Complicated Mission

Complicated Mission
Isi Buku Alarick Part 2



Pagi ini Rychelle terbangun karena bunyi alarm ponselnya yang sudah disetting untuk berdering setiap jam 5 pagi. Perlahan ia mengerjapkan matanya dan meregangkan ototnya sambil menyibakkan selimutnya.


Sekilas ia teringat bahwa semalam Teysar masih tertidur di pangkuannya. Tapi saat ini Rychelle berada di kamarnya sendiri.


'Apa mungkin aku berpindah ke kamar sendiri dengan keadaan tidak sadar? Atau Kak Rychand yang sudah memindahkan aku ke kamar ya?'


Rychelle menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil mengingat bagaimana ia bisa berada di dalam kamar. Sayangnya, ia tidak ingat sama sekali.


Akhirnya ia pun memutuskan untuk berkutat dengan buku dan pulpen untuk memecahkan kembali isi buku Alarick.


...📖📖📖...


Aku sudah tak ingin menulis hari ke berapa aku berada di dalam bui. Tapi aku hanya ingin meluahkan apa yang baru saja aku dapatkan dari Rychand Olyver.


Aku mengenalnya sejak kecil, namun kami sudah tidak bertemu belasan tahun lamanya. Hari ini kedua kalinya aku dipanggil olehnya ke ruang penyelidikan. Aku fikir ia akan kembali melakukan penyelidikan terhadapku, tapi ternyata dugaanku salah.


Dia justru memberikan kabar yang membuatku sangat shock. Awalnya dia bertanya padaku, apa aku masih mengingat tentang Achiel? Aku pun menganggukkan kepala dan balik bertanya bagaimana kabarnya saat ini.


Ternyata Achiel sudah menjadi seorang polisi, sama seperti abang dan juga ayahnya. Bahkan aku dengar sebentar lagi akan naik pangkat menjadi seorang BripKa.


Kagum? Sudah tentu aku kagum dengannya. Bayi kecil cantik itu sudah tumbuh dewasa dan menjadi seorang polisi wanita. Bahkan sangat terpatri dalam ingatanku nama adik Rychand yang cantik itu adalah Rychelle Olyvia.


Rychand kemudian menawarkan padaku, apakah aku mau melihat Achiel yang sekarang? Tentu saja aku mau. Aku juga sangat penasaran bagaimana parasnya saat sudah beranjak dewasa.


Rychand pun memperlihatkan ponselnya dan mataku membulat sempurna saat melihat foto Rachel yang menggunakan seragam polisi dan berdiri tepat di samping seorang lelaki. Aku memandang ke arah Rychand meminta penjelasan dan ia pun mengatakan sesuatu yang sama sekali tidak pernah aku duga sebelumnya.


Ternyata Wanita ku adalah orang dibalik semua ini. Ia memang sudah mempersiapkan misi besarnya kali ini untuk melanjutkan apa yang menjadi misi ayahnya yang gagal 6 tahun yang lalu.


Rachel Ortisia hanyalah identitas palsunya hanya agar dia bisa masuk ke dalam perusahaan ku.


...📖📖📖...


Belum selesai sampai akhir tulisan Alarick, Rychelle langsung meremas kertas di depannya dan melemparkan pulpennya ke sembarang tempat.


"Kak Rychand." Rychelle memukul meja kamarnya dengan geram.


"Kenapa kakak buka identitas aku di depan Mas Arick sih?" gerutu Rychelle kesal yang kemudian langsung keluar dari kamarnya dan menuju ke kamar Rychand.


Tepat saat Rychelle berdiri di depan kamar Rychand, ia papun menghentikan langkahnya sejenak.


"Tunggu, aku tidak bisa langsung marah begitu saja dengan kakak pagi buta seperti ini. Dia pasti curiga dan bertanya padaku dari mana aku mendapat informasi ini."


Rychelle pun berbalik dan kembali berjalan menuju ke kamarnya. Kemudian ia pun kembali mengambil pulpen dan buku dan meneruskan untuk membaca isi buku Alarick. Kebetulan pagi ini ia ada jadwal tugas mulai jam 9 pagi.


...📖📖📖...


Aku benar-benar sudah tertipu dengan wanita yang sudah berhasil mencuri hatiku. Pantas saja aku merasakan ada rasa yang berbeda saat pertama kali melihatnya, ternyata dia adalah Achiel yang sangat kami sayangi.


Aku baru paham saat Bang Jerry mengaku sudah mengenal Rachel sejak ia kecil dan bahkan mencintainya sejak lama. Ternyata ia lebih jeli dalam mengenali Achielnya di banding aku.


Tapi sejak dulu Rychelle sama sekali tidak mau dengannya, ia justru selalu memiliki dan mengekor kemana pun aku pergi.


Kecewa?


Sedikit rasa kecewa yang aku rasakan saat awal mengetahui semua kebohongan ini. Tapi jauh di lubuk hatiku, aku sangat bangga dengan Rychelle. Ia benar-benar menjalankan misinya dengan sangat baik tanpa cela.


Meski aku harus mendekam di dalam bui dan berganti status sebagai narapidana. Tetap saja aku tidak akan pernah merasa marah sedikit pun dengan apa yang sudah Rychelle lakukan padaku.


Aku sadar, selama ini sudah berada di jalan yang salah. Tapi aku sama sekali tidak bisa menghindar dari apa yang sudah aku jalani saat ini. Dan aku menganggap Rychelle sudah berhasil menyelamatkan aku dari dunia kelam perjudian dan perdagangan narkoba.


Terima kasih Rychelle, karena mu aku selamat dari jerat papi dan juga Bang Jerry.


Aku merasa tidak pantas lagi untuk mencintaimu, Rychelle. Karena itu sama saja bagai pungguk merindukan bulan.


Kau jauh berada di atasku sebagai seorang polisi. Sedangkan aku hanyalah narapidana yang akan menjalani hukuman bertahun-tahun lamanya.


...📖📖📖...


Rychelle kali ini menitikkan air matanya sambil menutup bukunya.


"Apa seorang polisi dilarang untuk mencintai seorang narapidana?" gumam Rychelle kesal.


Tak lama pintu kamarnya pun diketuk oleh Rychand yang meneriakkan namanya dari luar kamar.


"Dek, udah bangun belum?"


"Udaaah kaaak, baru mau mandi." teriak Rychelle dari dalam dan segera masuk ke dalam kamar mandi.


...🎀🎀🎀...


Selesai Mandi, Rychelle segera memakai seragamnya dan turun ke bawah untuk sarapan bersama ayah dan juga kakaknya. Namun kali ini Rychelle sama sekali tidak menampakkan senyumannya dan membuat semua yang sudah berada di meja makan pun bertanya - tanya dalam hati.


Biasanya Rychelle selalu berceloteh membahas sesuatu saat makan bersama. Tapi kali ini ia terlihat membungkam mulutnya ddan diam seribu bahasa membuat suasana di meja makan terasa sangat berbeda dan tidak seperti biasanya.


"Dek, kapan kira-kira mau main ke rumah Aipda Teysar?" tanya Rychand memecah keheningan.


"Emang harus ya?" Rychelle menjawab pertanyaan kakaknya dengan sikap cueknya.


Mendengar jawaban Rychelle barusan, membuat Ryan One dan juga putranya saling melemparkan pandang dan memainkan alis mereka.


Bahasa isyarat mereka berdua terlihat jika Rychand meminta ayahnya untuk bicara dengan Rychelle.


"Ya harus dong sayang. Lagi pula ayah lihat kamu juga sudah makin dekat dengan Teysar." timpal Ryan One dengan sangat hati-hati.


"Rychelle gak akan dekat sama Kak Teysar kalo dia gak dateng ke rumah hampir setiap hari." celetuk Rychelle dengan nada ketus.


Kali ini meja makan kembali hening karena mereka tidak ingin ada keributan di hati yang masih sangat pagi.


"Hari ini dan seterusnya, Rychelle gak mau lagi dianter jemput sama Kak Teysar. Kayak anak TK aja pake anter jemput."


"Rychelle mau mandiri biar kalian gak salah sangka lagi dengan kedekatan Rychelle sama Kak Teysar." tukas Rychelle sambil menghabiskan sarapannya.


Ryan One menghela nafasnya pelan.


"Anak ayah kenapa sih sebenarnya?" tanya ayah Rychelle sambil mengusap bahu Putrinya. "Masih pagi udah uring-uringan begini?"


Rychelle hanya menggelengkan kepalanya dan enggan menjawab pertanyaan ayahnya.


Akhirnya Rychand dan ayah Rychelle pun berangkat ke kantor lebih dahulu dan menyerahkan masalah Rychelle kepada Citra.


...☘️☘️☘️...


Okey, sampai disini dulu ya untuk hari ini. Sambung besok lagi.


Nah sekarang waktunya Author promosi nih. Kali ini ceritanya seru banget loh novel karya bestie aku. Dijamin nagih deh bacanya.


Judulnya DADDY LUCAS karya Tyatul.