Complicated Mission

Complicated Mission
Kemarahan Molly



"Aku harus bagaimana kak? Ega memintaku untuk membawa laki-laki yang sudah dijodohkan denganku." Rychelle mengusap wajahnya sambil bercerita dengan Citra, kakak iparnya.


Citra pun mendengarkan cerita adik iparnya sambil menyiapkan makan malam.


"Bawa saja Kak Rychand, kenalkan kalau dia itu calon suamimu." balas Citra.


"Mana bisa begitu? Bagaimana jika suatu saat dia bertemu dengan kalian berdua saat berbelanja atau pergi bersama?" tanya Rychelle.


"Bisa-bisa kak Citra malah dituduh jadi pelakor lagi." tambah Rychelle sambil sedikit tertawa membayangkan saat kakak iparnya dituduh pelakor, padahal ia adalah istri Sahnya.


"Suka bener ya kamu kalo ngomong." timpal Citra gemas sambil melempar lap makan ke arah Rychelle.


"Lagi ngomongin apa sih kalian? Seru banget kayaknya." tanya Rychand sambil menuruni tangga. Ia tampak segar setelah mandi dan mengganti bajunya.


Citra pun akhirnya menceritakan apa yang menjadi masalah Rychelle saat ini.


"Gimana kalau kamu bawa Teysar aja. Kakak yakin dia pasti mau bantu kamu." ucap Rychand memberi usul.


"Tapi kaak ..."


"Sudahlah, dek. Lebih baik kamu sekarang ke kamar, trus mandi. Kakak yang akan meminta tolong pada Teysar." ucap Rychand tegas dan mau tidak mau Rychelle pun menurut.


...🍁🍁🍁...


Keesokan harinya, Rychelle sudah tiba di kantor seperti biasa sebelum Alarick tiba. Rychelle langsung berkutat di depan komputer untuk mengerjakan tugasnya hari ini.


Brakkk! Tiba-tiba Miss Molly datang menggebrak meja kerja Rychelle dan berkacak pinggang.


"Aku pikir kamu polos dan bisa dipercaya. Sayangnya aku salah menilai kamu, Rachel!" gertak Molly tiba-tiba.


"Apa maksud anda Miss Molly?" tanya Rychelle dengan tatapan heran mendapati Molly datang dan terus marah-marah dengannya.


Molly membuka ponselnya dan memperlihatkan gambar Rychelle yang sedang berada di saung bersama Alarick. Kemudian slide berikutnya terlihat Rychelle menarik tangan Alarick.


Dalam ponsel Molly kali ini, justru sangat terlihat bahwa Rychelle yang sedikit agresif terhadap Alarick.


"Saya bisa menjelaskan semua itu, Miss Molly. Gambar itu tidak sesuai dengan kenyataan apa yang ssdah terjadi." ucap Rychelle.


Plaakk! Tamparan Molly mendarat di pipi Rychelle.


"Kamu pikir aku buta? Hah?!" gertak Molly.


"Aku akan kembali membuka lowongan pekerjaan untuk asisten AL dan kamu!" Molly menunjuk Rychelle tepat di wajahnya. "Siap-siap angkat kaki dari kantor ini, HARI INI JUGA!" ucap Molly penuh penekanan.


Mata Rychelle membeliak sempurna. Ia sangat tidak menyangka secepat ini akan meninggalkan kantor Bank One Point.


"Cepat bereskan barang-barangmu dan segera tinggalkan kantor ini!" titah Molly dan Rychelle pun segera membereskan barang-barangnya.


Dengan langkah gontai Rychelle meninggalkan meja kerjanya yang hampir satu bulan ia gunakan.


"Saya pamit Miss Molly, terima kasih sudah menerima saya untuk bekerja di sini. Saya mohon maaf jika kali ini saya membuat anda kecewa." ucap Rychelle sambil menunduk.


"Pergi sekarang, Rachel!" teriak Molly dan Rychelle pun langsung undur diri.


...🌲🌲🌲...


Setelah Rychelle pulang meninggalkan kantor, Alarick datang dan langsung mengerutkan dahinya saat melihat meja kerja Rychelle yang masih kosong.


"Tidak biasanya Rachel terlambat," gumam Alarick sambil berdiri di depan meja kerja Rachel.


"Mulai hari ini, Rachel tidak lagi bekerja di sini." ucap Molly yang tiba-tiba datang dari belakang Alarick.


"Kenapa Molly?" tanya Alarick gusar.


"Karena aku tidak ingin dia merebutmu dari sisiku, Al." jawab Molly membuat Alarick hanya tersenyum sinis.


"Dia akan tetap bekerja bersamaku, Molly. Bukankah kau sendiri yang membawanya?" balas Alarick sambil memencet nomor ponsel Rachel dan menghubunginya.


Molly yang makin geram dengan Alarick pun langsung merebut ponsel Alarick dan melemparkannya ke lantai.


Di saat genting seperti itu, Avega pun datang dan langsung melerai keduanya. Sedangkan Alarick hanya memutar bola matanya malas sambil memungut ponselnya yang masih utuh tanpa ada keretakan sedikit pun.


"Sebenarnya apa yang sudah terjadi?" tanya Avega sambil menatap ke arah Molly dan Alarick secara bergantian.


Molly langsung memperlihatkan foto kedekatan Alarick dengan Rychelle saat di Pulau. Dan Alarick hanya melipat tangannya tanpa mengucap sepatah kata pun.


"Aku sudah salah memilih Rachel sebagai asisten Al. Dia hanya wanita murahan yang berani merebut Al dari sisiku." ucap Molly sambil menatap tajam ke arah Alarick.


Mendengar penjelasan dari kakaknya, Avega langsung memandang tidak suka ke arah Alarick. "Bukan Rachel yang murahan, Kak. Aku yakin dia yang sudah menggoda Rachel saat di sana." tunjuk Avega ke arah Alarick.


Lagi-lagi Alarick hanya diam dan berbalik masuk ke dalam ruangannya.


"Aku akan membicarakan hal ini kepada Bang Al. Kakak tenangkan diri kakak dulu di sini." ucap Avega yang kemudian mengikuti langkah Alarick.


"Aku ingin kita berbicara sesama lelaki, bukan antara atasan dan bawahan." ucap Avega yang kini sudah berdiri di belakang Alarick.


"Bicaralah! Tidak akan ada yang melarang."


"Tolong hargai hubungan antara kau dengan kakakku. Kalian berdua sudah hampir menikah. Ku mohon jangan sakiti kak Molly atau kau berhadapan denganku." ucap Avega tegas.


"Aku tidak pernah setuju atau meng-iya-kan perjodohan ini. Bagaimana jika nantinya aku tetap menikah dengan Molly, tetapi aku tidak mencintainya sama sekali?" tanya Alarick sambil berbalik dan memandang ke arah Avega.


"Bagaimana jika aku tidak pernah mau menyentuh kakakmu yang nantinya sudah sah menjadi istriku?"


"Pernahkah terfikir olehmu, Avega. Mana yang nantinya akan lebih menyakiti kakak perempuamu itu?"


Avega terdiam sejenak mencerna ucapan Alarick barusan.


"Apa kau mencintai, Rachel?" tanya Avega kemudian.


"Itu bukan urusanmu." jawab Alarick.


"Dia sudah dijodohkan dengan orang tuanya."


"Aku tidak peduli." lagi - lagi Alarick tidak begitu menanggapi ucapan Avega.


"Lalu apa maksudmu menghabiskan waktu berdua dengan Rachel?" kali ini suara Avega mulai meninggi.


Sedangkan Alarick dengan santainya menjawab bahwa ia hanya ingin melindungi Rachel dari Chicko yang tiba-tiba berada di pulau tersebut.


"Oh My God." Avega langsung menepuk jidatnya saat mendengar cerita singkat sari Alarick. "Sepertinya kakakku sudah salah sangka terhadap masalah ini."


"Terima kasih atas penjelasannya, aku akan menceritakan hal ini pada Kak Molly." ucap Avega menepuk bahu Alarick dan kemudian berbalik keluar dari ruangannya.


Sepeninggalan Avega dari ruangannya, Alarick langsung duduk dan memijat kepalanya. "Tidak mungkin Rachel sudah dijodohkan." gumamnya lirih.


Karena dipenuhi rasa penasaran, Alarick pun bermaksud menanyakan hal ini kepada Rachel secara langsung. Ia pun meraih ponselnya dan langsung menghubungi Rychelle.


"..."


"Kenapa belum sampai di kantor?"


"..."


"Tidak ada yang bisa memecatmu kecuali aku. Kali ini aku memberi waktu libur dua hari dan setelah itu kembalilah berkerja, Rachel."


"..."


...🍁🍁🍁...


Hai readers setia. Mampir juga yuk ke Novel temen aku. Dijamin ceritanya gak kalah seruuu looh.


Nama Pena : L'fere


Judul : Asisten Culun