
'Kenapa harus datang untuk melamar? Kenapa harus mendadak seperti ini?' gumam Rychelle dalam hati.
Ia langsung memandang ke arah Rychand untuk meminta penjelasan kepada kakaknya. Sayangnya Rychand langsung mengedikkan bahunya saat Rychelle memandang ke arahnya.
'Ck, jika kak Rychand tidak tahu, aku pastikan ayah juga tidak tahu mengenai hal ini. Dan BrigJen Aris benar-benar melamar ku untuk anaknya dengan cara mendadak.' batin Rychelle sambil terus berfikir kata apa yang harus ia ucapkan.
Terlebih saat ini yang melamarnya adalah seorang perwira tinggi yang sangat disegani. Tidak hanya itu, lamaran dadakan ini juga dilontarkan di depan perwira lainnya dan juga rekan-rekan nya.
Rychelle mengedarkan pandangannya ke sekeliling nya. Semua yang ada di ruang tamu saat ini semuanya perwira tinggi, sama seperti BrigJen Aris. Sedangkan rekan-rekan nya semua berada di luar.
"Ayah, apa maksud dari semua ini?" protes Aipda Teysar yang langsung mendekat ke arah ayahnya.
Hal tersebut menunjukkan bahwa Teysar sendiri tidak tahu menahu dengan lamaran mendadak yang dilakukan oleh ayahnya.
"Bukankah kau sudah lama menyukai BrigPol Rychelle Olyvia, putraku?" tanya BrigJen Aris kepada Teysar.
"Benar ayah, tapi ini terlalu cepat untuk Rychelle. Ia juga baru saja pulang dari rumah sakit." kilah Teysar yang merasa tidak enak dengan Rychelle dan juga keluarganya atas apa yang telah dilakukan ayahnya.
Melihat kemelut antara Aipda Teysar dan juga Ayahnya membuat Rychelle berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke arah Aipda Teysar dan juga BrigJen Aris yang berada di tengah tengah orang yang hadir di rumahnya.
"Tidak masalah Aipda Teysar." ucap Rychelle sambil menepuk bahu Teysar.
"Kali ini saya juga sama terkejutnya dengan yang lain atas lamaran yang diucapkan BrigJen Aris. Anda berhasil memberikan surprise yang sangat luar biasa untuk saya, Komandan." kali ini Rychelle menundukkan kepalanya seperti memberi hormat.
"Saya dan Aipda Teysar memang sudah lama saling mengenal dan bekerja bersama dalam tugas kepolisian yang diberikan. Aipda Teysar memang orang yang sangat cekatan, cerdas, dan juga teliti."
Penilaian Rychelle kali ini membuat Teysar salah tingkah. Namun dalam hatinya bersorak riuh gembira, karena tidak menyangka Rychelle begitu memperhatikannya.
"Tidak hanya itu, dia juga orang yang sangat tegas, berwibawa, dan juga tampan seperti ayahnya."
Ucapan Rychelle langsung disambut dengan sorak ramai para perwira tinggi yang hadir dan rekan kerjanya yang ada di luar rumahnya.
"Cieee Cieee."
"Cuit cuit."
Sedangkan kali ini bukan hanya Teysar yang salah tingkah, BrigJen Aris pun mulai tersipu mendengar ucapan Rychelle barusan.
'Anak ini pintar sekali ya membuatku tersipu seperti ini di depan yang lain.' gumam BrigJen Aris dalam hati.
"Tapi saya belum mengenal lebih dalam lagi kepribadian Aipda Teysar dan keluarganya. Jika memang diperkenankan, beri saya waktu untuk saling mengenal dengan Aipda Teysar dan juga keluarganya."
Kali ini BrigJen Aris mulai paham kemana arah pembicaraan gadis yang sedang ia pinang untuk putranya.
"Ini bukan berarti saya menolak lamaran anda BrigJen Aris atau pun menerimanya. Karena sebuah pernikahan bukanlah ikatan yang diputuskan secara mendadak atau tiba-tiba. Melainkan ikatan yang dipersiapkan dengan matang agar nantinya tidak terputus di tengah jalan." ucap Rychelle dan semua orang yang hadir langsung bertepuk tangan mengapresiasikan keputusan yang diberikan oleh Rychelle Olyvia sebagai Brigadir Polisi.
BrigJen Aris dan perwira yang lainnya semakin kagum dengan kebijaksanaan Rychelle dalam menjawab lamaran dari perwira tinggi seperti BrigJen Aris.
Terlebih lagi ayah Rychelle dan kakaknya tampak mulai bernafas lega karena jawaban Rychelle kali ini tidak membebani siapapun, entah itu pihak keluarga yang melamar maupun keluarganya sendiri sebagai pihak yang dilamar.
"Luar biasa!" tukas BrigJen Aris yang tampak sangat puas mendengar jawaban dari Rychelle..
"Saya sangat menyukai jawaban dari BrigPol Rychelle. Dia benar-benar tepat dalam menjawab lamaran dari saya. Dan dengan senang hati, saya beri kalian waktu untuk saling mengenal satu sama lain." tukas BrigJen Aris yang kemudian disambut dengan tepuk tangan dari semua yang hadir.
Setelah serangkaian acara penyambutan selesai dan ditutup dengan doa, satu per satu rekan yang hadir memberi selamat kepada Rychelle dan Teysar, meskipun mereka berdua memang belum resmi bertunangan, tapi keduanya sudah sama sama memutuskan untuk saling mengenal.
"Ayo Teysar, kita pulang." ajak BrigJen Aris sambil menepuk bahu putranya.
Mendengar BrigJen Aris mengajak putranya pulang, membuat Rychelle mendekat dan meminta agar Teysar tidak terburu-buru untuk pulang.
"Maaf BrigJen Aris, bisa tidak jika Aipda tinggal sebentar saja di sini. Emm, ada sedikit yang ingin saya bicarakan dengan dia." pinta Rychelle membuat hati Teysar berbunga-bunga.
"Ups!" BrigJen Aris menepuk keningnya.
"Om lupa, kalian kan sudah memutuskan untuk saling mengenal ya?"
"Baiklah, kalau begitu Om pulang dulu ya." ucap BrigJen Aris membuat Rychelle dan Teysar saling melemparkan pandang.
"Kita kan tidak sedang bertugas, jadi Rychelle bisa memanggil om." ucap BrigJen Aris. "Atau jika mau panggil ayah juga boleh." lanjutnya,.
"Oh, iya Om." balas Rychelle sambil tersenyum dan kemudian menyalami BrigJen Aris.
"Nah, Rychelle. Om akan menunggu kedatanganmu di rumah. Bundanya Teysar juga pasti menunggu kehadiranmu."
"Baik Om."
...💕💕💕...
Setelah semuanya sudah pulang, Rychelle mengajak Teysar untuk mengobrol di taman belakang rumahnya. Keduanya pun duduk berdampingan di kursi panjang yang ada di taman.
"Kak,"
"Hemm." jawab Teysar sambil memandangi Rychelle.
"Maaf untuk yang tadi - - -."
"Oh, tidak masalah Rychelle. Keputusanmu sangat benar dan aku setuju. Toh ayah juga sudah setuju bukan?" Teysar langsung memotong ucapan Rychelle karena ia tidak mau Rychelle merasa tidak enak.
"Kak Tey tahu sendiri kan? Aku benar-benar belum terfikir untuk menjalin hubungan apalagi menikah."
"Aku sangat memahami mu, Rychelle. Terlebih kau baru saja menyelesaikan misi besarmu." balas Teysar.
"Tenang saja, aku akan sabar menunggumu dan terus berusaha untuk mengenal kepribadanmu lebih dalam lagi."
Rychelle sangat lega dengan apa yang diucapkan oleh Teysar. Setidaknya keputusannya kali ini tidak menyakiti siapapun itu.
"Oh iya Rychelle, apa kau mau istirahat?" tanya Teysar yang melihat Rychelle sudah tampak sangat lelah.
"Emm, aku memang sedikit merasa lelah kak. Entah kenapa aku merasa tidak sekuat kemarin lagi." jawab Rychelle yang merasakan pandangannya mulai sedikit kabur.
"Sssttt, jangan bicara seperti itu. Kau memang masih dalam masa pemulihan." ucap Teysar.
Baru saja Rychelle berdiri, ia sudah terjatuh tidak sadarkan diri. Untungnya saja dengan sigap Teysar langsung mengangkat tubuh Rychelle dan membawanya masuk ke dalam rumah.
"Bang Rychand." teriak Teysar dan Rychand pun langsung keluar dari kamarnya.
"Ada apa, Tey?" tanya Rychand.
"Rychelle sepertinya kelelahan dan jatuh pingsan. biar aku antarkan dia ke kamarnya." ucap Teysar dan Rychand pun langsung menunjukkan kamar Rychelle.
Setelah itu Citra pun langsung bergegas ke kamar Rychelle dan merawat adik iparnya itu yang masih belum sepenuhnya pulih.
"Maaf ya Bang, seharusnya ayah tidak membuat Rychelle shock seperti tadi." ucap Teysar. Ia sangat paham Rychelle pasti sangat shock dengan lamaran dadakan tadi dan membuat dirinya yang belum pulih, drop lagi.
"Gak masalah, Tey. Aku sendiri mendengar ayahmu sangat kagum dengan Rychelle dan sangat ingin mengangkatnya sebagai menantu."
"Kami memaklumi sikap ayahmu tadi. Jadi jangan merasa bersalah dengan semua yang sudah terjadi. Terlebih kau dengan sendiri bukan bagaimana keputusan Rychelle tadi?" tanya Rychand.
"Iya Bang, sangat luar biasa dan jawabannya sangat tidak disangka." jawab Teysar.
"Yap, jadi jangan merasa bersalah untuk ini. Rychelle memang kondisinya belum benar-benar pulih. Tapi dia selalu memaksakan dirinya agar terlihat kuat." jelas Rychand.
"Baiklah, Bang. Terima kasih banyak. Kalau gitu aku pamit dulu ya. Tolong kabarin aku jika ada apa-apa dengan Rychelle." pinta Teysar dan Rychand pun langsung mengangguk.
...🙏🙏🙏...
Untuk hari ini sampai di sini dulu yaa. Lanjut besok lagi Guys.
Sambil nunggu besok, mampir yuk ke Novel Author yang lainnya.