Complicated Mission

Complicated Mission
Siapa Jerry?



"Hei, nyalimu sangat luar biasa Nona. Baru kali ini aku menemui seorang wanita yang sama sekali tidak takut mati." tukas Jerry yang kemudian mengamit lengan Rachel dan mengajaknya duduk di sofa.


Kemudian Jerry mengambil kotak P3K dan mulai mengobati luka cakar yang ada di lengan Rachel.


'Tanda lahir ini benar-benar mengingatkan aku pada seorang wanita yang sama sekali tidak pernah luput dari ingatanku.' gumam Jerry sambil membersihkan luka Rachel.


Flashback ON


"Tante Oliv, aku sangat menyukai putri kecil tante." ucap Jerry yang masih berusia 10 tahun.


Saat itu Rychelle masih berusia 2 tahun, namun parasnya sudah terlihat sangat cantik dan menggemaskan. Bahkan Jerry yang berusia 10 ahun pun sudah memiliki perasaan khusus pada Rychelle yang mulai belajar Toilet Training.


"Aku boleh kan menikahi Achiel nanti kalau dia sudah besar?" tanya Jerry lagi yang memanggil Rychelle dengan panggilan Achiel.


Achiel adalah panggilan sayang dari keluarga Berwyn yang maksudnya adalah anak kecil. Sebab, diantara anak dari ketiga orang sahabat (Ludolf Berwyn, Liber Ran dan Ryan One) Rychelle lah yang paling kecil.


"Nanti Jerry tanya sendiri ya sama Achiel kalo dia udah besar." jawab bunda Oliv dan Jerry pun langsung menganggukkan kepalanya.


"Tante Oliv, lengan kanan Achiel kenapa lebam seperti ini?" tanya Jerry yang melihat warna hitam kebiruan di lengan kanan Rychelle. "Apa Achiel sakit?"


"Oh, ini hanya tanda lahir Rychelle. Ini tidak bisa hilang, tapi ini juga tidak menyakitkan." jelas bunda Oliv.


Mulai saat itu, Jerry benar-benar sangat mengenal tanda hitam kebiruan yang ada di lengan Rychelle. Sayangnya Rychelle kecil sangat tidak suka jika bermain dengan Jerry. Ia lebih suka bermain dengan Alarick yang saat itu usianya lebih muda satu tahun dari Jerry.


"Achiel, main sama Abang Jerry yuk." ajak Jerry sambil mengulurkan tangannya ke arah Rychelle kecil.


"No no no!" Rychelle langsung menggelengkan kepalanya. "Achiel mau main sama mamaz Alick." ucap Rychelle yang belum lancar mengucap huruf R.


"Kenapa tidak mau?" tanya Jerry sedikit kecewa Rychelle menolaknya.


"Kalena Achiel ndak cuka jelli." jawab Achiel yang sangat trauma dengan snack berupa jelly ataupun agar-agar karena ia pernah tersedak karena makan makanan tersebut.


"Mamaz Alick, Mamaz Alick," panggil Rychelle saat melihat Alarick berlarian bersama Rychand, Molly, dan juga Avega.


Mendengar Rychelle memanggil namanya, Alarick langsung menggendong Rychelle kecil dan mengajaknya bermain apapun yang Rychelle ingin mainkan. Dan Jerry hanya mengikuti mereka berdua dari belakang agar terus bisa dekat dengan Rychelle.


Sampai usia Rychelle 6 tahun dan mulai masuk Sekolah Dasar, ia tetap lebih memilih bermain dan belajar dengan Alarick. Sedangkan Jerry yang saat itu sudah menginjak usia 14 tahun mulai merasakan cemburu. Akhirnya ia memilih untuk mengikuti pamannya yang mengajaknya untuk bersekolah di New York.


Flashback OFF


Salah satu alasan Ryan One tetap hidup sampai saat ini juga karena Jerry tidak ingin membunuh calon ayah mertuanya itu. Sebab, ia masih sangat berharap bertemu dengan Achielnya saat kembali dari New York.


Sayangnya saat ia berhasil menahan Ryan One di Pulau Rahasia, rumah yang ditinggali keluarga Ryan langsung dikosongkan dan sampai saat ini ia tidak bisa menemukan Achiel dan juga keluarganya.


"Ternyata eksekutor mengerikan bisa juga bersikap peduli dengan orang yang sebentar lagi akan ia tembak." celetuk Rychelle membuyarkan konsentrasi Jerry yang kini sedang mengobati lukanya.


Kini keduanya saling memandang satu sama lain. Sorot mata Rachel yang tajam benar-benar mengingatkan Jerry pada Achielnya yang sangat ia rindukan. Ingatannya kembali saat Achiel tidak meminjamkan mainannya kepada Jerry.


["Abang Jerry tidak oleh pinjam mainanku!" pekik Rychelle kecil dengan memandang tajam kepada Jerry.]


["Kenapa Achiel pelit sekali?" tanya Jerry.]


["Karena aku mau pinjemin ke Mamas Arick." jawab Rychelle yang sudah mulai jelas mengucapkan huruf R.]


"Siapa kau sebenarnya, Rachel?" tanya Jerry dengan tatapan menyelidik.


"Ya, aku memang sudah membacanya. Namamu Rachel Ortisia dan kau lahir 24 tahun yang lalu."


Rychelle langsung terkekeh mendengar jawaban dari Jerry. "Kalau udah tau kenapa malah nanya? Dasar aneh!"


"Sudahlah, tidak perlu berbaik hati mengobati lukaku. Lagi pula sebentar lagi aku akan mati tertembak."


Kali ini Rychelle menarik lengannya yang akan di plester oleh Jerry dan beranjak pergi. Namun, tangannya langsung ditahan oleh Jerry. "Tunggu!" cegah Jerry dan Rychelle menghentikan langkahnya.


"Duduklah terlebih dahulu, Rachel. Ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan padamu."


Rychelle pun duduk kembali di samping Jerry sambil mengangkat kaki kanan nya dan menopang kan ke kaki kirinya.


"Tanyakan saja apa yang ingin anda ketahui, Tuan."


"Sejak kapan kau mengenal Alarick dan juga Molly?"


Pertanyaan Jerry kali ini membuat Rychelle membuang nafasnya kasar. Ia sama sekali tidak habis fikir dengan orang yang sebentar lagi akan menghabisi nyawanya. Menurut Rychelle, orang yang dihadapannya tidak perlu terlalu kepo dengan urusan pribadinya. Toh sebentar lagi dia juga akan mati tertembak di tangannya.


"Belum ada satu bulan, Tuan. Dan bahkan aku sangat menyesal sudah mengenal mereka karena ternyata hidupku bukannya bergelimang harta seperti mereka, melainkan justru tertimpa na-as seperti saat ini." jawab Rychelle kesal.


"Aku tahu, bagaimana pun aku bercerita tentang penyesalan saat ini, kau juga akan tetap membunuhku bukan?"


"Padahal aku sama sekali tidak pernah ingin ikut campur dengan urusan kalian semua."


'Sorot matanya, sikap angkuhnya, dan keberaniannya sama persis dengan Achielku. Terlebih ia memiliki tanda lahir di lengan kanannya. Aku yakin dia adalah Achielku.' gumam Jerry dalam hati sambil terus menatap ke arah Rychelle.


"Bagaimana jika kita menikah dan aku akan melapaskanmu dari hukamanku, Rachel?" tanya Jerry kemudian membuat Rychelle sangat terkejut.


'What?! Menikah?! Apa sebenarnya yang ada dalam fikiran Tuan Jerry? " gumam Rychelle dalam hati.


'Atau jangan-jangan semua orang yang akan ia tembak selalu ditawari menikah dengannya?' batin Rychelle sambil mengamati Jerry dengan seksama.


'Duuuh, aku harus bagaimana ya? Ini tawaran yang sangat menggiurkan karena aku masih bisa menikmati hidup dan memiliki kesempatan untuk melarikan diri.' Rychelle mulai berfikir keras tentang tawaran yang diberikan oleh Jerry.


Tapi tiba-tiba ia bergidik ngeri saat membayangkan dirinya benar-benar menikah dengan orang sadis seperti Jerry. Bulu kuduknya langsung berdiri saat ia membayangkan malam pertamanya dengan orang yang sangat menakutkan.


Meskipun Jerry sangat mirip dengan Alarick yang parasnya tampan dan macho, tetapi tetap saja ia belum siap untuk menjalani suatu pernikahan, terlebih menikah dengan Jerry.


"Bagaimana Rachel?" tanya Jerry yang belum mendengarkan jawaban dari bibir Rachel.


...💍💍💍...


Naah, sambil nunggu jawaban dari Rachel, mendingan mampir dulu yuk ke karya sahabat terbaik Author.


Karyanya keren banget, alur ceritanya juga OK, romantis dan menegangkan. Pokoknya gak bakal nyesel deh bacanya.


Nama pena : L'fere


Judul Novel : Asisten Culun