Complicated Mission

Complicated Mission
2 Weeks Later



Dua minggu kini sudah terlewati.


Sejak kedatangan Rychelle ke rumah Teysar, bundanya mengalami perkembangan kesehatan yang sangat baik. Tangan kanannya sudah dapat bergerak dengan baik dan kini ia mulai belajar memegang sesuatu.


Tidak hanya itu, segala apa yang diucapkannya sudah terdengar sangat jelas. Semangatnya untuk sembuh benar-benar sangat luar biasa setelah bertemu dengan Rychelle. Terlebih Rychelle setiap dua hari sekali mengunjunginya.


Bisa dipastikan sebentar lagi kaki kanannya sudah mulai bisa digerakkan, dan bunda Teysar akan mulai berlatih jalan. Melihat perkembangan kesehatan bunda Teysar yang dinilai sangat cepat membuat semua sanak keluarganya langsung menyayangi Rychelle dan berharap Rychelle segera menjadi menantu di keluarga mereka.


Sedangkan Rychelle hanya menanggapinya dengan santai. Bahkan meskipun ia bersikap hangat dengan bunda Teysar dan keluarganya, ia tetap bersikap dingin dengan Teysar.


...🎀🎀🎀...


Berbeda dengan hubungan Rychelle dan juga Alarick yang semakin hari semakin hangat meski hanya lewat tulisan yang mewakilkan perasaan mereka saat ini. Sudah dua minggu ini mereka saling berbalas surat cinta yang mereka tuliskan hanya dalam satu buku yang sama.


Hampir dua buku habis untuk meluahkan isi hati mereka berdua. Dan sipir penjara tetap mereka jadikan postman surat cinta mereka. Dan selayaknya postman ia sama sekali tidak tahu jika yang ia kirim adalah hasil torehan perasaan cinta dalam bui antara narapidana dengan seorang polisi wanita.


...💞💞💞...


Hari ini Rychelle mendapat tugas untuk memimpin para narapidana berolahraga pagi dan melakukan pembersihan area tahanan. Kali ini ia didampingi Bripda Soraya, Bripda WEny, dan beberapa sipir penjara.


Semua tahanan laki-laki dan perempuan sudah berbaris rapi di lapangan tengah menunggu kedatangan polisi yang akan memimpin mereka. Tak lama kemudian polisi yang akan memimpin olahraga mereka pun datang bergabung dengan menggunakan seragam olahraga kepolisian.


Rychelle sudah berdiri di depan dan memegang TOA untuk memberi aba-aba. Semua pandangan tahanan laki-laki langsung menuju ke arahnya.


"Gila nih polisi cakep bener dah. Udah kayak artis korea aja."


"Hush, artis korea mah cantiknya ada yang KW. Yang ini asli cantik tulen kayak bidadari turun dari kayangan."


"Waaah, kalo begini aku mending mendekam di penjara aja deh asal ngeliat yang bening terus."


Suasana mulai terdengar sedikit ricuh karena para narapidana membicarakan kecantikan Rychelle yang berdiri di depan mereka semua.


"Bang, Rychelle cantik banget di depan tuh." Avega menepuk bahu Alarick yang sedari tadi memandangi Rychelle.


Jauh di dalam lubuk hati Alarick, ia sangat senang akhirnya bisa melihat Rychelle setelah sekian lama hanya berbalas pesan lewat tulisan. Tapi ia sangat tidak suka mendengar semua tahanan pria yang terus saja membicarakan perempuan yang sangat ia rindukan.


Cemburu.


Sudah pasti ia sangat cemburu, bahkan ia memendam amarah yang sudah menggunung. Jika ia tidak ingat statusnya yang saat ini menjadi seorang narapidana, ia pasti sudah menghajar pria yang sekarang sedang memandangi wanitanya.


"Iya." jawab Alarick singkat karena suara Rychelle mulai mengudara di lapangan.


"Selamat pagi semuanya." sapa Rychelle yang langsung dijawab dengan semangat oleh para narapidana.


"Perkenalkan, saya BrigPol Rychelle. Di samping kanan dan kiri saya ini Bripda Soraya dan Bripda Weny yang akan memimpin senam pagi ini."


Sorak ramai dan tepuk tangan kembali bergemuruh memenuhi lapangan membuat Alarick semakin panas, terlebih saat mendengar ketiga polis tadi akan memimpin senam pagi ini.


"Cium jauh untuk BrigPol Rychelle!" teriak salah satu narapidana yang ada di belakang membuat suasana semakin ramai.


Priiiittttt!!!


Seketika terdengar peluit dari kepala sipir dan semuanya kembali diam. Suasana kini mulai tenang dan Rychelle kembali memimpin pemanasan sebelum senam dimulai.


Saat Rychelle memimpin pemanasan, Bripda Soraya dan Bripda Weny saling berbisik sambil menunjuk ke arah Alarick.


"Tuh napi cakep amat ya Wen." bisik Soraya menunjuk ke arah Alarick.


"Jelas cakep lah, itu kan CEO Bank One Point. Aku udah hampir tiap hari ketemu sama dia kalo lagi makan siang. Sambil ngasih buah atau apa gituh buat Mas AL." jawab Bripda Weny.


"Mendingan jangan deh, aku takut nanti malah ketahuan."


"Yaudah, gimana kalo gantian. Siang ini aku, trus besoknya kamu." lanjut Soraya.


Akhirnya dengan berat hati Weny pun mengangguk.


"Okey, sekarang waktunya kita senam yaa. Silahkan Bripda Weny dan Bripda Soraya, bisa langsung dipimpin." ucap Rychelle.


"Yaaaah, kok bukan BrigPol Rychelle saja yang pimpin?" gerutu beberapa narapidana dan Rychelle hanya tersenyum.


Setelah senam selesai, kini mereka mulai berpencar untuk membersihkan beberapa area tahanan seperti kamar mandi, tempat sanitasi, taman, parit, dan ruang tahanan mereka masing-masing.


Rychelle mulai berkeliling untuk mengecek kinerja para narapidana. Tapi bukan itu sebenarnya tujuannya kali ini, melainkan ia sedang mencari dimana Mas Arick nya. Dari kejauhan tampak Arick sedang mencabut rumput di ujung ruang tahanan yang dekat dengan gudang barang.


Rychelle mengamati sekitarnya sambil mengendap-endap berjalan ke arah Alarick. Namun kemudian keningnya berkerut saat melihat Alarick tidak benar-benar mencabut rumput dan bahkan hanya memegang nya saja.


"Ehmm!" Rychelle berdehem pelan dan secepat kilat Alarick langsung menariknya ke belakang gudang.


"Mas Arick." pekik Rychelle pelan yang sangat terkejut dengan keberanian Alarick yang membawanya ke belakang gudang.


Alarick terdiam dan terus saja memandangi Rychelle dengan jarak yang sangat dekat. Wanita yang sangat ia rindukan kini ada di hadapannya. Jika bisanya mereka bertemu di dalam buku, hari ini mereka bisa saling melemparkan pandang.


"Aku sangat merindukanmu, Rychelle." bisik Alarick membuat dada Rychelle langsung bergemuruh tak menentu.


Bukan hanya Alarick yang memendam kerinduan yang begitu mendalam, ia pun juga sangat merindu. Terlebih mengingat beberapa hal yang membuatnya sangat penat akhir-akhir ini. Rychelle sangat ingin meluaskan semuanya kepada Alarick.


Namun lagi-lagi tentang situasi dan keadaan yang sangat tidak memungkinkan untuk mereka bersua membuat mereka masih harus menunda semuanya.


"Aku juga rindu."


Tiga kata yang keluar dari mulut Rychelle membuat Alarick perlahan mendaratkan kecupan singkatnya di bibir Rychelle.


Cup!


Kecupan singkat Alarick membuat Rychelle sedikit salah tingkah. Rona wajahnya seketika berubah seperti udang rebus.


"Selamat ulang tahun, Mas Arick." ucap Rychelle membuat mata Alarick membelalak sempurna.


Ia tidak menyangka sama sekali jika Rychelle mengetahui tanggal lahirnya. Bahkan ia sendiri tidak ingat jika hari ini adalah hari ulang tahunnya.


"Maaf, karena aku sudah membuat kau merayakan ulang tahunmu di dalam bui."


...💞💞💞...


Skip dulu yaaaa. Insya Allah UP lagi hari ini. Kira-kira apa nih yang Rychelle lakukan sama Alarick di belakang gudang?


Stay read terus yaa dan dukung terus yuk dengan


Like


Comment


Vote


Gift


Jangan lupa untuk klik tonton iklan biar Author makin semangat. 😘😘😘