
Jerry mengemudikan speed boatnya menuju ke arah Pulau Pelangi dan Alarick pun mengikuti kemana arah Jerry membawa speed boatnya karena ia tidak ingin terpisah jauh dari Rachel.
Sedangkan Ludolf sendiri meminta Ryan untuk mengarahkan kapalnya menuju pulau Bira dan yang lainnya diperintahkan menuju ke Pulau Putri. Dan semua barang penting milik Jerry ada dalam genggaman Ryan One.
Jerry langsung membawa Rachel menuju cottage pribadi miliknya yang ada di pulau Pelangi.
"Hai, kenapa kalian mengikutiku?" tanya Jerry saat Alarick dan juga Molly masuk ke dalam cottage miliknya.
"Lalu aku harus dimana?" tanya Alarick. "Aku tidak punya aset di pulau ini."
"Ck, kalian berdua menginap di Cottage sebelah. Aku yang akan membayar semuanya." ucap Jerry menunjuk ke arah cottage yang berdampingan dengan cottage miliknya.
Alarick dan Molly pun langsung berpindah ke Cottage sebelah dan memesan beberapa makanan. Sedangkan Rachel terlihat berkutat di pantry untuk membuat makanan.
"Apa yang kau lakukan, Rachel?" tanya Jerry mendekat.
"Aku lapar dan akan membuat makanan." jawab Rachel tanpa melihat ke arah Jerry.
"Untuk apa susah payah memasak, aku sudah memesankan makan malam untuk kita berdua."
Rachel menghela nafasnya pelan dan tetap memasak air panas untuk membuat mie instan yang tersedia di lemari pantry. "Aku tidak mau memakan makanan yang dari anda, Tuan Jerry."
"Kenapa?"
"Bisa jadi kali ini anda akan membubuhkan racun dalam makan malamku. Aku tidak mau mati sekarat, Tuan. Lebih baik sekali tembak daripada aku harus merasakan sakit terlebih dahulu." jawab Rachel sambil mengaduk mie instan yang ada di dalam pancinya.
Brakkk! Jerry menggebrak meja dengan kencang membuat Rachel sedikit tersentak.
"Aku tidak mungkin melakukan itu padamu, Rachel!" suara bariton Jerry memenuhi Cottage yang tidak kedap suara itu.
Namun dengan santainya Rachel berbalik dan menatap ke arah Jerry. "Dasar penipu ulung!" umpat Rachel membuat Jerry semakin geram. "Anda kan yang sudah membubuhkan obat tidur ke dalam makan siang ku? Jadi tidak menutup kemungkinan anda akan membubuhkan racun ke dalam makananku."
Kini Jerry terdiam saat mendengar bahwa Rachel tau jika makanannya dibubuhi obat tidur. "Tapi aku tidak mungkin membunuhmu, Rachel. Dan aku tidak terfikir sedikit pun untuk meracuni bahkan menembak mu sampai mati."
Kali ini Rachel mengacuhkan ucapan Jerry, karena bagi nya itu bukanlah apa-apa. Ia sendiri yakin kakaknya akan segera mungkin menemukan dirinya. Rachel kembali berkutat dengan masakannya dan siap menyajikan mie instan yang ia buat ke dalam mangkok.
"Rachel." panggil Jerry yang baru kali ini diacuhkan oleh seseorang. "Jangan mengacuhkan aku!" ucapnya lagi sambil menarik kursi makan dan duduk di samping Rachel.
Rachel tetap diam sambil mulai meniup mie instannya dan perlahan ia masukkan ke dalam mulut. Melihat Rachel begitu menikmati mie instannya, Jerry yang sudah lapar pun merebut mangkok Rachel dan mulai mencicipi mie instan buatan Rachel.
"Ternyata rasanya tidak buruk." ucap Jerry yang sama sekali tidak pernah mengkonsumsi mie instan dan kemudian menghabiskan mie instan buatan Rachel tanpa waktu yang lama.
"Bisa tidak jika kau buatkan aku lagi." pinta Jerry dan Rachel langsung berbalik dan membuat mie instan untuk kedua kalinya untuk dirinya dan juga Jerry.
Tepat saat mie instan buatan Rachel siap, makan malam pesanan Jerry pun diantar ke Cottage. Dan Jerry sama sekali tidak menyentuh makan malam yang sudah ia pesan dan justru menikmati masakan Rachel.
"Aku baru kali ini merasakan masakan ternikmat seumur hidupku." ucap Jerry saat mangkoknya sudah kosong.
"Karena yang memasak adalah calon istri ku."
Rachel langsung membuang nafasnya kasar dan pergi begitu saja mengabaikan ucapan Jerry.
"Dasar Mafia Halu, siapa juga yang mau nikah sama dia." gumam Rachel pelan sambil mencuci mangkoknya.
"Tentu saja kau, siapa lagi memangnya?" balas Jerry yang tiba-tiba melingkar kan tangannya ke perut Rachel. Dengan cepat Rachel menyikut perut Jerry dengan kencang dan menjauh dari Jerry.
"Argh." pekik Jerry kesakitan.
"Kurang ajar! Kau semakin bertingkah ternyata yaa." gertak Jerry semakin geram dan bersiap untuk menangkap tubuh Rachel.
Tapi dengan cepat Rachel berkelit dan kembali melayangkan bogemnya ke tengkuk leher Jerry. "Argh!" Jerry kembali memekik untuk kedua kalinya.
Namun kemudian ia berteriak memanggil penjaga untuk menangkap Rachel. Dan kini Rachel sudah tidak bisa berkutik lagi karena ia tidak mungkin melawan delapan orang sekaligus.
'Sial! Aku fikir tidak ada anak buah yang ikut ke Pulau ini. ternyata aku salah perhitungan.' gumam Rachel dalam hati.
"Bawa dia ke kamarku dan ikat di ranjang. Aku akan membuatnya hamil agar dia tidak bisa mengelak lagi untuk menikah denganku." ucap Jerry membuat Rachel kali ini benar-benar sangat ketakutan.
Rachel pun di gelandang masuk ke dalam kamar Jerry dan kemudian langsung di rebahan di atas ranjang dan kedua tangan dan kakinya diikat di setiap tepi ranjang.
'Habislah aku kali ini.' batin Rychelle sambil memejamkan matanya.
...☘️☘️☘️...
Sedangkan Jerry kini mencoba meredam amarahnya dengan menyulut batang rokok dan menghisapnya dalam-dalam. "Sifatnya yang sangat keras kepala, benar-benar mengingatkan aku pada Achiel." gumam Jerry.
"Ada apa sih Bang, dari tadi aku dengar ribut banget?" tanya Alarick yang datang bersama Molly karena keributan di Cottage Jerry.
"Bukan apa-apa, Al. Hanya masalah kecil dengan Rachel tadi." jawab Jerry.
Alarick mulai curi curi pandang mencari keberadaan Rachel karena ia sangat mengkhwatirkannya. Sayangnya ia tidak berani bertanya kepada Abangnya dimana Rachel sekarang berada.
Namun ia melihat delapan orang lelaki bertubuh kekar keluar dari salah satu kamar di Cottage.
"Mereka barusan ngapain?" kali ini Molly yang bertanya kepada Jerry.
"Hanya memberi sedikit pelajaran untuk Rachel." jawab Jerry santai.
"Maksudnya?" tanya Alarick sambil mengepalkan tangannya. Kepalanya kini dipenuhi berbagai macam pertanyaan dengan apa yang sudah dilakukan oleh 8 orang tadi.
"Huft!" Jerry membuang puntung rokoknya ke dalam asbak dan berdiri dari tempat duduknya.
"Dari pada kalian berdua banyak tanya dan mengganggu waktu istirahat ku, lebih baik kalian kembali ke Cottage kalian dan habiskan waktu kalian layaknya sepasang kekasih." ucap Jerry sambil mengayunkan tangannya mengusir Alarick dan juga Molly.
"Aku juga ingin menghabiskan malam ku dengan tawanan cantikku yang sangat menggemaskan."
Ucapan Jerry kali ini membuat Alarick semakin meradang dan terbakar cemburu. Ia tidak rela Rachel terjamah oleh kakaknya. Ia pun berfikir keras bagaimana ia menahan kakaknya untuk tidak masuk ke dalam kamar dan menemui Rachel.
"Tunggu, Bang. Ada beberapa hal yang harus kita perbincangkan. Kita harus segera menyusun siasat karena aku yakin sebentar lagi polisi pasti akan mulai sampai disini." ucap Alarick yang enggan meninggalkan Cottage Jerry.
"Ini sudah malam, Al. Tidak bisakah kita bicarakan ini besok pagi?" tanya Molly yang sangat ingin menghabiskan malamnya dengan Alarick meskipun tadi saat di laut Alarick dengan tegas memutuskan hubungan mereka.
"Nah, aku setuju dengan kata Molly. Aku lelah dan sangat ingin beristirahat. Lebih baik kita bahas masalah ini besok pagi." timpal Jerry.
...💞💞💞...
Sambil menunggu kisah selanjutnya, yang tetap akan aku update hari ini satu bab lagi, mampir dulu yuk ke karya bestie Author yang dijamin ceritanya keren dan seru.
Nama pena : Azzura
Judul Novel : Merubah Neraka Menjadi Surga