang pertama kali menyambutnya tidak lain adalah Aipda Teysar, putra dari BrigJen Aris.


"Hemm. Aku jadi seperti seorang putri hari ini." gumam Rychelle pelan sambil berjalan beriringan di samping Teysar.


Sedangkan Teysar pun tersenyum menimpali gumaman Rychelle.


"Ini semua tidak sebanding dengan semua jerih payahmu hingga kau hampir saja kehilangan nyawamu, Rychelle." timpal Teysar yang jauh dalam lubuk hatinya sangat bangga terhadap Rychelle.


"Apakah aku sehebat itu, Aipda Teysar di matamu?" tanya Rychelle pelan sambil melambaikan tangannya menyapa teman-teman polisi yang kini menyambut kedatangannya.


Dengan refleks Rychelle menepuk lengan Teysar tepat saat mereka sudah masuk ke dalam rumah. "Ck, aku belum menyandang pangkat itu."


"Tapi bagiku pangkat itu sudah kau sandang sejak kau berhasil menguak misi besar ini." tukas Teysar membuat Rychelle sedikit besar kepala.


"Aku jadi Ge-eR nih gara-gara Aipda Teysar." gumam Rychelle.


Kedekatan Rychelle dan Teysar yang tidak luput dari pandangan BrigJen Aris, membuat BrigJen Aris mengulum senyumnya seperti teringat masa mudanya dulu.


"Waaah, seperti nya kalian berdua sangat dekat ya?" tanya BrigJen Aris membuat Rychelle sedikit tersipu.


Rychelle langsung menyalami BrigJen Aris dan menyampaikan rasa terima kasihnya yang sudah menyambutnya sedemikian rupa.


"Ini bukan apa-apa Rychelle. Semua saya lakukan belum seberapa dibandingkan keberhasilanmu yang sangat menakjubkan dan luar biasa." puji BrigJen Aris.


"Anda terlalu memuji saya, BrigJen Aris." tukas Rychelle.


Kini semua rekan kerja Rychelle pun berkumpul untuk mendoakan Rychelle agar lekas pulih dan bergabung lagi dengan rekan polisi dalam menjalankan tugas. Tidak hanya itu, semua juga bersyukur atas keselamatan Rychelle dan kembalinya Iptu Ryan One di tengah-tengah mereka semua.


Setelah doa dipanjatkan khusus untuk Rychelle, kini waktunya ramah tamah menikmati hidangan yang sudah tersaji di halaman rumah Rychelle.


Suasana di rumah Rychelle kali ini benar-benar seperti pesta. Berbagai jenis makanan tersaji di sana. Ada sate ayam, bakso, sukiyaki, zupa sup, dan makanan ringan lainnya. Tidak hanya itu, minuman dingin beraneka rasa dan es krim juga tersaji di sana.


Setelah semuanya menikmati makanan yang dihidangkan, kini mereka kembali berkumpul di ruang tamu rumah Rychelle karena akan ada yang ingin disampaikan oleh BrigJen Aris.


"Brigadir Polisi Rychelle Olyvia, saya dengan bangga mengapresiasi keberhasilan misi besar yang anda selesaikan dalam kurun waktu kurang dari 3 bulan sesuai waktu yang diberikan." ucap BrigJen Aris membuat Rychelle sedikit salah tingkah di depan rekan-rekan dan jajaran polisi yang memiliki pangkat di atasnya.


Terlebih saat ia kini mengetahui bahwa keberhasilannya kali ini mulai viral di media sosial.


"Tapi kali ini kedatangan saya disini dan maksud saya mengadakan syukuran ini tidak lain adalah untuk melamar Rychelle Olyvia, putri dari Iptu Ryan One untuk anak saya Aipda Teysar Narendra."


Kata - kata BrigJen Aris kali ini bersambut dengan riuh ramai para rekan - rekan polisi. Namun berbeda dengan Rychelle dan keluarganya yang sangat terkejut dengan lamaran BrigJen Aris yang sangat mendadak dan tiba--tiba tanpa membicarakannya terlebih dahulu.


Kaki Rychelle langsung terasa sangat lemas mendengar kabar yang sangat mengejutkan ini. Untuk saat ini posisi nya sedang duduk bersandar di sofa rumahnya, jika tidak bisa dipastikan ia akan terjatuh karena shock mendengarkan lamaran dadakan dari atasannya sendiri yang merupakan perwira tinggi dan sangat dihormati oleh banyak orang.


Sedangkan Rychand dan Ryan One juga tidak kalah terkejutnya dengan Rychelle. Mereka saling melemparkan pandang dengan Sorot mata yang seolah bertanya apa yang sebenarnya sudah terjadi.


...💞💞💞...


Bagaimana kisah selanjutnya?


Adakah Rychelle dan keluarganya menolak lamaran Teysar atau justru menerimanya?


Naaah, insya Allah ceritanya akan Author terusin malam ini yaaa.


Nah sambil menunggu kelanjutannya, mampir dulu yuk ke Novel aku yang lainnya. Udah tamat loooh.