
Setelah pergi liburan bersama Teysar, sekarang Rychelle mulai terbiasa bekerja sama dengan Teysar dalam bertugas maupun di luar tugas. Keduanya pun juga sudah memutuskan bersama jika minggu depan mereka akan mengikat hubungan mereka dengan tunangan terlebih dahulu dan memperkirakan pernikahan mereka sekitar 2 bulan kemudian.
Hari ini Rychelle memutuskan untuk melanjutkan misi yang ia anggap belum selesai dengan tetap mencari tahu keberadaan Jerry Berwyn dan juga papinya Ludolf. Ia pun menggelar meeting khusus dengan beberapa rekannya untuk mengumpulkan beberapa informasi yang dapat ia gunakan sebagai petunjuk.
"Aku yakin, Jerry pasti langsung melarikan diri tepat saat ia mengetahui Alarick Berwyn tertangkap di rumah sakit." ucap Rychelle di awal meeting.
"Dugaan awal, Jerry Berwyn pasti menyelinap ke dalam sebuah mobil yang saat itu ada di rumah sakit. Memang malam itu ada sekitar 20 mobil yang keluar dari rumah sakit, namun yang keluar dengan waktu yang hampir bersamaan dengan tertangkapnya Alarick hanya ada 3 mobil."
"Yang pertama adalah mobil milik salah satu dokter di rumah sakit, kemudian mobil box yang membawa alat kesehatan, dan yang ketiga adalah mobil farmasi yang baru saja mengantar obat obatan ke rumah sakit." jelas Rychelle panjang lebar sambil memperlihatkan bagan skema power Point di layar yang sudah ia siapkan sebelumnya.
"Interupsi!" tahan Bripda Imelda sambil mengangkat tangannya.
"Silahkan!"
"Kami sudah memeriksa mobil dokter, dan dipastikan Jerry Berwyn tidak masuk ke dalamnya. Namun saat kita mengecek CCTV yang terpasang setiap sudut rumah sakit, Jerry Berwyn tampak masuk ke salah satu mobil box, antara pembawa alat kesehatan atau farmasi obat-obatan." jelas Imelda memberikan hasil penemuannya.
"Informasi yang sangat baik Bripda Imelda." timpal Rychelle yang kemudian melanjutkan pembahasan meetingnya.
Akhirnya mereka menemukan kemungkinan pelarian Jerry Berwyn. Mobil Alat Kesehatan menuju ke Surabaya, sedangkan Mobil yang membawa obat-obatan justru menuju ke arah Bandung. Dua daerah yng berbeda membuat mereka harus membagi tugas.
...☘️☘️☘️...
Sedangkan di sisi lain, bunda Teysar dan juga Citra kini sedang menyibukkan diri mereka untuk mempersiapkan acara lamaran dan tunangan antara Teysar dan juga Rychelle.
Bahkan Rychelle memasrahkan semuanya kepada kakak iparnya karena tugasnya yang semakin padat dan ia tidak memiliki waktu untuk mempersiapkan acaranya sendiri. Sampai fitting baju pun ia percayakan kepada Citra terlebih selera mereka berdua juga hampir sama.
"Bunda sangat senang sekali akhirnya Rychelle sudah siap untuk dilamar. Citra tahu sendiri kan bagaimana bunda berjuang untuk pulih hanya untuk melihat mereka berdua duduk di pelaminan?"
"Iya bunda. Rychelle juga tampak bahagia mendapatkan kasih sayang dari Bunda. Saya lihat ia seperti menemukan sosok bunda yang ia rindukan selama ini." timpal Citra sambil memilih gaun yang cocok untuk Rychelle.
"Benarkah?" tanya Bunda Teysar berbinar. "Aku pun akan menyayanginya seperti putriku sendiri Citra."
Kini keduanya pun saling bertukar cerita hanya untuk membahas acara Rychelle dan juga Teysar.
...☘️☘️☘️...
Sedangkan Rychelle yang kini baru selesai meeting, langsung masuk ke dalam ruangannya untuk kembali menyusun beberapa informasi baru yang ia dapatkan bersama dengan team nya yang tidak lain adalah Aipda Teysar dan juga Bripda Imelda.
"Aku akan coba menghubungi polisi di Bandung untuk membantu misi ini." ucap Bripda Imelda.
"Okey Bripda," jawab Rychelle dan Bripda Imelda pun langsung keluar dari ruangan Rychelle.
Kini tinggal Rychelle dan Teysar yang mulai menghubungi kepolisian di Surabaya.
"Apa ada kemungkinan, jika mereka mengubah identitas mereka?" tanya Aipda Teysar.
"Aku rasa juga begitu, Aipda. Jika memang seperti itu, kita juga harus menghubungi Kantor Catatan Sipil untuk melihat siapa saja penduduk yang baru di sana." balas Rychelle yang tidak lepas memandang ke arah layar monitor di depannya.
"Aku sudah membagi tugas dengan yang lain untuk mencari informasi yang kita butuhkan." ucap Rychelle yang baru saja membagikan tugas terperinci secara online ekepada rekan-rekannya yang tadi hadir dalam meeting.
"BripKa Rychelle, aku juga Ingin menemui Alarick, Avega, dan juga Molly Ran untuk mengorek informasi kemungkinan dimana Ludolf melarikan diri."
Mendengar Teysar ingin menemui Alarick, membuat Rychelle mengalihkan pandangannya ke arah Teysar. Jika tadi saat meeting, ia terdengar biasa saja saat mengucap nama Alarick Berwyn di depan rekan kerjanya, kali ini hatinya sedikit berkecamuk saat mendengar ucapan Teysar.
"Silahkan saja! Lagi pula untuk masalah ini Aipda Teysar tidak perlu melapor." balas Rychelle dengan nada sedikit ketus.
"Ini sudah waktunya istirahat, bagaimana jika kita makan siang di kantin?" tawar Teysar mengalihkan pembicaraan.
"Aku tidak lapar." jawab Rychelle yang kembali fokus dengan tugasnya. Ia kini mulai menggambar skema kemungkinan di atas kertas.
Perlahan Teysar menjauhkan tangan Rychelle dari pulpen dan kertas yang masih dipegang nya.
"Seorang polisi tetap harus menjaga kesehatan agar misinya tercapai dengan baik. Kita makan sekarang atau aku akan membawamu dengan paksa menuju ke kantin." ancam Teysar.
"Kakak ngancem aku?"
"Tidak hanya mengancam, tapi mengintimidasi calon istriku." bisik Teysar tepat di telinga Rychelle.
Plak!
Tangan Rychelle langsung memukul lengan Teysar.
"Jangan macem macem deh. Ini masih di kantor, Kak."
"Kakak gak akan macem macem kalo kamunya senyum dan gak ngambek lagi."
"Diiih, siapa juga yang ngambek." kilah Rychelle yang kemudian berjalan dulu mendahului Teysar. "Yuk, buruan ke kantin."
Teysar pun sedikit berlari mensejajarkan langkahnya dengan Rychelle. "Maaf ya untuk yang tadi."
Rychelle melirik sekilas dan kemudian menganggukkan kepalanya sambil berdehem.
"Aku hanya tidak suka kakak membahas tentang Mas Arick."
"Tapi kita memang harus bertemu dengannya bukan? Terlebih kita sebentar lagi akan menikah." balas Teysar.
Rychelle menghela nafasnya pelan, ia pun membenarkan ajakan Teysar. Setidaknya Rychelle mengabarkan kepada Alarick jika mereka akan segera menikah. Namun ia takut justru akan semakin berat nantinya melepaskan Alarick.
"Bagaimana jika aku justru akan semakin sulit untuk melupakannya?" tanya Rychelle kepada Teysar. "Dan aku justru makin berat untuk merelakannya."
Teysar pun tersenyum mendengar ucapan Rychelle.
"Aku juga tidak pernah menuntut agar kau melupakan Arick. Yang aku inginkan, sepahit apapun pilihan kita, Arick tetap harus tahu. Agar hubungan kalian juga tetap baik."
"Tidak salah bukan jika mantan masih berkomunikasi dengan baik?" tanya Teysar yang memang tidak ingin memutus komunikasi antara Alarick dengan Rychelle.
Rychelle mengerutkan dahinya sambil menatap ke arah Teysar.
"Memangnya kakak gak akan cemburu nantinya?" tanya Rychelle kemudian.
"Cemburu itu tanda cinta, jelas aku akan tetap cemburu melihat kalian berdua. Tetapi nantinya aku akan merasa tenang karena diantara kita tidak ada lagi yang disembunyikan. Aku sangat menyukai kejujuran Rychelle, meskipun itu sangat pahit dan menyakitkan." jelas Teysar membuat Rychelle semakin kagum dengan lelaki yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.
...☘️☘️☘️...
Oke readers setia aku, nantikan ya bagaimana Teysar dan Rychelle bertemu dengan Alarick untuk mengabarkan pernikahan mereka.
Mohon dukungannya juga ya dengan like, comment, vote, gift dan tonton iklannya juga. Terima kasih banyak.