
Pagi ini Teysar sudah bersiap untuk bertugas. Meski duka kehilangan masih sangat terasa di hati Teysar, tetap saja ia tidak boleh mengabaikan tugasnya sebagai seorang polisi.
Bunda Teysar juga tampak sudah mulai menerima kenyataan atas kepergian calon menantunya. Ia tidak mau larut dalam kesedihan agar roh Rychelle tenang di alam sana. Meskipun begitu, bunda Teysar tidak putus untuk mendoakan calon menantunya itu.
...☘️☘️☘️...
Sedangkan di keluarga Ryan One, yang paling belum bisa menerima kematian Rychelle hanyalah Citra, kakak iparnya. Meski seminggu lebih sudah berlalu, Citra tetap saja berwajah murung.
Ia juga selalu menyalahkan Rychand, suaminya yang tidak memberikan kebahagian Rychelle di akhir hidupnya. Meski Rychelle tampak santai menjalani hari-hari nya bersama Teysar, Citra tetap paham jika adik iparnya itu terpaksa hanya untuk melihat orang di sekelilingnya tersenyum bahagia.
Bahkan Rychelle sendiri tidak pernah mau bercerita tentang bagaimana perasaan hatinya yang sebenarnya kepada Citra karena kesibukan Rychelle yang semakin padat.
"Sayang, aku dan ayah berangkat tugas dulu ya." pamit Rychand pada istrinya yang kini sedang membersihkan kamar mereka.
Citra pun hanya membalikkan tubuhnya dan mencium tangan suaminya tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Sudah sejak kepergian Rychelle, Citra sangat irit bicara dengan Rychand maupun dengan ayah mertuanya.
"Sayang, please. Maafkan aku." ucap Rychand sambil mengusap kepala istrinya.
"Aku tidak marah." jawab Citra sambil memalingkan wajahnya dan kembali membersihkan kamar.
Grab! Rychand memeluk istrinya dari belakang.
"Ku mohon sayang, jangan bersikap dingin denganku. Aku tidak bisa melihatmu selalu murung." pinta Rychand yang sudah tidak sanggup melihat istrinya yang mengacuhkan nya selama berhari-hari.
Meski Citra tetap menyiapkan segala kebutuhannya dan melayaninya, tetap saja Rychand merasakan hampa dalam rumah tangganya karena hilangnya senyuman Citra.
"Aku sudah selesai datang bulan, pagi ini aku akan ke makam Rychelle." ucap Citra yang belum sekali pun mengunjungi makam adik iparnya itu karena ia sedang datang bulan.
"Aku akan mengantarmu nanti siang." balas Rychand.
"Tidak perlu Bang, tugasmu sangat padat. Aku bisa ke sana sendiri." tolak Citra yang memang sudah merencanakan untuk pergi pagi ini.
Rychand pun menghela nafasnya dan kemudian mengecup kening istrinya.
Cup!
"Baiklah kalau begitu, jangan lupa untuk mengabari aku! Hati-hati ya sayang." ucap Rychand.
Lagi lagi Citra hanya menganggukkan kepalanya sambil memaksakan senyumannya.
...☘️☘️☘️...
Setelah suami dan ayah mertuanya berangkat bekerja, Citra pun langsung menuju ke makam Rychelle dengan mengendarai motor yang biasa Rychelle gunakan.
Sesampainya di pemakaman, dari kejauhan Citra melihat sosok lelaki yang berdiri tepat di samping makam Rychelle dengan melipat kedua tangannya di depan dada. Citra pun mempercepat langkahnya untuk mengetahui siapa yang sudah mengunjungi makam adik iparnya sepagi ini.
"Alarick." panggil Citra saat sudah lebih dekat dengan makam Rychelle.
Alarick pun berbalik dan kemudian menundukkan sedikit kepalanya.
"Kakaknya Rychelle ya?" tanya Alarick yang masih mengingat Citra dengan jelas karena citra lah yang sering ia temui saat berkunjung ke rumah Rychelle saat Rychelle masih menyamar menjadi karyawannya.
"Aku Citra, kakak iparnya Rychelle." ucap Citra yang baru memperkenalkan diri di depan Alarick sambil menangkupkan kedua kedua tangannya.
Alarick pun mengangguk dan tersenyum. "Apa kakak juga menganggap jika adik ipar kesayangan kakak sudah meninggal?" tanya Alarick kemudian membuat Citra terhenyak.
"Aku memang masih belum menerima kenyataan ini, Alarick. Tapi semua sudah nyata terlihat di depan mata jika Rychelle sudah tiada." jawab Citra.
Citra menghela nafasnya perlahan dan memandang iba ke arah Alarick. "Ternyata ada yang lebih tidak bisa menerima kenyataan pahit ini dari aku."
"Aku sangat yakin, ini semua kerjaan Bang Jerry kak. Percayalah, Rychelle masih hidup."
Citra pun mengernyitkan dahinya saat Alarick menyebut nama orang yang sama sekali tidak ia kenal.
"Bang Jerry?" tanya Citra dan Alarick langsung menganggukkan kepalanya.
Alarick pun akhirnya menceritakan tentang Abangnya yang sudah begitu mencintai Rychelle sejak Rychelle masih sangat kecil. Tidak hanya itu, Alarick juga menceritakan bagaimana perlakuan Jerry saat di Pulau bersama Rychelle.
"Jadi aku yakin Bang Jerry saat ini pasti menyekap Rychelle dan menjadikannya sebagai tawanan cintanya." ucap Alarick.
"Tapi bagaimana dengan jenazah Rychelle yang ditemukan sudah tidak bernyawa?" tanya Citra kemudian.
"Aku yakin itu pasti orang lain yang dibuat mirip seperti Rychelle." jawab Alarick dengan mantap.
"Bahkan kematian Rychelle juga sangat tidak logis menurutku, Kak."
"Sekarang coba kakak fikir, Apa penyebab Rychelle tersangkut pohon di tebing curam dengan wajah yang rusak total sampai tidak bisa dikenali?"
Pertanyaan Alarick kali ini membuat Citra mulai berfikir tentang keganjalan dari kematian Rychelle.
"Bahkan aku rasa muka tersebut pasti sengaja disiram dengan air keras. Wanita itu memang sudah dipersiapkan sebelumnya untuk mengecoh kalian dengan postur tubuh dan model rambut yang sangat mirip dengan Rychelle."
"Setelah itu mereka mengenakan dress dan beberapa barang milik Rychelle yang ia kenakan terakhir kalinya kepada wanita yang mukanya disiram air keras." jelas Alarick panjang lebar.
"Ucapanmu memang sangat masuk akal." balas Citra yang mulai setuju dengan ucapan Alarick.
"Tentu saja, karena aku sangat paham bagaimana Bang Jerry dan Papi Ludolf dalam melenyapkan nyawa seseorang." timpal Alarick.
"Tapi bagaimana jika bukan mereka berdua yang kini ada di balik masalah ini?" tanya Citra lagi.
"Entahlah, yang jelas ini semua sangat tidak wajar dan perlu ditelisik dengan benar." jawab Alarick. "Dan aku akan tetap berusaha mencari keberadaan Rychelle."
Alarick pun berbalik dan bersiap untuk meninggalkan pemakaman Rychelle.
"Tunggu Alarick!" cegah Citra dan Alarick pun menghentikan langkahnya.
"Aku akan membantumu mencari keberadaan Rychelle." ucapnya lagi membuat Alarick menyunggingkan senyumannya.
"Kalau begitu, bantu aku untuk meyakinkan kepada Rychand dan Om Ryan jika Rychelle masih hidup karena aku butuh bantuan mereka semua." ucap Alarick.
Citra pun langsung mengangguk setuju. "Aku akan membantumu untuk itu."
Setelah mendapat jawaban dari Citra, Alarick pun bergegas meninggalkan pemakaman.
"Aku rasa Alarick benar-benar sangat tulus mencintai Rychelle. Bahkan perasaannya juga sangat kuat untuk mengetahui jika Rychelle masih hidup. Kenapa aku justru tidak terfikirkan ke arah sana ya?" gumam Citra dalam hati sambil menatap kepergian Alarick.
Akhirnya Citra pun memutuskan untuk menuju ke kantor suaminya untuk membahas masalah ini. Ia pun ingin meyakinkan suaminya sendiri jika Rychelle masih hidup.
...☘️☘️☘️...
Mohon dukungannya ya untuk karyaku ini dengan like, comment, vote, and gift ya biar Author makin semangat. Terima kasih 😍😍💞💞💞