Complicated Mission

Complicated Mission
Simpang Siur Kematian Rychelle



Teysar dan Rychand sampai di TKP tepat pada waktunya saat mayat wanita yang tersangkut di pohon sudah berhasil di evakuasi. Tapi langkah Teysar tiba-tiba terhenti. Kakinya terasa lemas untuk bergerak saat melihat dari dekat pakaian yang digunakan oleh mayat di depannya.


"Ada apa Teysar?" tanya Rychand yang melihat Teysar terpaku.


Rychand sendiri sudah mulai gusar dalam hatinya saat melihat sosok wanita yang terbujur kaku yang kini tidak jauh darinya. Terlebih saat melihat Teysar tampak sangat shock dan menghentikan langkahnya.


"Dress itu adalah dress yang dikenakan Rychelle saat malam berkunjung menemui bunda." jawab Teysar dengan terbata-bata.


Deg!


Ucapan Teysar kali ini benar-benar seperti tamparan keras yang mendarat di pipi Rychand berkali-kali sampai ia merasa hampir pingsan.


Namun, Rychand tetap menguatkan dirinya untuk melangkah mendekat ke arah mayat yang sudah terbujur kaku tersebut untuk memastikan itu benar adiknya atau bukan.


Tapi saat langkahnya sudah semakin dekat, buru-buru ia menutup mukanya dengan tangan karena tidak sanggup melihatnya. Mayat yang ada di depannya memiliki postur tubuh yang sangat mirip dengan Rychelle.


Panjang rambutnya juga sama, sebahu dengan model bob. Bahkan di tangannya melingkar jam tangan milik Rychelle. Sayangnya muka Rychelle sama sekali tidak bisa dikenali karena benar-benar hancur seperti terkena air keras.


"Rychelle." suara Rychand tercekat dan terduduk lemas di samping mayat wanita tersebut.


Seketika air matanya sudah tidak mampu untuk dibendung dan bercucuran begitu saja. Teysar pun mendekat ke samping Rychand sambil mengecek mayat yang kini ada di hadapannya.


Setelah di pastikan dengan benar jika mayat itu adalah Rychelle, Tim SAR langsung membawanya ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan otopsi untuk menyelidiki penyebab dan bagaimana kematian mayat Rychelle.


Kini duka benar-benar menyelimuti keluarga Rychelle dan orang-orang terdekatnya. Bahkan bunda Teysar pun langsung tidak sadarkan diri saat mendengar Rychelle ditemukan sudah tidak bernyawa dan dalam keadaan yang mengenaskan.


Tidak hanya itu, berita kematian Rychelle pun langsung merebak di media sosial. Iringan doa untuk Rychelle pun langsung dipanjatkan oleh khalayak ramai lewat jejaring sosial.


...☘️☘️☘️...


Sedangkan di sudut kota yang lain, Ludolf Berwyn kini sedang tersenyum penuh kemenangan saat mendengar berita kematian Rychelle.


"Akhirnya wanita pembawa sial itu kini mati mengenaskan. Aku yakin, Ryan One pasti sangat terpukul atas kematian putri kesayangannya itu." gumam Ludolf Berwyn dengan begitu bahagia.


"Dengan begini, aku pastikan keluarga Ryan pasti akan sangat terpukul atas kematian wanita sial yang begitu dibangga banggakan. Dan aku juga akan menghancurkan mereka dengan mudah."


Ludolf Berwyn pun langsung menghubungi putranya untuk membicarakan kaba gembira ini.


"..."


"Kau pasti sudah mendengar tentang kabar kematian Achiel mu, bukan?" tanya Ludolf saat mendengar suara Jerry yang tidak bersemangat di ujung panggilan.


"..."


"Hello, Jorell Kevin. Kau tak perlu merasa sedih atas kematiannya, karena ini adalah kabar baik untuk kita. Dengan begini, aku pastikan tidak akan ada lain yang mengusik bisnis kita."


Ucapan Ludolf Berwyn kali ini membuat Jerry langsung memutuskan panggilannya secara sepihak.


"Ck, anak itu pasti sedang bersedih atas kematian Achielnya." gumam Ludolf Berwyn sambil membuang nafasnya kasar.


Ludolf Berwyn langsung merebahkan tubuhnya di atas sofa sambil memainkan ponselnya. Kini ia pun melihat kabar tentang Alarick dan Avega yang sudah terbebas dari penjara, sedangkan Molly Ran kini sedang dalam penangguhan menjalani hukuman mati.


"Hari ini benar-benar sangat menggembirakan untukku. Aku akan diam-diam kembali ke rumah untuk mengambil barang-barang penting di sana dan membawa Divya untuk hidup bersamaku di sini." gumam Ludolf Berwyn yang diam diam begitu merindukan istri Sahnya.


...☘️☘️☘️...


Berbeda dengan Alarick yang sama sekali tidak percaya jika Rychelle sudah tiada. Hari ini, ia dan Avega sudah dinyatakan bebas dari penjara dengan beberapa syarat. Sayangnya kebahagiaan atas kebebasan Alarick kini justru berganti dengan rasa kekhawatiran yang tiada tara.


"Itu tidak mungkin Rychelle, Mami." sanggah Alarick kepada Mami Divya yang memberikan kabar kepada putranya. "Aku sangat yakin dia masih hidup."


Mami Divya yang sangat memahami bagaimana putranya begitu mencintai Rychelle pun hanya mengusap punggung Alarick. Selama Alarick berada di dalam sel, ia memang selalu bercerita tentang Rychelle kepada maminya. Tujuan Alarick hanya satu, ia tidak ingin maminya ikut membenci Rychelle.


"Tapi kau sangat mengenal papimu, bukan?" tukas Mami Divya. "Dia tidak mungkin membiarkan Rychelle hidup, Al."


Kali ini Alarick pun terdiam membisu. Ia memang membenarkan apa yang diucapkan maminya, dimana papinya tidak akan memberi ampun sedikit pun orang yang sudah mengusik hidupnya. Tapi jauh di lubuk hatinya, ia sangat yakin jika wanita yang sangat ia cintai masih hidup sampai saat ini.


"Aku akan menuju rumah sakit dimana Rychelle di otopsi." ucap Alarick kemudian.


"Untuk apa Al?" tanya Mami Divya yang terdengar kurang setuju.


"Aku hanya ingin memastikan saja, Mami. Jika mayat itu bukan Rychelle." jawab Alarick.


Liber Ran dan Avega yang tadinya terdiam pun kini turut mencegah Alarick untuk pergi.


"Lebih baik kamu tidak ikut campur dalam urusan ini Al. Ingat! Kamu baru saja keluar dari bui." ucap Liber Ran menasehati Al.


"Aku setuju dengan kata Daddy, lebih baik kita pulang ke rumah dan mempersiapkan diri kita untuk kembali ke Perusahaan besok." tambah Avega.


Akhirnya Alarick pun menurut untuk kembali ke rumah, meski ia sangat ingin memastikan dengan mata kepalanya sendiri jika mayat itu bukan lah Rychelle.


"Rychelle, dimana pun kamu berada, aku sangat yakin jika kamu masih hidup. Bertahanlah, sayang! Aku akan terus mencari keberadaanmu dan menyelamatkanmu.' gumam Alarick dalam hati sambil mengikuti langkah Maminya menuju ke mobil.


...☘️☘️☘️...


Malam ini di kediaman Ryan One sudah penuh dengan lautan manusia yang datang untuk menyampaikan bela sungkawa kepada pihak keluarga. Ryan One tampak berusaha untuk tegar dan kuat saat menerima ucapan bela sungkawa.


Sedangkan Citra sudah berulang kali tidak sadarkan diri karena masih belum percaya jika adik ipar kesayangannya sudah tiada. Rychand pun dengan setia berada disamping istrinya dan terus mendampinginya.


Jenazah Rychelle kini masih berada di rumah sakit karena proses otopsi memerlukan waktu 24 jam. Dan Teysar masih tetap setia berjaga di sana meski hatinya kini remuk redam.


Rekan rekan polisi yang kini menemani Aipda Teysar pun turut merasakan apa yang tengah Teysar kini rasakan. Sayangnya mereka tidak dapat melakukan apapun untuk menghibur hati Teysar yang kini sangat bersedih.


...☘️☘️☘️...


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian semua ya dengan like, comment, vote, and gift yaa. Terima kasih banyak 😍😍😍