Complicated Mission

Complicated Mission
Kedatangan Ludolf Berwyn



"Bagaimana Rachel?" tanya Jerry yang belum mendengarkan jawaban dari bibir Rachel.


"Apa semua orang perempuan yang akan anda eksekusi juga anda tawari untuk menikah dengan anda, Tuan Jerry?" tanya Rachel yang seketika membuat tawa Jerry meledak.


"Dasar bodoh! Kamu pikir aku pengemis cinta? Hah?!" tanya Jerry sambil mendekatkan dirinya ke arah Rachel.


"Bisa jadi seperti itu bukan? Buktinya anda menawarkan diri untuk menikah denganku yang hanya anak seorang kuli bangunan." balas Rachel membuat Jerry sangat tercengang.


"Apa? Kuli bangunan?" Jerry mulai mengerutkan dahinya sambil memindai tubuh Rachel dari atas ke bawah. Kemudian matanya terhenti pada tanda lahir di lengan kanan Rachel.


"Ya, aku adalah anak seorang kuli bangunan. Bahkan anda lihat sendiri kan di lengan kananku ini ada tanda hitam bekas luka gatal karena aku tinggal di tempat yang kumuh." lanjut Rachel berbohong.


"Apa?!" pekik Jerry makin terkejut dengan pengakuan Rachel barusan. "Jadi itu bukan tanda lahir?" tanya Jerry dan Rachel langsung menggelengkan kepalanya.


"Tentu saja tidak, bahkan bekas luka gatal itu ada di beberapa tubuhku, Tuan." timpal Rachel membuat Jerry bergidik ngeri membayangkan apa yang dikatakan oleh Rachel barusan.


'Tunggu, kenapa tebakan Tuan Jerry benar ya kalau ini tanda lahirku?' gumam Rachel dalam hati. 'Memangnya ini tidak seperti bekas luka gatal ya?' batin Rachel sambil melihat lengan kanannya sendiri.


Sedangkan Jerry mulai frustasi saat dugaannya salah saat mendengar penuturan dari Rachel barusan. Ia pun langsung menghubungi Ryan One untuk datang ke dalam ruangannya.


Rychelle sangat terkejut dengan kedatangannya ayahnya. Namun ia dengan cepat menguasai dirinya untuk tetap berpura-pura tidak mengenal ayahnya saat ini.


"Paman Ryan One, aku minta anda lihat gadis ini baik-baik." ucap Jerry menunjuk ke arah Rachel.


Ryan One menelan ludahnya kasar sambil terus mengikuti perintah Jerry Berwyn.. Berbagai kekhawatiran memenuhi perasaan Ryan One yang sangat paham bagaimana Jerry Berwyn yang sangat menginginkan putrinya sejak kecil.


Tidak hanya Ryan One yang sangat kalut saat ini. Rychelle pun mulai panas dingin di hadapkan oleh ayah kandungnya sendiri. Berbagai pertanyaan mulai muncul dalam benaknya.


"Apa kalian saling mengenal?" tanya Jerry membuat Rychelle langsung menggelengkan kepalanya.


"Ck, tentu saja tidak, Tuan. Kenapa anda ini aneh sekali ya?" timpal Rachel yang semakin berani.


"Tadi menanyakan berapa lama aku mengenal Molly. Sekarang bertanya lagi tentang orang tua ini. Sebenarnya apa sih Yang anda cari?"


Jerry kali ini mengacuhkan celoteh Rachel dan beralih kepada Ryan One.


"Paman, tolong katakan padaku. Apa dia adalah Achielku?" tanya Jerry dengan harapan Ryan One membenarkan segala dugaannya.


"Kau tahu kan, aku menyelamatkan nyawamu hanya karena aku benar-benar sangat ingin menjadi menantumu dengan menikahi Achielku. Sekarang aku mohon jawab pertanyaanku dengan jujur, paman." pinta Jerry dengan sungguh-sungguh.


Rachel makin tercengang dengan apa yang dikatakan oleh Jerry barusan. Apa maksud dari perkataannya yang sangat menginginkan menjadi menantu ayah. Lalu, siapa yang ia maksud dengan Achielnya.


Belum sempat Ryan One menjawab, Ludolf Berwyn bersama Alarick masuk ke dalam ruangannya.


"Kembalilah paman, tapi aku masih sangat menantikan jawaban jujur dari mulutmu." ucap Jerry dan Ryan One langsung undur diri dari hadapan Jerry.


"Jawaban jujur apa yang kau harapkan dari pengkhianat seperti dia?" tanya Ludolf Berwyn kepada putranya.


Hubungan Ludolf dengan Ryan memang sudah tidak baik saat Ryan terbukti hendak menggagalkan semua bisnis terlarangnya. Bahkan Ludolf bersikukuh untuk menghabisi Ryan One secepat mungkin.


"Paman Ryan tidak berkhianat, Papi. Bahkan selama 6 tahun ini dia membantu segala usaha kita." sanggah Jerry sambil mempersilahkan papi dan adiknya duduk.


Sedangkan Alarick terus saja memperhatikan Rachel yang duduk di ujung sofa. Dan pandangan Alarick tertangkap oleh Jerry membuat Jerry semakin yakin bahwa Rachel adalah Achielnya.


"Kenapa kau memandangi nya seperti itu, Al?" tanya Jerry dengan nada tidak suka.


"Aku hanya ingin bertanya kepadanya dimana Molly." jawab Alarick tidak kalah ketus dengan Jerry.


Kali ini Jerry sedikit bisa bernafas lega dengan jawaban Alarick. "Molly dibawa ke ruangan khusus. Ia akan menjalani hukuman karena telah lalai dalam mengirimkan barang."


"Hukuman apa yang akan kau berikan kepada Molly?" tanya Ludolf dengan nada tinggi. "Ingat Jerry, dia calon istri Al dan putri dari sahabat papi."


"Tentunya hukuman mati, Papi. Karena Molly sudah gagal dalam berbisnis. Jika dia tidak dihukum, maka kita juga akan terseret bersama dengan Molly." jawab Jerry membuat Alarick naik pitam.


"Abang memang gak punya hati sama sekali. Apa hanya karena uang membuatmu jadi seorang pembunuh seperti ini Bang?"


Kemarahan Alarick membuat Jerry yakin bahwa ia tidak mengingat Achiel sama sekali.


"Benar kata Al. Papi tidak setuju Molly dibunuh. Lebih baik dia saja yang dihabisi agar kita selamat. Bukankah pengiriman dibuat atas nama Rachel dan kini dia yang menjadi buronan polisi." timpal Ludolf membuat Jerry dan Alarick sama-sama terkejut.


"Tapi Rachel adalah orang yang menyelamatkan nyawa papi." sanggah Alarick tidak terima.


"Maafkan aku, Rachel. Meskipun kau yang telah menyelamatkan nyawaku malam itu, kali ini berkorbanlah untuk menyelamatkan nyawaku dengan putraku." ucap Ludolf Berwyn.


"Baiklah, aku akan berkorban nyawa demi bisnis gila kalian semua. Sekarang biarkan aku menikmati hidup terakhirku sebelum Tuan Jerry membunuhku." balas Rachel dengan santai dan beranjak meninggalkan ruangan Jerry.


"Rachel, aku sudah menyiapkan kamar khusus untukmu. Istirahatlah dan nikmati makan siang mu. Penjaga di luar pintu akan mengantarkan ke kamarmu." ucap Jerry yang hanya dibalas dengan deheman oleh Rachel.


"Kau benar-benar sudah gila, Bang! Dasar Psikopat!" umpat Alarick kesal.


"Aku mohon jangan bunuh Molly dan Rachel. Biarkan mereka tinggal disini untuk sementara seperti paman Ryan." pinta Alarick dengan sungguh-sungguh.


"Rachel kan hanya karyawan baru dan sama sekali tidak kita kenal. Kalau menurut papi, biar saja dia menjalani hukuman dari Jerry. Lagi pula dia juga sudah setuju untuk menjalani hukuman dan berkorban untuk kita semua."


Ludolf Berwyn tetap bersikukuh untuk menjatuhkan hukuman untuk karyawan baru Alarick. Hal ini membuat Jerry sangat bimbang langkah mana yang harus ia tempuh. Terlebih ia belum memastikan siapa Rachel sebenarnya, benarkah dia Achielnya atau bukan.


"Aku sangat lelah memikirkan masalah ini. Perutku juga sudah sangat lapar. Lebih baik kita makan siang dan beristirahat. Setelah itu kita bisa bicarakan baik-baik masalah ini." ucap Jerry menyudahi obrolan mereka dan mengajak papi dan adik laki-lakinya untuk makan siang.


...☘️☘️☘️...


Sambil menunggu Bab selanjutnya, mampir dulu yuk ke Novel bestie Author. Dijamin ceritanya gak kalah seru.


Nama Pena : Sendi Andriyani


Judul Novel : Istri Rasa Simpanan