
"Abang gak mau bangun nih?" bisik Rychelle tepat di telinga Jerry. "Ini udah hampir jam tujuh loh." lanjutnya lagi membuat Jerry mneggeliat pelan dan membuka matanya.
"Gak kerja ya hari ini?" tanya Rychelle lagi dan Jerry menggelengkan kepalanya.
"Pantes aja males malesan gini bangunnya. Aku baru tahu loh Mafia kayak bang Jerry ini kalo tidur lama banget." ledek Rychelle membuat Jerry membuang nafasnya kasar.
"Bisa-bisanya dia meledekku seperti itu. Aku susah tidur juga karena semalaman terjaga karena ulah nya yang semena-mena terhadapku." gerutu Jerry dalam hati sambil mengusap wajahnya kasar.
Ia pun mendudukkan tubuhnya sambil menatap ke arah Rychelle yang tampak sangat anggun mengenakan dress yang sudah ia siapkan di lemari Rychelle.
"Abang gak mau nih sarapan sama Achiel?" tanya Rychelle yang sedang menyiapkan sarapan untuk Jerry.
Kali ini Jerry tersenyum mendengar Rychelle menyebut namanya sendiri dengan nama panggilan kesayangannya. Ia pun turun dari tempat tidur dan mendekati Rychelle yang kini duduk di sofa.
"Sepertinya tidur semalaman denganku membuatmu menjadi makin cerewet dan mengemaskan ya?" tanya Jerry dengan suara khasnya yang baru bangun tidur.
"Oh, jadi Bang Jerry nih lebih suka aku jutekin ya?" tanya Rychelle dengan nada mengancam.
"Gituh aja ngambek sih." Jerry menoel hidung Rychelle sekilas dan kemudian mengambil minuman hangat yang sudah dibuatkan Rychelle untuknya.
"Apa ini?" tanya Jerry yang merasakan aneh dengan minumannya.
"Oh, itu Teh jahe. Aku khusus loh buatin buat abang biar badannya sehat." jawab Rychelle.
"Dapet jahe dari mana?" tanya Jerry lagi yang kemudian menyesap kembali minuman yang ada di tangannya.
"Minta dibeliin Inah kemarin. Gimana bang? Enak gak?" tanya Rychelle yang langsung dianggukin kepala oleh Jerry.
Badannya yang terasa sangat lelah karena semalaman begadang kini terasa lebih hangat dan segar.
Melihat Rychelle yang sangat terampil menyiapkan sarapan untuknya, membuat Jerry sedikit merasa kasihan mengurungnya terus menerus di dalam kamar.
"Apa tidurmu nyenyak malam ini?" tanya Jerry.
"Tentu saja, apalagi abang menepati janji untuk tidak melewati batas di antara kita. Jadi, nanti malam bang boleh kok tidur satu ranjang sama aku." ucap Rychelle membuat Jerry menelan ludahnya kasar.
"Tidak, Achiel. Cukup malam ini saja. Nanti malam aku akan kembali ke kamarku sendiri." balas Jerry yang tidak mau tersiksa untuk yang kedua kalinya dengan Rychelle.
"Owh, bagus deh kalo gitu." tukas Rychelle yang dalam hatinya bersorak gembira.
Kini keduanya pun menikmati sarapan mereka.
"Aku bosan." gerutu Rychelle di tengah menikmati sarapannya.
"Aku akan mengajakmu berlibur ke pantai, bagaimana?" tawar Jerry karena ia ingin membawa Rychelle berlibur di Bali dimana tidak akan ada turis asing yang akan mengenalinya.
Kali ini Rychelle menggelengkan kepalanya. "Aku tidak suka ke pantai. Aku ingin ke Mall saja dan belikan aku ponsel yang bisa digunakan untuk mengakses media sosial. Tidak seperti ini." gerutu Rychelle memperlihatkan ponsel yang baru saja dibelikan oleh Jerry. Ponsel yang hanya bisa digunakan untuk bermain game tanpa ada akses internet maupun data sedikit pun.
Mendengar Achielnya yang merengek manja, membuat Jerry semakin gemas dengan wanita yang kini sedang memanyunkan mulutnya.
"Aku bisa menciummu jika kau manyun seperti itu lagi." ancam Jerry sambil mengusap bibir Rychelle menggunakan ibu jarinya.
Plak! Tangan Rychelle langsung memukul lengan Jerry agar menjauh dari bibirnya.
"Jangan nakal atau aku akan marah nanti!" ancam Rychelle yang kemudian memalingkan wajahnya.
Jerry pun terkekeh, "Aku sangat paham, Achiel ku adalah wanita yang sangat cerdas. Jika aku memberikan ponsel kepadamu, maka kau pasti akan langsung menghubungi seluruh keluarga dan teman-temanmu. Setelah itu kau bebas dariku dan aku akan mendekam di dalam penjara."
"Tapi bukankah abang juga lebih cerdas dari pada aku? Abang bisakan menyadap seluruh data dalam ponsel ku dan tidak memberikan ruang sedikit pun untuk aku bisa menghubungi keluarga maupun temanku?" balas Rychelle yang tidak mau kalah dengan Jerry.
"Aku akan memberikan akses tersebut untukmu tapi tidak dalam waktu dekat ini, Achiel. Mungkin yang pertama kali, aku akan memberikan antena digital agar kau bisa melihat kabar apa yang sedang ramai di luaan sana."
"Tapi aku memberikan itu dengan syarat." ucap Jerry dengan tegas.
"Apa syaratnya?"
"Kau tidak boleh kecewa dengan segala sesuatu yang sudah kau ketahui nanti." jelas Jerry.
"Jika aku melihatmu sedih, terpuruk, dan juga kecewa, maka aku kan kembali membatasi semuanya untukmu."
Rychelle pun membuang nafasnya kasar. Ia pun semakin dengan berita apa yang ramai di luar sana semenjak ia menghilang.
"Oke, aku janji." balas Rychelle yang kemudian menakutkan kelingkingnya dengan kelingking Jerry.
"Aku semakin tidak sabar untuk memilikimu, Achiel. Bagaimana jika kita menikah saja besok pagi?" tawar Jerry dan lagi-lagi Rychelle menggelengkan kepalanya.
"Tidak!" jawabnya tegas.
"Why?" tanya Jerry sedikit frustasi mendengar penolakan Rychelle yang ke sekian kalinya. "Kita bisa kan saling mengenal setelah menikah?"
"Bisa saja memang, tapi sayangnya masih banyak yang Abang tutupi dari aku. Abang tahu kan, aku mendambakan keluarga yang saling terbuka satu sama lain?" balas Rychelle membuat Jerry mengernyitkan dahinya.
"Apa Achiel ku ini sedang merencanakan sesuatu?" tanya Jerry menyelidiki.
Lagi-lagi Rychelle membuang nafasnya kasar. "Tuh kan, abang liat sendiri betapa abang tidak mempercayai aku sama sekali. Jadi mana mungkin kita bisa menikah." tukas Rychelle membuat Jerry kali ini kalah telak.
"Oke, maafkan aku, Achiel. Kali ini katakan apa saja yang ingin kau ketahui dari aku." ucap Jerry mengalah. Baginya balasan cinta dari Achielnya lebih penting dari apapun itu.
"Sangat banyak dan itu tidak mungkin Abang jawab dalam sehari ini." balas Rychelle.
"Aku ingin tahu bagaimana cerita Abang bisa sampai di sini? Siapa nama samaran yang abang pakai saat ini? Dimana abang menangkap ku hingga aku tersekap disini? - - -" belum lagi Rychelle melanjutkan pertanyaannya, Jerry langsung memotongnya dengan menggebrak meja.
Brak!
Gebrakan tangan Jerry di meja membuat Rychelle sangat terkejut.
"Apa yang sebenarnya kau inginkan, Achiel?" tanya Jerry dengan nada tinggi. "Pertanyaan mu seperti sedang menginterogasi ku dalam Berita Acara Polisi."
Mendengar gertakan dari Jerry membuat Rychelle langsung sedikit menjauh dari lelaki yang kini berada di hadapannya.
"Apa abang lupa jika aku memang seorang polisi wanita?" balas Rychelle.
"Jika Abang tidak suka dengan seorang polisi, maka silahkan saja cari wanita yang lain untuk menjadi istri Abang, dan tentunya bukan aku." sarkas Rychelle membuat Jerry mengusap wajahnya kasar.
"Lagi pula aku hanya ingin kita saling terbuka dan tidak ada rahasia sedikit pun di antara kita."
"Atau jangan-jangan Abang sudah mempunyai istri dan kini akan menjadikan aku istri kedua abang?" tanya Rychelle lagi yang kali ini menyulut amarah Jerry.
"Jangan mengatakan hal yang tidak tidak, Achiel. Aku tidak punya wanita lain di hatiku selain kamu!" gertak Jerry.
"Aku tidak suka omong kosong. Buktikan saja semua ucapan Abang! Agar aku tidak pernah bimbang untuk membalas cinta Abang." ucap Rychelle yang kemudian memutar tubuhnya membelakangi Jerry sambil menyalakan televisi.
Sedangkan Jerry sendiri kini langsung meninggalkan Rychelle dan masuk ke dalam kamar mandi untuk meredam amarahnya.
"Aku berharap Jerry Berwyn mengatakan informasi tentang dirinya setelah ini. Aku sendiri akan terus berjuang untuk diriku sendiri agar bisa terlepas dari penjara yang Jerry ciptakan untukku." gumam Rychelle dalam hati.
...☘️☘️☘️...