
Rychand hari ini pulang larut malam hanya untuk membereskan urusan adiknya. Sedangkan Teysar tidak langsung pulang ke rumah, melainkan justru mengunjungi Alarick terlebih dahulu dan membawanya ke ruangan khusus.
"Alarick Berwyn, maaf sudah mengganggu waktu tidurmu malam ini." ucap Teysar yang kini sudah duduk berhadapan dengan Alarick.
"Aku tidak ingin berbasa basi denganmu dan pembicaraan kita kali ini adalah masalah Rychelle."
Alarick tertegun dan langsung memandang ke arah Teysar dengan seksama. 'Rychelle? Apa yang akan ia bahas denganku masalah Rychelle?'
'Apa jangan-jangan dia sudah mengetahui hubunganku dengan Rychelle? Aduh, jika dugaanku benar adanya, aku yakin kali ini Rychelle pasti dalam masalah yang besar.'
"Tidak perlu menatap tajam ke arahku. Aku sangat faham apa yang saat ini kau fikirkan. Dan aku pun sangat yakin jika saat ini kau mengkhawatirkannya, bukan?"
Kata-kata Teysar kali ini membuat Alarick semakin merasa bersalah sudah membawa Rychelle masuk ke dalam masalah yang besar. Ia pun langsung bersimpuh di kaki Teysar dan memohon.
"Aku mohon apapun yang anda ketahui tentang Rychelle, jangan perbesar masalahnya. Jangan halangi dia untuk meraih apa yang ia impikan selama ini." pinta Alarick sungguh-sungguh membuat Teysar mengakui bahwa CEO di depannya benar-benar mencintai Rychelle.
"Aku tidak akan membawanya dalam masalah besar, karena aku sangat mencintainya."
Jawaban Teysar membuat Alarick bisa bernafas lega.
"Dan kita sama sama mencintai wanita yang sama, sayangnya Rychelle lebih memilihmu dari pada aku."
Alarick kini berdiri dan berhadapan langsung dengan Teysar. "Aku sudah melepasnya mulai detik ini. Kejarlah cintamu, aku yakin Rychelle akan bahagia bersama lelaki yang tepat untuknya."
Alarick sebenarnya sangat tidak rela mengatakannya, tapi ia harus mengubur dalam-dalam egonya hanya demi kebaikan Rychelle.
Teysar tersenyum melihat kebesaran Alarick yang merelakan Rychelle begitu saja. "Kenalkan aku Aipda Teysar. Aku berjanji akan menjaga dan menyayangi Rychelle," ucap Teysar dengan mantap.
"Terima kasih Aipda Teysar, aku doakan semoga kalian berdua bahagia." ucap Alarick sendu.
"Aku juga berterima kasih atas kebesaran hatimu, Alarick. Baiklah, aku memanggil mu kemari hanya ingin meminta kerelaan hatimu karena aku mulai besok akan menggantikan posisimu di hati Rychelle."
"Kau bisa kembali ke tempatmu sekarang, dan sekali lagi aku ucapkan terima kasih." ucap Teysar sambil menepuk bahu Alarick.
Alarick hanya tersenyum sambil mengangguk. Tidak perlu yang lain tahu betapa hatinya kini sudah hancur berkeping-keping.
Jika nantinya Rychelle benar-benar menggantikan posisinya dengan Teysar di dalam hatinya, setidaknya Alarick pernah singgah di hati wanita pujaannya meski sebentar saja.
...🌞🌞🌞...
Keesokan harinya, Rychelle sengaja bangun lebih pagi meskipun hari ini ia libur bertugas. Kali ini ia ingin memasak sesuatu khusus untuk ayah dan juga kakaknya. Tepat pukul 7 pagi semua makanan kesukaan ayah dan kakaknya sudah tersaji di atas meja makan.
"Wow, anak gadis ayah sudah sibuk sekali pagi ini." puji Ryan One yang baru saja keluar dari kamar karena mencium aroma makanan kesukaannya.
"Harus dong. Rychelle udah masakin nasi hainan kesukaan ayah dengan suwiran ayam." jawab Rychelle yang langsung mengambilkan nasi ke dalam piring ayahnya.
"Ehemm." dehem Rychand sambil menuruni anak tangga bersama istrinya.
"Hai kak," Rychelle melambaikan tangannya ke arah Rychand dan juga kakak iparnya.
"Aku sudah membuatkan nasi goreng seafood kesukaan kalian loh."
Rychand yang tadinya mau langsung menegur dan menasehati Rychelle pun kini menunda niatnya. Ia tidak Mungkin merusak kebersamaan dengan keluarganya sepagi ini. Terlebih mereka sangat jarang bersua karena kesibukan masing-masing.
Akhirnya mereka pun menikmati masakan Rychelle sambil mengobrol tanpa membahas tentang masalah Rychelle dengan Alarick sedikit pun.
"Oh iya, setelah ini aku ingin membahas tentang sesuatu di ruang keluarga." ucap Rychand sambil mengelap mulutnya.
Rychelle dan yang lainnya pun setuju. Kali ini Rychelle paham kakaknya pasti akan membahas tentang masalah yang kemarin. Terlebih semalam Rychelle juga sudah membaca surat yang dituliskan Alarick untuknya.
Bahkan Rychelle pun siap untuk mengikuti titah ayah dan juga kakaknya karena ini juga demi nama baik mereka. Kini mereka sudah duduk melingkar di ruang keluarga.
Brak! Rychand menggebrak meja bersamaan dengan buku Alarick tepat di depan Rychelle membuat Rychelle langsung membelalakkan matanya.
"Jelaskan apa yang ada di dalam buku ini Rychelle!" suara Rychand mulai terdengar sedikit menakutkan.
Ryan One dan Citra langsung memandang ke arah Rychelle dan menunggu jawaban yang keluar dari mulut Rychelle. Sedangkan Rychelle masih diselimuti rasa keterkejutannya.
"Aku ... Emm ..."
"Itu buku punya Mas Arick." jawab Rychelle yang masih berharap bahwa kakaknya tidak mengetahui apa yang sudah tertulis di dalamnya.
"Harusnya biarkan AL menulis sesuatu di dalam bukunya. Kenapa ini malah kamu sita?" tanya Ryan One.
Memang ada beberapa narapidana yang suka menulis dalam buku untuk mengisi kekosongan waktu mereka.
"Rychelle, kamu atau kakak yang akan menjelaskannya pada semua."
Kali ini Rychelle pun menjelaskan semua yang tertulis dalam buku tersebut kepada ayahnya dan juga Citra. Ryan One sangat terkejut saat mengetahui bahwa Putrinya ternyata sudah saling berbalas surat cinta di dalam penjara.
"Rychelle!" suara Ryan One mulai menggelegar di ruangan. "Apa kau tau apa yang sudah kamu lakukan?"
Rychelle hanya mengangguk dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Kamu sudah melanggar kode etik etika kepribadian POLRI!" gertak Ryan One yang selama ini sangat jarang meninggikan suaranya dan bahkan hampir tidak pernah.
"Bahkan mungkin dari pada itu, Ayah." sanggah Rychand yang sudah sangat kesal dengan apa yang dilakukan oleh adiknya.
Ryan One, Rychelle dan juga Citra kini menatap ke arah Rychand dan menunggunya melanjutkan pembicaraan.
"Apa maksud kakak?" tanya Rychelle dengan suara bergetar.
"Bisa kau jelaskan apa yang sudah kau lakukan di belakang gudang dan di ruang CCTV?" tukas Rychand membuat Rychelle kali ini sudah benar-benar terpojok.
Diamnya Rychelle justru membuat Rychand mengungkapkan apa yang sudah Rychelle lakukan dengan Alarick di belakang gudang dan juga aksi Rychelle yang menghapus rekaman di ruangan CCTV.
Ryan One pun langsung naik pitam dan melayangkan tangannya untuk menampar Putrinya.
Plak! Tamparan keras Ryan One membuat bibir kiri Rychelle berdarah. Kali ini bukan hanya pipinya yang terasa sakit mendapatkan tamparan dari ayahnya, tetapi hatinya juga terkoyak mengingat ayahnya tidak pernah memukulnya sam sekali.
"Ayah kali ini merasa kecewa denganmu, Rychelle."
Ternyata bukan hanya tamparan ayahnya yang membuatnya merasa sakit, tapi ucapan kekecewaan ayahnya ternyata lebih menyakitkan.
"Oke, aku bersalah dan aku minta maaf pada kalian atas segala kesalahan yang aku perbuat." suara Rychelle memenuhi ruangan dengan suara yang menahan tangis.
"Hukum saja aku sesuai yang kalian mau. Jika kalian mau mencoret namaku dari keluarga ini pun aku siap. Kalo perlu bunuh saja aku sekalian." teriak Rychelle dan kali ini tangisnya pun pecah.
Citra dengan sigap langsung berdiri memeluk adik iparnya.
"Jangan pedulikan aku Kak Citra. Mereka sudah tidak pernah mengerti bagaimana perasaanku. Aku hanya anak yang membawa sial dan sudah membuat mereka kecewa." ucap Rychelle sambil terisak isak.
Namun Citra dengan lembut memeluk Rychelle dan mengusap punggung adik iparnya itu.
"Biar aku menemani Rychelle menenangkan diri dulu." ucap Citra yang kemudian membawa Rychelle ke taman di samping rumah.
Sedangkan Ryan One kini mengusap wajahnya kasar sambil duduk bersandar. "Aku benar-benar tidak menyangka Rychelle lupa diri sampai seperti itu." gumam Ryan One.
Tapi kemudian Ryan One mulai teringat tentang bagaimana perjuangan Putrinya untuk menguak misi besar dan menyelamatkannya dari tawanan Jerry Berwyn. Ia pun langsung menyesali perbuatannya yang sudah menyakiti putru kesayangannya.
"Seharusnya aku tidak menyakitinya seperti tadi. Tapi kabar ini membuatku sangat shock, Rychand." sesal Ryan One.
"Tidak masalah, ayah. Aku pun merasa seperti itu. Dilema yang begitu mendalam. Di sisi lain Rychelle baru kali ini jatuh cinta, sayangnya kali ini situasinya sangat tidak tepat."
"Lalu apa solusinya?"
"Aku sudah memindahkan Alarick ke Lapas, dan akan memantau segala tingkah lu Rychelle. Untuk masalah ini, cukup keluarga kita dan Teysar yang tahu." jelas Rychand.
"Teysar sudah tahu?" tanya Ryan One dan Rychand pun mengangguk.
Ia pun akhirnya menceritakan semua yang ia ketahui pada ayahnya.
...☘️☘️☘️...
Teman-teman, mohon dukungannya ya biar Author makin semangat.
Yuk klik like, comment, vote, gift dan kasih tips dengan tonton iklannya ya. Terima kasih 😘😘😘