Arsyila {Princess Of My High School}

Arsyila {Princess Of My High School}
Eps 99 : Bersaing with bocil



...Happy Reading💓🔥...


...*****...


Hari demi hari telah terlewat hingga tak terasa ujian semester ganjil kini akan segera berlangsung...


Walaupun begitu, hubungan Arsyila dan Razan kian hari semakin dekat bahkan menjadi sorotan para murid SMA Cakranegara di tambah lagi berita tentang perjodohan mereka yang baru-baru ini langsung menjadi hot news hingga baik itu pengemar Arsyila maupun Razan banyak yang patah hati:( adapula yang menjadi supporter sampai-sampai dibuatkan SW pasangan goals🔥.


Aydan juga tahu akan hal ini, bagaimana tidak? beranda instagramnya di penuhi keuwuwuan foto Arsyila dan Razan yang sengaja di collab oleh penggemar mereka namun Aydan berusaha ikhlas karna ia juga sudah menebak ini akan terjadi walaupun baginya masih sulit untuk melupakan Arsyila, walpapernya saja belum diganti sampai sekarang....Apa hayo???


Kini Razan tengah disibukkan dengan persiapan menjelang semester berupa mengumpulkan semua dokumen-dokumen rahasia yang diberikan pak Malik tadi ke dalam lemari khusus dibantu Aldo dan juga genknya Arsen.


Drrrt..


Ponsel Razan bergetar, tertera nomor tak dikenal dilayar ponselnya. Razan pun segera menyambungkan panggilan..


"Hallo apa ini dengan mas Razan? ini barangnya mau ditaruh dimana?".


"Oh iya, anter aja sampai depan...Ntar biar saya yang bawa ke dalam".


"Baik".


Tut.


"Sen! temenin gue ambil barang di depan". Pinta Razan memanggil Arsen.


"Oghey".


Mereka berdua pun berjalan beriringan menuju halaman depan. Sesampainya di sana.....


"Lah ini apaan Zan?!". Tanya Arsen melihat kantong plastik berisikan bahan dekorasi dan pernak pernik lainnya.


"Bantu gue masukin dulu, ntar juga lo tau". Ucap Razan dan Arsen pun hanya mengangguk lalu membawa barang yang disisakan Razan untuk ia bawa ke dalam.


"Huh! barang sebanyak ini untuk apa??". Tanya Arsen setelah meletakkan semua barang yang ia tenteng di meja ruangan Razan.


"Persiapan Anniverseri sekolah kita".


"Laah kan Anniverseri sekolah masih lama".


"Gk papa, ntar tugas lo sama yang lain urus persiapannya okey". Razan cengiran.


"Terus lo ngapain?".


"Gue mantau dari atas".


"Buseeeet lu kalo ngomong yang baek-baek jangan bikin gue su'udzon!".


"Hehe. Eh Sen balonnya udah di beli gk ya?? Coba tanyain Reza".


"Balon entar aja kalik ya ampuuuun lu kebelet banget njir".


"Yaaa asal udah siapin aja biar gk repot nanti".


"Hadeeeh". Arsen geleng-geleng kepala.


"Assalamu'alaikum...Kak". Arsyila tiba-tiba masuk ke ruangan Razan dengan wajah full senyum.


"Eh sayang, tumben nyamperin kesini". Razan mendekat ke arah Arsyila. Ya! Arsyila terlalu sibuk belajar hingga terkadang Razan yang harus menghampiri Arsyila ke kelasnya.


Arsen yang melihat itu hanya bisa menampilkan wajah datar sambil menyumpah nyerapahi nama Razan dalam hati.


"Aku lagi jam kosong, Kayla gk masuk jadi aku inisiatif main kesini".


"Kangen yah??".


Ekheeemmmmm....


Ganggu Arsen yang merasa hawa-hawa disekitarnya di penuhi hawa panas.


"Mau cari AC gue diluar, disini sumpek". Ujar Arsen sambil mengipasi wajahnya dengan tangan lalu keluar dari ruangan tersebut.


Arsyila yang melihat itu cekikikan sendiri di buatnya lalu menoleh ke arah Razan yang tengah diam menatapnya.


"Belum jawab pertanyaan gue yang tadi". Razan menuntut.


"Iya".


"Iya apa?".


"Kangenn". Razan tersenyum simpul lalu mengecup sekilas puncak kepala Arsyila. Arsyila ikut tersenyum.


"Mmm kak..." Panggil Arsyila ragu-ragu sambil merunduk lalu meraih lengan jas almamater yang dikenakan Razan.


"Apa?". Razan mengernyitkan dahi.


"Mmm....."


Arsyila menggulung kecil ujung lengan jas miliknya. Melihat tingkah Arsyila itu Razan cukup mengerti..Kalau Arsyila sudah begini pasti ada sesuatu yang dinginkan.


"Ngomong aja...Gk usah malu". Ujar Razan pengertian.


"Aku mau minta sesuatu boleh?". Tanya Arsyila lalu mengangkat sedikit kepalanya untuk menatap Razan.


"Minta aja, tapi gk boleh yang aneh-aneh...."


Arsyila diam sejenak untuk berfikir lalu memberanikan diri untuk berbicara...


"Mm kak...Kemarin kan aku ketemu Nia tuh-"


"Gk!". Potong Razan yang sudah menebak inti permohonan Arsyila saat ini. Ia pun menarik lengannya dari genggaman Arsyila lalu berjalan ke arah sofa dan mendudukkan dirinya disana.


"Aaa kk pleaseee...." Arsyila merengek sambil mengambil duduk disamping Razan.


"Gk Arsyila, siapapun yang dikeluarin dari sekolah ini gk boleh ditarik lagi". Razan menghindari kontak mata dengan Arsyila.


"Tapi kk, Nia sekarang udah berubah. Aku berani jamin kalo dia gk akan buat rusuh lagi". Arsyila meyakinkan..


"Tetep gk bisa..."


"Please...." Arsyila menyatukan telapak tangannya sambil membuat mimik wajahnya seimut mungkin tak lupa memasang puppy eyes andalannya.


Dan benar saja tak lama terdengar helaan nafas pasrah dari Razan menandakan dirinya sudah dibuat luluh.


"Hm". Razan bergumam.


"Yeyyy!!". Arsyila kegirangan lalu kembali duduk disamping Razan.


"Makaacii kk, jadi makin luv-luv dehhh". Antusias Arsyila sambil memeluk manja lengan kiri Razan.


"Lo emang bener-bener ya....Cuma lo satu-satunya cewek yang bisa ngalahin ego gue, bahkan mama sama Yana aja lebih milih nurut tapi lo beda". Razan menertawakan dirinya sendiri.


"Hihi...Miss you". Arsyila makin gencar melontarkan kalimat-kalimat manisnya. Sudah tidak asing lagi bagi telinga Razan mendengar itu karna akhir-akhir ini Arsyila memang semakin manja padanya dan hampir setiap hari membuat dirinya berbunga-bunga.


"Miss you to baby".


Razan terus memandang Arsyila yang tengah senyum-senyum sendiri ke arah jendela namun tiba-tiba ia teringat sesuatu...


"Udah sarapan?". Tanya Razan membuat Arsyila langsung duduk tegak dan melepas tautan tangannya dari Razan.


"Mmmm u-udah.." Arsyila tersenyum canggung.


"Bohong".


Razan menatap datar ke arah Arsyila... Mati sudah riwayatnya, ia sangat takut jika sampai Razan memarahinya kali ini karna kesalahan yang serupa.


"Kak Razan tau darimana?".


"Bunda".


Arsyila menghela nafas pasrah lalu mengangguk pelan.


"Iya aku belum sarapan..."


"Kenapa gk sarapan hm? bosen idup?". Ujar Razan frontal.


"Ihh kok kk ngomongnya gitu". Arsyila mengerucutkan bibirnya.


"Ya lagian, udah berapa kali di ingetin tapi masi aja lalai. Kalau gue gk ada siapa yang bakal ngingetin lo lagi? mau sampai kapan kayak gini ha?". Razan dengan nada kesal.


"Maaf...Aku males aja makan di rumah". Jawab Arsyila sembari merundukkan kepala.


"Ada masalah sama bunda?".


Arsyila menggeleng.


"Gk suka makan nasi dingin". Aku Arsyila dengan jujur.


"Kenapa gk bilang ke bunda?".


"Adhira gk bisa sarapan pake yang hangat".


Razan langsung kicep..


"Ya udah, kita ke kantin sekarang ya". Ajak Razan sambil mengelus pelan kepala Arsyila. Arsyila hanya membalasnya dengan senyuman.


Mereka berdua pun bangkit dan menuju kantin bersama...


_________________


Sore harinya, Arsyila di ajak Razan untuk bermain bersama di taman. Tapi anehnya Razan meminta Arsyila berangkat lebih dahulu sedangkan dia akan menyusul nanti.


Seperti saat ini, Arsyila tengah duduk sendiri di taman melihat ramainya pemuda/i yang sedang joging adapula orang tua yang mengajak anak-anak mereka.


Lama menunggu akhirnya Razan tiba di taman namun ia tidak sendiri. Arsyila melebarkan matanya kala melihat seorang gadis kecil yang ada di samping Razan.


"Nabila!". Antusias Arsyila begitupun dengan Nabila lalu mereka berpelukan. Razan yang melihat itu tersenyum simpul.


"Kamu apa kabar". Tanya Arsyila sambil menoel-noel pipi tembem Nabila.


"Aku baik, kk gimana?".


"Baik juga".


"Kalo keadaan Ayah kamu? udah sehat belum?". Nabila terdiam..


Melihat itu Arsyila langsung menatap ke arah Razan seolah meminta penjelasan.


"Ayahnya butuh donor ginjal, tapi sulit cari orang yang mau nyumbangin ginjal mereka dengan cuma-cuma". Jelas Razan, Nabila sudah tau karna ia sempat menguping pembicaraan Ayahnya dengan Dokter tadi dan di pergoki Razan.


Ya! semenjak Razan menyetujui untuk bertanggung jawab atas pengobatan pak Rusdi pada Arsyila, ia setiap minggunya menyempatkan diri untuk berkunjung ke RS miliknya dan sering juga bertemu dengan Nabila tanpa sepengetahuan Arsyila.


Arsyila lalu beralih menatap Nabila yang sedang menunduk di hadapannya.


"Nabila yang sabar ya, kk Syila yakin Ayah kamu pasti bakal sembuh". Arsyila menenangkan. Nabila pun mengangguk lesu.


"Ya udah kita main dulu yuk, ntar keburu magrib". Ajak Razan untuk mengalihkan atensi mereka. Wajah Nabila berubah semangat.


"Yey! kk Syila main ayunan yuk". Nabila menyeret tangan Arsyila dengan antusias. Razan yang melihat itu hanya bisa geleng-geleng kepala lalu mengekori mereka dari belakang.


Setelah beberapa jam bermain akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk pulang karna hari sudah mulai gelap..


"Kak aku jalan kaki aja ya pulangnya..Kan deket". Pinta Arsyila pada Razan saat mereka sedang berjalan keluar area taman.


"Gk". Jawab Razan singkat membuat Arsyila mendengus.


"Gue mau sekalian anter Nabila pulang, kan searah". Sambung Razan.


"Ooh gitu.."


"Hm". Gumam Razan lalu mereka pun sibuk dengan pandangan masing-masing hingga tiba di mobil dan berakhir pulang bersama.


...*****...


See you next chapter👋🏻💓🔥


Thanks buat kalian yang tetep support📝