Complicated Mission

Complicated Mission
Dimana Rachel?



Alarick mengerutkan dahinya saat ia tidak menemukan Rachel di meja kerjanya.


"Tidak biasanya ia datang terlambat." gumam Alarick sambil berlalu.


Ia bersiap menghubungi Rachel, namun belum sempat mendial nomor ponsel Rachel, Avega sudah masuk ke dalam ruangannya dan memintanya untuk bersiap meeting di ruang bawah.


"Mr. Alarick, sepuluh menit lagi Tuan Ataka akan tiba di bawah. Lebih baik sekarang kita siap menuju ruang meeting." ucap Avega.


"Oke, aku akan segera turun."


Setelah mendengarkan jawaban dari Alarick, Avega langsung meninggalkan ruangan Alarick. Ia pun sedikit heran saat melihat meja kerja Rachel yang masih kosong.


"Rachel kok gak kelihatan sih." gumam Avega berhenti sejenak di depan meja kerja Rachel.


Memang tidak terlihat tanda-tanda Rychelle berangkat bekerja karena tasnya pun tidak terlihat.


"Ayo Avega, kita harus cepat turun ke bawah agar Tuan Ataka tidak menunggu." Alarick menepuk bahu Avega dan keduanya pun langsung masuk dalam satu lift yang sama.


"Rachel dimana, Mr?" tanya Avega. "Kenapa aku tidak melihatnya di meja kerja?" tanya Avega.


"Apa dia sedang izin bekerja?" Avega melontarkan beberapa pertanyaan kepada Alarick dan Alarick hanya mengedikkan bahunya.


"Aku juga tidak tahu. Dia sama sekali tidak menghubungi ku." jawab Alarick.


Sesampainya di lantai bawah, mereka berdua langsung menuju ruang meeting dan tidak lagi membahas Rachel. Karena tak lama kemudian Tuan Ataka tiba.


Selama meeting berlangsung, Avega tampak gelisah saat mendapat kabar dari orang suruhannya jika orang yang membeli barang dari Molly tertangkap oleh polisi. Kegelisahan Avega membuatnya tidak begitu konsen terhadap jalannya meeting pagi itu. Untungnya saja Alarick sigap dan menghandle meeting dari awal sampai akhir.


"Ada apa denganmu, Avega?" tanya Alarick saat meeting sudah selesai.


"Aku sangat tidak suka dengan kinerjamu pagi ini. Seharusnya jika ada masalah, jangan kau bawa saat bekerja." ucap Alarick ketus.


"Apa anda melihat kak Molly hari ini?" bukannya menjawab pertanyaan dari Alarick, Avega justru bertanya tentang yang lain.


"Tidak." jawab Alarick yang masih dengan nada ketus nya.


Alarick sudah membereskan berkas meeting dan siap untuk kembali ke ruangannya karena dia akan segera menghubungi Rachel untuk menanyakan kenapa ia tidak bekerja hari ini.


"Rachel dalam bahaya." ucap Avega membuat Alarick yang sudah berjalan meninggalkannya berhenti dan langsung berbalik.


"Apa maksudmu Avega?" tanya Alarick dengan tatapan tajam nya.


"Pembeli tepung krispi Molly tertangkap oleh polisi." ucap Avega.


Alarick faham betul maksud tepung krispi yang dikatakan oleh Avega saat ini karena sudah sangat lama Molly menjalani bisnisnya menggunakan tepung krispi. Tapi ia sama sekali tidak tahu apa kaitannya antara tepung krispi dengan Rachel.


"Apa hubungannya tepung krispi dengan Rachel?" tanya Alarick kemudian.


"Kakakku menulis nama Rachel Ortisia sebagai pengirim tepung krispi tersebut." ucap Avega membuat mata Alarick membulat sempurna.


Dia langsung keluar dari ruang meeting dengan membanting pintu dan langsung mendial nomor ponsel Rachel. Kali ini ia tidak kembali ke ruang kerjanya, melainkan menuju parkiran mobilnya sambil terus menghubungi Rachel.


Sayangnya nomor ponsel Rychelle sama sekali tidak bisa dihubungi. Tiba-tiba Avega sudah masuk ke dalam mobil Alarick dan duduk di samping Alarick.


"Aku ikut dengan anda Bang. Aku juga sangat mengkhawatirkan Rachel." ucap Avega da Alarick langsung menjalankan mobilnya menuju ke rumah Rachel.


"Kenapa kau biarkan kakakmu menulis nama Rachel dalam pengiriman ini?" hardik Alarick.


"Aku sudah mencegah Kak Molly kemarin sore, Bang. Tapi Rachel sendiri yang kemudian menandatangani kotak pengiriman tersebut dan kurir langsung membawanya ke mobil ekspedisi." jelas Avega.


"Lalu kenapa kau tidak menghentikan mobil tersebut dan mengganti nama pengirimnya? Dasar Bodoh!" umpat Alarick sambil mengusap wajahnya kasar.


Kali ini Avega terdiam sambil terus mencoba menghubungi Molly yang selalu gagal. Hingga mereka tiba di rumah Rachel, keduanya pun sama-sama turun dari mobil.


"Bukankah Rachel melakukan perjalanan dinas ke luar kota selama satu pekan ini?" tanya Citra kepada Alarick dan juga Avega saat mereka berdua bertanya tentang keberadaan Rychelle.


"Tadi saya juga sempat berkenalan dengan Miss Molly yang datang menjemput dan meminta izin untuk membawa Rachel sekitar dua jam yang lalu." tambah Citra lagi membuat Alarick kemudian undur diri dari hadapan Citra.


"Baiklah kalau begitu, kami permisi dulu." ucap Alarick.


"Kita harus segera menuju ke dermaga." ucap Alarick dan Avega pun mengangguk untuk tetap ikut dalam mencari Rachel.


"Kita cari mereka berdua di penginapan sekitar dermaga, Bang." timpal Avega dan kali ini Alarick pun setuju.


Melihat calon kakak iparnya terlihat begitu khawatir dengan Rachel, membuat Avega yakin jika calon kakak iparnya itu menyimpan perasaan khusus untuk Rachel. Sayangnya ia sama sekali tidak ingin membahas tentang hal tersebut di saat yang genting seperti ini.


...🍇🍇🍇...


Sedangkan di sisi lain, Rychand dan juga Teysar sudah mulai mengadakan pertemuan darurat dengan para tentara Angkatan Darat, Laut maupun Udara untuk membantunya dalam menguak masalah ini.


Mereka sesegera mungkin membuat perencanaan yang matang agar bisa menuju ke dermaga Pulau Rahasia malam ini. Terlebih saat mereka mengetahui bahwa Rychelle sudah menuju ke pulau tersebut.


Sebelum meninggalkan rumah, Rychelle sudah menduga jika Molly pasti akan memintanya me non aktifkan ponselnya. Maka dari itu, Rychelle antisipasi dengan membawa smart watch miliknya agar terus bisa terhubung dengan kakaknya dan juga Teysar.


"Lapor Komisaris Besar, dermaga sudah di tutup secara diam-diam oleh seseorang yang paling berkompeten di Pulau Rahasia dengan alasan akan ada perbaikan konstruksi disana." ucap salah satu anggota kepolisian yang baru saja mengecek sekitar dermaga.


"Sial! Mereka bergerak sangat cepat." umpat Rychand gusar. "Kita beralih ke dermaga sekitar pantai Anyer dan berangkat malam ini juga." ucap Rychand memberikan perintah.


Semua anggota pun terdiam sambil mulai memperhitungkan lama perjalanan ke Pulau Rahasia. Mereka akan memutar lebih jauh jika berlayar mulai dari Pantai Anyer. Namun semuanya pun setuju dan mulai mempersiapkan segalanya untuk mulai bergerak malam ini.


Rychand, Teysar dan yang lainnya pun tampak sangat sibuk mempersiapkan segalanya. Sedangkan enam orang yang tertangkap mulai dilakukan penyelidikan secara menyeluruh mulai dari tes urine sampai wawancara khusus terkait transaksinya tadi malam.


Tidak hanya itu, ponsel mereka pun juga mulai diperiksa satu per satu untuk menelisik siapa saja yang turut andil besar dalam aksi mereka.


...💕💕💕...


Sambil menunggu perjalanan mereka ke Pulau Rahasia dan mengetahui bagaimana nasib Rychelle Olyvia, mampir yuk ke Novel sahabat Author. Dijamin ceritanya seru banget.


Nama Pena : Warnyi


Judul Novel : penakluk Sang Casanova



Blurb


Diandra, perempuan dingin dan cenderung angkuh, berusia 27 tahun. Kehidupannya begitu rumit, dengan berbagai masalah yang mengelilinginya. Pertemuannya dengan laki-laki yang merupakan seorang pemain wanita, perlahan mulai merubah kehidupannya.


Giovano, laki-laki dewasa berusia 32 tahun. Seorang casanova juga pewaris perusahaan keluarganya. Dia hidup dengan sebuah janji kepada mending ayahnya. Hingga akhirnya dia harus pergi ke suatu tempat terpencil, untuk mengembalikan kembali kejayaan hotel peninggalan kakeknya. Giovano merasa tertanang saat bertemu dengan seorang perempuan yang terus menolak pesonanya.


Bagaimanakah kelanjutan kisah mereka berdua?


Mampukan Giovano membantu Diandra untuk menyelesaikan semua permasalahannya?