
Sudah 5 hari Rychelle belum sadarkan diri. Sejak Alarick tertangkap polisi dan Jerry melarikan diri dari rumah sakit, Rychelle dijaga oleh keluarganya sendiri karena Rychand akhirnya berhasil menemukan ruangan Rychelle di rawat atas nama Achiela pada hari kedua.
Jika ditanya darimana Rychand mendapatkan informasi keberadaan Rychelle, jawabannya adalah dari Chicko Praya yang diam-diam membuntuti Rychelle sejak di Pulau Pelangi atas permintaan Ryan One.
Pagi ini Rychelle mulai menggerakkan jari tangannya dan mengerjapkan matanya. Perlahan lahan ia membuka matanya dan semua tampak putih di hadapannya. Setelah matanya terbuka dengan sempurna, nampak korden jendela rumah sakit berwarna putih itu bergerak tertiup angin yang berhembus dengan sangat lembut.
Citra kali ini yang menunggu Rychelle di rumah sakit memang sengaja membuka jendela agar Rychelle terkena sinar matahari dan menghirup udara segar pagi hari.
"Kau akhirnya sadar juga Rychelle ku sayang." ucap Citra sambil menggenggam tangan Rychelle dengan begitu hangat.
Mata Citra berkaca-kaca melihat adik iparnya sadar setelah mengalami koma beberapa hari ini.
"Apa kau haus?" tanya Citra yang langsung berdiri dan mengambilkan air minum untuk Rychelle.
Rychelle pun tersenyum dan mengangguk. Ia langsung meneguk air mineral lewat pipet sedotan.
"Mau makan?" tanya Citra lagi saat Rychelle sudah melepaskan pipet sedotan dari mulutnya.
"Aku membuat puding alpukat kesukaanku, Rychelle." tawar Citra membuat mata Rychelle berbinar dan langsung menganggukkan kepalanya.
Dengan telaten Citra pun menyuapi puding alpukat sambil bercerita apa yang sudah terjadi 5 hari ini pada Rychelle.
"Kau tahu, Rychelle. Lima hari kau tidak sadarkan diri membuat aku sangat khawatir. Aku sangat takut kehilangan Adik ipar tersayangku."
Citra bercerita dengan suara yang terdengar sangat sendu. Sedangkan Rychelle pun terhenyak mendengar cerita dari kakak iparnya itu.
'Aku sudah tidak sadar selama hampir seminggu?' tanya Rychelle dalam hati.
'Ternyata Tuhan kali ini masih menghendaki aku untuk tetap hidup dan berkumpul bersama dengan keluargaku.' batin Rychelle dengan penuh rasa syukur masih diperkenankan untuk menghirup udara segar pagi ini.
"Bukan hanya aku yang resah, Bang Rychand pun sampai tidak pernah pulang ke rumah se pulang dari kantor." Kata kata Citra kali ini bersambut senyuman indah dari bibir Rychelle.
'Abangku satu-satunya itu memang terlalu menyayangiku. Tapi tunggu dulu, bagaimana nasib ayah?' batin Rychelle yang masih enggan bersuara karena saat ini ia begitu menikmati puding alpukat kesukaannya.
"Oh iya, aku juga ingin memberikan kabar terbaik untukmu, Rychelle."
Rychelle mengerutkan dahinya sambil menunggu kaba baik apa yang akan disampaikan oleh kakak iparnya itu.
"Ayah Ryan kemarin sudah pulang ke rumah. Aku sangat senang sekali akhirnya bisa bertemu dengan ayah mertuaku, Rychelle." air mata Citra kini sudah tidak bisa untuk ditahan lagi. Dia masih terus bercerita dengan air mata yang berderai.
"Dan hari ini ia kembali mengenakan seragam dinasnya dan mulai bekerja di kantor polisi."
Kali ini Rychelle yang tak mampu menahan air matanya. Ia menangis terharu dengan apa yang ia dengar dari kakak iparnya.
'Aku juga sangat bahagia. Usahaku tidak sia-sia sama sekali. Terima kasih banyak Tuhan, Ini semua terjadi hanya karena kehendak dari-Mu.' batin Rychelle dengan penuh suka cita.
"Kau sangat hebat dan luar biasa, Rychelle. Ini semua adalah hasil dari kerja kerasmu. Kami sangat bangga dan bersyukur memiliki adik sepertimu Rychelle."
Lagi-lagi Rychelle tersenyum membalas ucapan kakak iparnya.
"Aku mampu seperti itu juga karena dukungan kalian." ucap Rychelle dengan suara yang terdengar sedikit serak.
Separuh mangkok puding alpukat sudah berpindah tempat ke perut Rychelle. Ia pun mencoba menggerakkan tubuhnya untuk bangun dan duduk bersandar. Tapi tubuh Rychelle yang masih sangat lemah masih belum bisa bergerak terlalu banyak.
"Jangan terlalu banyak bergerak dulu, Rychelle." cegah Citra yang kemudian mengatur tempat tidur Rychelle agar sedikit lebih tinggi.
"Ayah pasti sangat sibuk di hari pertamanya bekerja." ucap Rychelle pelan.
"Ayah sudah berjanji akan mengunjungimu saat jam istirahat nanti sayang." balas Citra sambil mengusap kepala Rychelle. "Emm, begini saja. Aku akan mencoba menghubungi Bang Rychand lewat video call. Agar kau bisa melihat ayahmu emakai seragam dinas. Bagaimana?" tawar Citra dan Rychelle pun langsung menganggukkan kepalanya.
...📲📲📲...
"Ada apa sayang?" suara Rychand terdengar di ujung panggilan.
Citra tidak menjawab dan mengalihkan ponselnya ke arah Rychelle.
Setelah itu terlihat Rychand berlari kencang entah kemana dan tak lama kemudian terlihat ayahnya tampak sangat gagah dengan seragam dinasnya. Seragam yang menjadi kebanggaan Rychelle sejak ia kecil. Dua balok berwarna emas di bahu ayahnya tampak membuat Rychelle merasa sangat bangga.
Air mata Rychelle seketika berderai tanpa henti melihat ayahnya yang melambaikan tangan kepadanya. Ryan One pun tidak bisa berucap apa apa di ujung panggilan dan hanya menampakkan matanya yang sudah berkaca-kaca.
"Putri hebat ayah tidak boleh menangis." akhirnya suara Ryan terdengar juga membuat Rychelle buru-buru mengusap air matanya yang sudah membanjiri mukanya.
Kali ini Rychand mengalihkan kamera ponselnya ke arah rekan polisi yang lainnya.
"BrigPol Rychelle, lekaslah pulih." teriak temannya sambil melambaikan tangannya.
Rychelle pun membalas lambaian tangan rekan rekan kerjanya.
"Kami semua menantikan pelantikan kenaikan pangkatmu menjadi BripKa." teriak rekan-rekannya secara bersamaan membuat Rychelle semakin terharu.
Setelah itu Rychand pun mengalihkan kameranya ke wajahnya sendiri.
"Tunggu sebentar saja ya. Jam istirahat nanti aku dan ayah akan segera mengunjungimu." ucap Rychand.
"Aku tunggu." jawab Rychelle dan panggilan pun terputus.
...📲📲📲...
"Terima kasih banyak, Kak." ucap Rychelle mengulurkan ponsel yang ia pegang ke arah Citra.
"Itu kan ponselmu, pakai saja, Rychelle." ucap Citra.
"Ponselku?" Rychelle membolak balikkan ponsel yang ia pegang.
Ponsel iPhone 13 Pro Max yang ia pegang membuatnya sedikit kebingungan.
"Aku tidak pernah membeli ponsel semahal ini kak." ucap Rychelle sambil memandang ke arah Citra.
"Itu pemberian dari seseorang, dan diberikan khusus untukmu, Rychelle."
"Siapa?" tanya Rychelle penasaran.
"Sayangnya dia tidak mengizinkan aku untuk menyebutkan namanya. Sudahlah, kamu pakai saja." ucap Citra.
Tak lama kemudian dokter datang ke ruangan Rychelle untuk mengecek kondisinya. Hasil pengecekan dokter pagi ini menyatakan bahwa kondisi Rychelle sudah jauh lebih baik dari sebelumnya.
"Lalu kapan saya sudah diperbolehkan pulang, Dokter?" tanya Rychelle.
"Dua sampai tiga hari anda sudah diperbolehkan pulang, Nona. Tapi untuk satu sampai dua minggu ke depan anda masih harus beristirahat di rumah dan tidak melakukan banyak aktivitas." jelas dokter tersebut.
"Tapi itu membuatku merasa sangat jenuh dokter." gerutu Rychelle yang memang tidak betah untuk berdiam diri di rumah.
"Sayangnya hanya itu solusi agar anda nanti bisa beraktivitas seperti biasanya. Sebab jaringan organ yang ada dibekas tembakan itu masih mengalami proses pembaruan sel." jelas dokter.
"Baiklah kalau begitu." jawab Rychelle dengan lemas.
Dokter tersebut hanya tersenyum dan kemudian undur diri dari hadapan Rychelle.
"Kali ini kau harus berlatih untuk sabar, Rychelle. Tenang saja, kakak akan setia menemanimu di rumah saat pemulihan." ucap Citra sambil mengusap bahu Rychelle.
"Bahkan untuk menunggu jam istirahat ayah saja aku tidak sabar kak." gerutu Rychelle.
...☘️☘️☘️...
Naah, reader setiaku. Sambil nunggu kedatangan kakak dan ayah Rychelle, dan juga cerita bagaimana keadaan Jerry sekarang. Mendingan mampir dulu yuk ke karyaku yang lainnya.