
Sudah 2 hari ini berita hilangnya BripKa Rychelle Olyvia terus ditayangkan di televisi dan juga media sosial. Pelacakan polisi dan beberapa pihak lainnya pun belum membuahkan hasil.
Sedangkan Bemby (Ludolf Berwyn) yang melihat berita tersebut langsung datang ke rumah putranya, Jorell Kevin (Jerry Berwyn).
"Apa yang membuat papi datang ke rumahku? tanya Jerry sambil menatap tajam ke arah papinya.
Meskipun sudah tinggal di dalam kota yang sama, Jerry memutuskan untuk membeli rumah di kawasan komplek elit untuk tempat tinggal nya seorang diri. Sedangkan papinya memilih tinggal dalam sebuah apartemen bersama dengan seorang asisten rumah tangga.
"Papi yakin, kau pasti sedang menyembunyikan polisi wanita yang tidak tahu diri itu disini." tuduh papi Ludolf sambil mengecek setiap ruangan yang ada di dalam rumah Jerry.
"Cek saja setiap sudut dan ruangan di rumahku! aku pastikan papi tidak an menemukan Achiel ku di sini." jawab Jerry dengan santainya.
"Katakan dimana perempuan itu?!" gertak Ludolf geram. "Aku akan segera membunuhnya karena dia benar benar tidak pantas untuk hidup."
"Papi kira aku yang menangkap dan menyembunyikannya?" tanya Jerry kepada papinya.
"Kalau bukan kamu, siapa lagi?"
"Papi yakin hilangnya perempuan itu pasti ulah kamu, Jo. Cepat katakan dimana kamu sembunyikan polisi wanita itu?!" desak Ludolf Berwyn yang sudah tidak sabar ingin menghabisi Rychelle.
Sayangnya kali ini Jerry memastikan kepada papinya jika dia benar benar tidak tahu menahu tentang keberadaan Rychelle Olyvia.
"Jika bukan kamu, lalu siapa yang menangkap dan menyembunyikan polisi itu serapat ini?" gumam Ludolf Berwyn bertanya-tanya.
"Tentunya, dia adalah orang yang sangat cerdik. Dan ingat papi, aku tidak akan segan-segan memusuhi papi jika papi terus saja memusuhi Achiel ku!" ancam Jerry.
Brak!
Ludolf Berwyn langsung menggebrak meja yang ada di hadapannya.
"Achiel mu sudah tidak ada!" pekik Ludolf Berwyn geram. "Bisa-bisanya kamu lebih mementingkan perempuan pembawa sial itu dari pada papi."
"Tentu saja aku lebih mementingkan dia karena aku begitu mencintainya papi. Jika papi tidak terima dengan keputusanku, silahkan papi urus hidup papi sendiri."
Ancaman Jerry kali ini membungkam mulut Ludolf Berwyn dengan cepat. Selama ini hidupnya benar-benar sangat bergantung dengan putranya. Jika Jerry tidak bergerak cepat untuk mengalihkan segala aset kepemilikannya, sudah dipastikan Ludolf akan hidup terlunta-lunta di jalanan.
Akhirnya Ludolf pun memutuskan untuk pergi dari kediaman putranya dan kembali ke apartemennya. Namun dalam benaknya masih terus bertanya-tanya dimana keberadaan Rychelle, karena jauh di lubuk hatinya, ia tetap ingin menghabisi nyawa perempuan itu.
...☘️☘️☘️...
Sedangkan Rychelle saat ini berada di dalam kamar elite yang di desain tanpa jendela sama sekali dan membuat kamar yang di tempatnya selama dua hari terasa begitu pengap.
Dua hari memutari kamar tersebut, ia sama sekali tidak menemukan jalan keluar. Meskipun ia dilayani bak Ratu Istana, tetap saja ia belum mengetahui siapa yang saat ini sedang menyekapnya.
Flashback ON
Rychelle mulai mengerjapkan matanya yang terasa sangat berat. Ia pun mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya sambil mengerutkan dahinya bertanya-tanya dimana kini ia berada.
"Dimana aku?" tanya Rychelle yang sama sekali tidak mengenali kamar yang saai ini ia tempati.
Ia pun kemudian duduk sambil bersandar di headboard. Pakaiannya sudah berganti dengan piyama tidur, tapi ia tidak menemukan tas maupun ponsel miliknya.
"Apa mungkin Kak Teysar membawaku ke tepat seperti ini?"
Rychelle mulai melangkahkan kakinya untuk turun dari tempat tidur. Ia pun mengelilingi setiap sudut kamarnya. Tidak ada televisi atau barang elektronik apapun. Bahkan ia juga tidak menemukan jendela sama sekali.
Saat ia berjalan ke arah pintu, tampak seorang maid datang membawakan sarapan untuk Rychelle. Tidak hanya itu, maid yang membawakan sarapan untuknya dikawal dengan beberapa bodyguard bertubuh kekar.
"Silahkan dimakan sarapannya Nona." ucap Maid tadi sambil meletakkan nampan yang berisi makanan di atas meja.
"Bisa kau katakan dimana aku sekarang?" tanya Rychelle kepada maid tersebut.
Tampak raut wajah maid tersebut kini dalam ketakutan yang luar biasa.
"Baiklah, kalau begitu katakan padaku siapa orang yang sudah memberikan perintah kepadamu?" tanya Rychelle lagi.
Namun, maid tersebut tetap tidak mau memberitahukan Rychelle sama sekali. Dan Rychelle justru makin penasaran siap yang sudah menyekapnya dengan cara seperti ini.
''Aku benar-benar harus berusaha untuk keluar dari sangkar ini. Aku yakin ayah, kakak dan yang lainnya kini pasti sangat mengkhawatirkan aku." batin Rychelle dalam hati.
"Okey, aku harus memanggilmu dengan sebutan apa? Aku rasa usia kita tidak terpaut jauh." tanya Rychelle.
"Panggil saja Inah." jawabnya dengan singkat.
"Apa aku bisa meminta tolong padamu?" tanya Rychelle sambil berbisik.
Namun tiba-tiba Inah langsung ditarik dengan kasar dengan salah satu bodyguard hingga tersungkur di lantai.
"Inah! Kau dilarang terlalu dekat dengan Nona Muda Rychelle." gertak salah seorang bodyguard.
"Memangnya kenapa?" tanya Rychelle sambil berkacak pinggang.
"Katakan padaku sekarang juga! Siapa yang sudah berani menyekapku di sini?!" gertak Rychelle.
"Jangan banyak bertanya Nona! Lebih baik anda nikmati saja dulu fasilitas disini." ucap bodyguard tersebut.
"Dan tolong ikuti arahan kami untuk tidak dekat dengan maid di sini."
"Bagaimana jika aku tidak mengikuti arahan kalian?" tanya Rychelle semakin berani.
"Maka bos kami akan menyiksa maid yang dekat dengan anda." jawab bodyguard tadi membuat Rychelle terdiam sambil termenung.
Akhirnya bodyguard dan maid tersebut keluar dari kamar Rychelle dan kembali menguncinya dari luar.
'Menyiksa?' gumam Rychelle dalam hati. 'Apa mungkin Jerry Berwyn dan papinya yang kini sedang menyekapku?'
Berbagai pertanyaan dan dugaan kini terus memenuhi kepala Rychelle.
Flashback OFF
Rychelle terus saja berfikir keras mencari cara untuk dapat keluar dari kamar tersebut.
...☘️☘️☘️...
Sedangkan di tebing jurang sekitar puncak, ada seseorang yang menemukan mayat wanita tersangkut di antara pohon besar. Orang yang melihat mayat tersebut langsung menghubungi kepolisian terdekat atas penemuannya di tebing jurang.
Para jajaran polisi beserta Tim SAR pun langsung menuju ke TKP. Berita penemuan mayat tersebut pun juga sampai ke telinga Teysar, Rychand dan juga yang lainnya. Teysar pun langsung menuju ke puncak bersama Rychand.
Sepanjang perjalanan keduanya sama-sama terdiam dengan perasaan kalut yang tiada tara. Jauh di dalam lubuk hati mereka berdoa jika mayat yang ditemukan bukanla mayat Rychelle. Namun, mereka berdua sama-sama tidak bisa menepis kekalutan yang ada di dalam hati mereka.
"Aku yakin, Rychelle masih hidup. Dia pasti sedang berusaha untuk melepaskan diri." gumam Rychand memecah keheningan.
"Aku harap juga begitu, Bang." tukas Teysar sambil menetralkan gemuruh di dalam dadanya.
...🎀🎀🎀...
Terima kasih banyak ya sudah setia mendukung karya Receh aku. Semoga kalian sehat semuanya yaaa. Love you All. 💞💞💞
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak dengan like, comment, vote and gift yaa. Tengkyuuuu