Complicated Mission

Complicated Mission
Penyelidikan 2A



Setelah ayah mertua dan juga suaminya kembali ke kantor polisi, Citra awalnya hendak mengorek tentang perasaan adik iparnya itu kepada Alarick. Sayangnya Rychelle justru memejamkan matanya karena pengaruh obat yang ia minum setelah makan Siang tadi membuatnya mengantuk.


Akhirnya Citra juga memutuskan untuk beristirahat di sofa ruangan Rychelle.


...☘️☘️☘️...


Di sisi lain, Avega kini ditahan di sel yang sama dengan Alarick dan mereka pun akhirnya saling bertukar cerita dengan apa yang sudah terjadi.


Alarick menceritakan bagaimana keadaan Rychelle saat di Pulau Rahasia sampai berpindah ke Pulau Pelangi dan tertembak oleh papinya sendiri. Sedangkan Avega menceritakan tentang polisi yang menggerebek Gokk Build yang sudah lama ini tidak pernah terkuak sama sekalijika gedung itu digunakan sebagai tempat judi terbesar baik online maupun offline.


"Seharusnya penggerebekan Gokk Build tidak ada sangkut pautnya dengan Bank One Point, Avega." tukas Alarick yang perusahaannya kini sudah ada di ujung tanduk.


"Memang seharusnya seperti itu, Bang. Tapi sayangnya polisi sudah mengetahui lorong bawah tanah yang menghubungkan Gokk Build dengan ruang kosong di Bank One Point." balas Avega membuat Alarick sangat tercengang.


"Tidak mungkin! Bahkan selama ini karyawan kita sendiri tidak ada yang tahu tentang lorong bawah tanah itu."


Selama bertahun-tahun, rahasia perusahaan dan bisnis mereka berjalan dengan sangat lancar tanpa ada hambatan sedikit pun. Karena setiap dari mereka benar-benar menjaga rahasia terbesar dalam perkembangan bisnis mereka.


Tapi kali ini, polisi langsung menyapu bersih tindakan mereka yang menyalahi aturan mulai dari perjudian hingga perdagangan narkoba tanpa sisa sedikit pun. Meski papi Ludolf, Molly, dan juga Jerry belum tertangkap polisi, tetap saja status mereka sudah menjadi buronan polisi.


"Aku yakin ada seseorang yang sudah lama menyelidiki semua ini." gumam Alarick sambil memijat kepalanya yang sedikit terasa pening.


"Tapi siapa kira-kira orang itu, Bang?" tanya Avega sambil menyandarkan tubuhnya ke dinding sel dan meluruskan kakinya.


Sekilas Alarick teringat saat Jerry mengatakan bahwa ia mengenal Rachel sejak kecil dan bahkan sudah mencintainya sejak dulu.


"Rachel." satu kata terucap di bibir Alarick membuat Avega langsung menepuk bahunya.


Plak!


Tepukan Avega sangat terasa di bahu Alarick karena ia menepuk nya dengan sangat kencang.


"Dia hampir kehilangan nyawa karena kesalahan kak Molly. Aku yakin Rachel bukan orang di balik semua ini." sanggah Avega yang tidak terima Alarick menuduh Rachel.


"Aku juga tidak menaruh curiga terhadap nya. Tapi sekarang, aku tanya padamu. Apa kau mengenal Rachel sebelumnya?" tanya Alarick membuat Avega terdiam.


"Memang saat aku pertama kali melihat Rachel, aku seperti sudah pernah bertemu dengannya. Tapi aku sama sekali tidak ingat dimana bertemu dengan Rachel." balas Avega.


"Memangnya kenapa, bang?" tanya Avega.


"Bang Jerry mengatakan bahwa ia sudah lama mengenal Rachel, bahkan sejak ia masih kecil. Dan tidak hanya itu, dia juga sudah mencintai Rachel sejak kecil." jawab Alarick sambil mengumpulkan puzzle memori saat ia masih kecil.


Alarick dan Avega pun kini sama-sama terdiam untuk menebak apa yang sudah dikatakan oleh Jerry.


Namun tiba-tiba pintu sel terbuka dan tampak polisi yang name tagnya tertulis Aipda Teysar masuk dan meminta mereka untuk ikut dengannya ke ruang penyelidikan.


Sedangkan Rychand kini sudah menunggu mereka di ruang penyelidikan bersama dengan Ryan One.


"Apa kau yakin akan memberi tahu mereka jika Rachel yang mereka maksud adalah anak ayah?" tanya Ryan One.


"Aku tidak akan mengatakan hal itu, ayah. Karena itu sangat berbahaya untuk Rychelle ke depannya. Aku hanya ingin melakukan penyelidikan terhadap mereka berdua bersama dengan ayah agar mereka jujur mengatakan dimana keberadaan Ludolf Berwyn, Molly, dan juga Jerry saat ini." jawab Rychand dan Ryan One pun mengangguk setuju.


Tak lama kemudian, Aipda Teysar datang dengan membawa Alarick dan juga Avega secara bersamaan.


"Rychand Oliver." Alarick membeliakkan matanya sempurna saat melihat Rychand, teman kecilnya dulu, kini menjabat sebagai polisi.


"Duduklah." ucap Rychand. Alarick dan Avega pun duduk di kursi yang sudah disiapkan.


"Sudah lama kita tidak berjumpa, bukan?" tanya Rychand mengulurkan tangannya menyalami teman masa kecilnya. "Sayangnya kita harus berjumpa dengan cara seperti ini."


"Terima kasih sudah membiarkan ayah ku tetap hidup dan kini dapat bergabung kembali di kepolisian. Aku hanya ingin melanjutkan penyelidikan dan aku harap kalian bisa menjawab dengan jujur."


"Sebab, kejujuran kalian sangat diperlukan agar persidangan segera dihelat dan hukuman untuk kalian tidak terlalu berat." jelas Rychand panjang lebar dan mereka berdua kini hanya tertunduk malu.


"Tidak perlu malu, nak. Paman sangat paham kalian hanya menjalani apa yang sudah diarahkan oleh orang tua kalian. Paman sendiri salut dengan kalian saat melihat hasil tes narkoba kalian dinyatakan negatif. Jadi kali ini kalian hanya perlu menjawab jujur agar hukuman kalian juga ringan." ujar Paman Ryan membuat hati mereka berdua sedikit tenang.


Penyelidikan kali ini pun berjalan dengan sangat lancar. Alarick dan Avega memberikan informasi yang sangat diperlukan oleh pihak polisi sebagai kemungkinan dimana menemukan tiga buronan yang merupakan pentolan dari semua masalah ini.


...☘️☘️☘️...


Sedangkan Ludolf Berwyn dan juga Molly saat ini bergabung dengan anak buah yang lainnya di salah satu Pulau di Kepulauan Seribu. Dan ini sesuai dengan apa yang diinformasikan oleh Alarick dan juga Avega karena papinya tidak mungkin bergerak lebih jauh dari pulau tersebut.


"Kita harus segera mengatur siasat karena Ryan One sudah tertangkap. Aku sangat yakin dia akan kembali di kepolisian dan secepat mungkin menangkap kita semua." ucap Ludolf Berwyn memimpin rapat darurat di pulau itu.


Pulau yang saat ini mereka singgahi hanyalah pulau kecil yang penghuninya sangat sedikit. Bahkan di pulau tersebut sangat sulit untuk mendapatkan jaringan, hingga Ludolf dan Molly tidak mendapatkan informasi sama sekali.


"Bagaimana jika kita menyamar sebagai penduduk lokal saja, setidaknya kita tidak perlu lelah untuk melarikan diri saat polisi datang kemari." ucap Molly memberi saran.


Kali ini ide Molly pun diterima oleh Ludolf Berwyn. Mereka pun akhirnya berpencar ke setiap rumah penduduk dan memberikan sebagian uang agar diterima untuk menginap di sana untuk sementara waktu.


Molly dan Ludolf tinggal di sebuah rumah sederhana milik orang yang paling dituakan di pulau tersebut.


"Rumah kami tidak memiliki banyak kamar, Pak. Hanya satu kamar kosong saja yang bisa digunakan untuk beristirahat." ucap orang tua tadi yang hanya ada dua kamar di rumahnya.


"Tidak apa-apa, Pak. Saya dan istri saya bisa beristirahat di dalam satu kamar yang sama."


Molly terkejut bukan main dengan apa yang diucapkan oleh calon papi mertuanya itu. Ia pikir akan dianggap sebagai anak perempuannya, ternyata justru dianggap sebagai istrinya.


"Apa kalian berdua Bisa menunjukkan kartu pengenal atau surat nikah?" tanya orang tua tadi membuat Molly kalang kabut tidak tahu harus menjawab apa.


"Maaf pak, kebetulan istri saya dompetnya terjatuh di laut. Jadi cukup kartu identitas saya saja yang bisa saya tunjukkan." jawab Ludolf Berwyn.


Orang tua tadi melihat kartu identitas Ludolf Berwyn dan kemudian melihat ke arah Molly.


"Ternyata jaman sekarang daun muda lebih memilih orang yang jauh lebih dewasa dari usianya dan berpengalaman ya." celetuk orang tua tadi dan membuat Molly sedikit kesal.


"Baiklah, kalian bisa masuk ke dalam kamar dan beristirahat." ucap pemilik rumah sambil mengembalikan kartu identitas milik Ludolf Berwyn.


...☘️☘️☘️...


Naah, hari ini sampai di sini dulu ya Guys. Insya Allah besok Up lagi. Sambil menunggu kelanjutan dari novel ini, mampir dulu yuk ke karya temen Author yang dijamin Novelnya keren banget dan seru.


Nama Pena : ANISYAH S


Judul : DOKTER MISTERIUS VS MAFIA KEJAM