Complicated Mission

Complicated Mission
Vitamin Mata



Rychelle pun kali ini menurut dengan arahan Teysar untuk menepis segala kebimbangan hatinya dan menggantinya dengan menikmati liburannya kali ini bersama Teysar. Rona bahagia tersirat jelas di wajah Rychelle saat tiba di Little Venice.


Ia benar-benar melepaskan penatnya saat tiba di sana, terlebih saat Teysar mengajaknya menyusuri kanal dengan gondola. Berkali kali Teysar mencuri pandang ke arah Rychelle yang tampak sangat bahagia dan Terlepas dari beban fikirannya yang selama ini memenuhi kepalanya.


'Aku berjanji akan membuatmu selalu merasa bahagia, Rychelle. Bagaimana pun itu caranya dan meski nantinya aku yang harus merasa tersakiti. Asal aku selalu melihat guratan senyum di wajahmu. Karena itu jauh lebih cukup membuatku sangat bahagia.' gumam Teysar dalam hati.


"Kak, Fotoin aku dong." pinta Rychelle memberikan ponselnya kepada Teysar.


"Oke."


Teysar langsung membidik gaya Rychelle menggunakan kamera dan kemudian memperlihatkan hasil bidikannya kepada Rychelle.


"Wow, aku terlihat cantik ya kak jika di foto disini." gumam Rychelle memuji dirinya sendiri.


Teysar pun terkekeh mendengarnya dan tangannya langsung menoel hidung wanita di depannya.


"Bukankah kamu selalu terlihat cantik?" tanya Teysar.


"Dih, Kak Tey bisa aja. Kita foto bareng yuk." ajak Rychelle yang langsung mendekat ke arah Teysar dan membidik pose mereka menggunakan kamera depan.


"Lagi kak." pinta Rychelle dan Teysar hanya menuruti keinginan wanita yang kini sedang diselimuti rasa bahagia itu.


Setelah puas menyusuri kanal dan berbagai tempat di Little Venice, mereka berdua pun memutuskan untuk kembali ke villa dan makan siang di sana karena sebelumnya Teysar sudah memesan ikan bakar dan aneka seafood lainnya untuk makan siang mereka.


"Lain kali kita healing kayak gini lagi ya." ucap Rychelle saat mobil Teysar sudah menuju ke villa.


"Okey, bagaimana jika next trip kita pergi camping?" tawar Teysar dan langsung dibalas dengan anggukan kepala oleh Rychelle.


"Sepertinya harus diagnedakan acara seperti ini." tukas Rychelle yang langsung membuka ponselnya dan melihat tanggal merah di kalender.


"Pas banget nih kak, bulan depan ada tanggal merah di hari Jum'at. Kak Tey nanti cari destinasi tempat campingnya ya."


"Siap deh." jawab Teysar yang merasa ada kemajuan antara hubungannya dengan Rychelle.


Sesampainya di Villa, mereka berdua langsung menikmati makan siang bersama dan kemudian bersantai sejenak sebelum kembali pulang di depan televisi.


"Rychelle."


"Kakak boleh gak rebahan di pangkuan kamu?" tanya Teysar.


"Sejak kapan kakak minta izin begitu? Biasanya juga asal ditaruh aja kepalanya di sini." balas Rychelle yang langsung menaruh bantal di atas pangkuannya.


Teysar pun langsung merebahkan kepalanya di atas pangkuan Rychelle dan memejamkan matanya. Sedangkan perlahan tangga Rychelle pun tergerak untuk mengusap kepala Teysar.


"Mungkin ini yang orang bilang susah move on dari mantan. Terjebak dengan masa lalu memang susah untukku melangkah untuk menyongsong masa depan." batin Rychelle yang terus saja memandangi Teysar yang kini memejamkan matanya.


"Entahlah, biarkan cinta yang memutuskan kemana ia akan melabuhkan rasa. Jika Kak Teysar mengatakan cinta akan datang karena terbiasa, mungkin aku akan mulai mencintainya saat sudah terbiasa bersamanya."


Rychelle pun kemudian memejamkan matanya sambil bersandar di sofa seperti beberapa waktu sebelumnya saat mereka di rumah Rychelle.


Sedangkan Teysar kini membuka matanya saat Rychelle mulai terlelap dan memindahkan kepala Rychelle ke pangkuannya. Posisi mereka kini berbalik dari sebelumnya. Kali ini Teysar lah yang mengusap kepala Rychelle dengan sangat lembut tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun dari wanita cantik yang kini tidur di pangkuannya.


'Aku berjanji akan menjadikan kau Ratu dalam hidupku jika memang suatu saat kau membalas perasaanku, Rychelle. Dan aku tidak akan pernah menyinggung sedikit pun tentang masa lalumu.' batin Teysar.


Saat Teysar sedang memandangi wajah Rychelle, tiba-tiba Rychelle mengulet dan melingkarkan tangannya memeluk perut Teysar. Sayangnya gerakan Rychelle kali ini seketika membuat milik Teysar terasa begitu sesak di bawah sana.


'Oh My God, baru seperti ini saja membuat aku sulit bergerak.' batin Teysar menggerutu sambil mengusap wajahnya kasar.


Posisinya saat ini benar benar serba salah. Ia sangat ingin menuntaskan sesuatu yang bergejolak di bawah sana, tetapi Rychelle justru memeluknya semakin erat membuatnya sedikit mulai berkeringat menahan sesuatu.


'Ternyata ini lebih menyiksa daripada menanti Rychelle membalas perasaan ku.'


Kini muka Teysar sedikit memerah dan ia mulai mengatur nafasnya dengan menghembuskannya dengan perlahan lahan dengan harapan gejolaknya sedikit surut. Namun kemudian ia menghembuskan nafasnya kasar seperti orang yang baru saja lari maraton.


Hembusan nafas Teysar kali ini ternyata justru membuat Rychelle membuka matanya.


"Kak Tey, ada apa denganmu?" tanya Rychelle sedikit khawatir melihat muka Teysar yang memerah.


Ia pun beranjak dari pangkuan Teysar dan duduk tepat di hadapan Teysar sambil menangkupkan kedua tangannya di pipi Teysar.


"Kakak sakit?" tanya Rychelle dan Teysar buru-buru menggelengkan kepalanya.


"Oh, kebelet ya?"


"Ya udah, kakak langsung aja ke toilet, gak perlu di tahan-tahan."


Kali ini Teysar menelan ludahnya kasar sambil berfikir bagaimana ia bangkit dari sofa dan menuju ke toilet jika Rychelle tidak membalikkan tubuhnya. Tentu saja ia sangat malu jika Rychelle harus melihat sesuatu miliknya yang terasa sesak di bawah, yang seharusnya tidak ia lihat untuk dalam waktu dekat ini.


"Rychelle, bisa tolong buatkan aku teh hangat?" tanya Teysar yang terpaksa merepotkan Rychelle. "Sepertinya perutku sedikit mulas. Maaf sudah merepotkan mu."


"Oh, tidak masalah." jawab Rychelle yang kemudian berdiri dan menuju ke pantry.


Melihat Rychelle sudah beranjak pergi, Teysar pun buru-buru ke kamar mandi dengan setengah berlari. Sayangnya, tingkah Teysar yang tampak sangat buru-buru justru membuat Rychelle terus memandang ke arahnya.


"Kasihan Kak Tey, kayaknya udah nahan mules dari tadi." gumam Rychelle yang tak lama kemudian berteriak sambil menutup mulutnya sendiri.


"Astaga!" pekik nya sangat terkejut saat melihat celana pendek Teysar sedikit menyembul.


Rychelle langsung tersadar apa yang sebenarnya terjadi dengan Teysar. Ia pun langsung menepuk nepuk kedua pipinya berkali-kali yang sudah mulai memanas.


"Seharusnya aku tidak melihatnya. Ya Ampuun Rychelle." gerutu nya pada dirinya sendiri.


Ia pun buru-buru membuatkan teh hangat untuk Teysar dan meletakkannya di meja depan televisi.


Sedangkan Teysar sendiri tidak sadar jika Rychelle sudah melihat apa yang sejak tadi ia sembunyikan. Saat ia keluar dari kamar mandi, ia justru berpura-pura mengelus perutnya dan mendekat ke arah Rychelle.


"Makasih ya teh nya." ucap Teysar.


Rychelle yang menyadari kebohongan Teysar hanya berdehem dan menganggukkan kepalanya.


"Udah lega ya kak?"


Pertanyaan Rychelle tiba-tiba membuat Teysar tersedak dan batuk batuk.


Uhuk! Uhuk!


Dan dengan sigap Rychelle menepuk punggung Teysar. "Minumnya pelan aja kak."


"Oh Iya. Makasih ya."


"Makanya, lain kali gak perlu mindahin kepala aku ke pangkuan kakak."


Deg!


Teysar terkejut dengan celetuk Rychelle barusan. 'Jangan bilang dia lihat dan tahu apa yang udah terjadi sama aku. Duuh, Teysar! Kamu malu-maluin banget sih.' gerutu Teysar dalam hati.


Melihat wajah Teysar yang seketika memerah, membuat Rychelle kini merutuki kebodohannya dalam hati. 'Ups! Seharusnya aku gak perlu ngomong begitu kan? Yang ada nanti Kak Tey ilfeel lagi saa aku.'


"Jadinya perut Kak Teysar mules kan karena nahan buat ke kamar mandi." lanjut Rychelle lagi. Kali ini Rychelle mendengar hembusan nafas lega dari Teysar.


"Oh, gak masalah kali Rychelle. Kirain apa?"


"Kita pulang sekarang yuk kak. Takut nanti sampe rumahnya terlalu malam." ajak Rychelle yang beranjak untuk bersiap pulang.


...☘️☘️☘️...


Terima kasih banyak ya atas dukungan kalian yang bikin Author semangat untuk berkarya.


Jangan lupa untuk:


Like 👍


Comment


Vote


Gift


Dan juga


Tonton iklannya ya