
Setelah mendengarkan cerita dari Rychand, Ryan One pun menemui putrinya yang kini masih berada di taman. Melihat kedatangan mertuanya, Citra pun langsung masuk ke dalam rumah dan memberikan waktu untuk Rychelle mengobrol dengan ayahnya.
"Maafkan ayah, sayang." ucap Ryan One sambil mengusap kepala Putrinya.
Rychelle langsung berbalik dan memeluk ayahnya dengan sangat erat dan kembali menangis.
"Ayah benar, harusnya Rychelle yang minta maaf dengan ayah dan kakak."
"Maaf sudah membuat kalian kecewa."
Ucapan Rychelle kali ini terasa seperti menampar keras relung jiwa Ryan One. Seharusnya ia tadi tidak mengatakan kekecewaannya yang tentunya sangat menyakitkan Rychelle.
Terlebih hanya karena keberanian Rychelle mempertaruhkan nyawanya, ia bisa selamat dan bertugas kembali sesuai pangkatnya. Bahkan Rychelle juga yang sudah menguak misi besar perjudian dan perdagangan narkoba yang sudah bertahun-tahun lamanya berjalan dengan rahasia yang tersimpan sangat rapat.
"Ayah tidak kecewa sayang. Ayah hanya shock. Ayah sangat bangga terhadapmu. Maafkan ayah."
Rychelle semakin mengeratkan pelukannya dan terisak membasahi kaos ayahnya. Ia merasa sangat kurang bersyukur atas kembalinya ayahnya ke rumah tanpa ada kekurangan sedikit pun. Padahal awalnya ia mengira ayahnya sudah tiada.
...☘️☘️☘️...
Satu bulan kemudian,
Rychelle mulai mengisi harinya dengan berbagai kesibukan untuk belajar melupakan kisah kasih singkatnya dengan Alarick. Bahkan Rychelle juga sudah mulai membuka dirinya untuk dekat dengan Teysar meskipun sampai saat ini ia masih sulit untuk membalas cinta Aipda Teysar.
"Cinta akan datang karena terbiasa bersama,"
Begitulah ucapan Teysar yang sampai sekarang masih begitu terngiang di telinga Rychelle.
Rychelle menyadari, Teysar memang baik dan sangat perhatian. Teysar juga gagah dan rupawan, dan dia juga sering diidamkan hampir semua polisi wanita. Tapi sejauh ini, Rychelle masih nyaman menganggapnya sebagai teman dekat.
...🌞🌞🌞...
Hari ini adalah pelantikan kenaikan pangkat Rychelle yang akan ditayangkan di beberapa stasiun televisi. Penghargaan yang Rychelle dapatkan saat ini adalah bukti ucapan terima kasih dari beberapa kalangan masyarakat. Semua sangat bangga atas prestasi polisi wanita muda ini yang dinilai sangat berani dan tidak takut mati.
Berbagai pujian disampaikan oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia lewat media sosial. Nama Rychelle benar-benar sedang melambung tinggi di atas awan. Dan hampir semuanya menantikan pelantikan kenaikan pangkat polisi muda yang cantik dan berbakat ini.
Begitu juga dengan Alarick dan juga Avega yang kini sedang menyaksikan berramai-ramai di halaman Lapas beserta dengan tahanan yang lain. Dan tidak dipungkiri jika Jerry (Jorell Kevin) dan juga Papinya yang kini berganti nama menjadi Bemby menyaksikan pelantikan Rychelle yang kini sedang ditayangkan di beberapa stasiun televisi.
"Tidak kusangka, dia adalah wanita yang sudah menghancurkan semua bisnis yang sudah aku bangun sejak lama. Sial!" umpat Bemby.
"Kau lihat sendiri kan Rell? Dari awal sudah papi katakan jika semua yang menghalangi bisnis kita langsung ditembak mati tanpa ampunan sedikit pun."
"Inilah akibatnya jika kamu justru menjadikan Ryan One sebagai tawanan dan bahkan orang kepercayaan selama 6 tahun." gerutu Bemby sambil menghisap cerutunya dan menghembuskan asapnya dengan kasar.
"Dan ku juga tidak perlu menyelamatkan wanita tidak tahu diri itu. Ck, seharusnya wanita itu sudah mati di tanganku saat aku menembak ke arah dada kirinya saat itu."
Kali ini Ludolf Berwyn mengusap wajahnya dengan kasar. Hanya karena Rychelle menguak segala bisnis haramnya, kali ini ia harus kembali merangkak mulai dari nol lagi bersama putra sulungnya. Seharusnya di usia tuanya ia tinggal menikmati jerih payah di masa mudanya.
Namun segala jerih payahnya kini sudah hancur lebur hanya karena seorang polisi wanita yang diam-diam menyamar dan masuk ke dalam perusahaan putranya.
"Jika aku membunuh paman Ryan saat itu, maka aku tidak akan bisa bertemu dengan Achiel ku dan melihat kebahagiaannya saat bertemu dengan ayah kandungnya, Pi." timpal Jorell yang sama sekali tidak mengalihkan pandangannya dari televisi yang menayangkan liputan kenaikan pangkat Rychelle.
"Jangan gila, Jorell!" sarkas Bemby geram. "Dia sudah sangat beda dengan yang dulu. Rychelle sudah dewasa dan dia bukan Achiel mu, melainkan hanya wanita yang akan kubunuh sesegera mungkin dengan tanganku."
"Dan aku tidak akan pernah biarkan itu terjadi, Papi." balas Jorell tak kalah ketus nya dengan Bemby.
"Tidak akan pernah membiarkan kau melukai Achiel ku sedikit pun. Camkan itu!"
Jorell Kevin pun kembali mengamati televisinya. Sedangkan Bemby yang sudah sangat kesal pun keluar meninggalkan putranya.
...☘️☘️☘️...
Saat ia dan Avega sedang serius menyaksikan televisi, Molly diam-diam beringsut pelan dan mendekat ke arah Alarick dan juga Avega.
"Hai, kalian apa kabar?" tanya Molly yang penampilannya saat ini sangat tidak terawat.
Wajahnya ditumbuhi banyak jerawat dan lehernya sedikit menghitam hingga membuat dia terlihat sangat lusuh dan sedikit kumuh. Bahkan rambutnya diikat secara asal-asalan. Tidak ada lagi rambut yang indah di kepalanya.
"Kak Molly." "Molly." Alarick dan Avega sama-sama terkejut melihat keadaan Molly saat ini.
"Bagaimana kabarmu, Kak?" tanya Avega yang langsung memindah posisi duduknya di samping Molly.
"Kabar ku sangat buruk setelah aku mengizinkan wanita penipu itu aku izinkan bergabung di perusahaanku." Molly menunjukan ke arah Rychelle yang kini sangat terlihat di layar kaca.
"Hidupku kini hancur gara-gara dia!" pekik Molly lagi dengan nada suara yang pelan.
"Ck, hidupmu hancur bukan karena orang lain, melainkan karena ulah mu sendiri, Molly." balas Alarick yang tidak terima Rychelle diumpat oleh Molly.
Melihat Molly dan Alarick hampir berdebat diantara narapidana yang lain, Avega pun mulai mencoba menjadi penengah di antara mereka berdua.
"Bagaimana hasil persidangan kakak?"
Pertanyaan Avega membuat Molly terdiam sejenak dan menarik nafasnya untuk menjawab pertanyaan dari adiknya.
"Aku terkena hukuman mati, hanya saja hukuman tersebut di tangguhkan karena aku sedang hamil."
"Jadi setelah melahirkan, kemungkinan aku akan menjalani hukuman mati." jelas Molly tanpa ada guratan rasa sedih sedikit pun.
"Anak siapa kak?" tanya Avega penasaran.
"Dia akan menjadi adik dari seorang Alarick Berwyn." jawab Molly membuat Alarick terkejut dan membelalakkan matanya.
"Apa maksudmu, Molly?" Alarick kali ini sangat menunggu penjelasan selanjutnya dari Molly.
"Selama aku berada di pulau bersama Ludolf, dia selalu menggagahi aku tanpa ampun. Dan aku baru sadar saat itu jika ayahmu adalah seorang psikopat."
Alarick makin tidak percaya dengan apa yang disampaikan oleh Molly. Ia sangat tidak menyangka jika papinya melakukan hal seperti itu dengan Molly.
Namun saat ia ingin menyanggah apa yang dikatakan oleh Molly, mata Alarick melihat ke arah perut Molly yang terlihat nampak sedikit membesar.
"Aku mohon, Al. Jika nanti kau bebas dari penjara. Jaga anakku yang nantinya akan menjadi adik tirimu." pinta Molly dengan sungguh-sungguh.
Sayangnya Alarick hanya terdiam tanpa menjawab sepatah kata pun, karena ia masih diselimuti rasa keterkejutan atas apa yang disampaikan oleh Molly.
Kini acara pelantikan kenaikan pangkat Rychelle pun sudah usai. Stasiun televisi yang menampilkan acara tersebut kini menampilkan iklan.
Sedangkan saat ini Rychelle menuai ucapan selamat dari para petinggi negara dan juga perwira tertinggi yang hadir di sana. Tidak hanya itu, Bunda Teysar yang kini sudah mulai tertatih tatih untuk berjalan juga hadir dalam acara Rychelle.
"Bunda," panggil Rychelle yang langsung memeluk bunda Teysar yang hendak memberi ucapan selamat kepada.
"Selamat putriku, sayang. Kau benar-benar sangat mengagumkan. Bunda bangga terhadapmu."
"Terima kasih banyak bunda. Aku juga sangat bangga dengan bunda yang sudah berjuang untuk sembuh dan pulih seperti sedia kala." balas Rychelle.
Bunda Teysar tadinya yang masih ingin mengobrol banyak dengan Rychelle justru ditarik pelan oleh suaminya untuk tidak berlama-lama karena antrian tamu undangan yang hadir untuk memberi selamat Rychelle sudah mengantri panjang dibelakangnya.