Arsyila {Princess Of My High School}

Arsyila {Princess Of My High School}
Bag 44 : Masa lalu yang menjadi cerita.



...Happy Reading💓...


...******...


Malam harinya Arsyila di sibukkan dengan mengoret-oret jawaban dari soal latihan yang ada di buku LKS nya sambil menghafal rumus yang memusingkan kepalanya.


"ARSYILAAA TURUN MAKAN NAK.."


Teriak Hera dari lantai bawah.


"BENTAR BUND".


Balas Arsyila ikut berteriak sambil fokus belajar tanpa menghiraukan suara cacing dari perutnya yang terus berdemo untuk segera di beri makan.


"Hadeh tuh anak kalo gk di bawain naik gk bakal turun pasti".


Gerutu Hera sambil mengisi piring kosong yang ia pegang dengan nasi dan lauk serta segelas susu untuk ia bawa ke kamar Arsyila.


"Mungkin lagi belajar Bund..Kan besok ada ulangan".


Sahut Adhira yang sedang melahap nasinya sambil membaca buku pelajaran yang akan di ujiankan besok.


"Iya juga sih..Bunda anterin kk Syila nya dulu ya, hadehh".


Ujar Hera pada Adhira kemudian menaiki tangga untuk mengantarkan Arsyila makan malamnya.


Tok tok tok!


"Arsyilaa".


Panggil Hera dari arah luar.


"Buka aja Bunnd..Gk kekunci".


Jawab Arsyila dari dalam kamarnya.


Cekrek


"Bunda bawain makannya, kalo gk gitu kamu gk bakal turun pasti".


Sindir Hera sembari berjalan mendekat ke arah Arsyila dan meletakkan makanan itu di atas meja belajar Arsyila yang kosong.


"Bunda kenapa repot-repot bawain Arsyila si.. Kan nanti Syila bisa turun sendiri kalo laper".


Ujar Arsyila yang merasa tak enak pada Hera.


"Bunda gk yakin kamu bakal turun. Palingan lapernya di tahan ampe pagi".


Sindir Hera mengingat kebiasaan Arsyila yang sering mengadu lapar di waktu subuh saat Hera baru saja bangun tidur dan belum mulai memasak untuk sarapan.


"Hehe". Cengir Arsyila.


"Hadeh..Ini susu nya di minum ya ampe habis. Awas! kalo kesisa".


"Susu kambing lagi ya bund?". Tanya Arsyila ragu-ragu.


"Iya".


"Aaa gk suka bund mending Indomilk"..


Tawar Arsyila karna Hera selalu memaksa Arsyila untuk meminum tuntas segelas susu yang sangat menyengat di hidungnya kala ia menelannya.


"Papa kamu kirim nya susu ini, lebih sehat! Adhira aja suka. Udah jangan protes okeey".


Ujar Hera kemudian keluar dari kamar tersebut meninggalkan Arsyila yang sudah cemberut.


"Nyenye beda lah Adhira..Orang dia mah semua makanan juga masuk".


Gerutu Arsyila lalu menggeser makanannya mendekat dan mulai menyuap nasinya selang seling dengan menjawab soal.


"Aishh aromanya itu loh".


Kesal Arsyila sambil menyeruput sedikit demi sedikit susu yang dibawakan bundanya tadi sambil menutup hidungnya.


"Pantes gw tinggi, tiada hari tanpa minum susu untung aja crush gw masih lebih tinggi kan gk jadi insecure xixixi".


Ujarnya sambil cekikikan.


___________


Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam pukul 11:49. Karna keasyikan belajar Arsyila seakan lupa waktu.


Arsyila pun menengok jam di tangannya saat sudah menyelesaikan kegiatan belajarnya.


"Ya ampun udah mau jam 12..Nikmat banget ya ternyata yang namanya belajar".


Ujar Arsyila sambil membereskkan alat-alat belajarnya.


"Untung aja ada yang namanya ujian kalo nggak ada kapan lagi aku belajarnya wkwk..Andaikan tiap hari aku belajar kek gini pasti udah jadi provesor kalik ya?".


Tanya Arsyila pada dirinya sendiri sambil terkekeh geli.


Arsyila kemudian beranjak menuju kasur empuknya untuk segera tidur tanpa mengecek notifikasi apapun di ponselnya yang tergeletak tak berdaya dalam kondisi senyap di samping bantal tempat tidurnya.


Berguling, bernafas, garuk-garuk, ngehalu dan..


Jleb


Arsyila akhirnya bisa tertidur pulas.


Tapi itu tak berlangsung lama kala sebuah mimpi yang harusnya di nikmati Arsyila namun justru menggangu tidurnya bahkan membuat Arsyila berkeringat.


"Aaaaaaaa!!!"


Teriak Arsyila kala harus terpaksa bangun dari tidurnya.


"Huh hah!.. Astagfirullahal'adziim".


Arsyila beristighfar sambil mencoba menetralkan nafasnya yang berhembus tak teratur (Ngos-ngosan).


"Ya allah mimpi itu lagii".


Arsyila masih terngiang-ngiang dengan mimpi buruk yang sering kali menghantuinya itu. Entah mungkin karna ketakutan hingga membuat air mata Arsyila menitik perlahan.


"Ini pasti karna akuu telat tidur/kecapean?".


Gumam Arsyila bertanya pada dirinya sendiri fashalnya mimpi itu jarang menghampirinya akhir-akhir ini.


Arsyila kemudian meraba-raba area kasurnya mencari keberadaan ponsel yang sedari tadi ia acuhkan karna Arsyila merasa sepertinya ia tidak akan bisa tidur kembali hingga waktu mendekati terahim seperti rutinitasnya kala mendapat kondisi seperti ini, jadi tidak ada yang ia kerjakan selain mencari teman yang sedang online untuk menemaninya sementara waktu agar tak merasa takut sendirian.


Arsyila kemudian menyalakan data seluler dan membuka roomchatnya dengan Aydan yang di sematkan.


Namun sayangnya ia sudah offline terakhir kali pada jam 10.15 sedangkan sekarang sudah pukul 1 dini hari.


"Duh Aydan off lagi".


Arsyila jadi gelisah sendiri.


Ia kemudian berlanjut membuka group persahabatan bagay kepompongnya dan mengirim pesan untuk mengecek status online Devan dan Alzam. Namun sama saja, centang satu. Ia pun berlanjut membuka chat-chat orang yang ia kenal namun tak ada satupun yang online.


"Hmm semuanya off, masa udah pada tidur sih". Keluh Arsyila.


Arsyila pun dengan ragu-ragu membuka group OSIS yang sempat ia skip tadi sebagai pilihan terahir nya.


OSIS ANGKATAN 1 & II👑


_________________________


...Aldo telah mengganti ikon group...


...Hari ini...


^^^Ada yang masih bangun?^^^


Tak lama setelah mengetikkan pesan itu Arsyila langsung mendapat pesan dari nomor tak di kenal saat dirinya baru saja keluar dari room chat group itu untuk menunggu balasan.


Arsyila yang penasaran pun membuka pesan tersebut lalu mengetikkan balasan.


085xxxxxxxxx


________________


Lo belum tidur?


^^^Hm..Ini siapa dulu?^^^


Ini Razan🙃


Melihat nama Razan yang tertera di layar sontak membuat perasaan Arsyila sedikit merasa lega.


^^^Ooo kk Razan😁..^^^


Iya, kenapa belum tidur?


^^^Udah tapi baru kebangun..^^^


^^^Sekarang gk bisa tidur lagi😭^^^


Arsyila mengadu pada Razan. Padahal Razan sudah ia anggap sebagai rival nya tapi kenapa ia selalu merasa bebas jika berbicara dengan Razan tanpa rasa kaku sedikitpun bahkan dari pertama kali ia bertemu.


Baca buku pasti ngantuk🙂


^^^Males😒 ^^^


Mau gadang gitu? besok ulangan loh😌


^^^Kak Razan mau dongengin aku gk?😁^^^


Kamu udah besar dek😅


"Wih kk Razan tampil beda xixixi". Arsyila cekikikan melihat gaya bahasa Razan yang nampak lucu di matanya itu.


^^^Tapi aku suka di dongengin sama bunda😣 ^^^


^^^Dulu😌 ^^^


Iyalah dulu, gue juga sering🤣


^^^Kak Razan sering di dongengin apa?^^^


Kisah malin kundang


^^^Itumah dh biasa😒 ^^^


Namanya juga zaman dulu,blum terkenal😏


^^^Hehe iya juga si😁 ^^^


😌


^^^Kak Razan aku serius loh😟 ^^^


Serius apaan🙄


^^^Pengen di dongengin😞 ^^^


Hadeeh🤦🏻


Mau cerita apaan..Mumpung lagi baik gw😏


^^^😃 Ceritaa apa2 deh ^^^


^^^yang yg penting gk horor😁 ^^^


VN? Atau ketik?🤣


^^^Itu mah sama aja kek baca novel🤦🏻^^^


Trus?


"Aisssh kk Razan gk peka banget". Gerutu Arsyila melihat balasan Razan.


Arsyila mengetik dengan ragu-ragu..Gengsi sekali rasanya mengetikkan kalimat itu.


Gumam Arsyila yang terus mengetik lalu menghapus satu kalimat yaitu "Telpon". Hingga membuat Razan yang ada di seberang sana geregetan sendiri menunggu balasan Arsyila yang tak kunjung-kunjung terkirim.


Razan pun lalu mengetikkan pesan mencoba menebak jalan pikir Arsyila.


Mau nelpon?


Arsyila melebarkan bola matanya melihat jawaban Razan yang ia tunggu-tunggu sedari tadi. Ia pun mengetik balasan.


^^^Mm boleh ^^^


^^^ ^^^


Balas Arsyila dan beberapa detik setelahnya panggilan masuk dari kontak Razan sudah memenuhi layar ponselnya.


"Eh..Kok aku jadi grogi yaa".


Tanya Arsyila pada dirinya sendiri..Mungkin ini adalah kali pertama baginya berbicara dengan Razan di telpon hingga membuat Arsyila sedikit grogi. Tapi kenapa harus grogi? bukannya dia tidak menyukai Razan?.


Dengan ragu-ragu Arsyila menggulir tombol hijau itu ke atas untuk menjawab panggilan Razan.


Hening...Tidak ada yang berbicara, masih sama-sama diam. Hingga akhirnya Razan mengalah dan memulai percakapan.


"Ekhem..Assalamu'alaikum". Razan sedikit berdekhem.


"Wa'alaikumussaalam warohmatulloh".


Kok suara kk Razan berdamage gitu siii di telpon.


-Batin Arsyila mendengar suara Razan yang berbeda di telpon yang terdengar agak-agak serak mungkin karna faktor malam kalik ya🤔


"Eh Astaghfirullah".


Ujar Arsyila refleks sambil mengelus-elus dada nya kala sudah tersadar dari kekhilafannya tadi🙃


"Kenapa istighfar? perasaan gue cuma ucap salam". Bingung Razan.


"Hehe gk ada kk..Tadi ada cicak jatuh". Jawab Arsyila terpaksa berbohong.


"Oo gitu..Mm jadi gk nih di ceritain?".


Tanya Razan to the point.


"Jadi dong kak". Jawab Arsyila dengan semangat empat lima.


"Mmm gue mau ceritain apa ya..Kok gue bingung".


"Yang kk Razan tau ajaa hehe".


"Mm Gimana kalo kisah putri cantik bertemu dengan pangeran tampan?".


"Bolehh kayaknya seru".


"Haha iya dong seru bangett".


"Ayo dong kk mulai ceritanya".


"Oke-oke gue mulai..Lo dengernya sambil pejemin mata ya biar cepet tidur".


"Okey! ntar kalok kk Razan manggil terus aku gk nyahut berarti aku udah tidur yaa hehe".


"Sip..Sekarang lo pejemin mata gue mulai ceritanya".


"Udah?".


"Udah".


Arsyila pun sudah memejamkan matanya mengikuti intruksi Razan. Begitupun dengan Razan yang sudah mulai menceritakan kisahnya yang ia karang sendiri judulnya sambil sedikit bernostalgia. Ya! yang di ceritakan Razan adalah masa lalu yang sudah menjadi dongeng dan hanya mampu untuk dikenang dan di ceritakan.


Arsyila terus menyimak bait demi bait kisah yang diceritakan Razan namun bukannya tidur ia malah terbuai dengan kisah yang tak asing baginya itu sambil ikut membayangkan cerita tersebut.


Kok ceritanya kayak pernah aku denger ya? atau pernah aku alamin..Kok kayak gk asing?


-Batin Arsyila.


"Arsyila?".


Panggil Razan pada Arsyila di pertengahan ceritanya namun tak ada sahutan dari Arsyila karna ia masih sibuk melamun.


"Oh baguslah berarti dia udah tidur..Good night Arsyila..Mimpi indah ya".


Ujar Razan yang menyimpulkan kalau Arsyila sudah tertidur mengingat pesan Arsyila tadi.


Razan pun hendak mematikan sambungan telponnya namun suara Arsyila yang tiba-tiba, menghentikannya.


"Kak Razan..Aku belum tidur".


Jawab Arsyila kala tersadar dari lamunannya.


"Lah..Kirain udah tidur".


"Hehe belum..Kak Razan kok cepet banget selesainya. Lanjutin dong kak.."


"Eh haha lo suka ya ama ceritanya?"


"Suka kak! ceritanya seru hehe".


"Wkwkwk padahal gue ngarang loh".


"Keren banget loh karangannya sampe aku menjiwai xixixi".


"Lo kayak ngerasa nostalgia gitu gk?"


"Iyaa! ngerasa".


"Benerannn Syil?". Tanya Razan antusias.


"Iya. Mmm cerita itu kayak pernah aku denger deh kok kayak gk asing..Hampir inget alurnya tapi masih kayak pudzel-pudzel gitu dikepala aku..Mungkin karna kebanyakan baca novel deh makanya alur ceritanya campur aduk hihi".


Adu Arsyila pada Razan dengan mengutarakan perasaannya.


"Maksud lo pernah dengar..?"


"Iya..Kayak gk asing gitu".


"Terus sangkut pautnya ama novel yang lo baca?".


"Kan kalo baca novel tu kita kayak jadi penonton terus kek ikut bernostalgia gitu.."


"Bingung gue".


"Hehe gk usah ngerti deh kk, aku juga bingung lagi ngomong apa". Ujar Arsyila ngelantur.


Gue kira lo bakal inget Syil..Atau yang di cerita gue itu bukan lo? tapi gk mungkin.


-Batin Razan mulai sedikit ragu dengan anggapannya selama ini.


"Terus kira-kira lo pernah denger dari siapa?"…


"Mmm mungkin temen".


"Bisa lo inget gk? temen lo itu kira-kira siapa?"


"Lah kok kk Razan jadi antusias gitu? emang itu kisah nyata ya?? hahaha".


"Hehe dikit..Mm lo ada punya temen mts yang namanya Nea gk?". Tanya Razan sedikit memaksa.


"Nea?". Beo Arsyila.


Nea..Kok kayak gk asing. Bentar Nea itu bukannya..


"Arrgh".


Arsyila kembali mengingat-ingat setaunya panggilan nama itu pernah ia dengar tapi entah ingatannya masih sedikit buram mungkin karna Razan tidak menjelaskannya secara detile.


"Kenapa Syila?".


"Eh..Gk kk hehe kayaknya ada deh soalnya kayak gk asing gitu namanya".


Ujar Arsyila menyimpulkan sendiri.


"Ooh gue kira lo". Gumam Razan dengan nada kecewa.


"Ha? aku?". Tanya Arsyila yang dapat mendengar gumaman itu.


"Eh gk hehe ya udah sana tidur ini udah jam 2 lebih loh". Peringat Razan.


"Eh? iya kah?". Kaget Arsyila lalu mengecek jam di handponnya dan benar saja jam sudah menunjukkan pukul 2:13 menit.


"Ya ampuun gk terasa ya".


"Haha iya..Ya udah gih masak masih gk bisa tidur sih?".


"Hehe insya allah aku coba-coba".


"Kalo lo masih gk bisa tidur kasih tau gue aja biar gue temenin".


"Hehe gk papa kok kak..Kak Razan tidur aja. Aku udah gk takut lagi kok hehe".


"Berarti kita udahan telponnya?".


"Eh nggak biarin aja..Tapi kak Razan gk usah cerita ikut tidur aja atau gk tunggu aku ampe tidur hehe".


"Oh masih mau di temenin nih?".


"Hehe iya..Sampai aku tidur ya?".


"Okey. Sleep call nih ceritanya wkwk".


"Kata orang gaul sih gitu xixixi".


"Hadeh..Ya udah deh lo tidur aja gue tungguin".


"Kak Razan gk tidur".


"Gk, gue masih ada kerjaan biar sambilan aja".


"Mm berarti aku tadi ganggu dong? hm.."


"Gk kok, tadi gue lagi gabut baru mau mood kerjainnya".


Razan beralasan padahal tadi ia sangat sibuk membantu pekerjaan papanya karna perusahaan Cakra saat ini sedang naik pesat.


"Mm oke deh..Aku coba merem-merem ya..Siapa tau bisa".


"Haha Iya..Tidur aja gue temenin sambil kerjain tugas".


"Okey kk Razan makasi".


Ujar Arsyila tanpa bertanya lagi dan mulai memejamkan matanya setelah mendapat persetujuan dari Razan.


Dan benar saja tak menunggu waktu lama Arsyila sudah bisa bergabung dengan manusia fiksi di alam mimpinya.


Razan yang tengah fokus mengetik di depan komputernya pun juga sudah mendengar helaan nafas Arsyila sudah mulai berhembus teratur.


"Arsyila?".


Panggil Razan memastikan.


Hening...Tak ada jawaban.


"Alhamdulillah kayaknya dia udah beneran tidur".


Razan kemudian menengok batrei telponnya yang sudah sekarat tersisa 5%.


"Hadeh untung aja nih hp bisa di ajak kompromi".


Gumam Razan kemudian mematikan ponselnya setelah mengucapkan salam tidur pada Arsyila dan lanjut mengerjakan tugas dari papanya.


...*****...