Complicated Mission

Complicated Mission
Malam Pertama



Jerry yang sudah sangat lelah dan mengantuk mencoba untuk memejamkan matanya dan terlelap dalam tidurnya.


Sayangnya matanya justru sangat sulit untuk terpejam. Ia pun akhirnya membalikkan tubuhnya dan kini berhadapan dengan Rychelle.


Sedangkan Rychelle sendiri kini justru sudah tenggelam dalam mimpinya. Hal ini membuat Jerry bisa memandangi Rychelle sepuas hatinya.


"Bahkan saat tidur pun kau tampak sangat cantik, Achiel." gumam Jerry yang kemudian mengusap kepala Rychelle sambil memainkan rambutnya. Senyuman di bibir Jerry langsung terlukis indah menggambarkan kebahagiaannya malam ini.


"Hai calon istri. Aku sangat bahagia malam ini hingga rasanya aku tidak ingin terpejam melewatkan malam pertama denganmu." ucap Jerry dengan suara yang sangat pelan.


"Yaa, malam pertama kita sebagai calon sepasang suami dan istri." lanjutnya lagi yang kemudian menyingkirkan guling pembatas yang sudah dipasang Rychelle di antara mereka.


Setelah menyingkirkan guling, Jerry pun mendekatkan tubuhnya ke arah Rychelle tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun.


"Ck, memandangmu saja membuat hatiku berdesir tidak menentu." kini telunjuk Jerry mulai menyentuh wajah Rychelle mulai dari kening, hidung, dan berhenti di bibir Rychelle yang sangat ingin ia cicipi.


Jerry mengusap perlahan bibir ranum Rychelle dengan ibu jarinya dan mencoba mendekatkan wajahnya untuk mendaratkan bibirnya ke bibir Rychelle. Sedikit demi sedikit dan kini hembusan nafas Rychelle mulai terasa menyentuh wajahnya.


Sayangnya saat bibir Jerry hampir saja menyentuh bibir Achielnya, Rychelle justru bergerak dan tiba-tiba saja memeluk tubuh Jerry seperti memeluk guling.


Grab!


Pelukan mendadak dari Rychelle membuat Jerry sangat terkejut. Ia bahkan tidak bisa bergerak sedikit pun karena senjatanya di bawah sana langsung terasa sesak.


"Sial, aku benar-benar tidak sanggup menahannya." gerutu Jerry yang sudah mulai panas dingin hanya karena pelukan Rychelle.


Jerry pun bergerak perlahan untuk meraih remote AC yang ada di atas nakas samping Rychelle untuk mengurangi suhu ruangan agar lebih dingin karena ia sudah merasa sangat gerah.


Tangannya bergerak perlahan untuk meraih remote tersebut bersamaan dengan gemuruh di dalam dadanya karena ia dan Rychelle kini benar-benar sudah tidak berjarak sama sekali.


Setelah berhasil meraih remote ACdan mengurangi suhunya, tidak menunggu lama, Rychelle pun mengeratkan pelukannya kepada Jerry karena merasa dingin.


Kini Jerry pun mulai merasa semakin sesak saat tubuh Rychelle menempel erat dengan tubuhnya meskipun keduanya masih sama-sama berbalut kan pakaian.


"Arrgghh, Achiel. Ini benar-benar sangat menyiksaku." pekik Jerry dalam hati karena ia harus berusaha lebih keras lagi untuk menahan gejolak hasratnya yang sudah begitu membara.


Jerry mencoba untuk mengatur nafasnya dan perlahan melepaskan dirinya dari pelukan Rychelle yang menurutnya malam ini sangat mematikan.


Bagaimana tidak? Jika ia tidak bisa menahan dirinya dan menodai Rychelle, ia sungguh tidak berani ambil resiko jika Rychelle akan membencinya seumur hidup.


Jerry beringsut pelan-pelan dari pelukan Rychelle agar tidak membangunkan tidur wanita yang begitu dicintainya itu. Hingga akhirnya ia bisa melepaskan diri dari pelukan Rychelle.


"Huuuuft." Jerry membuang nafasnya kasar. Ia pun segera mengambil guling yang tadi ia singkirkan dan mengembalikannya ke tempat semula.


Namun baru saja tangannya meraih guling yang akan digunakan sebagai pembatas, kaki Rychelle kini menimpa kaki Jerry dan menggerakkannya perlahan karena ia merasa kedinginan sampai lutut Rychelle tanpa sengaja menyenggol barang milik Jerry yang sedari tadi sangat sulit untuk dikondisikan.


Lagi-lagi Jerry harus menahan suaranya agar tidak berteriak dan membangunkan Rychelle. Kali ini ia menggigit bibir bawahnya dengan kencang untuk bertahan dari siksaan Rychelle malam ini.


Akhirnya Jerry pun meraih remote AC dan mengembalikan ke suhu awal dan kemudian menyelimuti Rychelle.


"Aku ternyata benar-benar tidak bisa tidur setiap malam denganmu, Achiel. Baru satu malam saja aku sudah sangat tersiksa seperti ini." gumam Jerry pelan.


Hingga waktu menunjukkan tepat pukul 3 dini hari, Jerry baru bisa menjauh dari tubuh Rychelle den meletakkan kembali guling pembatas mereka pada posisinya.


Setelah itu Jerry pun yang sudah sangat kelelahan menahan gejolak hasratnya semalaman akhirnya langsung terlelap dengan posisi meringkuk di dalam selimut dan membelakangi Rychelle.


Tepat pukul 5 pagi, seperti biasa alarm milik Rychelle berbunyi dan Rychelle pun mulai mengerjapkan matanya sambil mematikan alarm miliknya.


Setelah matanya membuka sempurna, Rychelle pun melihat di sampingnya dan tampak guling pembatas di antara mereka tidak bergeser sedikit pun. Tidak hanya itu, Jerry pun masih tertidur dengan posisi yang sama seperti tadi malam.


Rychelle pun kini tersenyum dan bernafas lega, terlebih saat ia menyibakkan selimutnya da melihat dirinya yang masih dengan pakaian yang utuh dan lengkap.


"Wow, ternyata bisa dipercaya juga Bang Jerry." gumam Rychelle. Ia pun kemudian langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Selesai Mandi dan mengeringkan rambutnya, Rychelle melihat ke arah tempat tidur. Tampak Jerry masih terlelap dalam tidurnya, padahal Rychelle sudah sengaja melakukan aktifitas paginya dengan suara yang sedikit berisik.


"Bang Jerry nih tidur lama banget ya?" gumam Rychelle yang kemudian mendekat ke arah Jerry yang masih berselimut. "Kok belum bangun juga sih, padahal udah jam 6 lebih loh."


Tangan Rychelle pun menggoyangkan sedikit lengan Jerry untuk membangunkannya.


"Bang, udah jam 6 lebih. Abang gak mau bangun?" tanya Rychelle.


Jerry yang masih sangat mengantuk pun kembali merapatkan selimutnya tanpa menjawab panggilan Rychelle.


"Hemm, masih ngantuk banget kayaknya nih." gumam Rychelle yang kemudian meninggalkan Jerry dan memutuskan untuk menonton film.


Tepat jam tujuh, seperti biasa Inah selalu datang ke kamar Rychelle untuk mengantarkan sarapan untuk nya.


"Silahkan sarapannya Nona." ucap Inah yang sudah meletakkan menu sarapan Rychelle di atas meja.


"Cuma untuk satu orang ya?" tanya Rychelle.


"Memangnya untuk siapa lagi non?"


"Tuh, Tuan kamu masih ada di balik selimut. Aku rasa dia juga ingin sarapan denganku pagi ini." jawab Rychelle.


Inah pun langsung mengarahkan pandangannya ke arah tempat tidur Rychelle. "Semalam Tuan Jo tidur bersama anda, Nona?" tanya Inah sedikit terkejut.


"Tuan Jo?" tanya Rychelle yang mulai paham jika dari kemarin Inah tidak pernah menyebutnya dengan nama Jerry.


"Iya non," jawab Inah sedikit ketakutan.


"Siapa nama panjang Jo?" tanya Rychelle kemudian.


"Lebih baik anda tanyakan sendiri pada Tuan Jo, Nona. Saya akan kembali lagi membawakan sarapan untuk beliau." ucap Inah yang kemudian undur diri dari hadapan Rychelle.


"Aku yakin, Jerry pasti sudah mengganti namanya dengan nama Jo. Tapi siapa nama panjangnya ya." gumam Rychelle sambil mengingat ingat beberapa nama yang sempat ia dapatkan dari Catatan Sipil Surabaya.


"*Ck, saking banyaknya nama yang ada dalam data tersebut membuat aku sangat sulit untuk mengingatnya."


"Hemm, lebih baik aku langsung menanyakannya saja dengan Bang Jerry siapa nama samarannya saat ini*."


Rychelle pun kini menuju ke tempat tidurnya dan kembali membangunkan Jerry yang masih memejamkan matanya.


...☘️☘️☘️...


Jangan lupa tinggalkan jejak dukungan kalian ya untuk othor biar Author makin semangat. Terima kasih banyak semuanya