Complicated Mission

Complicated Mission
Kembali Bertugas



Sudah dua minggu berlalu setelah Rychelle keluar dari rumah sakit. Hari ini ia mulai bertugas kembali di Kantor Polisi untuk melanjutkan misinya yang belum selesai. Semua jajaran polisi sudah menyebar ke setiap pulau di Kepulauan Seribu, sayangnya sampai saat ini belum juga menemukan Ludolf Berwyn dan anak buahnya yng lainnya.


Rychelle berkali kali mematut dirinya di depan kaca sambil mengenakan seragam kepolisiannya yang sudah lama ia tanggalkan begitu saja di lemari pakaian. Lambang pangkat polisi 3 balok perak bentuk V terus saja ia usap-usap sambil tersenyum.


'Sebentar lagi 3 balok perak ini akan bertambah menjadi 4 balok perak.' gumam Rychelle dalam hati yang menantikan kenaikan pangkatnya bulan depan karena keberhasilan dari misi besar yang ia kuak.


Sayangnya dalam kebahagian Rychelle kali ini, ia teringat akan Mas Aricknya yang saat ini sedang mendekam di dalam bui.


'Mas Arick apa kabar ya?'


'*Aku akan mengecek langsung keadaannya saat sudah sampai di kantor nanti.'


'Tapi bagaimana jika dia nanti justru kecewa denganku dan membenciku karena aku adalah orang yang ada di balik semua ini*?'


Saat Rychelle sedang memikirkan bagaimana caranya menemui Alarick dan melepas rasa rindu nya, pintu kamarnya di ketuk oleh Citra yang kemudian memanggil namanya dari luar.


"Deek, ayah sama abang udah nungguin kamu sarapan loh."


Rychelle pun langsung mengambil tasnya dan membuka pintu kamarnya.


"Oke, Kak. Aku juga udah siap kok." jawab Rychelle yang tampak sangat menawan dengan seragam kepolisiannya.


Wajah Rychelle yang sangat cantik membuat dirinya kurang pantas menjadi seorang polisi yang harus bergelut dengan debu di jalanan dan tugas tugas kasar.


"Cewek secantik kamu itu pantesnya jadi artis atau model loh dek. Paras cantik dan tubuh proposional kamu aja udah pasti langsung diterima kalo daftar jadi model." tukas Citra.


"Diiih Kak Citra bisa aja. Emangnya polisi wanita gak boleh cantik?" timpal Rychelle sambil menuruni tangga dan menuju ke ruang makan.


"Boleh boleh aja sih. toh kamu juga udah jadi polisi kan?"


"Maksud kakak kan lebih cocoknya jadi artis gituuuh. Apalagi kamu udah tenar loh di media sosial." balas Citra.


"Mau tenar di media sosial, jangan geming deh kalo ditawarin jadi artis dek." kali ini Rychand angkat bicara saat Rychelle sudah bergabung di meja makan.


"Bagi kakak tetep keren jadi polisi yang mengabdikan dirinya pada negara."


Mendengar Rychand seperti menyanggah ucapannya, membuat citra hanya memutar bola matanya malas. Ia paham betul bagaimana suaminya yang sangat anti dengan profesi tersebut.


Bahkan saat Citra mendapat tawaran untuk menjadi model di cover majalah pun dengan tegas Rychand melarangnya dan mengatakan bahwa citra lebih baik fokus menjadi Wanita Bhayangkari.


"Ayah sama kakak berangkat dulu ya." ucap Ryan One sambil mengelap mulutnya karena ia lebih dulu memulai sarapan bersama Rychand.


"Emang gak mau nunggu Rychelle dulu, yah?" tanya Rychelle yang masih mengunyah nasi goreng seafood buatan Citra.


"Aipda Teysar udah janji mau jemput kamu di hari pertama masuk kerja. Tunggu aja, bentar lagi ia juga datang." ucap Rychand yang sudah beranjak dari meja makan.


Benar saja ucapan Rychand, tak lama kemudian terdengar suara klakson dari luar rumah Rychelle tepat di suapan terakhir Rychelle.


"Aku berangkat dulu ya kak." pamit Rychelle sambil menyalami kakak iparnya dan bergegas keluar dari rumahnya.


Sesampainya di luar, Rychelle langsung mengerutkan dahinya saat melihat Teysar datang tidak dengan membawa mobilnya.


"Gak papa kan?" tanya Teysar sambil menyodorkan helm ke arah Rychelle.


"Aku cuma gak mau kamu terlambat bertugas di hari pertama masuk kerja." lanjutnya lagi.


Rychelle terdiam sejenak dan kemudian menerima helm yang disodorkan oleh Teysar. "Yaudah yuk kita berangkat." balas Rychelle yang sudah nangkring di belakang Teysar.


Teysar tidak langsung menjalankan motornya, tapi ia justru setengah berbalik ke belakang melihat posisi duduk Rychelle.


"Ada apa lagi kak?" tanya Rychelle melihat Teysar membalikkan badan menghadap ke arahnya.


"Emmm, enggak kok. Aku cuma mau bilang jangan lupa pegangan ya, biar gak jatuh." ucap Teysar sambil mulai menyalakan mesin motornya.


"Oooh, okey."


Rychelle langsung berpegangan di samping pinggang Teysar. Yap, hanya berpegangan saja seperti permintaan Teysar dan tidak lebih. Meskipun hanya seperti itu, hati Teysar sangat berbunga-bunga terlebih mengingat dirinya saat ini makin dekat dengan Rychelle.


...🛵🛵🛵...


Sesampainya di kantor polisi, Rychelle langsung bergabung dengan beberapa rekannya yang ditunjuk untuk membantu misi yang dijalankan oleh Rychelle. Tidak hanya itu, beberapa perwira tinggi juga bergabung di sana termasuk Brigadir Jenderal Aris, ayah dari Aipda Teysar.


"Kita semua sudah berpencar masuk ke dalam pulau pulau kecil yang ada di Kepulauan Seribu. Sayangnya sudah dua minggu ini tidak kunjung mendapatkan tanda-tanda dimana Ludolf Berwyn dan yang lainnya berada." ucap salah satu rekan Rychelle.


"Bisakah saya melihat laporan yang terkumpul selama dua minggu ini?" tanya Rychelle dan kemudian ia pun disodorkan laporan pencarian selama dua minggu ini dan Rychelle mengamatinya dengan seksama.


Ada beberapa foto yang membuat Rychelle terbesit sesuatu, ia pun mengumpulkan beberapa foto tersebut dan memindahkan dengan yang lainnya.


"Foto yang berhasil diambil di Pulau Damar mengingatkan aku dengan seseorang." ucap Rychelle memecah keheningan.


Polisi yang memegang kamputer pun langsung menampilkan slide pangambilan gambar di pulau Damar.


"Iptu Ryan One, coba anda perhatikan baik-baik laki - laki dengan muka cemong hitam dan memakai caping ini. Ia duduk di antara orang yang berjualan ikan dan membawa bakul yang berisi ikan segar."


Ryan One pun langsung mengamati foto itu dengan seksama dan seketika matanya membulat sempurna.


"Wow, BrigPol Rychelle benar-benar sangat teliti." puji Ryan One. "Saya tidak menduga jika orang yang mengenakan caping ini dengan wajah cemong hitam adalah Ludolf Berwyn."


"Yap, benar sekali. Dan wanita tua yang ada di sampingnya adalah Molly Ran." balas Rychelle membuat semua yang hadiri dalam pertemuan itu berdecak kagum.


Mereka sangat tidak menduga dan berfikir sama sekali jika Ludolf Berwyn melakukan penyamaran dengan seperti itu.


"Pulau ini sangat terpencil dan tidak ada jaringan di sana. Jadi kemungkinan terbesarnya ada dua, mereka masih ada di pulau Damar atau sudah menginjakkan kaki mereka di Kota ini dan melarikan diri ke tempat yang lebih jauh." timpal Rychelle.


"Jika kemungkinan menurut BrigPol Rychelle sendiri, mereka ada dimana?" tanya salah satu perwira tinggi.


"Mereka masih berada di Pulau Damar, karena kemarin mereka sudah berhasil mengelabui polisi dengan penyamaran mereka." jawab Rychelle.


Akhirnya mereka pun mulai menyusun rencana untuk bergerak menuju pulau Damar tanpa melibatkan Rychelle. Sedangkan Rychelle kali ini memiliki waktu kosong dan juga kesempatan untuk melihat keadaan Alarick di dalam bui.


...👮‍♀️👮‍♀️👮‍♀️...