
Satu tahun kemudian,
Jerry Berwyn benar-benar berhasil terlepas dari kecanduan mengkonsumsi barang laknat itu karena keseriusan nya untuk memiliki Rychelle secara seutuhnya.
Sedangkan Rychelle benar-benar tidak dapat berkutik sama sekali karena meskipun ia bisa bergerak bebas selama satu tahun ini, dirinya tidak luput dari pengawasan ketat dari Jerry Berwyn.
Begitu juga dengan Mami Divya yang telah menemani Ludolf Berwyn di apartemennya juga terus dalam pengawasan ketat anak buah Jerry. Meskipun sesekali bisa berhubungan dengan Alarick, tetap saja Mami Divya tidak bisa mengatakan dimana dirinya kini berada.
Alarick pun juga tidak bisa sembarangan melaporkannya pada polisi karena saat ini nyawa Maminya benar-benar terancam.
"Pagi Achiel ku sayang." sapa Jerry yang sudah rapi karena pagi ini ia akan ada meeting penting. "Kau buatkan apa untuk sarapan ku kali ini?"
Rychelle yang sedang menyiapkan sarapan untuk Jerry pun langsung tersenyum, "Sandwich dan susu, Bang." jawab Rychelle sambil menyodorkan sarapan untuk Jerry.
"Oh iya, setelah meeting pagi ini, aku langsung akan pulang ke mansion. Aku ingin membawa mu ke sebuah tempat." ucap Jerry sambil menikmati sarapannya.
"Kemana?"
Pertanyaan Achielnya kini tidak langsung dijawab oleh Jerry, ia masih tetap mengunyah sarapannya tanpa mengeluarkan suara sedikit pun.
"Kemana Bang?" tanya Rychelle yang kemudian duduk mendekat di samping Jerry.
"Surprise yaa." jawab Jerry sambil mengelap mulutnya. "Bersiaplah, karena aku akan meeting tidak lebih dari 3 jam mulai dari sekarang."
"Ck, Baiklah. Abang juga hati-hati ya di jalan."
Seperti biasa Rychelle pun mengantar Jerry sampai depan pintu, dan kemudian ia kembali ke kamarnya untuk bersiap.
🎀🎀🎀
Kini Rychelle sudah berada di dalam mobil berdua saja dengan Jerry tanpa ada siapa pun yang mengikutinya.
"Kita Sebenarnya mau kemana sih Bang tumben abang bawa sendiri mobilnya gak pakai supir?" tanya Rychelle.
"Ternyata calon istriku sudah tidak sabar ya mengetahui kemana akan aku bawa?" goda Jerry sambil menggenggam jemari Rychelle perlahan.
Rychelle kali ini hanya menggelengkan kepalanya dan mengalihkan pandangannya ke luar jendela. Baru kali ini ia pergi hanya berdua saja dengan Jerry. Biasanya Jerry selalu membawa supir dan beberapa pengawal.
Meski sudah satu tahun hidup bersama, Jerry benar-benar sangat menghargai Rychelle sebagai wanita. Bahkan untuk berciuman pun mereka tidak pernah sama sekali. Karena keduanya benar-benar fokus menjalani terapi untuk Jerry yang sudah menjadi pecandu berat barang terlarang itu.
Dan kemarin, Jerry sudah dinyatakan oleh pihak rumah sakit jika ia sudah mendapatkan surat keterangan bebas narkoba. Bahkan ia juga sudah benar-benar terlepas dari barang laknat tersebut.
Kini mereka tiba di sebuah restoran mewah dan Jerry sudah menyewa tempat tersebut khusus untuk mereka berdua.
Rychelle mulai berdebar-debar saat mereka berdua melewati karpet merah yang di setiap sekelilingnya di hias bunga bunga yang sangat indah.
"Kenapa kali ini aku justru memiliki firasat yang tidak-tidak ya?"
"Apa yang sebenarnya disiapkan oleh bang Jerry untukku? Dia tidak sedang membawaku ke pelaminan kan?" batin Rychelle yang mulai gusar. Terlebih kedatangannya di sambut bak ratu.
"Berfikirlah Rychelle! Selama ini kau bisa beralasan untuk menolak Jerry karena ia masih sebagai pecandu narkoba. Tapi kali ini ia sudah dinyatakan bebas dari narkoba, bahkan kau sendiri yang merubah gaya hidupnya menjadi gaya hidup sehat."
Dengan fikiran yang berkecamuk di dalam kepalanya, Rychelle kini duduk di bangku yang sudah disiapkan khusus untuknya.
"Huft, ini buka pelaminan. Aku masih bisa mencari alasan lain jika Bang Jerry meminta untuk menikah denganku." batin Rychelle yang mulai sedikit lega.
"Apa sebenarnya ini semua Bang?" tanya Rychelle sambil menatap ke arah Jerry.
"Aku sudah bisa menjadi ayah dan suami yang baik dan bertanggung jawab Achiel. Dan aku tidak butuh jawabanmu sama sekali untuk lamaran ku ini." ucap Jerry membuat Rychelle mengerutkan dahinya.
"Kenapa lagi sih Bang?"
"Karena aku tidak sanggup untuk ditolak, Achiel ku sayang." ucap Jerry sendu.
"Apa abang juga tidak mau mendengar jika aku saat ini sudah sangat nyaman denganmu?" tanya Achiel.
"Aku hanya merasa kenyamanan itu terpaksa, Achiel. Aku tahu selama ini kau berusaha untuk baik-baik saja berada di dekatku hanya karena kasih sayangmu yang begitu besar untuk keluargamu."
"Kamu menurut denganku juga agar aku tidak mencelakai keluargamu, sayang. Entah mengapa, sedikit banyak aku paham tentang dirimu, Achiel."
Rychelle benar-benar tercengang mendengar ucapan Jerry Berwyn. Ia sama sekali tidak menyangka jika Jerry berfikiran seperti ini.
"Apa abang juga tidak percaya jika aku sudah mencintai abang?" tanya Rychelle membuat Jerry langsung membelalakkan matanya.
"Apa katanya, dia mencintaiku? Benarkah yang aku dengar saat ini?"
"Bukankah selama ini aku selalu mengekangnya dan membatasi ruang geraknya? Mana mungkin Achiel bisa mencintai aku begitu saja?"
"Bahkan ayahnya saja yang sudah aku tawan selama 6 tahun lamanya masih begitu memusuhi aku." fikiran dan hati Jerry mulai berkecamuk tidak menentu.
"Tidak mungkin dia mencintai aku. Aku yakin ini pasti jebakan yang sudah dibuat olehnya."
"Kenapa diam, Bang? Apa abang benar benar tidak percaya?" Rychelle mengulang lagi pertanyaannya yang belum dijawab oleh Jerry.
Jerry berdiri dari tempat duduknya dan kini ia bersimpuh tepat di hadapan Rychelle.
"Kau tahu kan, selama ini aku sangat menjaga dan menghargaimu sebagai wanita. Bahkan aku juga sangat menahan diriku sendiri untuk tidak menyentuh dan mencium bibirmu yang ini semua teramat sangat menyiksaku."
"Terima kasih karena kehadiranmu benar-benar mengubah hidupku secara totalitas selama satu tahun ini. Aku juga sangat ingin menjadi pria yang kau cintai, Achiel."
"Sudah aku bilang bukan, jika aku mencintai abang." balas Rychelle.
"Jika itu memang benar, buktikan dengan cium aku tepat di sini." ucap Jerry sambil menunjuk ke arah bibirnya.
Perkataan Jerry barusan membuat Rychelle terkejut bukan main.
"Sial, kali ini aku telah masuk ke dalam perangkap yang aku buat sendiri! Bahkan aku sama sekali tidak berfikir sebelumnya jika Jerry Berwyn justru meminta hal itu denganku."
"Aduh, aku harus bagaimana ini? "
Rychelle kali ini benar-benar sangat bingung harus bagaimana. Terlebih saat ia melihat Jerry yang mulai memejamkan matanya dan menunggu Rychelle untuk mendaratkan bibirnya tepat di bibirnya.
"Jika memang Achiel mendaratkan bibirnya tepat di bibirku, sudah aku pastikan jika dia benar-benar sudah mencintai aku. Tapi jika tidak..."
"Jika tidak, bermakna semua ini hanyalah usahanya untuk bisa bertahan hidup denganku." batin Jerry.
🎀🎀🎀
Mohon maaf ya kemarin Author gak sempet update 🙏🙏🙏. Insya Allah Author update lagi hari ini untuk ganti yang kemarin ya.
Terima kasih banyak yang sudah setia mampir ke karya receh ku ini.
Semoga readers semua selalu dalam kesehatan dan rezeki yang melimpah.