
Rychelle kini sudah sampai di kamarnya dan kembali membuka ponselnya untuk melihat gambar yang dikirim oleh sipir penjara. Ia mulai berkutat lagu dengan buku dan pulpen untuk memecahkan isi buku Alarick yang ditulisnya menggunakan sandi.
...📖📖📖...
Hari kelima di penjara.
Aku bersyukur setelah mengetahui hasil tes narkoba ku negatif. Begitu juga dengan Avega. Namun terlepas dari itu, aku masih harus menjalani penyelidikan terkait perjudian di Gokk Build.
Aku sudah siap menjalani hukuman tentang hal ini karena aku memang berkecimpung di dunia judi. Namun ada satu hal yang membuatku sangat terkejut. Polisi berhasil membongkar lorong bawah tanah yang menghubungkan antara Bank One Point dan Mall di depannya.
Sudah bertahun tahun lamanya rahasia ini terkubur dengan sangat rapi. Yang membuatku sangat curiga, siapa yang sudah membongkar ini semua? Karena sepengetahuan ku, tidak ada seorang karyawan pun yang tahu.
Tapi bukti yang ditunjukkan polisi di depanku membuktikan bahwa Karyawan ku sendiri yang sudah membongkar rahasia ini. Karena dalam rekaman tersebut nampak sangat jelas ia menyusuri lorong bawah tanah dengan berlari.
Tapi siapa dia?
Saat kepalaku masih dipenuhi dengan berbagai pertanyaan siapa orang yang sudah menguak rahasia besar ini, ada seorang polisi yang datang dan membawaku bersama Avega untuk kembali ke ruang penyelidikan.
Dulunya aku berfikir jika sedang di selidiki oleh polisi, seorang narapidana akan diberi kekerasan seperti di cambuk dan lain sebagainya. Namun ternyata dugaanku salah besar.
Hanya saja yang membuatku sangat terkejut adalah saat aku melihat kawan kecilku saat ini menjadi seorang polisi dengan 3 bunga melati emas di bahunya. Aku yakin saat ini pangkatnya sangat tinggi di kantor polisi.
Dia masuk ke dalam ruang penyelidikan bersama paman Ryan yang tampak sangat gagah. Jujur dalam lubuk hati terkecilku, aku sangat bahagia melihat Paman Ryan kembali Bertugas dan memakai seragam kebanggannya. Akhirnya dia bisa terlepas dari tawanan papi dan juga Kak Jerry.
Aku merasa sangat malu dengan Rychand, harus kembali berjumpa dengannya dengan status narapidana. Tapi memang ini yang terbaik untukku agar aku terlepas dari belenggu bisnis sesat papi yang menggiurkan tapi juga sangat berbahaya.
...📖📖📖...
Rychelle langsung menutup bukunya dan meletakkan ponselnya setelah memecahkan isi buku Alarick.
'Mas Arick sudah mulai curiga siapa yang ada di belakang semua ini.' gumam Rychelle dalam hati.
'Dia bahkan sudah bertemu dengan ayah dan Kak Rychand. Aku baru tahu jika mereka berteman dekat. Tapi kenapa aku tidak mengingatnya sama sekali ya?'
'Ck, aku takut dia akan sangat membenciku jika dia tahu siapa yang ada di balik semua ini.' batin Rychelle mulai gusar.
'Seharusnya aku tidak perlu memakai hati saat menjalankan misi ku. Aku juga tidak perlu jatuh cinta dengan orang yang jelas sudah mempunyai tunangan dan sasaran dari misi besarku ini.'
Rychelle merebahkan tubuhnya di atas kasur dan menutup mukanya dengan bantal.
"Tapi aku sangat menyayangi dan mencintainya meski aku baru mengenalnya."
"Kenapa kali ini cinta datang di saat yang tidak tepat?" gerutu Rychelle.
...💞💞💞...
Saat ini Ludolf Berwyn sudah berada di salah satu warung makan untuk mengisi perutnya yang sangat lapar dan mengisi daya baterai ponselnya. Saat ini uang yang ada di dalam dompetnya masih cukup untuk membeli makan dan pulsa untuk menghubungi putranya.
Setelah selesai makan, Ludolf segera menghubungi putranya karena ia sangat yakin putranya belum tertangkap polisi.
"Jerry, kau dimana sekarang?"
"..."
"Papi sudah yakin kau akan selamat, tolong Papi sekarang. Aku tidak mau tertangkap."
"..."
"Baiklah, perintahkan anak buah mu untuk segera menjemputku di sini dan membawaku ke kotamu sekarang."
"..."
Setelah panggilannya dengan Jerry terputus, ia langsung ke tempat yang aman dan mengirimkan lokasi terkininya pada anak buah Jerry.
Tidak hanya itu, Ludolf juga melihat Ryan One yang kembali Bertugas sebagai seorang Iptu. Seketika tangannya mengepal geram dengan apa yang ia ketahui saat ini.
"Dasar kurang ajar. Ryan benar-benar orang yang tidak tau berterima kasih dan tidak tau diuntung."
"Seharusnya aku sidah membunuhnya dan mayatnya sudah membusuk di dalam tanah tanpa harus menjadikannya seorang tawanan." gerutu Ludolf Berwyn tidak suka.
Sejak sahabatnya menentang bisnis besar nya, Ludolf benar-benar sudah mencoret nama Ryan One dari daftar sahabatnya. Bahkan ia benar-benar malas bertemu dengan Ryan karena hanya melihat keberadaan Ryan saja membuatnya naik pitam.
Terlebih Jerry selalu membela Ryan dan melindunginya hanya dengan alasan Ryan adalah ayah kandung dari Achielnya.
"Jika dulu Jerry mengizinkan aku untuk melenyapkan nyawa Ryan, aku yakin ia tidak akan kembali memakai seragam nya itu saat ini."
Satu jam menunggu kedatangan anak buah Jerry membuat Ludolf sedikit mengantuk dan tertidur dengan bersandarkan tiang.
"Tuan," panggil anak buah Jerry sambil menepuk bahu Ludolf. "Kita harus pergi sekarang juga."
Ludolf pun langsung membuka matanya dan masuk ke dalam mobil anak buah Jerry yang akan membawanya langsung menuju Surabaya.
...🚙🚙🚙...
Malam ini Rychelle langsung masuk ke dalam kamarnya setelah makan dan kembali melanjutkan aktivitasnya untuk memecahkan isi buku Alarick. Sayangnya baru saja ia mau membuka bukunya, kamar sudah diketuk oleh kakak iparnya.
"Dek." panggil Citra dari luar kamar Rychelle. "Udah tidur?"
Rychelle langsung menutup kembali bukanya dan membuka pintu kamarnya.
"Belum, Kak. Ada apa?"
"Ada Teysar tuh di bawah, tadi dia yang antar Bang Rychand sama ayah pulang ke rumah." jawab Citra sambil menunjuk ke arah ruang tamu.
"Aipda Teysar yang nganterin pulang?" tanya Rychelle dengan sedikit mengerutkan dahinya tidak percaya.
Memang saat Ayah dan kakaknya menuju ke pulau Damar, Rychelle akhirnya pulang ke rumah dengan mengendarai mobil kakaknya. Tetapi tadi pagi Teysar menjemputnya dengan menaiki motor sport milik Teysar. Tidak mungkin Teysar mengantar ayah dan kakaknya pulang naik motor sport miliknya.
"Bukannya tadi Aipda Teysar bawa motor ya?" gumam Rychelle yang terdengar oleh Rychand yang hendak masuk ke dalam kamarnya.
"Iya dek, tapi motornya dibawa pulang sama BrigJen Aris. Jadi sekarang dia bawa mobil ayahnya buat nganterin kita." jawab Rychand.
"Temuin dulu gih di bawah. Jangan lupa buatin minum. Kakak mau manja-manjaan dulu sama Citra."
Rychand langsung menarik kakak iparnya masuk ke dalam kamar sedangkan Rychelle pun segera ke pantry untuk membuatkan minum dan membawa cemilan untuk Teysar.
"Capek ya kak?" tanya Rychelle basa basi sambil membawa kopi caramel kesukaan Teysar beserta cemilannya.
"Emm, gak juga lah." jawab Teysar yang rasa lelahnya langsung hilang begitu saja saat melihat Rychelle membawakan minum untuknya.
"Secapek-capeknya aku, kalau ngeliat kamu gini aja rasa capeknya langsung hilang." timpal Teysar lagi membuat Rychelle sedikit mencebik kesal.
"Diiih, gombal banget." timpal Rychelle sambil menyodorkan kopi caramel buatannya.
"Diminum dulu kak kopinya. Bentar lagi aku siapin makan malam." Rychelle langsung bersiap menuju ke pantry untuk menyiapkan makan malam untuk Teysar, ayah dan juga kakaknya.
"Tunggu dulu dong," Teysar memegang pergelangan tangan Rychelle. "Temenin aku bentar disini. Ada yang pingin aku omongin." pinta Teysar sambil menepuk sofa kosong di sampingnya dan memberi kode agar Rychelle duduk di sampingnya.
Rychelle pun duduk di samping Teysar sambil menyandarkan tubuhnya di sofa. "Mau ngomong apa sih kak?" tanya Rychelle penasaran.
...🎀🎀🎀...
Sambil menunggu apa sih yang mau dibicarain sama Teysar, mampir dulu yuk ke Novel bestie aku yang keren banget. Judulnya Cinta Dibayar Tunai karya Dtyas