Complicated Mission

Complicated Mission
Lembur



"Maaf!"


Satu kata keluar dari mulut Alarick tanpa memandang ke arah Rychelle sedikit pun.


"Seharusnya anda tidak perlu seperti tadi, Mr. Anda bisa membangunkan saya terlebih dulu tanpa harus ___"


"Tidak perlu dibahas, Rachel. Aku sudah minta maaf bukan?" ALarick memotong kalimat Rychelle dan lagi-lagi tanpa memandang ke arah Rychelle sedikit pun.


Rychelle membuang nafasnya kasar, "Baiklah." jawabnya singkat.


Kini mobil yang di kendarai Alarick hampir sampai di Kantor Bank One Point. Tapi mata Rychelle terus tertuju pada Mall di depan Bank One Point, lebih tepatnya ke arah bangunan yang sangat misterius baginya saat ini.


"Apa yang kau lihat, Rachel?" pertanyaan Alarick seketika membuyarkan konsentrasi Rychelle yang sedang mengamati gedung tersebut.


"Tidak ada, Mr. Hanya saja motor saya masih tertinggal di Mall itu." jelas Rychelle.


Sesampainya di kantor, Rychelle langsung di ajak menuju ke ruangan Alarick. Alarick memencet tombol lift khusus pimpinan sedangkan Rychelle justru menuju ke arah lift karyawan.


Sontak saja Alarick menarik tangan Rychelle dan hampir saja membuat langkah Rychelle limbung. "Ikut saja denganku." ucap Alarick yang kemudian menarik tangan Rychelle untuk masuk ke dalam lift bersama dirinya.


Rychelle yang masih diselimuti rasa keterkejutannya atas sikap Alarick barusan hanya diam menurut. Pintu lift pun tertutup dan Alarick masih saja menggenggam tangan Rychelle. Perlahan lahan Rychelle melepaskan genggaman tangan Alarick, sayangnya ALarick justru mempererat genggamannya.


"Maaf Mr, tangan saya." Rychelle mengangkat tangannya sedikit ke atas dan Alarick pun akhirnya menghempaskan tangan Rychelle begitu saja.


Pintu lift pun terbuka, Alarick segera melangkahkan kakinya menuju ruangannya dan diikuti oleh Rychelle. Sayangnya Alarick bukannya menuju meja kerjanya, tapi justru membuka pintu yang ada di ujung ruangannya.


"Rachel," panggil Alarick. "Kemarilah."


Rychelle menelan ludahnya kasar saat Alarick kini justru mengajaknya untuk masuk ke kamar pribadinya yang terletak di dalam ruang kerjanya.


"Tapi Mr, untuk apa? Bukankah kita harus menyiapkan berkas untuk besok rapat?" tanya Rychelle dengan suara yang bergetar.


"Hei! Apa yang ada dalam fikiranmu?" tanya Alarick geram. "Bukankah kau mengatakan ingin mandi? Kamar mandinya ada di dalam kamar ini." jelas Alarick.


"Ooh, saya sudah tidak ingin mandi Mr. Lebih baik kita langsung menyiapkan berkasnya saja. Saya akan mandi di rumah nanti." kilah Rychelle.


'Mana mungkin aku mandi di sini? Lagi pula aku tidak membawa handuk dan baju ganti. Ck, menyebalkan sekali. Tahu begini aku langsung pulang saja tadi setelah mengantar Avega pulang.' gerutu Rychelle dalam hati.


"Sayangnya aku tidak ingin bekerja dengan pegawai yang kusut sepertimu." ucap Alarick. "Cepat mandi atau kau kupecat?" ancam Alarick.


"Tapi saya tidak membawa ___"


"Handuk dan baju ganti untukmu sudah ada di walk in closet." ucap Alarick. Akhirnya mau tidak mau, Rychelle pun melangkahkan kakinya menuju kamar pribadi Alarick.


Sedangkan Alarick menunggunya di meja kerjanya sambil mulai menyalakan macbook miliknya.


Rychelle memperhatikan sekeliling kamar Alarick dengan desain monokrom dan tampak elegan sambil menuju ke kamar mandi. Betapa terkejutnya Rychelle saat di kamar mandi sudah disiapkan air hangat di dalam bathtub untuknya berendam.


Tidak hanya itu, bahkan handuk dan baju ganti untuknya pun sudah disiapkan. "Kenapa semuanya sudah siap seperti ini?" gumam Rychelle.


"Apa mungkin ini baju ganti Miss Molly? Dan sebenarnya Mr Alarick sudah menyiapkannya untuk Miss Molly."


Kali ini Rychelle menikmati mandi malamnya, tapi kemudian ia teringat sesuatu. "Bukankah tadi Mr Alarick memerintahkan aku mandi di Mansionnya? Dan saat papinya marah dengan kehadiranmu, ia langsung mengajakku lembur di sini."


"Huuuh, aku harus bergegas cepat. Mr Alarick pasti sudah menyiapkan ultimatum kerja rodi selepas ini." gumam Rychelle yang buru-buru menuntaskan mandi malamnya.


...🍀🍀🍀...


Rychelle kini berdiri di hadapan Alarick dengan menggunakan kaos dan celana panjang yang sudah disiapkan oleh Alarick sebelumnya.


"Sudah merasa lebih segar?" tanya Alarick.


"Sudah Mr," jawab Rychelle. "Sekarang apa yang harus saya lakukan?" tanya Rychelle.


"Duduklah!" perintah Alarick yang kemudian memberikan flashdisk kepada Rychelle.


"Tolong kamu print semua berkas ini, dan jangan lupa untuk dicek ulang. Aku akan mandi sembari menunggumu selesai." ucap Alarick.


"Apa Mr mau saya siapkan air hangatnya?" tanya Rychelle an Alarick langsung menggelengkan kepalanya.


"Tidak perlu, aku bisa menyiapkannya sendiri. Tolong buatkan aku green tea saja di pantry nanti beserta kudapannya." pinta Alarick dan Rychelle pun langsung menganggukkan kepalanya.


Rychelle segera menuju meja kerjanya untuk mengecek berkas di dalam flashdisk dan mengeprintnya. Tidak perlu banyak waktu untuk mengeceknya karena sebenarnya ia hanya tinggal mengeprintnya saja.


Setelah siap, ia pun menuju pantry untuk membuatkan pesanan Alarick. Rychelle pun tergerak untuk membuatkan oatmeal dengan taburan keju dan potongan buah di atasnya. Tak lupa ia membuatkan green tea dan segera membawanya ke ruangan Alarick.


"Terima kasih, Rachel." ucap Alarick yang langsung melahap oatmeal yang dibuatkan oleh Rychelle. Sedangkan Rychelle kembali ke meja kerjanya untuk mengambil berkas yang baru saja ia print.


Dalam sekejap saja mangkok yang ada di tangan Alarick langsung bersih tanpa sisa. Rychelle yang diam diam memperhatikan Alarick dari kejauhan pun mengulum senyumnya saat melihat Alarick begitu lahap memakan oatmeal yang ia buat.


Ia pun kembali masuk ke dalam ruangan Alarick sambil membawa berkas tersebut. Dilihatnya jam yang ada di tangannya sudah menunjukkan pukul 10 malam.


"Rachel, kita masih harus mempelajari berkas ini dan kemungkinan akan bermalam di kantor. Lebih baik kau memberi kabar kepada orang rumah jika kau tidak pulang malam ini." jelas Alarick.


"Baik Mr." jawab Rychelle yang langsung mengetikkan pesan kepada kakaknya dan memberi kabar bahwa malam ini ia tidak pulang ke rumah.


Setelah itu Rychelle mulai mempelajari berkas meeting tersebut karena besok ia diminta untuk mempresentasikannya di depan klien. Hingga waktu menunjukkan jam 12 malam, Rychelle masih saja memegang berkas tersebut di tangannya.


"Sekarang Kau bisa berlatih untuk mempresentasikan nya di depanku." pinta Alarick yang matanya sudah mulai memerah.


Rychelle pun langsung mengikuti perintah Alarick. Lima belas menit terlewati dan Rychelle berhasil mempresentasikan nya di depan Alarick dengan sangat baik.


"Kau cukup baik untuk mempresentasikan nya kali ini. Istirahatlah, karena besok kita harus bangun pagi." ucap Alarick.


"Oh iya, Rachel. Kau bisa istirahat di kamarku dan aku akan tidur di sofa."


Buru-buru Rychelle menggelengkan kepalanya. "Tidak perlu Mr, saya akan beristirahat di sofa ruang kerja saya saja." Rychelle menolak permintaan Alarick dengan sangat halus.


"Sofa di ruang kerjamu tidak senyaman di ruanganku. Aku akan tidur di kamar dan kau bisa tidur di sofa ini." Alarick menunjuk sofa yang ada di ruangannya. "Aku tidak menerima bantahan darimu."


Alarick pun berbalik meninggalkan Rychelle dan masuk ke dalam kamarnya. Sedangkan Rychelle yang sudah sangat mengantuk pun akhirnya merebahkan tubuhnya di sofa. Tanpa menunggu lama, matanya pun langsung terpejam.