Complicated Mission

Complicated Mission
Semakin Rumit



Teysar sedikit kecewa saat Rychelle tidak jadi memperkenalkan dirinya sebagai orang yang dijodohkan oleh Rychelle. Terlebih ia harus merelakan wanita yang dicintainya kini harus berpura-pura menjadi kekasih orang lain.


Tetapi setelah mendengarkan penjelasan dari Rychand, Teysar pun bisa mengerti dan menerima keputusan tersebut.


"Rychelle," panggil Teysar. "Kapan pun, dimana pun, dan dalam keadaan apapun kau membutuhkan bantuan, aku akan siap membantumu."


"Thanks kak." ucap Rychelle dengan menyunggingkan senyum yang dipaksakan.


"Aku tahu, ini sangat berat untukmu. Tapi aku yakin kau bisa menjalani semua ini, Rychelle. Dan aku sangat bangga terhadapmu." ucap Teysar.


Ponsel Rychelle pun berdering dan tampak Avega sedang menghubunginya.


"Angkat saja, Aku akan mengantar mu ke Red Resto." ucap Rychand yang memang akan mengantar istrinya berbelanja.


"..."


"Baiklah, Aku akan segera datang."


"..."


...☘️☘️☘️...


Sesampainya Di Mall Metropolitan, Rychand dan citra langsung menuju ke pusat perbelanjaan sedangkan Rychelle berjalan menuju Red Resto.


Namun, langkahnya terhenti di pintu Resto saat terlihat tidak hanya Avega yang sedang menunggunya, tetapi Alarick dan juga Molly juga ada di sana. Ia pun langsung berbalik dan melangkahkan kakinya menjauh dari Red Resto.


Avega yang dari kejauhan sudah melihat kedatangan Rychelle pun langsung berdiri dan mengejar langkah Rychelle.


"Tunggu, Rachel!" Avega langsung menahan tangan Rychelle.


Rychelle pun berbalik dan kini Avega bisa melihat mata Rychelle yang masih terlihat habis menangis.


"Kau habis menangis?" tanya Ega sambil memegang pipi Rychelle.


Cepat - cepat Rychelle menepis tangan Ega, "Aku tidak apa - apa, Ega. Aku kira kau akan datang menemuiku sendiri."


"Maaf, aku awalnya datang sendiri. Tapi tiba-tiba Bang Al dan Kak Molly datang. Mereka juga ingin bertemu denganmu, Rachel." jelas Avega.


"Kita sudah bertemu bukan? Dan kini kau lihat aku memang tidak bisa membawa pria yang dijodohkan denganku. Jadi, kau bisa menyimpulkan sendiri." ucap Rychelle lirih.


"Aku pulang Ega." Rychelle langsung berbalik meninggalkan Ega.


Kali ini Ega tidak lagi mengejar Rychelle dan membiarkannya pergi begitu saja. Namun dalam hati Ega kini bersorak riang gembira karena ucapan Rychelle tentang perjodohannya kemarin hanyalah kebohongan belaka. Ia pun berjalan kembali ke meja yang sudah ia pesan sebelumnya.


"Dimana Rachel?" tanya Molly saat Avega hanya kembali seorang diri.


"Dia langsung kembali setelah mengatakan bahwa ia tidak bisa membawa pria yang ia bicarakan kemarin." jawab Avega dengan senyum bahagianya.


"Maksudmu, Rachel tidak benar - benar dijodohkan?" tanya Molly lagi.


Avega langsung mengangguk mantap. "Dan aku masih ada harapan untuk memilikinya."


Molly kini beralih memandang ke arah Alarick, dan Alarick tampak biasa saja tanpa menanggapi ucapan Avega sedikit pun.


'Sepertinya benar yang dikatakan oleh Avega tadi pagi, aku hanya salah paham dengan kedekatan Alarick dan juga Rachel.' gumam Molly dalam hati.


"Kamu bisa pulang dengan Avega kan? Mami memintaku untuk segera pulang." tanya Alarick pada Molly dan Molly langsung menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, salam untuk papi dan Mami ya." ucap Molly dan Alarick hanya menganggukkan kepalanya.


Alarick langsung melangkahkan kakinya untuk mengejar Rychelle. Saat sampai di pintu Barat, tampak Rychelle terduduk di halte bus seperti menunggu angkutan umum.


Dengan cepat Alarick berlari ke arah Rychelle dan duduk tepat di sampingnya.


"Hai Rachel." sapa Alarick.


"Hai juga, Mr." balas Rychelle datar.


"Tunggu di sini ya. Biar aku antar pulang." pinta Alarick dan Rychelle hanya diam sambil menyunggingkan senyumnya.


Alarick pun langsung berlari menuju ke tempat parkir khusus yang tidak jauh dari situ dan mengambil mobilnya. Sayangnya saat tiba di halte, ia sama sekali tidak menemukan Rychelle.


"Huft, kenapa dia tidak mendengarkan aku untuk tetap menunggu?" gerutu Alarick kesal sambil memukul setir mobilnya.


Namun saat ia hendak menjalankan mobilnya, kaca mobilnya di ketuk oleh seorang loper koran. Alarick pun membuka kaca jendela mobilnya dan memberi uang kepadanya.


"Terima kasih, Tuan. Apa anda sedang menunggu seorang wanita yang tadi duduk disitu?" tanya loper koran tersebut.


"Yap, apa kau melihatnya?" tanya Alarick dan loper koran tersebut langsung menganggukkan kepalanya.


"Wanita cantik itu bersembunyi di belakang tiang besar itu, Tuan." jawab loper koran tadi menunjuk ke arah tempat Rychelle bersembunyi.


Benar saja yang dikatakan loper koran tersebut. Alarick melihat sepatu kets Rachel di balik tiang tersebut. Alarick langsung mengambil beberapa uang lembar di dompetnya dan ia serrahkan kepada loper koran tersebut.


"Terima kasih banyak Tuan, semoga segala urusan Tuan lancar." ucap Loper Koran tadi.


Tiin! Alarick memencet klakson mobilnya dan membuka kaca jendelanya.


"Masuklah Rachel!" teriak Alarick dan Rachel langsung menggelengkan kepalanya.


Akhirnya Alarick keluar dari mobilnya dan langsung mengangkat tubuh Rychelle ala bridal style. Ia langsung membawa Rychelle masuk ke dalam mobilnya.


"Lain kali bersembunyilah di tempat yang aman, Rachel! Dan aku pastikan tetap akan menemukanmu." ucap Alarick sambil sedikit terkekeh.


"Kenapa anda selalu saja membuat saya dalam masalah, Mr?" tanya Rychelle dengan raut wajah yang kesal.


"Maaf, Rachel. Aku tidak bermaksud untuk membuatmu dalam masalah besar. Aku hanya ingin kau tahu jika aku mencintaimu, Rachel." ucap Alarick dan Rychell langsung mengernyitkan dahinya.


'Hal gila apa lagi ini?!' pekik Rychelle dalam hati.


"Sayangnya saya sama sekali tidak mencintai anda, Mr." ucap Rychelle tegas.


Mendengar jawaban Rychelle, Alarick pun menepikan mobilnya dan menatap ke arah Rychelle lekat-lekat.


"Benarkah?" tanya Alarick mendekatkan tubuhnya ke tubuh Rychelle.


"Ya!" jawab Rychelle mantap dan mendorong tubuh Alarick agar sedikit menjauh darinya.


"Kalau memang kau tidak mencintaiku, maka tataplah mataku sebentar saja. Aku yang akan menilainya sendiri, Rachel." pinta Alarick sambil memegang dagu Rychelle dan netra mereka pun kini beradu.


Rychelle langsung memalingkan wajahnya saat degub jantungnya semakin kencang. Tatapan mata Alarick tiba-tiba saja membuat dadanya sesak dan sulit untuk bernafas.


"Kau mencintaiku, Rachel." Alarick kembali menegaskan perasaan Rachel kepadanya karena Rachel terbukti tidak mampu menatapnya lama.


"Tidak! itu tidak akan pernah terjadi!" pekik Rychelle.


"Kalau begitu buktikan ucapanmu atau aku akan menghukum mulutmu yang sudah tidak berkata jujur!"


Alarick kembali memegang dagu Rychelle dan menatapnya. Rychelle membalas tatapan Alarick dan lagi-lagi ia tidak kuat menahan gemuruh di dadanya.


Perlahan Alarick mendekatkan wajahnya dan Rychelle pun memejamkan matanya. Bibir Alarick pun kini mendarat di bibir Rychelle dengan sangat lembut dan menciptakan gelenyar aneh di tubuh Rychelle.


Rasa nyaman kini menjalari Rychelle yang mulai membuka mulutnya dan membalas pagutan Alarick hingga ia hampir kehabisan nafas.


"Aku sudah menghukum mulutmu yang berbohong kepadaku, Rachel." bisik Alarick. "Dan aku juga berhasil menghapus bekas Avega di sini." Alarick mengusap bibir Rychelle dengan jarinya.


Kini Rychelle mulai tersadar apa yang barusan terjadi dengannya dan ia pun langsung mendorong tubuh Alarick agar menjauh darinya.


Plak! Tamparan Rychelle mendarat sempurna di pipi Alarick.


"Kamu jahat!" pekik Rychelle yang kemudian berusaha keluar dari mobil Alarick.


Alarick langsung menarik tangan Rychelle agar tetap tinggal.


"Maafkan aku, Rachel. Aku mohon jangan pergi! Aku akan mengantar mu pulang." ucap Alarick mencegah Rachel.


"Aku benar-benar minta maaf, Rachel."


Rychelle membuang nafasnya kasar dan berbalik menatap Alarick. "Oke, tapi ada syaratnya."


...☘️☘️☘️...


Sambil nunggu syarat yang diberikan Rychelle, mampir yuk ke Novel temen aku. Dijamin keren banget loh ceritanya.



n


Nama Pena : Ayi


Judul Novel :


Love After Parting


Blurb:


Bagaimana jika dua orang yang sudah tidak memiliki ikatan pernikahan, bersama-sama merawat dan mengurus anak mereka?


Leonard Gladston, seorang dokter spesialis kandungan dan juga CEO sebuah rumah sakit besar. Harus menepati janjinya untuk merawat anak bersama mantan istrinya.


Eleanor Winston, mantan istri Leonard adalah seorang penerus perusahaan milik ayahnya, Robert Winston.


Leonard dan Eleanor menikah karena perjodohan dari kedua orang tua yang sedang melakukan kerjasama bisnis. Pernikahan bisnis itu tidak berhasil karena tidak adanya cinta di antara keduanya.


Setelah bercerai, Leonard berjanji akan membantu mantan istrinya untuk merawat anak mereka.


Ingin tahu kisah mereka? Ikuti terus kisah Leonard dan Eleanor di Cinta Setelah Perpisahan..