Complicated Mission

Complicated Mission
Kenyataan Baru



Siang ini Rychelle yang sudah sampai di rumah pun langsung merebahkan dirinya di atas tempat tidur.


'Akhirnya ku bisa istirahat juga setelah melewati serentetan kegiatan gila yang belum pernah aku lakukan sebelumnya.' gumam Rychelle dalam hati.


Ia pun perlahan melepaskan kamera di kalungnya yang selama ini ia pakai untuk merekam segala sesuatu yang berkaitan dengan misinya.


"Sepertinya memori ya sudah hampir penuh. Aku akan mengosongkan dan memindahkannya di laptop." ucap Rychelle yang kemudian menyambungkan kamera pengintai tersebut ke laptop miliknya.


Sembari menunggu pemindahan data, Rychelle pun mulai membuat laporan penemuannya selama hampir 2 minggu ini. Mulai dari Gedung Rahasia di Mall Metropolitan, hingga informasi yang Rychelle dapatkan di Pulau Rahasia.


"Sebenarnya ini sudah cukup kuat untuk diajukan sebagai bahan laporan. Masih ada waktu untuk membuat Tim Hebat yang akan melakukan penindakan tentang kasus besar ini." gumam Rychelle bangga.


Tapi kemudian Rychelle menekan tombol slow video pada video rekaman saat di Pulau Rahasia. Terlihat di layar laptopnya seorang lelaki paruh baya yang menyeret kantung mayat dan kemudian dimasukkan ke dalam speedd boat. Setelah itu ia bersiap untuk membawa speed boat ke tengah laut dan membuat mayatnya begitu saja.


"Bagaimana aku tidak melihat ini saat disana?" tanya Rychelle pada dirinya sendiri sambil memfokuskan gambar video tersebut.


"Oh iya, aku bahkan sedang sangat lelah dan tidak konsentrasi saat pulang dari pulau itu setelah mendengar suara tembakan di belakang cottage."


Setelah gambarnya semakin jelas, kini Rychelle membelalakkan matanya sambil menutup mulutnya. Air matanya langsung membasahi pipi Rychelle. Kali ini ia sangat tidak menyangka dengan apa yang ia lihat.


"Ayah..." suara Rychelle mulai tercekat. "Aku yakin ini ayah." Rychelle menunjuk ke layar laptopnya.


"Ayah ternyata masih hidup." air mata Rychelle terus mengalir membasahi pipinya.


Kemudian ia teringat saat suara seorang laki-laki meneriakkan nama Ryan dan memerintahkan untik membuang mayat ke laut.


Tiba-tiba terdengar suara pintu kamar Rychelle diketuk dan terdengar kakak iparnya berteriak memanggil namanya.


"Dek, ada yang nyariin di luar."teriak Citra dan Rychelle buru-buru mengusap air matanya.


"Iya kaaak." teriak Rychelle yang langsung menutup laptopnya dan membuka pintu kamarnya.


"Siapa kak yang nyariin?" tanya Rychelle.


"Teysar."


Mendengar jawaban Kakak iparnya, Rychelle langsung melihat ke arah jam dinding. "Baru jam 2 siang. Dan aku janji dengan Ega sekitar jam 5 sore. Kenapa datang secepat ini?" tanya Rychelle pada kakaknya.


"Entahlah." jawab Citra sambabil mengedikkan bahunya. "Lebih baik kau temui dulu."


Dengan malas Rychelle pun menemui Teysar yang sudah menunggunya di ruang tamu. Saat Rychelle menuruni tangga, mata Teysar terus fokus memandangi Rychelle sampai Rychelle berdiri tepat di hadapannya.


"Selamat siang Aipda Teysar." sapa Rychelle dan membuat senyum di bibir Teysar langsung merekah.


"Siang, Rychelle. Aku sangat merindukanmu." Teysar menggeser tubuhnya di sofa dengan harapan Rychelle akan duduk di sampingnya.


Sayangnya Rychelle justru duduk di depan Teysar. Akhirnya Teysar berdiri dan berpindah untuk duduk di samping Rychelle. "Kamu habis nangis ya?" tanya Teysar yang melihat mata Rychelle memerah.


"Oh tidak apa-apa. Apa kak Rychand sudah meminta tolong kepada anda untuk membantu..."


"Tidak perlu berbicara formal seperti itu denganku, Rachel Ortisia. Panggil aku Boo mungkin atau bisa juga dengan panggilan sayang. Bukankah sore ini kau akan mengenalkanku sebagai tunanganmu?" tukas Teysar memotong ucapan Rychelle.


"Bukan tunangan, aku hanya membawa anda sebagai pria yang dijodohkan denganku dan maaf itu hanya pura-pura saja." timpal Rychelle terang-terangan.


"Tidak masalah Rychelle. Yang jelas aku sangat senang bisa membantumu kali ini. Lalu kau akan memanggilku apa?" tanya Teysar.


"Kak Tey. Bagaimana?" tanya Rychelle.


"Tidak buruk dan aku menyukainya."


"Tapi anda datang terlalu cepat dan kita baru akan pergi sekitar dua jam lagi." tukas Rychelle yang sangat ingin merebahkan tubuhnya dan bermalas malasan di atas kasur.


"Kakak yang memintanya datang lebih awal agar kalian dapat berlatih menjadi pasangan dan tidak terlihat kaku." ucap Rychand yang tiba-tiba masuk ke dalam rumah sambil menenteng tas kerjanya.


"Kakaaaak." Rychelle menghambur memeluk kakaknya dan langsung menangis tersedu-sedu.


Rychand yang baru saja pulang langsung terkejut melihat sikap Rychelle kali ini. Tidak biasanya ia mendapati adiknya begitu sedih. Tidak hanya Rychand, Teysar dan Citra pun terkejut dan menebak nebak sebenarnya apa masalah yang kali ini dihadapi oleh Rychelle sampai ia menangis seperti ini.


"Apa yang sudah terjadi sayang?" tanya Rychand sambil mengusap kepala adiknya.


Rychelle tidak menjawab pertanyaan kakaknya dan terus saja menangis sesenggukan.


"Lebih baik bawa Rychelle ke kamar dulu." ucap Citra pada Rychand suaminya. "Aku akan menemani Aipda Teysar dan membuatkan minum untuknya."


"Apa yang membuatmu menangis Rychelle sayang?" tanya Rychand sambil menangkupkan tangannya di pipi Rychelle.


Rychelle perlahan menarik nafasnya. "Ayah kak.."


"Ada apa dengan ayah?" tanya Rychand lagi.


"Ayah masih hidup."


Deg! Ucapan Rychelle kali ini membuat Rychand langsung terdiam.


Selama ini mereka memang tidak pernah mendengar kabar tentang ayah mereka. Karena setelah Ryan One menghilang, bunda Oliv langsung membawa kedua anaknya untuk meninggalkan rumah mereka dan menetap di desa.


Setelah itu tak lama kemudian bunda Oliv meninggal dunia dan Rychand terus berupaya agar bisa bertahan hidup bersama Rychelle dengan sisa harta yang ditinggalkan orang tuanya. Dan selama ini mereka menganggap ayahnya sudah meninggal.


"Kau bertemu dengan ayah?" tanya Rychand dan Rychelle menggelengkan kepalanya.


"Lalu?"


Rychelle membuka kembali laptopnya dan memperlihatkan cuplikan video yang memperlihatkan bahwa itu adalah Ryan One.


Kini mata Rychand mulai berkaca-kaca. Apa yang di katakan adik perempuannya benar adanya.


"Kau sangat hebat, sayang. Misi besarmu berhasil dalam kurun waktu yang singkat. Kakak bangga padamu, Rychelle." puji Rychand sambil memeluk adiknya dengan sangat erat.


"Tapi kini kakak yakin nyawamu sedang terancam. Data personal yang masuk ke dalam pulau itu pasti akan dilacak secara detail." ucap Rychand yang begitu mengkhawatirkan adik perempuannya.


"Kau belum bisa melaporkan hasil penemuanmu Rychelle. Kau bisa mati terbunuh karena ini."


"Lalu aku harus bagaimana kakak?" tanya Rychelle kemudian.


"Simpan ini baik-baik. Saran kakak kau terima Avega sebagai kekasihmu saja. Kakak yakin, Liber Ran pasti tau tentang ayah." ucap Rychand memberi saran.


"Tapi kaaak... Aku sudah tidak ingin kembali ke Bank itu." balas Rychelle sedikit merengek.


"Tapi kau tidak bisa kembali ke kantor polisi, sayang. Mereka akan lebih curiga. Kakak akan membicarakan masalah ini dengan BrigJen Aris dan Aipda Teysar. Setelah itu kita akan mengatur rencana dan siasat. Anggap saja misi ini belum berhasil, tapi kita tetap membuat pasukan."


☘️☘️☘️


Hai Guys, mampir Yuuk ke Novel temen aku.



Judul : Jerat Hasrat Kakak Ipar


Nama Pena : Lady MerMaD


FB : Merlin Maulina Dewi


#Noveltoon


#Promosi_Novel


Sinopsis


Bara Alexander Horisson tidak menyangka bahwa dia akan mewarisi perkebunan, pabrik anggur dan property Horisson.


Masalah muncul karena dia tidak hanya mewarisi usaha keluarga, namun juga mendapatkan Kakak Ipar yang menggoda.


Menurut Bara, kakak iparnya adalah penipu yang licik, namun membuat Bara terjerat, oleh karena itu Bara harus melepaskan diri dari kakak iparnya.


Freya Hathaway atau Freya Horisson karena Freya menikahi saudara laki - laki Bara. Menyimpan rahasia masa lalu yang membuat dia tidak percaya diri. Dan untuk menyelamatkan keluarga Freya membuat rencana gila.


Apakah Bara berhasil melepaskan diri dari Freya? Atau


Bagaimana jika Bara sendiri yang tidak rela melepaskan Freya?


Bagaimana dengan nasib Freya, apakah dia akan berhasil dengan rencana gilanya?


Langsung baca aja yuks.