Complicated Mission

Complicated Mission
This Night



Sesampainya di tempat yang dituju, perasaan Rychelle makin tidak enak. Restoran yang ia tuju saat ini adalah restoran bintang 5 yang biasa dipakai untuk acara tertentu dan khusus.


Terlebih saat menyusuri setiap jalan menuju ke dalam yang penuh dengan beberapa foto candid Rychelle saat mengenakan seragam atau mengenakan baju santai yang tertempel dan dihias sangat indah di dinding. Bahkan ada satu foto saat ia mengenakan baju olahraga.


Kali ini Rychelle menghentikan langkahnya dan melihat fotonya yang mengenakan baju olahraga. Ingatannya langsung melayang mengingat saat Alarick masih menjadi narapidana dan ia ditugaskan untuk memimpin olahraga pagi itu.


"Apa yang sebenarnya disembunyikan dariku?" tanya Rychelle kepada Bripda Imelda.


Imelda hanya tersenyum sambil mengedikkan bahunya. Sedangkan kali ini Rychelle sudah mulai bisa menebak apa yang sekiranya akan terjadi malam ini.


"Apa Mas Arick akan melamarku?" tanya Rychelle dalam hati mengingat Alarick lah yang mengajaknya dinner malam ini.


"Aduh, aku kok jadi makin dag dig dug gini sih. Tapi tunggu, jika memang Mas Arick akan melamarku, bagaimana dengan Kak Teysar? Bukankah aku saat ini masih memiliki status sebagai tunangannya?"


Batin Rychelle bergolak tidak menentu terlebih semenjak kematian ayahnya, bunda Teysar sering mengunjunginya untuk menghibur dan juga memanjakannya hampir setiap hari.


Saat memasuki ke ruang utama yang sudah direservasi, Rychelle makin terkejut saat melihat tidak hanya Alarick, melainkan Teysar juga ada di sana menunggu kehadirannya.


Rychelle menahan dirinya untuk tidak langsung bertanya kepada kedua pria yang kali ini ada di hadapannya. Namun sorot matanya terlihat sangat tajam mempertanyakan apa yang terjadi malam ini.


Melihat warna jas yang dikenakan kedua pria di hadapannya juga akhirnya membuat Rychelle sadar jika 2 set gaun tersebut sengaja dipesan oleh mereka.


Alarick tampak semakin tampan mengenakan jas berwarna soft grey yang membuat penampilannya terlihat sangat elegan.


Sedangkan jas berwarna peach yang melekat di tubuh Teysar membuatnya tampak sangat macho, terlebih warna tersebut adalah warna favorit Rychelle.


Teysar dan Alarick pun sama-sama menarik kursi dan mempersilahkan wanitanya untuk duduk. Dua kursi yang disiapkan oleh dua pria yang berbeda membuat Rychelle semakin yakin mereka berdua telah sepakat untuk membuatnya memilih salah satu di antara mereka.


Sayangnya Rychelle tidak duduk di kursi mana pun itu dan justru menarik kursinya sendiri.


"Siapa di antara kalian yang ingin menjelaskan kepadaku?" tanya Rychelle dengan nada tegas.


"Jika aku dulu pernah merelakanmu untuk bersanding dengan Aipda Teysar, kali ini tidak Rychelle. Kerelaanku dulu kini sirna begitu saja saat bertemu kembali denganmu. Sebelum kau sah menjadi istri orang, aku akan terus berjuang untuk mendapatkan hatimu." ucap Alarick.


"Dan aku belum mundur untuk melepaskanmu dari statusmu sebagai calon istriku, Rychelle sebelum aku mendengar sendiri kau memutuskan hubungan kita dan beralih untuk memilih Alarick," jelas Teysar.


Rychelle menelan ludahnya kasar mendengar ucapan kedua pria di depannya.


"Ini semua konyol! Aku sama sekali belum memikirkan untuk mulai menjalin sebuah hubungan, apalagi menikah. Lagi pula aku juga tidak ingin merusak persahabatan kalian berdua." balas Rychelle yang sebenarnya saat ini ia menutupi kebimbangan hatinya.


Alarick dan Teysar sama-sama membuat Rychelle nyaman berada di dekat mereka. Keduanya juga memperlakukan Rychelle layaknya Ratu.


Jika dinilai dari wajah dan postur tubuh, keduanya seimbang karena menurut Rychelle keduanya sama-sama macho dan juga tampan dengan ciri khas dari mereka masing-masing.


Alarick yang bekerja di dalam ruangan memang membuat kulitnya terlihat lebih putih dari Teysar. Sedangkan Teysar yang lebih banyak bertugas di lapangan memiliki kulit kuning langsat yang sedikit coklat karena paparan sinar matahari.


Tapi bulu halus yang tumbuh da terawat dengan baik di sekitar rahang pipinya membuat Teysar menjadi sosok polisi pujaan banyak wanita.


"Kita berdua sudah sepakat untuk saling menerima apapun yang menjadi pilihanmu, Rychelle. Dan aku juga tidak akan memutuskan persahabatan dengan AL." jelas Teysar.


"Yap, aku juga setuju dengan apa yang dikatakan oleh Aipda Teysar. Aku hanya ingin memastikan, adakah kau masih tetap ingin memilih Teysar untuk menjadi suamimu, atau memilih aku - - - " Alarick menjeda sebentar kalimatnya.


"Menjadi suami dan juga ayah dari anak-anak seorang BripKa Rychelle Olyvia, "


Rychelle membuang nafasnya kasar. Dia benar-benar tidak bisa memilih dengan waktu secepat ini. Baginya semua ini terlalu mendadak.


Mami Divya, sangat nampak menginginkannya menjadi menantunya. Bahkan ia juga rela mengorbankan dirinya untuk membantu Rychelle yang tertawan, hingga ia harus kehilangan putra sulungnya dan juga suaminya yang tertangkap oleh polisi.


Sedangkan Bunda Teysar dan juga BrigJen Aris juga sudah memperlakukannya seperti anak menantu sendiri.


Jika ia memilih Teysar untuk menjadi suaminya, dia yakin Mami Divya tidak akan terlalu kecewa dengan pilihannya.


Tapi jika Ia memilih Alarick, sudah tentu ia tidak hanya mengecewakan Bunda Teysar tetapi juga mengecewakan BrigJen Aris yang masih akan menjadi komandannya.


"Aku sangat lapar, kita bisa melanjutkan pembicaraan ini setelah makan bukan?" tanya Rychelle.


Teysar dan Alarick pun saling melemparkan pandang.


"Emm, baiklah. Kita makan dulu." balas Alarick sambil menepukkan tangannya sebanyak 3 kali.


Para pelayan langsung mengeluarkan banyak makanan dan meletakkannya di atas meja. Tak lama kemudian, satu persatu orang yang sangat Rychelle kenal mulai memenuhi ruangan.


Terlihat BrigJen Aris masuk dengan menggandeng tangan bunda Teysar. Disusul oleh Mami Divya yang datang bersama Avega dan juga Liber Ran dengan membawa seorang bayi cantik.


Setelah itu tampak kakaknya Rychand dan juga Citra juga bergabung untuk menikmati makan malam bersama mereka. Hal ini membuat Rychelle semakin bingung harus memilih siapa.


Meski sudah merasa sangat lapar, Rychelle tetap saja tidak menikmati makan malamnya kali ini. Kegundahan Rychelle membuat Bunda Teysar dan Mami Divya pun kemudian berjalan mendekati meja Rychelle.


"Apa makanannya tidak enak sayang?" tanya Mami Divya.


"Emhh, enak kok Mami. Cuma Rychelle bener-bener sangat shock untuk malam ini."


"Maaf jika malam ini kami semua berkumpul dan membuatmu menjadi sangat bingung sayang." timpal Bunda Teysar.


"Apapun pilihanmu, kita semua akan mendukungmu. Karena kebahagiaanmu adalah kebahagian dari kami. Melihatmu masih ada di tengah kami saja membuat bunda sangat bersyukur." lanjutnya lagi.


"Benar kata nyonya Aris, tidak ada lagi yang perlu Rychelle takutkan untuk membuat suatu pilihan. Pilih mana saja yang membuatmu lebih nyaman dan bahagia." tukas Mami Divya sambil mengusap punggung Rychelle.


Ting!


Rychelle menjatuhkan sendok di atas piringnya dan kemudian memeluk bunda Teysar dan juga Mami Divya secara bersamaan. Air matanya langsung keluar begitu saja membasahi pipinya.


Ia sama sekali tidak menyangka jika bukan hanya kedua lelaki di depannya saja yang sepakat menerima apapun yang akan ia pilih. Ternyata keluarga besar mereka pun juga sudah sepakat apapun yang menjadi pilihan Rychelle nantinya.


Setelah selesai makan malam, kini waktunya semua yang hadir menunggu Rychelle menjatuhkan pilihannya.


"Ehmm!" dehem Rychelle yang sangat gugup karena saat ini semua mata tertuju dengannya.


"Kali ini, aku tidak bisa menyebutkan nama lelaki mana yang akan aku pilih. Tapi aku akan memandang mereka berdua secara bergantian dan kalian akan bisa menilai, siapa di antara Kak Teysar dan juga Mas Arick yang aku pilih."


🍄🍄🍄


Mohon maaf sebelumnya kemarin Author gak up 🙏🙏🙏


Jangan lupa untuk tinggal kan jejak kalian ya untuk Like, Comment, Favorit, Vote and gift. Terima kasih banyak atas dukungan kalian semua.


Love you all. 😘😘😘