
Rychelle masuk ke dalam kamarnya dan langsung mengirimkan pesan kepada sipir penjara untuk mengirimkan isi buku Alarick seperti biasa.
...✉️ Rychelle ✉️...
...Pak Sipir, tolong fotokan isi buku Alarick seperti biasa ya. Saya tunggu untuk penyelidikan selanjutnya....
...📩 Sipir Penjara 📩...
...Siap Laksanakan segera....
Setelah mendapat pesan balasan dari Sipir penjara, Rychelle segera masuk ke dalam kamar mandi untuk berendam dan menenangkan fikirannya di dalam bathtub.
...^^^🛁🛁🛁^^^...
Sedangkan di sisi lain, diam-diam sipir penjara mulai mengamati Alarick dari kejauhan. Waktu yang tepat untuknya mengambil buku Alarick karena kebetulan sebentar lagi para narapidana akan melaksanakan kegiatan sore hari di lapangan.
Saat Alarick dan Avega sudah keluar dari sel tahanan, secepat kilat sipir penjara mengambil buku milik Alarick dan mengambil gambar tepat di tulisan terbaru Alarick setelah itu ia langsung mengirimkannya ke nomor ponsel Rychelle. Namun kali ini sipir penjara mulai curiga saat melihat ada beberapa tulisan yang sedikit berbeda dengan tulisan Alarick yang biasa ia foto.
"Sebenarnya apa yang dituliskan narapidana ini?" gumam sipir penjara dengan nada yang pelan dan hampir tak terdengar. "Dan kenapa di halaman ini tulisannya sedikit berbeda?"
Saat sedang membuka - buka buku milik Alarick, tiba-tiba Rychand datang dan menepuk bahu sipir penjara pelan. "Lagi baca buku apa pak?" tanya Rychand sambil melihat ke arah buku yang dipegang oleh sipir penjara.
"Buku punya narapidana. Kebetulan saya diminta Brigadir Rychelle untuk mengambil gambar tulisan ini dan mengirimkan kepadanya." jawab sipir penjara.
"Untuk apa?"
"Untuk melanjutkan penyelidikan BrigPol Rychelle yang kemarin, Komisaris Rychand."
Rychand kini penasaran dengan jawaban sipir penjara. "Boleh saya lihat?"
Sipir penjara pun menyerahkan buku milik Alarick kepada Rychand dan Rychand langsung mengecek isi buku tersebut.
'Tulisan apa ini?' batin Rychand sambil membuka lembaran buku Alarick satu per satu. Dan pada lembaran berikutnya, ada tulisan yang sedikit berbeda dengan tulisan di lembaran sebelumnya.
"Punya siapa ini?" tanya Rychand kemudian sambil menatap ke arah sipir penjara.
"CEO Bank One Point, Komisaris."
Jawaban sipir penjara kali ini membuat Rychand mengepalkan tangannya geram. 'Sepertinya Rychelle dan Alarick saling berhubungan lewat buku ini. Sial!' umpat Rychand dalam hati.
"Jika Alarick bertanya dimana bukunya, bilang dengannya jika aku sudah menyitanya. Aku akan segera memindahkannya besok ke Lapas." ucap Rychand sambil meninggalkan sipir penjara.
"Siap Komisaris."
Sepeninggalan Rychand kini membuat sipir penjara berfikir bahwa yang ditulis oleh Alarick benar-benar ada kaitannya dengan misi penyelidikan Rychelle sampai Alarick secepat mungkin di pindah ke Lapas.
Sedangkan Rychand kini justru tengah mengontak atik buku Alarick. Ia berusaha memecahkan apa yang sudah dituliskan oleh Alarick dan Rychelle di dalam buku tersebut.
Sayangnya sudah hampir menunjukkan waktu selesai bertugas, ia belum juga menemukan kunci sandi yang digunakan adiknya dan juga Alarick untuk saling berbalas pesan di dalam buku dan membuatnya hampir putus asa.
Tak lama kemudian terdengar pintu ruangannya di ketuk oleh seseorang dan Rychand pun mempersilahkan nya untuk masuk.
"Apa aku mengganggu kesibukan anda komisaris?" tanya Teysar dan Rychand langsung menggelengkan kepalanya.
"Tidak, hanya saja aku memang sedang sedikit kesulitan."
"Apa kesulitan anda, barangkali aku bisa membantunya." tawar Teysar.
Rychand pun memandang ke arah Teysar. Selama ini ia belum menceritakan sedikit pun tentang perasaan Rychelle yang mencintai Alarick. Ia takut Teysar akan sakit hati jika ia menceritakan tentang bagaimana perasaan Rychelle yang sebenarnya.
Namun, kali ini ia benar-benar membutuhkan Teysar untuk membantunya memecahkan apa yang ditulis oleh Alarick di dalam buku.
"Begini Aipda Teysar, sebelum aku meminta bantuanmu ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan denganmu."
"Tapi aku harap kau tidak perlu merasa sakit hati dengan apa yang aku ceritakan nanti."
Teysar pun tersenyum dan mengangguk. "Tenang saja, Komisaris Rychand. Aku bukan type lelaki seperti itu." jawab Teysar.
Akhirnya Rychand pun menceritakan sedikit tentang Rychelle yang memiliki perasaan khusus dengan Alarick.
Mendengar cerita Rychand barusan membuat Teysar sedikit terkejut. Kali ini pertanyaannya terjawab, kenapa Rychelle sampai sekarang masih bersikap dingin kepadanya.
Mereka berdua pun memutuskan untuk menunda kepulangan mereka hanya untuk membaca isi buku Alarick.
POV Teysar
Dadaku terasa sangat sesak saat mengetahui kebenaran ini. Kenapa Rychelle harus mencintai Alarick? Kenapa bukan aku yang dicintai olehnya?
Aku tidak sanggup membaca balasan surat cinta mereka berdua di buku ini. Semuanya sangat menyakitkan. Rychelle yang aku kira tidak pernah jatuh cinta, ternyata sangat romantis dalam menuliskan surat cinta.
Apa sebenarnya yang Rychelle lihat dari sosok Alarick Berwyn yang kini menjadi narapidana?
Tampan? Aku juga tidak kalah tampan dan lebih gagah dari padanya.
Baik? Bukankah aku lebih baik dari pada Alarick? Bahkan aku siap mengawal dan menjaga Rychelle kapan pun dan dimana pun.
Perhatian? Cool? atau apa sebenarnya yang Rychelle lihat dari dalam diri Alarick? Aku juga tidak jauh beda dengannya.
Lalu aku sekarang harus bagaimana untuk mendapatkan cinta dari Rychelle?
Kuletakkan buku Alarick yang sudah terkuras semua isinya, bahkan sampai di surat yang paling akhir yang menurutku adalah surat perpisahan.
Yang aku pahami saat ini adalah Alarick sudah menyerah untuk memperjuangkan cintanya. Dia menyerah agar Rychelle bahagia dan aku yang akan membuatnya bahagia.
Ya. Aku harus bisa membuat Rychelle bahagia bersamaku. Dan aku akan membuat Rychelle untuk belajar mencintaiku. Tapi tunggu, kali ini aku penasaran dimana sebenarnya tempat rahasia yang dimaksud dalam surat?
"Aipda Teysar."
Terdengar suara Bang Rychand memanggilku dan aku pun langsung menyahut panggilan nya.
"Apa kau mau pulang atau masih ingin membantu ku?" tawar nya.
Tentu saja aku masih ingin membantunya. Dia pun mengajakku ke ruang CCTV untuk mengecek beberapa rekaman CCTV di sekitar gedung tahanan.
Semua rekaman yang aku cek dengan Bang Rychand sama sekali tidak memperlihatkan Rychelle dalam rekaman CCTV. Hanya saat ia memimpin olahraga dan itu pun tidak lama.
"Sepertinya mereka tidak bertemu di sekitar sini, Bang." ucap ku sambil menunjuk ke beberapa CCTV di gedung tahanan.
"Tapi aku justru merasa Rychelle sudah menghapus rekaman CCTV di salah satu gedung tahanan." tukas Bang Rychand membuatku kembali teringat bahwa Rychelle juga seorang Hacker.
"Coba kita teliti lagi dimana rekaman yaang sedikit mengganjal." pinta Bang Rychand dan aku pun segera meneliti ulang.
"Coba cek CCTV belakang gudang Bang." pinta ku dan Bang Rychand langsung mengotak atiknya.
Ternyata ada rekaman yang sudah di hapus. Namun dengan mudah Bang Rychand mengembalikan datanya.
Aku sangat terhenyak melihat apa yang dilakukan Rychelle dan Alarick di belakang gudang. Bukan sesak lagi yang aku rasakan di dalam dada, namun kali ini lebih sakit dari pada itu. Hatiku benar-benar terasa seperti teriris-iris.
"Seharusnya kau tidak melihat semua ini yang justru akan menyakitkan hatimu, Teysar. Maafkan aku."
Bang Rychand terdengar sangat merasa bersalah padaku sambil memindahkan data rekaman tersebut ke dalam flashdisk dan kembali menghapusnya.
Aku yakin Bang Rychand akan marah besar kepada Rychelle dan menunjukkan semua bukti di hadapannya.
"Tidak masalah, Bang. Yang penting jangan terlalu memarahi Rychelle. Dia tidak sepenuhnya bersalah." tukas ku yang tidak rela jika nanti Rychelle kena marah abangnya.
"Aku hanya akan menasehatinya, Teysar. Tolong maafkan Rychelle. Aku yakin setelah masalah ini, ia pasti akan mulai belajar untuk mencintaimu."
Ucapan Bang Rychand kali ini membuatku sedikit terhibur.
"Tapi aku tidak tahu apa kau masih mau menerima adikku?"
"Aku akan tetap menerima nya dan membuatnya belajar untuk mencintai aku." Sahut ku.
...💞💞💞...
Sambil nunggu up selanjutnya, mampir yuk ke Novel bestie aku. Dijamin ceritanya seru.