Complicated Mission

Complicated Mission
Meet Teysar's Mom



Sore ini, Rychelle bersiap-siap untuk pulang ke rumah. Ia membereskan meja kerjanya dan bersiap untuk menyerahkan laporan tugasnya yang ia buat hari ini kepada BrigJen Aris.


Sesampainya di ruangan BrigJen Aris, ia melihat Aipda Teysar dan salah satu temannya juga ada di dalam.


"Maaf mengganggu, saya hanya ingin menyerahkan laporan kepada anda, Komandan." ucap Rychelle sambil menyerahkan laporannya kepada BrigJen Aris.


"Saya terima laporannya. Sekarang kamu tinggal melengkapi persyaratan untuk naik pangkat menjadi BripKa ya."


"Siap Komandan."


"Oh iya Rychelle. Jika tidak keberatan, bisa tidak sore ini berkunjung ke rumah saya dulu." pinta BrigJen Aris.


"Biar kamu kenal dan tahu kondisi bundanya Teysar. Jadi kalau memang nanti kalian jadi menikah, kamu sudah tidak canggung lagi."


Rychelle terdiam sesaat sambil memandang ke arah Teysar. Ia bingung harus menjawab apa. Rychelle sudah berencana untuk kembali ke rumah lebih cepat untuk menantikan foto isi buku Alarick yang akan dikirimkan sore ini ke ponselnya.


Jika yang meminta Teysar, maka ia akan dengan mudah untuk menolaknya dengan memberikan beberapa alasan yang masuk akal. Namun kali ini keadaannya berbeda. Komandannya sendiri yang meminta Rychelle, dan mau tidak mau ia pun memenuhi permintaan komandannya.


"Baik Komandan, nanti saya akan minta alamatnya kepada Aipda Teysar." jawab Rychelle.


"Begini saja Rychelle, kamu pulang sama Teysar saja."


"Tapi saya bawa motor, Komandan."


Mendengar Rychelle ternyata ke kantor membawa motor, BrigJen Aris langsung memandang ke arah putranya.


"Teysar, bukannya tadi pagi kamu bilang mau jemput Rychelle ya?" tanya BrigJen Aris kepada putranya.


"Iya, ayah. Cuma Teysar terlambat."


"Ya sudah, nanti biar motornya di bawa sama ayah atau kakak kamu aja, Rychelle. Kamu sekarang pulang sama Teysar aja ya." ucap BrigJen Aris dan Rychelle pun langsung mengangguk setuju.


Akhirnya Rychelle pun ke ruangan ayahnya terbih dahulu untuk memberikan kunci motornya dan berpamitan akan berkunjung ke rumah Teysar.


Selama perjalanan menuju rumah Teysar, Rychelle tampak menghindari obrolan dengan Teysar dengan menyibukkan diri dengan bermain ponsel.


"Masih sibuk sama tugas ya?" tanya Teysar.


"Iya nih. Maaf ya Kak."


"Gak masalah, Rychelle. Cuma aku mau bilang aja, nanti kalau ketemu sama bunda aku jangan kaget ya."


Rychelle memandang ke arah Teysar dan meletakkan ponselnya.


"Emangnya kenapa harus kaget?"


Rasa penasaran mulai menyelimuti Rychelle dengan ucapan Teysar barusan. Memang selama ini dia tidak pernah melihat istri BrigJen Aris. Bahkan Teysar juga tidak pernah memperlihatkan bundanya.


Padahal dua tahun yang lalu, bunda Teysar masih sering mendampingi suaminya meski Rychelle belum mengenal terlalu dekat.


"Nanti kamu lihat sendiri aja ya."


Jawaban Teysar justru membuat Rychelle semakin penasaran. 'sebenarnya apa sih yang udah terjadi saa bundanya Teysar? Apa dia terlalu galak ya?' gumam Rychelle dalam hati.


...💞💞💞...


Sesampainya di rumah Teysar, Rychelle tidak langsung bertemu dengan bundanya Teysar. Melainkan di jamu dulu dengan para asisten rumah tangga Teysar.


Sedangkan rasa penasaran Rychelle semakin menjadi-jadi, terlebih kedatangannya tidak di sambut sama sekali oleh bunda Teysar.


"Kak, kapan aku mau dikenali sama bunda Kak Tey?" tanya Rychelle.


Teysar tidak menjawab pertanyaan Rychelle, namun ia justru mengamit tangan Rychelle dan menggenggam nya. Lalu mengajaknya ke sebuah kamar yang Rychelle tebak adalah kamar milik BrigJen Aris.


"Bunda, Teysar sudah bawa gadis cantik yang bunda mau nih." ucap Teysar membuat air mata bunda Teysar mulai keluar dan membasahi pipinya.


Pemandangan tersebut membuat Rychelle tergerak untuk mendekat ke arah bunda Teysar dan menyalami tangannya.


"Apa kabar bunda?" sapa Rychelle dengan senyum merekah yang terlukis di wajahnya. "Kenalin, saya Rychelle."


"Calon tunangan Teysar bunda." lanjut Teysar membuat tangan kanan bundanya perlahan bisa bergerak.


Sudah satu tahun ini bunda Teysar mengalami stroke dimana tubuh bagian kanannya sama sekali tidak bisa digerakkan. Namun kali ini Teysar seolah melihat sebuah keajaiban saat tangan bundanya mulai bergerak.


Ia pun akhirnya menceritakan kepada Rychelle bahwa kondisi bundanya seperti ini karena banyak fikiran yang sangat mengganggunya, salah satunya adalah sangat menginginkan putranya segera menikah karena ia menginginkan seorang cucu.


Deg!


Seketika Rychelle merasa seperti memakan buah simalakama. Di sisi lain ia sangat tidak mengharapkan untuk bersanding dengan Aipda Teysar. Namun di sisi lainnya lagi, ia merasa sangat iba melihat keadaan bunda Teysar.


Perlahan tangan kanan bunda Teysar mulai bergerak lagi dan kali ini mulai menggenggam tangan Rychelle.


"Ry Ry chelle." panggil nya terbata-bata. "Me nan tu bun da." ucapnya lagi dan terdengar jelas di telinga Rychelle.


Kali ini Rychelle sudah tidak bisa mengelak lagi. Ia pun membalas genggaman tangan bunda Teysar dan mulai mengajaknya bicara.


"Iya bunda, tapi bunda harus cepat sembuh ya." ucap Rychelle membuat bunda Teysar langsung menganggukkan kepalanya.


"Bunda mau bubur ayam?" tanya Rychelle saat suster bundanya Teysar membawakan bubur ayam hangat ke dalam kamar.


"Biar Rychelle suapin yaa." Dengan telaten Rychelle mulai menyuapkan bubur ke mulut bunda Teysar.


Melihat kedekatan Rychelle dengan bundanya, Teysar pun memberikan waktu untuk mereka berdua. 'Baru bertemu saja sudah membuat tangan bunda bisa bergerak. Aku yakin, bunda akan segera pulih dengan kehadiran Rychelle.' batin Teysar dengan sangat gembira.


Ia pun langsung memberikan kabar kepada ayahnya tentang perkembangan kondisi bundanya. BrigJen Aris pun langsung memutuskan untuk segera pulang ke rumah setelah mendapat kabar dari putranya.


...🎋🎋🎋...


Sedangkan di sisi lain, Alarick yang baru saja menulis di bukunya untuk membalas apa yang sudah di tulis oleh Rychelle pun kini mulai penasaran.


'Siapa sebenarnya yang sudah memberi tahu Rychelle jika aku menulis di buku ya. Aku rasa tidak mungkin Rychand yang sudah melakukannya. Atau paman Ryan?' gumam Alarick dalam hati.


Kemudian matanya tertuju kepada sipir penjara yang sedang duduk di depan jeruji sel nya.


'Apa mungkin dia ya?' kali ini Alarick mulai menebak jika sipir penjara lah yang menjadi postman surat cinta antara dia dan juga Rychelle.


Akhirnya Alarick pun pura-pura tertidur untuk mengetahui apa yang dilakukan oleh sipir penjara saat ia tidur.


Dugaannya kali ini benar adanya. Sipir penjara diam-diam mengambil buku Catatan nya dan kemudian mengambil gambarnya tanpa membaca apa yang sudah ditulis oleh Alarick.


"Setelah rahasia narapidana ini terkuak lebih banyak oleh Brigadir Rychelle, sudah aku pastikan bukan hanya dia saja yang akan naik pangkat menjadi seorang BripKa, tapi aku juga akan naik pangkat menjadi kepala sipir penjara." ujarnya bangga membuat Alarick terkekeh dalam hatinya.


'Ternyata dia sama sekali tidak tahu apa yang tertulis di dalamnya.'


'Rychelle memang sangat luar biasa mengemas segala sesuatu yang menjadi rahasianya.' batin Alarick yng sangat mengagumi kepiawaian Rychelle kali ini.


...💞💞💞...


Maaf ya kemarin Author ga up karena kerjanya pulang malam.


Mohon dukungannya ya untuk karya receh ini dengan like, comment, vote, gift dan juga tonton iklannya biar Author makin semangat berkarya.


Terima kasih banyak semuanya