
Rychelle tidak kehabisan akal untuk meredam amarah Jerry. Meski Inah tidak mau memanggilkan Jerry untuknya, ia tetap bisa merayu Jerry dengan cara yang lain agar Jerry tidak memerintahkan anak buahnya untuk mencelakai orang-orang yang Rychelle sayangi.
Rychelle pun langsung menuliskan di atas kertas, segala isi hatinya untuk Jerry, seperti apa yang dia lakukan dulu bersama Alarick. Setelah menuliskan pesan untuk Jerry, ia pun sengaja menempelkan ya di kaca meja rias dengan harapan siapa pun yang masuk ke dalam kamar Rychelle langsung menyampaikannya pada Jerry.
Malam semakin larut, Rychelle pun kini sudah meringkuk di dalam selimut tebalnya. Diam-diam Jerry pun masuk ke dalam kamar Rychelle hanya untuk sekedar mengecek keadaan wanita yang kini menjadi tawanan cintanya.
Jerry tersenyum saat mendapati Rychelle yang tertidur lelap di balik selimut. Kemudian ia pun mengedarkan pandangannya dan terhenti di kaca meja rias Rychelle. Tampak ada secarik kertas yang di lipat Rychelle menyerupai amplop dan tertulis nama Jerry di lipatan paling depan.
💌💌💌
Dear Bang Jerry,
Maaf jika aku sudah menyulut amarahmu. Aku hanya belum terbiasa dengan keadaan baru yang sekarang ini. Dan mengharuskan aku untuk beradaptasi mulai dari awal lagi.
Jangan tersinggung lagi dan marah dengan ku ya. Bersahabatlah dengan ku, agar aku juga merasa nyaman berada di dekatmu.
Kumohon jangan sakiti orang lain hanya karena kau kecewa dengan perilaku ataupun ucapan ku! Aku sama sekali tidak ingin mengaggapmu orang jahat, Bang. Karena aku yakin kau adalah pria yang sangat baik dan juga bertanggung jawab.
Jika memang kau menginginkan aku untuk selalu ada di sampingmu, berjanjilah padaku untuk sama-sama saling belajar memahami dan menyayangi satu sama lain.
Sekali lagi, maafkan aku.
Achiel mu 💞
💌💌💌
Senyum Jerry pun langsung merekah lebar saat membaca isi surat dari Achielnya. Tanpa pikir panjang, ia pun langsung mengambil ponsel miliknya dan menghubungi seseorang.
"..."
"Jangan buat Aipda Teysar celaka! Aku tidak ingin Achiel kecewa dengan ku."
"..."
"Cukup awasi terus gerak gerik mereka semua agar mereka tidak akan pernah menemukan keberadaan ku dan calon istriku."
Rychelle yang terbangun dengan suara Jerry pun sedikit merasa lega saat mendengar Jerry memerintahkan kepada anak buahnya untuk tidak mencelakai Teysar. Namun, di sisi lain, ia juga merasa sedikit khawatir saat mendengar Jerry menyebut tentang calon istri.
Huft, Syukurlah Bang Jerry tidak akan mencelakai Kak Teysar. Tapi tunggu, kenapa tadi dia bicara tentang calon istri?
Apa dia mau menjadikan aku calon istrinya?
Oh My God, ini sama sekali tidak boleh terjadi. Bagaimana mungkin aku bisa menikah dengan seorang pria seperti Bang Jerry?
Ayo Rychelle, kamu harus berfikir untuk menyelamatkan dirimu sendiri dari semua belenggu ini!
Saat fikiran Rychelle sedang berkecamuk memikirkan ucapan Jerry barusan, tiba tiba saja tubuhnya terasa begitu berat.
Grab!
Tangan Jerry sudah melingkar di perutnya dan memeluknya dari belakang.
Rychelle berusaha untuk tetap tenang seakan-akan ia memang masih terlelap dalam tidurnya.
"Aku berjanji akan membuatmu merasa nyaman dan bahagia berada di dekatku, Achiel." ucap Jerry pelan yang terdengar jelas di telinga Rychelle.
Rychelle sedikit merasa ketakutan saat Jerry makin mengeratkan pelukannya dan mencium tengkuk leher Rychelle dari belakang.
"Aaaaarrrrgggghhhh!" teriak Rychelle kencang yang langsung melepaskan pelukan Jerry.
"Ada apa Achiel?" tanya Jerry yang juga terkejut mendengar teriakan Rychelle yang tiba-tiba.
Rychelle pun membalikkan tubuhnya dan kemudian duduk sambil memandangi Jerry Berwyn.
"Bang Jerry." Rychelle mengerutkan dahinya seolah-olah ia baru tahu jika Jerry ada di dalam kamarnya.
Sebenarnya ia hanya merasa merinding akibat perbuatan Jerry tadi. Tapi kini ia harus berpura-pura di hadapan Jerry agar Jerry tidak lagi marah dengannya.
"Maafkan aku, Achiel." ucap Jerry yang langsung merengkuh tubuh Rychelle ke dalam pelukannya. "Aku pasti sudah mengganggu tidurmu malam ini." lanjutnya lagi.
Rychelle pun kini memilih untuk tetap berada di dalam pelukan Jerry tanpa mengelaknya sedikit pun.
"Aku juga minta maaf Bang sudah membuatmu marah tadi." balas Rychelle.
"Aku sudah tidak marah denganmu." Jerry melepaskan pekukannya dan menatap Rychelle secara intens. Kemudian ia pun memegang dagu Rychelle dan sedikit menaikkan wajah Rychelle agar bersitatap dengannya.
"Aku sangat suka membaca surat cinta darimu, Achiel. Dan itu sangat romantis bagiku."
Rychelle pun mencoba mengalihkan pandangannya dari Jerry. "Emmmh, itu Bang, tadi aku takut tidak bisa bertemu dengan mu dan meminta maaf secara langsung. Lagi pula Inah juga tidak mau membantuku untuk memanggil Abang kemari."
Jerry kembali mengarahkan wajah Rychelle untuk menatapnya. "Kenapa tidak mau memandangku secara langsung, Achiel?" tanya Jerry sambil tersenyum smirk.
"Apa kau merasa malu memandang wajahku?" tanya Jerry dan Rychelle pun menganggukkan kepalanya membuat Jerry semakin gemas melihat tingkah Rychelle.
Cup!
Satu kecukupan singkat dari Jerry mendarat mulus di kening Rychelle membuat Rychelle langsung berbalik membelakangi Jerry dan merebahkan tubuhnya sambil memeluk guling.
"Melihat Achielku tersipu malu seperti itu membuat aku sangat bahagia dan tidak ingin merusaknya sedikit pun. Aku tidak akan membuatnya sakit sedikit pun atau merasa sedih karena ku." batin Jerry yang langsung ikut merebahkan tubuhnya di samping Achielnya.
"Achiel." panggil Jerry kemudian.
"Hemm."
"Aku sangat mencintaimu. Mau kah kau menjadi istriku?" tanya Jerry membuat Rychelle seketika tercekat.
Apa dia sekarang sedang melamarku?
Di atas tempat tidur seperti ini?
Batin Rychelle kini berkecamuk tidak menentu karena ia belum mempersiapkan jawaban jika Jerry memintanya untuk menjadi istrinya. Bahkan ia juga tidak menyangka jika Jerry mengatakan hal tersebut secepat ini.
Rychelle menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan lahan. Ia pun membalikkan tubuhnya dan kini berhadapan dengan Jerry.
"Aku belum mengenal Bang Jerry lebih dekat lagi. Kita berdua sama-sama belum saling memahami karakter masing-masing diantara kita." balas Rychelle.
"Aku tidak ingin terburu-buru juga sayang." Jerry kini mengusap kepala Rychelle.
"Bagaimana jika kita sekarang saling mengenal dan memahami lebih dekat lagi?" tawar Jerry.
"Ide bagus, Bang. Agar tidak ada kekecewaan di antara kita nantinya."
Mendengar persetujuan dari Rychelle membuat hati Jerry sangat berbunga-bunga.
"Aku berjanji tidak akan menodaimu sebelum kita menikah, tapi izinkan aku untuk tidur bersamamu setiap malam." pinta Jerry yang langsung dibalas dengan gelengan kepala oleh Rychelle.
"Aku tidak bisa menjamin janjimu itu Bang."
"Bagaimana mungkin kau tidak akan menodaiku jika setiap malam kita selalu tidur bersama.?" sanggah Rychelle.
Lagi-lagi Jerry tersenyum smirk dan sedikit menggoda Achielnya. "Jadi apa kau sudah siap untuk aku nodai sebelum kita menikah, sayang"
"Ya bukan gituh juga, Bang. Aku setuju belajar untuk mengenalmu lebih dekat lagi, tapi untuk yang satu ini aku sama seki tidak setuju." balas Rychelle.
"Emmmh, kita coba malam ini saja. Jika aku memang merasa tidak akan bisa menepati janjiku, maka mulai besok aku aku tidur di kamarku sendiri." pinta Jerry.
"Oke, Deal." Rychelle langsung memasang guling di tengah tengah mereka sebagai pembatas. "Jika abang melewati batas ini, maka besok Bang Jerry harus tidur di kamar abang sendiri." ucap Rychelle.
"Siapa takut?" balas Jerry yang langsung membalikkan tubuhnya membelakangi Rychelle.