Complicated Mission

Complicated Mission
Pemakaman



Rychelle membuka matanya perlahan dan melihat langit langit rumah sakit yang semunya terlihat putih. Kepalanya masih terasa sedikit pusing, namun seketika ia mulai teringat tentang kejadian sebelum ia tidak sadarkan diri.


"Ayah!" pekik Rychelle yang memaksakan dirinya untuk bangun.


Teysar yang kini ada di samping Rychelle pun langsung mendekat ke arah Rychelle.


"Jangan banyak bergerak dulu, Rychelle. Tubuhmu masih sangat lemah." cegah Teysar.


Memang setelah mendengar berita kematian Iptu Ryan One, Teysar dan ayahnya langsung menuju ke rumah sakit. BrigJen Aris langsung bergabung untuk pemulasaran jenazah sebagai penghormatannya terakhir, sedangkan Teysar langsung menuju ke ruang dimana Rychelle dirawat.


"Ayahku mana kak? Ayah bisa selamat kan kak?" tanya Rychelle dengan mata yang berkaca-kaca.


"Ayah gugur dalam bertugas, Rychelle." ucap Teysar sambil memeluk wanita yang sudah sangat lama ia rindukan.


Mendengar jawaban Teysar pun membuat Rychelle langsung menangis dalam pelukan Teysar.


Sedangkan Alarick yang baru saja keluar dari kamar mandi pun menghentikan langkahnya saat melihat Rychelle begitu terpukul di pelukan Teysar.


Cemburu?


Sudah pasti Alarick merasa sangat cemburu. Sedari tadi dia yang berada di samping Rychelle, menunggunya tersadar dari pingsannya. Namun ia tidak bisa berbuat apa-apa, terlebih mengingat dirinya sudah pernah merelakan Rychelle untuk Teysar.


Melihat Rychelle tampak sangat nyaman bersama Teysar, Alarick sadar diri untuk tidak menganggu mereka berdua. Ia pun langsung keluar dari ruang Rychelle dan menemui maminya.


"Bagaimana keadaan Rychelle, Al?" tanya Mami Divya.


"Ia sudah siuman dan saat ini sedang bersama dengan Aipda Teysar. Aku tidak ingin mengganggunya Mami." ucap Alarick.


Mami Divya yang sangat paham dengan kegundahan putranya pun hanya mengusap lengan Alarick pelan.


"Lalu, sekarang kemana kita akan pergi?" tanya Mami Divya.


"Kita urus pemakaman Bang Jerry saja Mam. Sepertinya Rychelle akan segera kembali ke Jakarta karena Om Ryan tidak mungkin dimakamkan di kota ini." jelas Alarick yang tampak berusaha setegar mungkin.


Akhirnya Alarick pun berpamitan dengan Rychand dan Citra untuk mengurus jenazah Abangnya. Ia pun juga mengabarkan jika Rychelle sudah sadar dan kini sedang bersama dengan Aipda Teysar.


"Terima kasih banyak atas semua bantuanmu Alarick dan juga Tante Divya. Kami akan membawa jenazah papi ke Jakarta. Jangan lupa untuk memberi kabar kepada kami jika kalian sudah tiba di Jakarta nanti." ucap Rychand.


Alarick pun mengangguk dan segera undur diri dari hadapan Rychand dan juga Citra.


...🍄🍄🍄...


Setelah prosesi pemakaman Jerry Berwyn, Alarick menemani maminya untuk mengemasi barang-barang di apartemen dan kemudian menuju ke Mansion Jerry.


Kali ini Alarick akan mengurus semua berkas aset kepemilikan Abangnya sebelum kembali ke Jakarta. Saat ia memeriksa ruang kerja Abangnya, langkahnya terhenti melihat kotak yang berukuran sedang, berwarna merah, dan penuh dengan ukiran daun waru.


Ia pun kemudian membuka kotak tersebut dan sangat terkejut setelah melihat isinya yang ditujukan khusus untuk Rychelle. Perlahan ia pun membuka surat yang terletak di paling atas dari isi kotak tersebut.


...💌💌💌...


...Dear Achiel, wanita yang sangat aku cintai....


...Hari ini aku sangat bahagia, karena kau telah sah menjadi istriku. Aku merasa jika aku adalah lelaki yang paling bahagia di dunia ini karena bisa memilikimu seutuhnya....


...Setahun bersamamu, membuat aku makin sadar jika aku memang tak pernah salah untuk mencintaimu....


...Kau adalah bidadari tercantik yang sangat baik hati....


...Kau adalah bidadari paling kuat yang pernah aku kenal....


...Kau juga bidadari yang paling luar biasa karena sudah mampu merubah hidupku yang kelam dan tidak terarah menjadi hidup yang sangat baik....


...Aku sehat dan tidak lagi tergantung dengan obat obatan terlarang berkat kesabaranmu yang memberikan terapi khusus untukku....


...Terima kasih sudah menemani hidupku, sayang....


...Bagiku, kau adalah hartaku yang paling berharga di dunia ini....


...Aku bukanlah pria yang baik, tapi kau telah menjadikan aku merasa istimewa di sampingmu....


...Aku tidak akan pernah takut lagi untuk kau tinggalkan, karena aku yakin kau akan tetap berada di sampingku sampai akhir hidupku....


...With Love,...


...Your Husband, Jerry Berwyn....


...💌💌💌...


Setelah membaca isi surat Jerry Berwyn, Arick pun memasukkannya kembali ke dalam amplop. Ternyata isi dalam kotak tersebut adalah semua aset kepemilikan Jerry Berwyn yang sudah dialihkan menjadi nama Achiella Kevin.


Alarick membuang nafasnya kasar saat mengetahui betapa besar rasa cinta Abangnya kepada Rychelle.


...☘️☘️☘️...


Sedangkan Rychelle kini sudah dalam penerbangan menuju ke Jakarta. Ia terus saja berada di samping peti mati ayahnya selama berada di dalam pesawat khusus milik Kepolisian.


Meski sudah dilarang untuk berada di situ dan diminta untuk beristirahat, Rychelle sama sekali tidak bergeming untuk beranjak dari jenazah ayahnya.


Bahkan saat turun dari pesawat, Rychelle memilih duduk di mobil ambulans dari pada di mobil pribadi milik beberapa perwira kepolisian.


Jenazah Ryan One langsung dikebumikan meski hari sudah larut malam. Prosesi pemakaman ayahnya kali ini Rychelle memang sudah tidak terlihat menitikkan air mata. Tetapi mulutnya terus saja bungkam.


Bahkan ia juga tidak membalas ucapan duka cita dari orang orang yang ada di sekelilingnya.


"Kita pulang yuk!" ajak Citra dan Rychelle hanya mengangguk sambil mengikuti langkah kakak iparnya itu.


Kini mereka sudah di dalam mobil yang akan mengantarkan mereka pulang.


"Aku lebih baik tidak bertemu dengan kalian semua dari pada melihat ayahku tidak bernyawa karena insiden ini." Rychelle kali ini mulai membuka suara setelah sekian lama terdiam.


Namun perkataan Rychelle kali ini membuat semua yang mendengarnya sangat terkejut.


"Aku menyesal meminta Mami Divya datang dan meminta pertolongan darinya. Jika aku tahu akhirnya akan begini, aku tidak akan pernah berusaha untuk menyelamatkan diri." ucap Rychelle lagi membuat Citra langsung memeluk adiknya erat-erat.


"Kau salah besar jika kau berfikiran seperti itu, sayang. Ayah gugur dalam bertugas, dan itu sama sekali bukan karena mu, sayang." jelas Citra sambil mengusap punggung adiknya.


"Selama ini ayah tidak pernah tersenyum bahagia setelah kematian wanita yang dibuat persis sepertimu. Namun kemarin, aku baru melihat ayah sangat bersemangat saat mendengar jika putri kesayangannya ada di Surabaya."


"Kau tahu, bahkan ayah sendiri yang membuat skema perencanaan penangkapan Ludolf Berwyn dan juga putranya. Ayah tampak sangat gembira malam itu saat hendak pergi ke Surabaya."


"Bahkan aku sempat merekam apa saja yang ayah katakan sepanjang perjalanan." ucap Citra sambil menyalakan ponselnya dan membuka rekaman suara ayah Ryan.


"Aku sendiri yang pertama kali akan melindungi putriku dari bahaya musuh. Kali ini aku akan berkorban nyawa demi keselamatan putri kesayanganku."


"Aku bahkan rela mati deminya, karena dia adalah satu satunya wanita tangguh yang sangat aku banggakan sampai akhir hembusan nafasku."


"Rychelle, putri kesayangan ayah."


"Jika besok kita tidak sempat saling menyapa karena ayah sudah tiada, Jangan pernah menyesal dengan apa yang kau lakukan, sayang!"


"Jangan pernah menyalahkan dirimu sendiri! Karena ayah sangat tidak menyukai itu."


"Ayah kok ngomongnya gitu sih." terdengar suara Rychand mengkritik ucapan ayahnya. "Harusnya besok kita akan pulang bersama-sama dengan keadaan utuh dan sehat bersama Rychelle." lanjutnya lagi.


"Tentu saja ayah mengharapkan hal itu, hanya saja terkadang kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok."


"Ayah hanya mengingatkan kalian jika gugur dalam bertugas itu lebih baik dari pada pulang tanpa nama."


"Ck, Ayah rasanya sudah tidak sabar melihat bagaimana cantiknya putri ayah sekarang."


Rekaman di ponsel Citra pun terhenti dan membuat tangis Rychelle kembali pecah. Dadanya terasa semakin sesak. Ia tidak menyangka semua terjadi begitu cepat dan tidak terduga.


...🍄🍄🍄...


Oke teman-teman readers semua. Nanti Author sambung lagi ya tapi plotnya akan dicepetin sedikit biar sedihnya tidak berlarut larut.


Stay read untuk menantikan pertemuan Rychelle degan Alarick.