Complicated Mission

Complicated Mission
Surat Cinta



Rychelle bergegas mengendarai motornya dengan kecepatan di atas rata-rata. Pagi ini ia ingin segera bertemu dengan sipir penjara dan meminta buku Alarick untuk ia bawa sementara.


Kesal.


Sudah pasti ia merasa sangat kesal. Tapi ia tidak bisa menegur kakaknya begitu saja karena nantinya Rychelle sendiri yang akan malu karena ketahuan mencintai seorang narapidana. Setidaknya ia ingin Alarick tidak salah sangka dengannya.


...🎀🎀🎀...


Kini Rychelle sudah tiba di depan ruang sel Alarick. Sayangnya sel itu kini kosong, bahkan ia juga tidak menemukan sipir penjara di dekat selnya.


"Ck, mereka pasti sedang melakukan kegiatan pagi." gumam Rychelle yang berbalik hendak meninggalkan ruang sel tersebut.


Namun langkahnya tertahan saat melihat buku tulis milik Alarick yang tergeletak di samping jeruji sel. Diam-diam Rychelle mengambil buku tersebut dan segera masuk ke dalam ruangannya.


Ia pun melihat lembar terakhir tulisan Alarick yang tadi sempat difoto oleh sipir penjara dan dikirimkan kepadanya. Kemudian Rychelle pun mulia menggerakkan tangannya untuk menuliskan sesuatu untuk Alarick.


...💌💌💌...


Dear Mas Arick,


Bagaimana kabarmu sekarang? Adakah rasa kecewamu terhadapku lebih besar dari pada rasa rindu?


Adakah benar jika rasa cinta yang ada di hatimu kini berganti dengan rasa benci yang begitu mendalam terhadapku?


Jika memang itu benar adanya, aku mohon maafkan aku.


Aku mengakui jika aku sudah menipu Mas Arick dan juga yang lainnya. Tapi aku sama sekali tidak menyesal sedikit pun, karena yang sedang aku lakukan adalah hal yang benar di mata hukum negara.


Tapi kali ini aku tidak ingin menipu perasaanku sendiri, Mas.


Entah kenapa aku sangat bersyukur telah bertemu denganmu. Bahkan tak ada rasa kecewa sedikit pun terbesit dalam hati ku setelah mengenal Mas Arick.


Misi tetaplah misi yang memang harus aku selesaikan karena itu tugasku. Tapi untuk perasaan yang ada dalam relung hatiku, sama sekali tidak ada kaitannya dengan misi yang aku jalani.


Aku juga tidak ingin memandang status yang ada di antara kita. Karena bagiku, kau adalah lelaki yang spesial di hatiku.


Mas Arick, aku pernah mengatakan padamu, bahwa hubungan kita terlalu rumit karena kita jauh berbeda. Tapi kau menyanggah nya dengan meyakinkan aku bahwa kau akan terus berdoa agar takdir berpihak kepada kita dan aku menjadi satu-satunya wanita yang Tuhan siapkan untuk mendampingimu.


Kali ini aku menagih janjimu, Mas. Teruslah berdoa untuk hubungan kita yang sangat rumit ini agar berganti dengan hubungan yang tidak terpisahkan.


Untuk masalah laki-laki yang semalam bersamaku, dia hanyalah teman yang sering bertugas denganku. Hubungan kami juga tidak lebih dari teman.


Next time aku akan ceritakan semuanya pada Mas Arick. See you. Sekali lagi aku mohon maafkan aku.


Sincerely, R-O


...💌💌💌...


Setelah menulis di buku Alarick, ia pun langsung kembali ke sel yang masih saja kosong. Namun dari kejauhan ia melihat barisan narapidana yang hendak kembali ke sel nya masing-masing.


Rychelle pun buru-buru meletakkan buku Alarick ke tempat semula dan segera bersembunyi di balik tembok.


"Aku seperti melihat ada polisi wanita yang baru saja dari sini." gumam Alarick yang kemudian langsung ditimpali oleh Avega.


"Ya iyalah Bang. Namanya juga kantor polisi. Kalo gak ngeliat polisi laki-laki, pasti juga melihat polisi wanita."


Alarick hanya mengangguk anggukan kepalanya saja saat mendengar ucapan dari Avega.


'Tapi aku seperti melihat Rachel datang kemari.' batin Alarick yang kemudian masuk ke dalam sel dan menyandarkan tubuhnya.


Sipir penjara pun kembali mengunci pintu sel Alarick. Dan Alarick pun membuka bukunya dan juga memegang pulpen nya untuk kembali menulis.


Namun, matanya membeliak sempurna saat melihat ada tulisan orang lain di dalam bukunya. Yang membuat Alarick heran adalah saat sandi yang ditulis orang tersebut sama persis dengan sandi yang ia gunakan.


Ia pun langsung membaca baris pertama yang tertoreh di dalam bukunya tersebut.


'Dear Mas Arick.'


'Dia selama ini ternyata memperhatikan aku. Bahkan dia bisa membaca apa yang aku tulis di dalam buku ini.'


Alarick makin mengagumi Rychelle yang sangat cerdas menurut dia. Tidak salah jika Rychelle mampu menguak rahasia besar yang sudah terpendam selama bertahun-tahun lamanya.


Dengan semangat, Alarick pun membaca apa yang sudah dituliskan Rychelle di dalam bukunya.


Sedangkan Rychelle yang masih bersembunyi di balik tembok langsung menyunggingkan senyumnya. Ia merasa sangat lega melihat Alarick sudah tersenyum sambil membaca bukunya.


"Brigadir Rychelle." tepuk seseorang tepat di bahu Rychelle membuat Rychelle sangat terkejut. "Apa yang sudah kau lakukan disini?"


Rychelle pun berbalik dan langsung berdiri tegak agar ia tidak terlihat habis mengintip seseorang.


"Aipda Teysar, aku hanya sedang mengamati sipir penjara yang bertugas dengan memainkan ponselnya." jawab Rychelle membuat Teysar langsung melongok untuk melihat apa yang dikatakan oleh Rychelle.


Dan benar saja apa yang dikatakan oleh Rychelle bahwa sipir penjara kini sedang memegang ponselnya. Dengan geram Teysar langsung menuju ke meja sipir dan menggebraknya.


Brakkk!!


Gerakan Teysar membuat sipir penjara sangat terkejut dan hampir saja menjatuhkan ponselnya.


"Ikut ke ruanganku, sekarang!" perintah Teysar sambil berbalik.


"Siap, Aipda Teysar!"


Sipir penjara langsung berdiri dan mengikuti langkah Teysar.


Sedangkan Rychelle kali ini bisa bernafas lega. 'Maaf ya Pak Sipir, karena ku anda jadi terkena hukuman.' batin Rychelle yang kemudian melangkahkan kakinya untuk kembali ke ruangannya.


Sedangkan Alarick yang diam-diam memperhatikan Rychelle dari belakang pun hanya menyunggingkan senyumannya. "Ternyata dia masih sangat suka curi-curi pandang ke arahku." gumam Alarick yang terdengar jelas di telinga Avega.


"Siapa Bang?" tanya Avega.


"Hemm, bukan urusanmu." balas Alarick yang kembali membaca tulisan Rychelle.


...☘️☘️☘️...


Setelah memanggil sipir penjara, Teysar pun masuk ke dalam ruangan Rychelle.


"Aku tadi datang untuk menjemputmu, tapi kau sudah berangkat lebih dulu." ucap Teysar sambil menarik kursi dan duduk di samping Rychelle.


"Oh, iya. Besok lagi Aipda Teysar tidak perlu repot-repot untuk menjemputku. Lagi pula aku bisa berangkat ke kantor sendiri." jawab Rychelle.


Kali ini Teysar mengernyitkan dahinya mendengar jawaban Rychelle yang terdengar sangat formal karena memanggilnya dengan sebutan Aipda.


"Why?"


"Karena aku bukan lagi anak nursery atau preschool yang harus diantar jemput setiap hari."


Teysar semakin bingung dengan jawaban yang dilontarkan oleh Rychelle kali ini.


"Ada apa denganmu, Rychelle? Bukankah kita sedang belajar untuk saling mengenal lebih dekat lagi?"


Rychelle pun tersenyum tipis. "Maaf Aipda Teysar, aku tidak ingin membicarakan tentang hal pribadi saat sedang bertugas. Lagi pula aku juga harus menyusun laporan yang harus segera di serahkan ke jajaran perwira tinggi." sanggah Rychelle membuat Teysar makin penasaran dengan apa yang sebenarnya sudah terjadi dengan Rychelle.


"Oh baiklah kalau begitu. Aku tidak akan menggganggumu, Brigadir Rychelle." tukas Teysar yang langsung meninggalkan ruangan Rychelle dengan berbagai pertanyaan yang memenuhi kepala Teysar.


...☘️☘️☘️...


Mohon maaf yaa dari kemarin cuma bisa up satu bab ajja karena kesibukan di dunia real.


Sambil menunggu kelanjutannya, mampir yuk ke Novel bestie aku yang dijamin ceritanya seru. Judulnya LELAKIKU karya Tika Permata