
Teysar meletakkan cangkir kopinya di atas meja dan merebahkan kepalanya tepat di atas pangkuan Rychelle membuat Rychelle sangat terkejut.
"Sebentar saja setidaknya untuk melepas rasa lelahku." pinta Teysar sambil memejamkan matanya.
Rychelle seketika teringat oleh Alarick yang selalu tidur di pangkuannya setiap merasa lelah, dan tangannya pasti terulur untuk mengusap kepala Alarick.
Ia pun mengamati wajah Teysar yang memang tampak sangat lelah, namun tetap saja tidak mengurangi ketampanannya. Meskipun begitu, Rychelle justru makin merindukan Alarick yang saat ini sangat sulit untuk ia gapai.
"Kak, nanti kalo ayah sama Kak Rychand lihat gimana?" tanya Rychelle. "Aku ambilin bantal dikamar aja ya?" tawar Rychelle yang tidak ingin Teysar berlama-lama ada di pangkuannya.
"Just a moment, Rychelle." pinta Teysar lagi dan kini tangannya mulai meraih Tangan Rychelle dan menggenggam nya dengan sangat erat.
Rychelle pun akhirnya menyerah dan membiarkan Teysar melepas penat di pangkuannya. Namun lama kelamaan Rychelle pun tertidur sambil menyandarkan kepalanya di sofa.
Saat Citra keluar dari kamarnya untuk menyiapkan makan malam Rychand, ia pun menutup mulutnya sambil membeliakkan matanya melihat Rychelle dan Teysar tidur dengan posisi yang sangat romantis. Tangannya langsung membuka kamera di ponselnya da menangkap moment berharga yang ada di depannya.
"Lagi foto apaan sih sayang?" tanya Rychand sambil melingkarkan tangannya di pinggang istrinya dari belakang.
"Lihat deh Bang, mereka romantis banget ya." tunjuk Citra ke arah Rychelle dan Teysar. Senyum Rychand pun langsung merekah Sempurna melihat kedekatan Rychelle dan Teysar.
"Udah biarin aja, kalo lagi dimabuk cinta biasanya gak terasa lapar. Mendingan kita langsung makan aja yuk, gak usah ganggu mereka." ajak Rychand.
Keduanya pun langsung menuju ke meja makan. Ternyata di sana sudah ada ayah Ryan yang sedang menikmati makan malamnya.
"Citra, nanti Teysar biar menginap saja di kamar tamu. Kasihan kalo harus pulang dengan keadaan lelah seperti itu." ucap Ryan One.
"Oh iya. Biar nanti citra bereskan dan pasang dulu spreinya." ucap Citra sambil mengambilkan makan untuk suaminya.
Saat Rychand sudah mulai menikmati makan malamnya, Citra pun bergegas menuju kamar tamu yang ada di samping kamar ayah mertuanya.
"Aku senang melihat mereka berdua sudah semakin dekat dari sebelumnya." ucap Ryan One sambil mengelap mulutnya.
"Aku juga sangat senang ayah. Rychelle memang lebih pantas bersanding dengan Teysar dibandingkan Alarick. Terlebih mengingat papinya yang hampir saja membuat Rychelle kehilangan nyawa." timpal Rychand.
"Baiklah, ayah ingin segera beristirahat. Nanti kamu bisa meminta Teysar untuk pindah ke kamar tamu." ucap Ryan One meninggalkan meja makan terlebih dahulu.
Sedangkan Teysar kini mulai membuka matanya. Tidur singkatnya benar-benar membuatnya lebih segar dari pada sebelumnya. Dilihatnya Rychelle memejamkan matanya dan menyandarkan kepalanya di sofa.
Ujung bibirnya tertarik memperlihatkan senyum bahagianya terlebih tangga mereka berdua masih saling menggenggam.
"Sangat cantik." gumam Teysar sambil bangun perlahan lahan dan memindahkan kepala Rychelle untuk bersandar di dada bidangnya.
Hanya saat Rychelle tertidur lah Teysar bisa mengambil kesempatan seperti saat ini. Karena saat sadar, Rychelle terlihat enggan untuk dekat dengan Teysar, apalagi saat keduanya sedang bertugas.
"Bawa ke kamar aja Tey, terus kamu nanti istirahat di kamar tamu." ucap Rychand yang baru keluar dari ruang makan.
"Emang gak pa pa Bang kalo aku bawa Rychelle ke kamar?" tanya Teysar dengan mata berbinar.
"Ya gak papa dong. Asal jangan diapa-apain Rychelle nya." tukas Rychand.
"Ck, ya nggak lah Bang. Aku masih bisa sabar kok." balas Teysar yang mulai menggendong Rychelle ala bridal style.
Perlahan lahan Teysar membawa Rychelle sambil terus menatap wajahnya.
'Aku sebenarnya sudah tidak sabar untuk mempersuntingmu menjadi istriku, Rychelle. Aku sangat butuh seorang pendamping yang bisa membuatku melepas penat sepulang bertugas. Meski nantinya kita akan menjalankan tugas bersama, setidaknya aku bisa bermnja-manja denganmu setelahnya.' gumam Teysar dalam hati.
Kini ia pun sudah sampai di depan pintu kamar Rychelle. Setelah membuka pintu kamar Rychelle, Teysar langsung melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam. Terhirup di hidung Teysar aromatherapy di kamar Rychelle yang begitu lembut dan juga menenangkan.
Teysar pun menidurkan Rychelle di atas tempat tidur dan kemudian menyelimuti nya. Ia pun memberanikan dirinya mengecup kening Rychelle sedikit lama dan membuatnya sangat ingin melakukan lebih dari itu.
"Mmhh, Mas Arick." satu kata yang terucap dari mulut Rychelle membuat Teysar menarik tubuhnya untuk menjauh dari Rychelle.
Ia pun bergegas keluar dari kamar Rychelle sambil bertanya tanya siapa orang yang Rychelle panggil tadi.
Kenapa ia memanggilnya di bawah alam sadarnya?
Bahkan Teysar mendengar Rychelle memanggil nama Mas Arick saat ia mengecup kening Rychelle.
Sesampainya di ruang tamu, Rychand memaksa Teysar untuk makan malam terlebih dahulu. Akhirnya Teysar menuruti ajakan Rychand karena perutnya juga terasa lapar.
"Bang," panggil Teysar. "Siapa Mas Arick?" tanya Teysar kemudian.
"Mas Arick?" Rychand mengulang kembali nama yang disebut oleh Teysar.
"Iya, Mas Arick. Aku barusan mendengar Rychelle memanggil namanya di dalam tidurnya." timpal Teysar lagi.
Rychand terdiam sejenak.
'Rychelle memanggil Alarick pun persis seperti panggilannya dulu terhadap Alarick saat ia masih kecil. Mas Alick.' batin Rychand.
"Oh, mungkin yang ia maksud adalah Alarick Berwyn."
"Alarick Berwyn? Narapidana mantan CEO Bank One Point?" tanya Teysar dan Rychand langsung menganggukkan kepalanya.
Teysar mulai berfikiran kemana-mana. Terlebih mengingat bagaimana nada Rychelle saat memanggil nama Mas Arick tadi.
'Tidak mungkin seorang karyawan memanggil atasannya dengan panggilan Mas. Bahkan aku baru kali ini mendengar suara Rychelle yang terdengar sangat merdu saat memanggil nama itu.' batin Teysar gusar.
Selera makannya kali ini langsung hilang begitu saja.
"Apa Rychelle memiliki hubungan khusus dengan Alarick Berwyn?" tanya Teysar membuat kali ini Rychand bingung harus menjawab apa.
Rychand tahu betul adiknya menyukai Alarick Berwyn, tapi ia tidak tahu Rychelle ada hubungan khusus dengan Alarick atau tidak.
"Aku rasa mereka tidak ada hubungan apa-apa. Sebab aku pernah mendengar Rychelle sangat kesal dengan sikap Alarick saat masih menjadi atasannya di Bank." jelas Rychand.
"Syukurlah." balas Teysar.
"Oh iya Bang, terima kasih banyak atas makan malamnya. Sepertinya kali ini aku langsung pulang saja dan maaf tidak menerima tawaranmu untuk menginap di sini."
"Bukan apa-apa, Bang. Aku hanya tidak mau jadi omongan tetangga dan fitnah yang besar." jelas Teysar panjang lebar.
"Baiklah kalau memang itu keputusanmu. Hati-hati di jalan ya. Beri kabar aku jika sudah sampai di rumah." tukas Rychand.
"Siap Bang."
Teysar pun langsung undur diri dari hadapan Rychand. Dalam perjalanan pulang ke rumah, benak Rychand terus berkecamuk memikirkan Rychelle yang memanggil Alarick dalam tidurnya.
"Aku yakin, pasti ada sesuatu yang spesial antara mereka berdua." gumam Teysar.
...🏘️🏘️🏘️...
Sampai di sini dulu ya, insya Allah nanti malam up lagi.
Sambil menunggu kelanjutannya, mampir dulu yuk ke karya bestie Author yang Novelnya keren banget loh.
Nama Pena : Oktiyan
Judul Novel : Pengantar Box Jutawan