
Saat Teysar keluar dari mobilnya, tiba-tiba ada mobil yang mendekat ke arahnya dan berhenti tepat di depan mobilnya.
"Mobilnya kenapa Mas?" tanya seorang wanita sambil keluar dari mobilnya.
"Ada yang sengaja melempar telur di kaca mobilku." jawab Teysar sambil mulai membersihkan kaca mobilnya menggunakan kanebo.
"Hati-hati loh, banyak tindak kejahatan malem-malem gini." ucap wanita tadi. "Sini biar aku bantu bersihin kacanya."
Tawaran wanita tadi langsung ditolak mentah-mentah oleh Teysar karena dia sama sekali tidak ingin merepotkan orang lain. Saat Teysar sedang berdebat dengan wanita yang tidak ia kenal sama sekali, tiba-tiba datang seorang lelaki dari belakang Teysar yang kemudian membekap Teysar dari belakang.
Hanya dalam hitungan detik pun Teysar langsung tidak sadarkan diri dan tergeletak begitu saja dijalanan.
...☘️☘️☘️...
Di sisi lain, Bripda Imelda kebetulan sedang bertugas patroli malam bersama dengan beberapa rekannya. Dari kejauhan, mereka melihat ada mobil yang berhenti di pinggir jalan dan segera mendekat ke arah mobil tersebut.
Betapa terkejutnya mereka saat melihat Aipda Teysar yang terkapar di jalanan dengan kondisi tidak sadarkan diri. Bripda Imelda pun langsung turun dari mobil dan mendekat ke arah Aipda Teysar.
"Aipda Teysar, bangunlah! Apa yang sebenarnya sudah terjadi?" tanya Bripda Imelda sambil menepuk nepuk pipi Teysar.
"Ini seperti kejahatan yang direncanakan jika melihat kaca mobil Aipda Teysar yang penuh dengan pecahan telur seperti ini." gumam salah satu rekannya.
Mereka pun langsung membersihkan kaca mobil tersebut dan kemudian membawa Teysar yang masih belum sadarkan diri ke rumah sakit.
Namun saat di tengah perjalanan menuju ke rumah sakit, Teysar pun mulai sadarkan diri karena Imelda terus saja menghirup kan aroma minyak kayu putih di hidungnya.
Teysar mengerjapkan matanya perlahan-lahan sambil memegang kepalanya yang terasa sangat sakit. "Dimana aku?" tanya Teysar dengan tatapan bingung saat mobilnya dijalankan oleh rekan polisi dan melihat ada Imelda di hadapannya.
"Saya menemukan anda terkapar di jalan tepat di depan mobil anda." jelas Imelda membuat Teysar kembali mengingat apa yang terjadi sebelumnya saat mobilnya dilempari beberapa telur.
"Rychelle!" Teysar kini mulai mengingat jika ia hendak mengantar calon istrinya pulang ke rumah.
"Apa kalian sudah mengantar Rychelle pulang ke rumah?" tanya Teysar yang tidak melihat Rychelle sama sekali di mobilnya.
Pertanyaan Teysar justru membuat Imelda makin terkejut. "Saat kami menemukan anda, kami sama sekali tidak melihat BripKa Rychelle."
"Apa anda tadi sedang bersama BripKa Rychelle?" tanya Imelda kemudian membuat Teysar seketika langsung gusar.
Dia kini mulai paham jika kejadian tadi adalah untuk mengecohnya agar penjahat tadi bisa menangkap Rychelle.
"Ya, tadi aku hendak mengantarkannya pulang ke rumah." jawab Teysar yang kemudian menceritakan apa yang sudah terjadi padanya sebelum tidak sadarkan diri.
Setelah mendengar penjelasan dari Teysar, mereka pun memutuskan untuk segera pergi ke rumah Rychelle dengan harapan Rychelle sudah tiba di rumah meski harapan tersebut sangat tipis.
...☘️☘️☘️...
Sesampainya di rumah Rychelle, ternyata Rychelle tidak ada di sana. Bahkan Ryan One dan Rychand yang belum tidur dan sedang membahas rencana pernikahan Rychelle pun sangat terkejut dengan informasi yang didapat dari Teysar.
"Kamu sudah menghubungi ponselnya?" tanya Rychand dengan nada yang mulai meninggi.
"Sudah Bang, tapi tidak tersambung." jawab Teysar.
Rychand pun langsung melacak keberadaan ponsel Rychelle menggunakan ponselnya. "Kita berpencar malam ini, aku yakin Rychelle dalam bahaya. Tempat terakhir di ponsel Rychelle terlihat ada di lingkar luar Tol menuju ke arah timur." ucap Rychand.
Akhirnya semua polisi yang sedang bertugas malam ini pun langsung melacak keberadaan Rychelle. Mereka pun langsung menuju ke tempat dimana posisi terakhir terdeteksi.
Tidak hanya itu, mereka pun langsung meminta bantuan kepada rekan lainnya yang dekat dengan lokasi terakhir untuk merapat.
"Maaf Bang, aku gagal menjaga Rychelle." ucap Teysar yang merasa sangat tidak enak dengan Rychand.
"Jika yang menangkap Ludolf Berwyn, aku pastikan nyawanya tidak akan tertolong lagi." timpal Ayah Ryan.
"Namun, jika yang menangkapnya Jerry, aku yakin putriku masih bernafas."
Rychand yang sudah sangat khawatir dengan keadaan adiknya pun terus berdoa untuk kebaikan dan keselamatan Rychelle.
"Tapi bagaimana jika yang menangkapnya bukan kedua orang itu?" tanya Rychand gusar. Terlebih mengingat keberhasilan misi Rychelle yang merugikan banyak pihak.
"Kekuatan satu-satunya adalah do'a untuknya. Ayah pun sangat mengkhawatirkan keadaannya."
Saat mereka masih saling mengobrol, ponsel Rychand pun berdering.
"..."
"Kalian sudah sampai di tempat? kejar terus menuju ke timur!" perintah Rychand.
"..."
"Apa?! Ponsel Rychelle ditemukan tergeletak di pinggir jalan?"
"..."
Panggilan pun berakhir dan Rychand mengusap wajahnya kasar.
"Mereka bergerak dengan sangat cepat dan cerdas sampai kita kehilangan jejak Rychelle." gerutu Rychand kesal.
"Tetap bergerak sampai Rychelle ketemu!" perintah Ryan One yang kali ini membuat Teysar semakin merasa bersalah.
"Kita tetap harus meminta bantuan banyak pihak terkait kasus ini, ayah." balas Rychand mengingat malam semakin larut dan mereka belum beristirahat sama sekali.
Sedangkan Teysar pun langsung memberi kabar ayahnya atas hilangnya Rychelle dan memintanya untuk merahasiakan berita kepada bundanya.
Akhirnya meskipun sudah tengah malam, BrigJen Aris meminta untuk diadakan rapat dadakan untuk mengusut hilangnya Rychelle. Kini berbagai pihak pun turut membantu mencari Rychelle yang hilang karena BrigJen Aris langsung menyebarkan informasi ini ke media sosial.
Bahkan hampir seluruh anggota polisi tersebar untuk menyelidiki beberapa tempat yang kemungkinan dilalui oleh mobil yang berhenti di depan Teysar tadi.
Untungnya Teysar masih mengingat jelas nomor plat mobil tersebut beserta dengan ciri-cirinya. Teysar pun langsung menggambar stiker yang terpasang di belakang mobil tersebut lengkap beserta tulisannya.
Akhirnya satu jam kemudian pun mereka mendapat informasi dari pihak polisi yang berjaga di Tol lingkar luar jika mobil dengan plat dan ciri-ciri yang disebutkan oleh Teysar sedang menuju ke arah puncak.
Polisi di daerah puncak pun langsung dengan sigap berpencar untuk menangkap mobil tersebut. Setiap penginapan dan hotel mereka masuki satu per satu. Sedangkan Teysar dan Rychand kini langsung meluncur ke arah puncak.
Selama perjalanan Rychand dan Teysar terus melacak kepemilikan mobil dengan plat nomor tersebut.
"Sial! Nomor plat mobil itu fake!" umpat Rychand semakin gusar.
Teysar pun mengusap wajahnya kasar. "Tapi kita masih bisa melacaknya dengan ciri-ciri mobil tersebut, Bang!" ucap Teysar yang tidak kalah kalut nya dengan Rychand.
"Ya, kita tinggal tunggu kabar selanjutnya." ucap Rychand yang terdengar hampir putus asa.
...☘️☘️☘️...
Mohon maaf ya semuanya, kemarin Author sibuk banget sampe gak up. 🙏🙏🙏
Seperti biasa yaa, mohon dukungannya biar Author makin rajin up nya, dengan like, comment, vote, and gift. Terima kasih banyak semuanya. 😍😍😍