Complicated Mission

Complicated Mission
Pergi ke Puncak



Pagi ini Rychelle sarapan lebih dulu sampai tidak menunggu ayah dan kakaknya turun karena ia tidak mau terjebak kemacetan panjang saat di perjalanan menuju ke puncak.


Mendengar denting sendok di ruang makan, membuat ayah Ryan datang dan mendekat ke arah Rychelle.


"Ini baru hampir jam 5 pagi, sayang. Kamu mau kemana sepagi ini sudah sarapan?" tanya ayah Ryan memandangi putri bungsunya sudah mengenakan kaos dan celana jeans panjang dengan jaket yang masih dikalungkan di lehernya.


"Pagi ayah." sapa Rychelle sambil menyendokkan suapan terakhirnya.


"Hari ini Rychelle mau ke puncak ya bareng Kak Teysar. Boleh kan?"


Permintaan izin Rychelle kali ini membuat mata Ayah Ryan langsung berbinar. 'Akhirnya putriku bisa membuka hatinya untuk Teysar.' gumam ayah Ryan dalam hati.


"Tentu saja boleh sayang." jawab ayah Ryan. "Pergilah berkencan! Ayah mengizinkanmu untuk pergi. Jangan lupa untuk tetap hati-hati dan waspada! Karena ayah tidak ingin terjadi apa-apa denganmu." tukas ayah Ryan.


"Siap ayah." jawab Rychelle dengan mantap.


Tak lama kemudian terdengar suara mobil Teysar berhenti di depan rumah Rychelle.


Rychelle yang hendak beranjak membukakan pintu pun langsung di tahan oleh ayahnya. "Biar ayah yang membukakan pintu untuknya."


Ayah Ryan langsung meninggalkan Rychelle dan membukakan pintu untuk Teysar dan mempersilahkan masuk. Mereka berdua pun mengobrol sambil menunggu Rychelle bersiap.


...🎀🎀🎀...


Tepat jam 5 pagi, Rychelle dan Teysar sudah berada di mobil membelah jalanan kota yang masih sepi.


"Kak Teysar udah sarapan?" tanya Rychelle dan Teysar pun menggelengkan kepalanya.


"Aku gak biasa sarapan sepagi ini." jawab Teysar. Bagaimana ia bisa sarapan jika ia sudah sangat tidak sabar menjemput kekasih hatinya untuk pergi berkencan.


"Tapi sebelum melakukan perjalanan jauh memang harus sarapan kak." protes Rychelle sambil membuka tasnya dan mengambil kotak bekal makanan yang sudah ia siapkan untuk Teysar saat Teysar mengobrol dengan ayahnya tadi.


Rychelle pun menyodorkan botol minuman yang sudah ia isi dengan susu hangat untuk Teysar.


"Ini diminum dulu sedikit, Kak. Nanti habis itu kakak bisa nyetir sambil aku suapin." ucap Rychelle.


Teysar sedikit terkejut dengan perhatian kecil Rychelle barusan. Ia pun tersenyum sambil menerima botol minuman Rychelle dan meneguk nya. Kini susu hangat buatan Rychelle membuatnya merasa sangat lapar karena ia sudah tidak sabar menerima suapan dari tangan wanita yang sangat ia cintai.


'Tuhan, aku ingin terus seperti ini dengannya. Mendapat perhatiannya, menikmati masakan buatannya setiap pagi dan hidup bersamanya.' gumam Teysar yang terus berdoa di dalam hati.


Teysar pun mulai membuka mulutnya saat Rychelle sudah mulai menyendokkan nasi goreng ayam kesukaannya dan mengarahkan ke mulutnya.


"Enak gak kak?" tanya Rychelle. "Soalnya tadi aku masaknya agak buru-buru."


"Ini sangat nikmat, Rychelle. Makasih ya udah repot bikinin aku sarapan." ucap Teysar.


Rychelle hanya tersenyum dan kembali menyuapi Teysar dengan telaten. Saat nasi goreng di kotak bekalnya hampir habis, ia melihat ada sisa nasi yang tertinggal di pipi Teysar.


"Kak, ada sisa nasi di pipi kiri bawah kakak tuh." ucap Rychelle sambil menunjuk ke arah pipi Teysar.


Teysar pun menepikan mobilnya ke pinggir jalan dan setelah itu mendekatkan wajahnya ke arah Rychelle.


Seketika Rychelle mulai kikuk mendapati posisi mereka berdua yang sudah tidak berjarak.


"Bisa tolong bersihkan gak?" tanya Teysar.


Tangan Rychelle pun perlahan mengusap pipi Teysar dan menyingkirkan sisa nasi di pipinya. Namun keduanya kini sama-sama terpaku dengan posisi mereka yang semakin dekat.


'Ternyata kak Teysar lebih tampan ya kalau dilihat dari deket gini. Kenapa aku baru sadar sih?' gumam Rychelle dalam hati.


'Alisnya, Sorot matanya, hidungnya, rahangnya dan bibir - -' saat Rychelle masih mengabsen setiap inchi wajah lelaki yang saat ini ada di hadapannya, Teysar justru memundurkan badannya dan kembali mengemudikan mobilnya.


"Oh iya, Kak." jawab Rychelle gugup sambil menutup kotak bekalnya. Entah mengapa situasi barusan membuatnya sangat kikuk.


"Kok di tutup?"


"Aku kan masih mau menghabiskan nasi Goreng nya."


Kali ini ucapan Teysar membuat Rychelle semakin salah tingkah.


'Oh My God, kenapa malah aku tutup sih. Malu-maluin aja.' gerutu Rychelle dalam hati sambil membuka kembali kotak makannya dan kembali menyuapi Teysar.


'Aduh, Rychelle. Kenapa sih pake acara terpesona segala sama Kak Teysar.'


'Ups! Tunggu!'


'Terpesona? Gak, gak bisa. Ini gak mungkin terjadi. Apa jangan-jangan hatiku sudah mulai terbuka untuk Kak Teysar?'


Pergolakan dalam batin Rychelle membuat wajah Rychelle bersemu merah dan Teysar melihat dengan seksama rona di wajah Rychelle saat ini.


Saat kotak bekal di tangan Rychelle sudah habis. Teysar kini memberanikan diri mengusap pipi Rychelle yang masih memerah.


"Terima kasih banyak ya. Aku sudah kenyang sekarang."


Rychelle pun hanya mengangguk sambil menikmati usapan tangan Teysar di pipinya yang ia rasa sedikit terasa panas.


"Dan aku sangat senang melihat wajahmu mulai merona saat bersama denganku." ucap Teysar sambil menghentikan usapannya di pipi Rychelle dan kembali mengemudi.


Deg!


Buru-buru Rychelle membuang wajahnya keluar jendela dan melihat pipinya lewat kaca spion.


'Ya Ampun, ini pipi kenapa malah kayak kepiting rebus begini sih?' gerutu Rychelle dalam hati.


"Oh, ini bukan merona kak. Aku hanya sedikit gerah saja, makanya pipiku sedikit memerah." kilah Rychelle.


Teysar sedikit terkekeh mendengar sanggahan dari Rychelle. Mana mungkin wanita disampingnya merasa gerah di dalam mobil yang ber AC. Terlebih saat ini masih hampir jam 6 pagi.


"Kenapa Kak Teysar ketawa sih?" tanya Rychelle sambil memukul lengan Teysar pelan.


"Oh, Tidak ada Rychelle. Aku hanya sedikit geli melihatmu salah tingkah." jawabnya.


"Diiih, apaan sih Kak Teysar nih. Siapa juga yang salah tingkah."


Lagi-lagi Rychelle masih mengelak tuduhan Teysar.


"Oh, aku salah sangka ternyata. Maaf ya." balas Teysar yang tidak ingin membuat mood Rychelle jadi buruk.


Rychelle pun kemudian menyalakan musik di mobil Teysar untuk menghindari percakapan mereka berdua di dalam mobil.


"Bagaimana kalau kita langsung ke Little Venice di puncak dan menyusuri kanal dengan gondola?" tawar Teysar mengarahkan ke danau buatan yang di rancang dengan arsitektur semirip mungkin layaknya kota Venesia di Italia.


"Bukannya kalau gak salah bukanya jam 9 ya kak?" timpal Rychelle yang sebelumnya sudah melihat beberapa destinasi wisata di puncak.


"Sebelumnya kita bisa singgah di villa untuk membicarakan masalah kita berdua, Rychelle." tukas Teysar dan Rychelle pun mengangguk setuju.


...☘️☘️☘️...


Mohon dukungannya ya readers yang baik hati untuk karya recehku ini dengan like, comment, vote, gift dan tonton iklannya juga.


Terima kasih banyak udah stay read sampai di bab ini. I love you all 😍😍😍