
"Aku ada di sini sayang." ucap seseorang yang tiba-tiba datang dari balik pintu.
Lelaki tersebut masuk ke dalam kamar Rychelle tanpa membuka topinya sama sekali membuat Rychelle sangat sulit untuk mengenalinya.
Hatinya mulai bergemuruh tidak karuan membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya dengan dirinya.
"Siapa kau sebenarnya?" tanya Rychelle dengan lantang.
Pria di hadapannya pun membuka topi yang menghalangi Rychelle untuk melihat wajahnya dan kemudian bertekuk lutut tepat dihadapan Rychelle membuat Rychelle Makin tidak karuan.
Rychelle kini terdiam sambil memandangi lelaki yang ada di hadapannya yang tampak semakin mirip dengan Alarick dan membuat rindunya kepada Alarick semakin membuncah.
"Tidak mungkin ini Mas Arick. Dia tidak mungkin menyekapku seperti ini."
"Jerry Berwyn." satu nama keluar dari mulut Rychelle saat ia mulai mengenali siapa orang yang kini ada di hadapannya.
"Apa kabar Achiel ku sayang?" tanya Jerry sambil menangkupkan kedua tangannya di pipi Rychelle.
"Sesuai dengan dugaanku, aku bisa menemukan Jerry dengan waktu yang sangat cepat."
"Eh, bukan aku yang menemukannya. Tapi dia yang menangkap terlebih dahulu dan berhasil menyekapku selama satu minggu." batin Rychelle.
"Kenapa diam, sayang?" tanya Jerry kemudian sambil mengibaskan tangannya untuk memerintahkan yang lain pergi meninggalkan kamar Rychelle.
"Apa aku terlihat sangat tampan di matamu?" tanya nya lagi membuat Rychelle menelan ludahnya kasar.
Rychelle pun mengalihkan pandangannya ke arah yang lain sambil memutar bola matanya malas.
"Seharusnya aku sudah menangkap mu dan menjebloskanmu ke dalam penjara." ucap Rychelle dengan ketus.
"Dan setelah itu aku akan mendapat hukuman mati bukan?" lanjut Jerry menimpali ucapan Rychelle. "Sama seperti Molly Ran, hanya saja ia mendapat keringanan hukuman karena sedang mengandung."
Rychelle sedikit terhenyak mendengar Jerry yang mengetahui banyak tentang perkembangan informasi. Tapi mengingat Chicko Praya adalah salah satu anak buah kepercayaan Jerry membuat Rychelle yakin jika tidak ada satu informasi pun yang dilewatkan oleh pria yang kini masih berlutut di hadapannya.
"Apa yang sebenarnya kamu inginkan?" sarkas Rychelle dengan lantang. "Apa kau akan membalas dendam terhadapku?"
Jerry tidak langsung menjawab pertanyaan Rychelle. Ia justru membuka ikatan di tangan Rychelle selembut mungkin. "Balas dendam?" gumam nya pelan.
"Kau berfikir terlalu jauh Achiel ku." telunjuk Jerry berhenti di dagu Rychelle dan mengusap nya pelan.
"Jawab pertanyaanku dan jangan coba-coba untuk menyetuhku!" pekik Rychelle geram.
Lagi-lagi Jerry hanya membalas amukan Rychelle dengan senyumannya. Sedangkan tangan Jerry masih berusaha membuka ikatan Rychelle. Kini ikatan di tangan kanan Rychelle sudah terlepas.
"Aku tidak terbesit sedikit pun untuk balas dendam dengan wanita yang sangat aku dambakan sepertimu, Achiel." ucap Jerry sambil melepaskan ikatan di tangan kiri Rychelle.
Deg!
Kata-kata Jerry membungkam mulut Rychelle. Tidak hanya Teysar dan Alarick, pria yang begitu mencintainya dan memperlakukannya dengan sangat lembut. Kini Jerry Berwyn, seorang buronan nomor 1 pun memperlakukannya dengan begitu lembut.
Setelah ikatan Rychelle terbuka, Jerry pun langsung mengambil kotak P3K dan mengobati pergelangan tangan Rychelle yang sedikit lecet karena ia sempat meronta-ronta tadi.
"Lain kali jangan menyakiti dirimu sendiri, sayang. Aku tidak pernah rela kau merasa sakit lagi." ucap Jerry yang dengan telaten mengobati pergelangan tangan Rychelle.
"Kalau begitu lepaskan aku, Bang." pinta Rychelle yang langsung mendapat tatapan tajam dari Jerry membuat nyali Rychelle sedikit menciut.
"Melepaskan mu adalah hal yang sangat menyakiti diriku, Achiel. Dan aku tidak akan pernah melakukan hal itu. Camkan baik-baik!" suara Jerry mulai meninggi.
"Bukankah tadi kau mengatakan tidak ingin membuatku sakit?" tukas Rychelle dengan nada suara yang tidak kalah tinggi dari Jerry.
"Aku pastikan kau tidak merasa sakit karena aku menjamin dengan baik hidupmu di sini! Apa selama ini kau belum sadar juga bagaimana aku berusaha membuatmu merasa nyaman tinggal disini.?"
"Menurutlah dan bersikap baik denganku, Achiel. Jika tidak, aku akan melenyapkan orang yang kau kasihi satu per satu." ancam Jerry.
"Jangan!" teriak Rychelle.
"Aku akan patuh dan jangan sentuh keluargaku sedikit pun!"
"Benarkah?" tanya Jerry memastikan ucapan Rychelle dan Rychelle pun langsung menganggukkan kepalanya.
"Good Girl." puji Jerry sambil mengacak rambut Rychelle.
Tak lama kemudian anak buah Jerry mengetuk pintu kamar Rychelle dan memberi kabar jika Papinya datang dan sedang menunggunya di Lobby.
"Kau diam diam disini dan jangan membuat ulah lagi. Aku akan kembali setelah bertemu dengan papi." ucap Jerry sebelum meninggalkan Rychelle.
"Tapi aku bosan." balas Rychelle yang terdengar seperti rengekan manja di telinga Jerry.
"Tunggu aku di sini, dan aku akan mengobati rasa bosanmu, Achiel."
Rychelle pun menganggukkan kepalanya dan Jerry langsung bergegas menemui papinya.
Setelah kepergian Jerry dari kamarnya, Rychelle mulai menyusun siasat agar bisa terlepas dari tangan Jerry Berwyn.
"Aku harus bersikap sebaik mungkin dengan Jerry Berwyn agar secepatnya bisa melepaskan diri. Setidaknya, dalam waktu dekat ini aku bisa mendapatkan ponsel untuk menghubungi ayah atau kakak. Dan setelah itu aku bisa kembali menyelesaikan misiku untuk menangkap mereka dan menjebloskannya ke dalam penjara."
...☘️☘️☘️...
"Apa keperluan papi datang kemari?" tanya Jerry yang tampak sangat tidak suka dengan kedatangan papinya.
"Kenapa kau tampak tidak suka dengan kedatangan papi?" tanya Ludolf kesal. "Papi mencarimu ke kantor dan kau tidak ada di sana."
"Aku lelah dan ingin libur untuk beberapa hari ke depan." jawab Jerry. "Cepat katakan apa keperluan papi datang kemari?"
Kali ini Jerry sama sekali tidak mau buang buang waktu karena ia ingin segera menghabiskan waktunya berduaan dengan Achielnya.
Selama 1 minggu lebih setelah ia berhasil menangkap Achiel dan menyekapnya, Jerry sama sekali belum bisa menemuinya karena ia harus menutup jejak Rychelle dan membuat berita bohong sebagai konsumsi publik.
Sebelumnya Jerry memang menangkap seorang wanita yang posturnya hampir mirip dengan Rychelle dan mengubah gaya rambutnya sangat mirip dengan Rychelle. Lalu ia membunuhnya dan merusak wajahnya dengan air keras.
Setelah itu dress yang digunakan Rychelle untuk terakhir kalinya beserta jam dan sepatunya dikenakan kepada mayat wanita tersebut dan kemudian disangkutkan di pohon yang berada di tepi jurang. Bahkan berita penemuan mayat wanita itu pun juga berasal dari anak buah Jerry sendiri.
Misi menghilangkan jejak Rychelle pun kini telah berhasil, dan semuanya juga sudah menganggap Rychelle Olyvia sudah tiada. Bahkan Jerry pun juga sudah berhasil membuatkan identitas diri yang terbaru untuk Rychelle.
"Aku hanya ingin mengobrol denganmu, Jo." ucap Ludolf Berwyn.
"Masalah apa?"
"Kematian Rychelle Olyvia. Aku sangat yakin pihak kepolisian pasti sudah menduga kita berdua yang melenyapkan wanita itu." jawab Ludolf Berwyn.
"Sayangnya aku sama sekali tidak ingin membahas masalah ini, Papi. Lebih baik papi pulang saja dan beristirahat."
Jerry kali ini terdengar mengusir papinya secara halus. Sedangkan Ludolf Berwyn sedikit tersinggung atas usiran dari putranya.
"Apa hanya karena rasa cintamu yang begitu besar membuatmu buta, Jo?" sarkas Ludolf Berwyn yang mulai geram.
"Sudah aku katakan berkali-kali jika Achielmu sudah mati. Seharusnya kamu sadar Jo."
Kali ini Jerry semakin malas menanggapi ocehan papinya sendiri. Ia pun memerintahkan anak buahnya untuk membawa Ludolf Berwyn keluar dari Mansion nya.
"Mengganggu waktuku saja." gerutu Jerry sambil melangkahkan kakinya untuk kembali ke kamar Rychelle.