Complicated Mission

Complicated Mission
Uncontrol



Jerry kini sudah berada di dalam kamar Rychelle dan menemani Rychelle yang sedang menonton salah satu film yang ada di televisi di kamarnya. Keduanya duduk berdampingan di sofa sambil menikmati kentang goreng yang baru saja dibuatkan oleh Inah.


Rychelle tampak begitu menikmati kentang goreng bumbu jagung bakar buatan Inah, sedangkan Jerry terus saja memandangi Achielnya yang sangat ia rindukan. Sedangkan Rychelle sendiri berusaha untuk masa bodoh, meski dirinya merasa sedikit risih dipandangi oleh Jerry Berwyn.


"Apa kau suka tinggal di sini bersamaku, Achiel?" tanya Jerry tanpa mengalihkan pandangannya.


"Abang mau jawaban yang jujur atau tidak?" bukannya menjawab pertanyaan dari Jerry, Rychelle justru balik bertanya sambil terus menikmati kentang gorengnya.


Sikap Rychelle yang seperti itu justru membuat Jerry semakin gemas dan mendekatkan dirinya dengan Rychelle." Aku suka jawaban yang membuatku senang, Achiel." bisik Jerry membuat Rychelle sedikit menjauhkan tubuhnya dari pria yang kini hampir tidak berjarak dengannya.


"Aku senang dan bahagia tinggal di sini." jawab Rychelle dengan nada yang sedikit ketus. "Bang Jerry sudah puas kan?"


Jerry terkekeh mendengar jawaban dari Achielnya. Tangannya kemudian terulur merengkuh tubuh Rychelle dan memeluknya dengan erat. Rychelle sendiri kini hanya diam terpaku tanpa membalas pelukan Jerry atau pun mengelak nya.


"Aku sangat puas mendengarnya. Kau tahu, aku sungguh menantikan kebersamaan kita ini, Achiel. Dan aku sudah menantikan nya sejak lama." ucap Jerry.


"Tapi aku merindukan keluargaku." timpal Achiel membuat Jerry seketika melepaskan pelukannya dan menatapnya tajam.


"Siapa yang paling kau rindukan?" tanya Jerry membuat Rychelle cepat cepat menggelengkan kepalanya.


"Aku akan melenyapkannya agar rindumu hanya tercurah untukku." lanjut Jerry lagi membuat Rychelle bergidik ngeri.


"Kenapa kau begitu kejam?" mata Rychelle membalas tatapan Jerry dan mulai nampak berkaca-kaca.


Tes!


Satu bulir air mata Rychelle menetes membasahi pipinya saat ia mengedipkan mata.


"Jangan menangis, Achiel! Aku sangat tidak suka melihatmu menangis." ucap Jerry yang langsung mengusap air mata Rychelle.


Rychelle memalingkan wajahnya dari Jerry dan kini duduk membelakangi pria tersebut.


"Percayalah, aku tidak akan berbuat jahat denganmu." ucap Jerry sambil mengusap bahu Rychelle.


"Kalau begitu lepaskan aku, Bang! Kembalikan aku dengan keluargaku!" pinta Rychelle tanpa menghadap ke arah Jerry.


"Aku tidak akan pernah melepaskanmu, Achiel. Apalagi mengembalikanmu kepada keluargamu yang tidak pernah memikirkan tentang kebahagiaanmu."


Ucapan Jerry kali ini berhasil membuat Rychelle berbalik dan menatapnya dengan tajam. "Apa maksudmu berkata seperti itu? Bahkan aku lebih tidak bahagia saat bersamamu, Bang!" sarkas Rychelle.


"Oh My God, seharusnya aku bersikap baik dengannya agar bisa secepatnya lepas dari sini." batin Rychelle yang kali ini tidak bisa menahan amarah dan rasa kesalnya terhadap Jerry.


Kekesalan Rychelle kali ini justru membuat Jerry tersenyum smirk ke arahnya.


"Sepertinya aku harus memberimu pelajaran kecil ya Achiel, agar kau menurut denganku dan tidak meninggikan suaramu di hadapanku." ucap Jerry membuat Rychelle semakin ingin menghajar Jerry habis-habisan.


"Tapi kali ini aku akan tetap bersikap lembut denganmu, karena aku yakin kau akan merasa bahagia jika hidup denganku."


Rychelle hanya memutar bola matanya malas mendengar ucapan Jerry yang dinilainya terlalu percaya diri.


"Aku yakin, kau terpaksa memenuhi perjodohanmu dengan Aipda Teysar tanpa memikirkan kebahagiaanmu sendiri bukan?"


"Aku bahkan sangat paham kau terpaksa membalas perasaan Teysar dan menyetujui perjodohan kalian hanya karena rasa kasihan terhadap bundanya yang baru saja sembuh dari stroke yang sudah dideritanya selama satu tahun. Bukankah begitu, Achiel ku sayang?" tanya Jerry yang tidak ditanggapi sama sekali dengan Rychelle.


"Ck, dan aku sangat tidak menyukai pengorbananmu itu, Achiel. Dan jangan terkejut dari mana aku mengetahui berita ini. Anak buah ku sangat banyak di sana dan memang aku perintahkan untuk mengawasimu dari jauh." jelas Jerry membuat semakin geram.


Kali ini Rychelle menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. "Sayangnya anak buah Bang Jerry salah dalam memberikan informasi." tukas Rychelle.


"Karena aku memang tulus menginginkan Aipda Teysar untuk menjadi suamiku. Dia pria yang baik, Gentle, perhatian, dan juga bertanggung jawab."


Brak!


Jerry langsung menggebrak meja setelah mendengar ucapan Rychelle barusan sampai kentang goreng yang masih tersisa berserakan di atas lantai.


"Tidak akan ada laki-laki yang pantas untuk menjadi suamimu, Achiel. Kecuali aku!" gertak Jerry yang langsung berdiri dari sofa dan bergegas keluar untuk meninggalkan Rychelle.


"Aku pastikan kau akan menyesal telah mengatakan itu di depanku, Achiel. Karena aku akan membuat perhitungan dengan Teysar." ucap Jerry yang kemudian menutup pintu kamar Rychelle dengan sangat kencang.


Amarah Jerry kali ini membuat Rychelle kalang kabut. Ia makin menyadari kesalahan yang tidak bisa mengontrol dirinya sendiri.


"Kak Teysar kini pasti dalam bahaya." Rychelle mengusap wajahnya kasar sambil terduduk lemas di atas sofa.


"Seharusnya aku bisa lebih sabar menghadapinya dan tidak membuatnya marah seperti ini." gerutu Rychelle yang merutuki kebodohannya sendiri karena sudah membuat mood Jerry kacau.


"Aduuuh, aku harus gimana sekarang?"


Rychelle mulai bingung sambil terus berfikir untuk mencari jalan keluar dari permasalahan ini. Setidaknya malam ini, ia ingin Jerry memaafkannya dan tidak membuat rencana untuk mencelakai Teysar.


Tak lama kemudian, Inah pun datang untuk membereskan kamar Rychelle yang berantakan.


"Inah." Rychelle langsung berlari dan mendekat ke arah Inah.


"Bisa tolong aku panggilkan Bang Jerry?" pinta Rychelle sambil memohon ke arah Inah.


"Maaf Nona, saya tidak berani. Barusan Tuan Jo saya lihat sangat marah di lantai bawah sampai memecahkan beberapa vas bunga." jawab Inah.


"Ck, Aku minta dipanggilkan Tuan Jerry, bukan Tuan Jo, Inah." ucap Rychelle memperjelas permintaannya.


"Maaf Nona, saya tidak bisa." jawab Inah yang langsung melewati Rychelle begitu saja dan segera membersihkan kentang goreng yang berserakan.


Setelah membersihkan kamar Rychelle, Inah pun langsung bergegas untuk keluar dari kamar Rychelle.


"Tunggu, Inah!" Rychelle langsung menghadang langkah Inah. "Jika tidak bisa memanggilkan Tuan Jerry, tolong panggilkan Chicko Praya untuk datang kemari. Aku benar-benar membutuhkan bantuannya." pinta Rychelle.


"Malam ini Tuan Chicko sedang mendapat perintah dari Tuan Besar untuk menuju ke luar kota, tepatnya di kota kelahiran anda, Nona." jawab Inah membuat Rychelle mengernyitkan dahinya.


"Chicko ke Jakarta?" tanya Rychelle dan Inah pun menganggukkan kepalanya. "Lalu ini ada dimana?" tanya Rychelle kemudian.


"Kita ada di Surabaya." jawab Inah yang langsung keluar dari kamar Rychelle.


"Surabaya." gumam Rychelle sambil menyandarkan tubuhnya di dinding.


"Aku sudah dibawa jauh sekali oleh Jerry Berwyn dan anak buahnya. Bahkan aku tidak ingat sama sekali bagaimana mereka membawaku hingga sampai di sini." Rychelle kini terduduk lemas di belakang pintu kamarnya.


"Lalu apa yang sudah terjadi di luaran sana setelah aku menghilang?"


"Aku yakin mereka pasti masih mencariku, Kak Rychand, ayah, Kak Teysar, BrigJen Aris dan yang lainnya pasti tidak akan tinggal diam dengan hilangnya aku."


"Semoga Kak Teysar segera menemukan aku di Surabaya." batin Rychelle mengingat sebelumnya sudah melacak keberadaan Jerry Berwyn dan juga papinya bersama dengan Teysar.


...☘️☘️☘️...


Teman-teman setiaku. Mohon dukungannya ya untuk karyaku ini dengan like, comment, vote, and gift biar Author makin semangat. Terima kasih banyak atas dukungan kalian. 😘😘😘