Complicated Mission

Complicated Mission
Di Rumah Sakit



Rychelle kini tiba di rumah sakit bersama dengan Mami Divya. Ia pun langsung menuju ke ruang operasi dimana ayah Ryan dan juga bang Jerry diberi tindakan. Saking paniknya Rychelle terus saja mondar mandir di antara dua ruang operasi.


"Rychelle!" panggil seseorang yang kini berdiri di belakangnya.


Rychelle pun berbalik dan seketika langsung memeluk perempuan yang barusan memanggilnya.


"Kak Citra!" air mata Rychelle langsung tumpah membasahi baju yang dikenakan Citra. Tidak hanya Rychelle yang menangis, Citra pun juga turut menangis bahagia telah bertemu dengan adik ipar kesayangannya.


"Aku bahagia bisa bertemu dengan mu, sayang. Bagaimana kabarmu?" tanya Citra di tengah isak tangisnya.


"Aku baik kak, tapi ayah..."


"Ayah pasti baik-baik saja, Rychelle. Dia pasti bisa berjuang hidup untuk kembali melihat putri kesayangannya." ucap Citra menenangkan adik iparnya.


"Aku membawakan pakaian ganti untukmu. Gantilah bajumu! Aku yakin kau sedikit kesusahan untuk berjalan dengan menggunakan gaun seperti itu." ucap Citra sambil menyerahkan goodie bag ke arah Rychelle.


"Ayo biar mami bantu melepaskan gaunmu." ucap Mami Divya sambil mengamit lengan Rychelle menuju ke kamar mandi.


...🍄🍄🍄...


Setelah Rychelle mengganti pakaiannya, ia pun bertemu dengan kakaknya Rychand di depan ruang operasi ayahnya. Mereka berdua pun saling berpelukan melepaskan rasa rindu.


Tak lama setelah itu, lampu indikator ruang operasi Jerry pun padam, bermakna operasi Jerry sudah selesai. Benar saja, Dokter dan para perawat pun kemudian memindahkan Jerry ke ruang ICU karena kondisi tubuhnya masih sangat lemah.


"Mau kemana dek?" tanya Rychand saat melihat Rychelle mengikuti dokter yang mendorong brankar Jerry.


"Aku ingin menemaninya terlebih dahulu sampai Bang Jerry sadar kak." ucap Rychelle.


"Kabarin aku jika operasi ayah sudah selesai." lanjutnya lagi.


"Aku akan menemani Rychelle." ucap Mami Divya yang kemudian mengejar langkah calon menantunya itu.


Sesampainya di ruang ICU, Dokter hanya memperbolehkan satu orang saja yang menunggu pasien di dalam. Akhirnya Mami Divya pun mengalah untuk menunggu di luar, karena ia sangat yakin yang dibutuhkan Jerry saat ini adalah kehadiran Achielnya.


Rychelle pun masuk dan duduk di samping Jerry yang sampai saat ini belum sadar dari pengaruh obat bius nya. Perlahan ia menggenggam tangan Jerry dan membisikkan sesuatu.


"Bang Jerry, sadarlah! Achiel mu ada di sini!" bisik Rychelle sambil berusaha menahan air matanya yang hampir menetes.


Meski Rychelle belum memiliki cinta untuk Jerry, tapi kebersamaan mereka selama ini membuat Rychelle menyayanginya.


Perlahan Jerry menggerakkan jari kelingkingnya dan membuat Rychelle tersenyum.


"Bang Jerry sudah sadar." batin Rychelle gembira.


Jerry tampak mulai mengerjapkan matanya membuat Rychelle makin mengeratkan genggamannya.


"A-chiel." panggil Jerry dengan nada yang sangat rendah dan terbata-bata.


"Aku ada di sini untuk Abang." ucap Rychelle membuat Jerry tersenyum.


"Ma-af-kan, A-bang!"


"Achiel sudah memaafkan abang. Berjuanglah untuk tetap hidup!" pinta Rychelle sambil sesekali mengecup punggung tangan Jerry.


"A-bang a-kan men-cin-ta-i A-chiel se-la-ma-nya."


Genggaman Jerry mulai melemah dan kini matanya pun tertutup.


Tuuuuuuuuut! Bunyi monitor ICU membuat tangis Rychelle pecah. Layar monitor juga sudah memperlihatkan garis panjang dimana Jerry kini sudah meninggal.


"Dokteeeeer!" teriak Rychelle.


Dokter dan para tenaga kesehatan langsung mendekat dan mulai memacu jantung Jerry. Namun berkali kali dipacu, Jerry sudah tidak memberikan reaksi sedikit pun seperti sebelumnya.


"Mohon maaf Nona, pasien memang sudah kehilangan banyak darah sejak di ruang operasi tadi. Sedangkan peluru yang menembus punggungnya mengenai tulang rusuk dan membuatnya patah, mengenai jantung pasien."


"Kami sudah hampir putus asa saat menjalani operasi tadi, tapi ternyata pasien terus berjuang untuk tetap bertahan hidup meski hanya sebentar." jelas dokter tadi membuat Rychelle makin terisak-isak.


"Abang, aku sudah benar-benar memaafkan semua kesalahanmu."


"Terima kasih sudah mencintai aku sampai akhir hidupmu, Bang."


"Pulanglah dengan tenang dengan membawa kebaikanmu padaku selama ini." batin Rychelle yang sama sekali tidak pernah menduga Jerry Berwyn akan meninggalkannya secepat ini.


Pihak rumah sakit pun segera mengurus jenazah Jerry sedangkan Rychelle langsung berpindah ke ruang operasi ayahnya.


"Belum selesai, Bang?" tanya Rychelle kepada kakaknya.


Rychand pun menggelengkan kepalanya dan tampak sangat gusar, terlebih setelah mendengar kematian Jerry.


Jika Jerry yang tertembak di punggung kirinya saja tidak terselamatkan, bagaimana dengan Ryan One yang ditembak Chicko Praya tepat di dada kanannya.


Lampu indikator ruang operasi sudah padam dan Dokter pun keluar dari ruang operasi.


"Mohon maaf,"


Dua kata yang terucap dari mulut dokter tersebut langsung membuat Rychelle sudah tau apa yang terjadi dengan ayahnya. Kata kata selanjutnya sudah tidak terdengar oleh telinga Rychelle dan seketika pandangannya pun jadi kabur.


Rychelle terjatuh dan tidak sadarkan diri. Untung saja Alarick yang baru datang dan berdiri tepat di belakang Rychelle langsung menangkap tubuh Rychelle dan menggendongnya ala bridal style.


"Bang Rychand dan Kak Citra bisa langsung mengurus jenazah Om Ryan One. Dan aku akan membawa Rychelle ke bangsal untuk mendapatkan pertolongan pertama." ucap Alarick.


"Baiklah, aku titipkan Rychelle padamu, Al." ucap Rychand.


Alarick pun mengangguk dan membawa Rychelle yang saat ini belum sadarkan diri.


"Akhirnya, aku menemukan mu, sayang." gumam Alarick yang merasa sangat gembira karena saat ini akhirnya ia bisa kembali dekat dengan Rychelle.


...🍄🍄🍄...


Sedangkan di sisi lain, saat ini Ludolf Berwyn sedang menjalani perawatan di klinik yang ada di kantor polisi. Luka tembakan di tangannya tidak begitu parah dan tidak perlu untuk di bawa ke rumah sakit.


Setelah luka di tangannya dibalut dengan kain kasa, ia segera di gelandang masuk ke dalam ruang penyelidikan.


Ia pun kemudian mulai menjalani penyelidikan bersama BrigJen Aris dan juga Aipda Teysar.


"Akhirnya buronan sepertimu tertangkap juga, Ludolf Berwyn." ucap BrigJen Aris.


"Aku pastikan kalian akan menyesal telah menangkap aku!" teriak Ludolf Berwyn geram.


Kali ini Ludolf Bwerwyn mulai menyesal telah melawan anaknya sendiri.


"Jika aku bersabar sedikit saja tidak gegabah dan berpura pura menyetujui pernikahan mereka, aku yakin tidak akan tertangkap seperti ini!" gerutu Ludolf dalam hati yang mulai merutuki kebodohannya.


Keinginannya yang sangat menggebu untuk menghabisi nyawa Rychelle setelah semalam ia mengetahui jika Rychelle masih hidup dan akan menikah dengan putranya hari ini juga membuat Ludolf Berwyn sangat geram.


Bagaimana tidak? Ia bahkan merasa tidak dianggap oleh putranya sendiri karena tidak diberi kabar tentang pernikahan mereka. Akhirnya ia pun mengutus orang suruhannya untuk menangkap penghulu yang asli dan ia menyamar menjadi penghulu yang palsu agar bisa membunuh Rychelle.


"Menangkap buronan sepertimu, bukan lah sebuah penyesalan bagi kami. Justru kami akan berpesta ria karena misi yang sangat rumit ini akhirnya selesai juga." ucap BrigJen Aris.


"Selamat Datang di ambang penyiksaan, Ludolf Berwyn."


Ucapan BrigJen Aris membuat Ludolf Berwyn meludah ke arahnya.


"Aku yakin, putraku Jerry pasti akan menyelamatkan aku." teriak Ludolf.


Belum sempat BrigJen Aris memukul Ludolf karena tindakan dan ucapannya, tiba-tiba saja Bripda Imelda datang dan mengabarkan jika Iptu Ryan One sudah meninggal dunia.


Kabar tersebut langsung disambut gelak tawa Ludolf.


"Ha ha ha ha! Akhirnya Ryan meninggal juga. Ini benar-benar kabar baik yang sudah aku nantikan hampir sepuluh tahun lamanya." ucap Ludolf Berwyn.


Mendengar berita kematian Ryan One, membuat BrigJen Aris dan Aipda Teysar bergegas untuk menuju ke rumah sakit. Sedangkan Ludolf kini ditangani oleh inspektur yang ada di kantor tersebut.


...🍄🍄🍄...


Hai Readers semua, doain ya nanti malam bisa up 1 bab lagi.


Yuk jangan lupa untuk dukungan kalian dengan like, comment, vote, and gift ya. Tonton iklannya juga. Terima kasih 🙏🙏🙏