
Setelah satu minggu berlalu tentang hebohnya berita kematian Rychelle Olyvia, kini Rychand dan semua jajaran kepolisian bergerak serentak untuk mencari tahu siapa dalang dari kematian Rychelle dan terus melacak dimana keberadaan Ludolf Berwyn dan juga putranya.
Sedangkan Rychelle sendiri yang kini sedang disekap mulai merasa jengah dan bosan terkurung di dalam kamar meskipun mendapat pelayanan yang sangat istimewa. Setiap hari orang salon selalu datang dan memanjakan tubuh Rychelle.
Tidak hanya itu, semua permintaan Rychelle pun di turuti oleh anak buah dari orang yang menyekapnya selama satu minggu ini, mulai dari buku, televisi, dan bahkan ponsel yang sangat dibutuhkan oleh Rychelle. Sayangnya televisi yang ada di dalam kamar Rychelle hanya diisi dengan data film yang bisa ia nikmati untuk mengisi rasa bosan.
Rychelle sama sekali tidak bisa melihat siaran televisi dari mana pun karena televisi di dalam kamarnya sama sekali tidak dihubungkan dengan antena. Bahkan ponsel yang dipegang oleh Rychelle pun sudah di atur sedemikian rupa untuk fitur game saja tanpa bisa menghubungi siapa pun.
Meski Rychelle merupakan Hacker Topi Merah, ia tetap saja tidak meretas ponsel yang kini ada dalam genggamannya karena tidak terdapat jaringan sedikitpun.
Pagi ini, seperti biasa Inah datang dengan membawakan sarapan untuk Rychelle didampingi oleh para bodyguard bertubuh kekar. Rychelle yan sudah sangat hafal dengan jadwal sarapannya, kini sudah berjaga-jaga untuk menyerang bodyguard dan berusaha untuk melarikan diri.
Ia kini tidak peduli lagi jika karena sikap nekatnya itu akan mencelakai dirinya sendiri seperti apa yang diancamkan kepadanya setiap hari oleh bodyguard tersebut.
Klek!
Pintu kamar Rychelle terbuka, dan Inah pun masuk sambil membawa nampan yang berisikan sarapan Rychelle.
"Nona." teriak Inah saat ia tidak melihat keberadaan Rychelle di dalam kamar.
Bugh!
Bugh!
Tiba-tiba Rychelle keluar dari balik pintu dan menyerang tiga orang bodyguard yang kini menemani Inah. Bodyguard yang belum siap menghadapi serangan Rychelle pun akhirnya langsung tersungkur di depan pintu kamar Rychelle hanya dengan beberapa kali pukulan dari Rychelle di titik kelemahannya.
"Nona Rychelle." pekik Inah sambil menutup mulutnya yang terkejut dengan kehebatan Rychelle melakukan baku hantam.
Rychelle pun keluar dari kamarnya, sayangnya ia justru dibingungkan dengan posisi bangunan dimana ia disekap saat ini. Tidak ada jalan keluar menuju kemana pun karena semua terhalang oleh tembok.
"Ini bangunan apa sebenarnya?!" teriak Rychelle sedikit frustasi karena tidak menemukan pintu sama sekali setelah berlari kesana kemari dan semuanya hanya tembok.
"Lalu darimana mereka bisa keluar masuk dari sini jika semuanya tembok dan tidak ada pintu sama sekali kecuali pintu kamarku?" gumam Rychelle yang kemudian kembali lagi menuju ke kamarnya.
"Katakan dimana Tuan kalian!" gertak Rychelle sambil berkacak pinggang.
Kedua orang bodyguard yang sempat dilumpuhkan Rychelle tadi langsung bergerak cepat dan memegang kedua tangan Rychelle.
"Lepaskan aku!" teriak Rychelle mulai meronta-ronta.
"Ikat Nona Rychelle sesuai perintah dari Tuan." ucap bodyguard yang satunya lagi.
Kedua bodyguard tadi langsung mengikat Rychelle di kursi dan tak lama kemudian terdengar suara langkah seseorang yang mendekat menuju ke kamar Rychelle.
Tap!
Tap!
Tap!
"Tuan kami akan segera datang, Nona. Dan kami harap anda bisa bersikap dengan baik." ucap salah satu bodyguard tadi.
Kini Rychelle pun semakin penasaran dengan orang yang sudah menyekapnya selama satu minggu ini.
"BripKa Rychelle Olyvia." terdengar suara seorang pria yang sedikit familiar di telinga Rychelle.
Sayang pria yang memanggilnya tadi belum memperlihatkan wajahnya.
"Jangan menjadi orang yang pengecut!" teriak Rychelle kesal. "Tunjukkan dirimu sekarang juga dan katakan apa maumu!"
Mendengar ucapan Rychelle barusan justru membuat pria berdiri yang ada di luar kamar Rychelle tertawa terbahak-bahak.
"Hei bodyguard bodoh! Lebih baik kau bunuh saja aku sekarang juga dari pada membiarkan hidup seperti ini!" teriak Rychelle lagi membuat pria yang kini ada di luar kamarnya pun langsung masuk ke dalam kamar Rychelle.
"Jangan bertindak bodoh untuk meminta dibunuh oleh seorang bodyguard, BripKa Rychelle!"
Kini Rychelle membelalakkan matanya saat mengetahui siapa pria yang sudah menyekapnya beberapa hari ini.
"Chicko Praya."
Lelaki di depan Rychelle pun langsung melayangkan senyumannya ke arah Rychelle dan kini duduk tepat di hadapan Rychelle yang masih dterikat di kursi.
"Wow, kau masih mengenalku ternyata."
Rychelle mengernyitkan dahinya setelah mengetahui Chicko lah yang selama ini menyekapnya. Namun kali ini Rychelle tidak habis fikir dengan lelaki yang ada di hadapannya itu.
"Bukankah kau orang kepercayaan ayahku yang selalu membantu ayah saat di Pulau Rahasia?" tanya Rychelle.
"Tapi kenapa sekarang kau justru menyekapku? apa sebenarnya yang kamu inginkan?"
Lagi-lagi Chicko tertawa mendengar pertanyaan Rychelle.
"Orang kepercayaan Ryan One?" tanya Chicko sedikit meledek.
"Sepertinya kau salah dalam menilaiku, BripKa. Aku bukanlah orang kepercayaan seorang tawanan seperti Ryan One yang kini sudah kembali bertugas sebagai polisi."
Deg!
Kini Rychelle mulai sedikit merasa ketakutan. Terlebih mengingat sebelumnya saat Chicko Praya menginginkan dirinya dan menjadikannya bahan taruhan saat ia masih menyamar sebagai pegawai bank.
Namun bukan Rychelle namanya jika ia terus tenggelam dalam rasa takut yang kini menyelimuti dirinya.
"Apa maumu sekarang?" tanya Rychelle tanpa gentar sedikit pun.
Chicko Praya melipat kedua tangannya di depan dada dan memperhatikan Rychelle dengan seksama hingga membuat Rychelle sedikit risih.
"Sepertinya perawatan dari kapster salon membuatmu semakin cantik dan menawan ya."
Rychelle memutar bola matanya malas mendengar lelaki di hadapannya yang tidak kunjung menjawab pertanyaannya.
"Katakan apa mau mu sekarang, Chicko Praya!" teriak Rychelle dan suaranya benar-benar memenuhi ruangan.
"Wow, singa betina ini benar-benar sangat menarik dan mempesona untuk segera dimiliki. Tapi sayangnya, aku tidak mungkin bisa memiliki singa betina sepertimu, Nona."
Rychelle semakin kesal dengan ucapan Chicko yang dinilai sangat bertele-tele. Ia pun kini kembali meronta ronta melepaskan ikatan tali yang mengikat tangannya. Dan tanpa menunggu lama, pergelangan tangan Rychelle pun langsung memerah.
"Jangan menyakiti dirimu sendiri, Rychelle. Tuanku akan marah jika melihat kau tergores meski hanya sedikit." ucap Chicko sambil memegang kedua tangan Rychelle untuk mencegah pergerakannya yang membuat tangannya memerah.
"Apa katanya? Tuanku?" tanya Rychelle dalam hati sambil meencernaa ucapan Chicko. "Jika dia masih punya Tuan lagi, berarti bukan dia orang yang membuatku tersekap di sini."
"Katakan dimana Tuan mu sekarang!" gertak Rychelle yang semakin tenggelam dalam rasa penasarannya.
"Aku ada di sini sayang." ucap seseorang yang tiba-tiba datang dari balik pintu.
...☘️☘️☘️...
Okey, sambil nunggu kelanjutannya yang akan up hari ini juga, mampir yuk ke Novel aku yang lainnya.
Jangan lupa untuk dukungannya ya dengan like, comment, vote and gift. Jangan lupa untuk tonton iklannya juga ya.