
Keesokan paginya, Jerry sedikit memberi kebebasan Rychelle untuk mengelilingi Mansionnya. Tentu saja tidak luput dari pengawasan Jerry.
Rychelle baru sadar jika memang ruang tawanan yang kini menjadi kamarnya memang sudah dipersiapkan oleh Jerry saat membangun Mansionnya. Desain yang nyaman tanpa jendela sama sekali. Bahkan untuk masuk ke Mansion utama melewati pintu khusus yang berbentuk dinding.
"Dimana kamar bang Jerry?" tanya Rychelle sambil mengamati setiap sudut Mansion Jerry.
"Ada di samping kamarmu." jawab Jerry santai.
"Aku tidak pernah tahu. Apa Bang Jerry juga masih tidak mau memberi tahukan aku tentang ini?" tanya Rychelle dengan nada merajuk.
"Sikapmu ini membuat aku sangat gemas." Jerry menjepit hidung Rychelle dengan tangannya. "Ayo kita ke kamarku." ajak Jerry sambil menggenggam tangan Rychelle.
💞💞💞
Sesampainya di kamar Jerry, Rychelle mengedarkan pandangannya. Penataan kamar Jerry sama persis dengan kamarnya, hanya saja di kamar Jerry ada jendela dan pintu untuk menuju ke balkon kamar.
Rychelle pun langsung berjalan ke pintu kaca tersebut dan menuju ke balkon kamarnya.
"Waaah, ini sangat indah Bang." ucap Rychelle sambil menghirup udara luar yang sangat ia rindukan.
"Jika selama satu bulan ini kau menurut denganku, aku berjanji akan membawamu menghirup udara luar sepuasmu, Achiel." ucap Jerry sambil memeluk Achielnya dari belakang.
Rychelle sedikit risih dengan perlakuan Jerry dengannya sekarang. Namun, ia tetap Harus bersikap santai seolah sikap Jerry kali ini bukan masalah untuknya.
Untungnya kamar Jerry kini diketuk oleh seseorang dan membuat Jerry melepaskan pelukannya pada Rychelle.
"Huft, selalu saja mengacau kesenanganku." gerutu Jerry sambil berjalan menuju pintu kamarnya.
"Papi!" pekik Jerry saat melihat Ludolf Berwyn sedang berdiri di depan pintu kamarnya.
Mendengar teriakan Jerry yang menyebut nama papinya membuat Rychelle cepat cepat bersembunyi agar tidak terlihat oleh Ludolf Berwyn.
Ludolf langsung mendorong pintu kamar putranya dan masuk ke dalam membuat Jerry langsung berbalik untuk mengecek keberadaan Rychelle.
"Achiel ku memang sangat cekatan, dia bahkan sudah bersembunyi sebelum aku perintah." gumam Jerry dalam hati sambil menghela nafasnya lega.
"Apa yang membuat papi kemari?" tanya Jerry dengan nada tidak suka.
"Papi hanya ingin mengajakmu mengkonsumsi ini." Ludolf memperlihatkan beberapa jenis narkoba di tangannya. "Apa kamu lupa jika hari ini aku pasti akan membawakannya untukmu?"
"Ini daun ganja segar yang bisa dicampurkan ke dalam sop atau diseduh bersama teh. Ini Kokain dan juga alat suntiknya, dan satu lagi papi bawakan khusus untukmu yang mengalami susah tidur, Ekstasi." ucap Ludolf Berwyn sambil meletakkannya di meja.
"Argh! Sial! Papi datang di waktu yang sangat tidak tepat. Semua barang barang itu benar-benar membuatku ingin segera mengkonsumsinya. Terlebih sangat susah untuk mendapatkan daun ganja yang se segar itu." batin Jerry berkecamuk.
Jika tidak ada Achielnya yang sedang bersembunyi di kamarnya, sudah tentu dia akan menyembunyikan barang laknat itu di tempat yang tidak bisa terlacak oleh Rychelle
Tapi kali ini keadaannya jauh berbeda. Ia tidak akan bisa menyembunyikan semua barang yang sangat menggiurkan tersebut apalagi mengkonsumsinya.
"Papi, You're the best. Aku akan menyimpannya untuk stok beberapa hari ke depan." ucap Jerry sambil mengambil barang laknat itu dan memasukkan ny ke dalam lemari.
"Hei, apa kau tidak mau mengkonsumsinya denganku, sekarang?" tanya Ludolf membuat Jerry menelan ludahnya kasar.
"Aku baru saja mengkonsumsinya, jadi kali ini kita tidak bisa - -"
Belum selesai Jerry melanjutkan kalimatnya, Papi Ludolf langsung menepuk bahu putranya. "Tidak masalah Jerry. Oh iya kedatangan papi ke sini tidak hanya ingin mengantarkan barang itu."
"Untuk masalah pembayarannya nanti akan aku transfer pi." ucap Jerry yang sangat paham kemana arah pembicaraan papinya.
"Tapi aku saat ini sedang butuh dana yang cukup besar, Jorell. Sekitar 2 milyar." ucap Ludolf membuat Jerry membelalakkan matanya.
"2 milyar!" pekik Jerry terkejut mendengar permintaan papinya yang menurutnya sangat berlebihan. "Untuk apa pi?" tanya nya geram.
"Papi tahu kan perusahaan ku sekarang baru merintis dari awal. Aku sudah tidak seperti dulu lagi yang memiliki harta melimpah dan papi bisa meminta uang kapan pun dan berapa pun papi mau."
"Bukannya semua kebutuhan papi juda sudah aku penuhi semuanya. Jadi untuk apa uang sebanyak itu?"
Jerry mulai terlihat kesal dengan papinya yang sedari dulu selalu memerasnya dalam masalah uang.
"Papi mencintai seorang wanita, Papi ingin mendapatkannya untuk papi jadikan sebagai istri." jawab Ludolf Berwyn.
"Papi kesepian, Jo. Papi butuh wanita yang bisa erawat papi dengan baik. Papimu ini sudah tua."
"Bukankah aku Sudah membayar asisten rumah tangga untuk mengurus Papi?"
"Tapi aku tidak bisa memberikan uang sebanyak yang papi minta." ucap Jerry membuat Ludolf tampak sangat kecewa.
"Jika papi butuh istri, Papi bisa menjemput Mami Divya untuk tinggal bersama papi."
Mendengar nama istrinya, membuat Ludolf mulai merindukan istri yang sudah lama ia tinggalkan tanpa kabar itu.
"Ya, aku begitu merindukan Divya. Kalau begitu kerahkan anak buah mu untuk membawa Divya ke kota ini. Dan ingat! Jangan sampai meninggalkan jejak sedikit pun!" ucap Ludolf Berwyn.
"Tapi tunggu, bagaimana jika Divya justru marah denganku karena aku menghamili putri Liber Ran?"
Pertanyaan papinya kali ini membuat Jerry terkekeh.
"Sejak kapan papi takut dengan amukan Mami. Bukankah selama ini papi justru selalu mengancam Mami?" Jerry bertanya balik kepada papinya.
"Oke, kalau begitu bawa Mami ke apartemenku secepatnya." ucap Ludolf Berwyn sambil meninggalkan kamar putranya.
Setelah memastikan papinya meninggalkan kamarnya, Jerry buru-buru mengunci kamarnya dan mencari keberadaan Rychelle.
"Achiel!" panggil Jerry dan Rychelle pun keluar dari tempat persembunyiannya.
"Terima kasih karena sudah cepat..."
"Berikan semua barang yang diberikan papi Ludolf tadi!" hardik Rychelle yang langsung menengadahkan tangannya.
"Emmmh, barang itu..."
"Abang yang serahkan padaku, ata aku yang mengambilnya sendiri?" tanya Rychelle dengan tatapan tajamnya.
"Haishh, sudah aku duga, pasti akan seperti ini." gerutu Jerry kesal dan mengambil barang yang dibawakan papinya tadi.
"Ini barangnya." Jerry meletakkannya di atas meja. "Bukankah aku sudah berjanji untuk tidak mengkonsumsi semua ini. Kenapa kau terlihat tidak mempercayai aku, Achiel?"
Rychelle tidak langsung menjawab pertanyaan dari Jerry melainkan menghitung barang laknat tersebut yang ada di atas meja.
"Bagaimana aku bisa mempercayai abang, jika abang masih menyimpan 5 bungkus ganja, 3 kokain dan 4 pil Ekstasi di dalam lemari?" tanya Rychelle membuat Jerry kali ini sangat terkejut.
Ia tidak menyangka jika Achiel sambil menghitung secara detail barang yang tadi dibawa oleh papinya. Padahal ia sedang bersembunyi.
"Hai, bagaimana kau mengetahui semua itu, Achiel?"
"Ck, aku tidak menyangka mencintai gadis cerdas dan jeli sepertimu." gerutu Jerry kesal.
"Berikan semua barang tadi padaku, sekarang Abang Jerry ku sayaaaaang." pinta Rychelle.
"Apa?! Kau memanggilku apa tadi?" tanya Jerry dengan mata yang berbinar.
"Tidak akan aku ulangi jika Abang tidak segera memberikannya padaku." ancam Rychelle.
Dengan gontai akhirnya Jerry pun mengambil barang yang sengaja ia sembunyikan dari Achielnya.
"Aku bisa sakau dan mati jika tidak mengkonsumsi ini." keluh Jerry.
"Dan aku akan memberikan terapi yang terbaik untuk Abang. Mulai saat ini, aku yang akan memasak dan menyiapkan minuman untuk abang."
"Detoks dari barang yang biasa abang konsumsi bisa aku buatkan setiap hari, bahkan aku akan membuatkan bekal untuk kudapan dan makan siang Abang saat berada di kantor."
"Dan satu lagi, abang harus makan malam denganku setiap hari selama satu bulan. Aku yakin terapi ini pasti akan berhasil." ucap Rychelle.
Diam-diam Jerry menyunggingkan senyumannya.
"Aku tidak mengira sebelumnya akan sebahagia ini. Diurus calon istri ku sendiri dengan baik." gumam Jerry yang terdengar jelas di telinga Rychelle.
"Tuhan, Jika aku boleh meminta, aku hanya ingin menikah dengan lelaki yang sangat aku cinta dan tentunya bukan dia. Aku hanya ingin berbuat baik dengannya hanya untuk kebaikan diriku sendiri." batin Rychelle yang mengharap suatu saat keajaiban akan datang kepadanya.
...🍄🍄🍄...
Hai Pembaca setia ku, setelah ini alurnya akan Author buat lebih cepat ya.
Terima kasih atas dukungan kalian semua. Love you All.