
Rychelle melihat Alarick yang duduk di atas karpet dan bersandar di dinding dari kejauhan. Ia terlihat tampak sedang menuliskan sesuatu di buku. Sedangkan Avega yang berada dalam satu jeruji besi dengannya pun kini juga melakukan hal yang sama dengan Alarick.
Rychelle mendekati sipir penjara dengan cara mengendap-endap agar Alarick dan juga Avega tidak melihat kedatangannya.
"Pak Sipir," panggil Rychelle dengan suara yang sangat pelan namun masih terdengar oleh sipir penjara.
"Siap BrigPol Rychelle." ucap sipir penjara yang langsung mendekat ke arah Rychelle.
"Sssttt! Jangan keras-keras pak." pinta Rychelle sambil melirik kearah Alarick dan juga Avega yang masih tetap pada posisi awalnya.
"Maaf Brigadir," ucap sipir tadi mulai memelankan suaranya. "Ada yang bisa saya bantu?"
"Emm, tentu saja. Tapi jangan sampai yang lainnya tahu." jawab Rychelle.
Rychelle pun akhirnya bertanya tentang kegiatan yang Alarick lakukan selama di penjara. Menurut informasi dari sipir penjara, ia selalu melihat Alarick menulis dan bercerita dengan Avega di waktu senggang.
Selain itu, Alarick tetap melakukan kegiatan lainnya bersama dengan narapidana yang lain seperti bersih-bersih, kegiatan agama, pelatihan ketrampilan dan juga masih menunggu persidangan selanjutnya untuk menentukan berapa la ia harus menjalani hukuman.
Mendengar penuturan dari sipir penjara membuat Rychelle menghela nafasnya pelan dan mencuri pandang ke arah Alarick yang kini sudah meletakkan buku dan pulpennya dan berbaring di atas tikar.
"Ada lagi yang ingin anda ketahui, Brigadir?" tanya sipir penjara dan Rychelle hanya menggelengkan kepalanya.
"Tidak ada lagi yang ingin aku tanyakan, tetapi, begini Pak Sipir." Rychelle mulai mengungkapkan alasannya yang masuk akal agar sipir penjara mau membantunya.
"Anda tahu bukan jika Alarick dan juga Avega adalah orang yang ditangkap kerana misi yang sedang aku jalankan?" tanya Rychelle dan sipir penjara langsung menganggukkan kepalanya dengan mantap.
"Nah, misi yang sedang aku jalani belum sepenuhnya selesai karena sangat rumit. Jadi untuk membantu menyelesaikan misiku kali ini, bisakah anda membantuku?"
Tawaran Rychelle kali ini membuat sipir penjara merasa sangat dihargai. Bagaimana tidak? Ia sangat senang menjadi orang yang dilibatkan dalam misi besar Rychelle.
"Dengan senang hati, Brigadir. Apa yang bisa aya bantu untuk anda?" tanya Sipir penjara.
"Aku ingin secara diam-diam kau mengambil buku milik Alarick dan juga Avega dan mengambil gambarnya. Setelah itu jangan lupa kirimkan padaku." jelas Rychelle dan sipir penjara langsung setuju.
"Tapi ingat, lakukan saat ia sedang tidur dan jangan sampai ada yang tahu."
"Siap, Laksanakan! Anda jangan khawatir, Brigadir. Saya akan menjadi sipir kepercayaan anda." ucap Sipir Penjara dan Rychelle pun kembali bergabung dengan rekan kerjanya yang lain.
...👮♀️👮♀️👮♀️...
"Brigadir Rychelle dari mana?" tanya Teysar yang baru saja keluar dari ruang meeting.
"Hanya berkeliling melihat suasana kantor." jawab Rychelle sambil tersenyum.
"Anda tahu kan saya sudah lama tidak berkunjung kemari, jadi saya sekedar melepas rindu dengan mengabsen setiap sudut kantor ini." jelas Rychelle.
Baru saja Teysar hendak menimpali jawaban Rychelle, bahunya sudah ditepuk oleh ayahnya sendiri.
"Saya tidak membenarkan mengobrol di waktu sedang bertugas." ucap BrigJen Aris.
"Maaf, BrigJen Aris." ucap Rychelle dan Teysar serentak.
"Aipda Teysar, kau bisa bergabung dengan rekan yang lain untuk mempersiapkan diri menuju Pulau Damar." perintah BrigJen Aris.
"Siap laksanakan!"
Teysar langsung beranjak untuk bergabung dengan rekannya yang lain.
"Siap laksanakan!" jawab Rychelle sambil mengikuti langkah BrigJen Aris.
...🎋🎋🎋...
Sedangkan di Kota Surabaya, kini Jerry sudah duduk manis menjadi salah seorang pemegang saham di sebuah hotel ternama. Tidak hanya itu, ia bahkan sudah tinggal secara menetap di sebuah apartemen dengan identitas yang baru.
"Dua minggu aku terseok seok di kota ini, dan kini aku sudah berdiri tegap dengan identitas yang baru. Jorell Kevin." gumam Jerry Berwyn sambil menatap kartu identitas barunya.
Ia pun kemudian mengambil ponselnya untuk menghubungi anak buah yang ia tugaskan untuk terus mengawasi Achielnya dari kejauhan.
"... "
"Bagaimana keadaan Achielku setelah pulang dari rumah sakit?" tanya Jerry.
"..."
"Oke, terus awasi dia dan aku akan mengirim sejumlah uang untukmu. Jangan lupa saat ini namaku adalah Jorell Kevin dan jangan lagi memanggilku, Jerry."
"..."
Panggilan pun terputus. Kali ini Jerry (Jorell Kevin) mendapatkan informasi bahwa Achielnya pergi dari rumah dengan memakai seragam kepolisian. Tidak hanya itu, yang membuat Jorell sedikit murka adalah saat ia mendengar bahwa Achielnya berboncengan motor dengan seorang lelaki.
Jorell langsung mengecek foto yang dikirim oleh anak buahnya dan mengamati gambar Achielnya dengan seksama.
"Sial! Ternyata Achiel adalah orang dibalik semua ini." gumam Jorell dengan geram.
"Bahkan dia sudah lebih dulu mengganti namanya dengan Rachel Ortisia dan berpura-pura masuk ke kantor Bank One Point untuk menguak ini semua." ungkapnya lagi.
Jerry (Jorell Kevin), memang sama sekali tidak mengingat siapa nama asli dari Achielnya. Yang ia ingat hanya tanda lahir di lengan kanan Achiel dan juga nama ayah Achiel.
"Ck, Rychelle Olyvia." Jerry mulai mengetikkan namanya di google search dan muncul beberapa informasi tentang Brigadir Polisi yang berhasil menguak perjudian dan perdagangan besar di Kota Metropolitan.
Bahkan namanya dan juga Papi Ludolf kini terdaftar dalam buronan polisi. Informasi yang ia dapatkan membuatnya sangat tercengang.
"Keberaniannya sudah tidak diragukan lagi." gumam Jerry (Jorell Kevin). "Dan aku mulai terkecoh dengannya hanya gara-gara aku sangat mencintainya."
Jerry (Jorell Kevin) terus membaca tentang berita terkini Achielnya yang ternyata adalah seorang Brigadir Polisi. Selama berhasil melarikan diri, ia fokus menata kehidupannya tanpa mengikuti berita terkini.
Berjalan menyusuri kota seorang diri sambil terus berfikir agar ia mampu menghadapi arus kehidupan. Bahkan ponselnya mulai kehabisan daya dan ia tidak bisa menghubungi siapapun.
Hari ketiga Jerry (Jorell Kevin) hidup di jalanan, tepat tengah malam ia melihat seorang lelaki paruh baya yang sedang dihadang di tengah jalan oleh tiga orang yang bermaksud hendak merampoknya.
Ia pun langsung melumpuhkan ketiga preman tersebut dan akhirnya pulang bersama dengan lelaki paruh baya tadi yang ternyata seorang pegawai di Kantor Dinas Kependudukan. Dan sebagai rasa terima kasihnya, Jerry (Jorell Kevin) dibuatkan identitas baru.
Mulai dari situ, ia pun membuka rekening baru dan mengirim semua asetnya masuk ke dalam rekening barunya.
Sekarang ia mulai berfikir, adakah ia salah membiarkan Ryan One tetap hidup? Tapi ia langsung menepis apa yang terlintas dalam fikirannya tersebut.
"Aku tidak salah membiarkan Paman Ryan tetap hidup, karena dari situ aku bisa bertemu dengan Achielku dan melihatnya tersenyum bahagia karena sudah bertemu dengan ayahnya." gumam Jerry (Jorell Kevin).
...☘️☘️☘️...
Mohon dukungannya ya semua dengan Like, Comment, Vote, Gift dan juga tonton iklannya biar authonya makin semangat.
Insya Allah hari ini Author up satu bab lagi. Semangaaaat