
...Hye pacar Virtual akuuu😍.. Masih semangat gk nii bacanya? jawabnya dalam hati aja gk papa😌. Jangan lupa kasih Like and Vote yak!💌...
...*****...
OSIS Angkatan 1 & II
_____________________________
Razan: Assalamualaikum wr. wb.. Diumumkan untuk para anggota OSIS seluruhnya untuk besok sore kita akan sama-sama berkumpul di sekolah berhubung banyaknya hal yang perlu dipersiapkan menyambut ujian semester, mengenai tugasnya akan kita bagikan besok sebelum mulai.
Aldo: Ujian aja pake disambut, lah gue udah cakep-cakep pergi sekolah yang ngelirik gue kagak ada.😒
Razan: Sabar Do.. Nasib punya muka pas-pasan😌
Chika: Zan..Kalo ngomong suka bener si🤣
Dheva: Jangan gituin Aldoo.. Kasian😌
Chika: Target siapa?
Deva:🤫🤛🏻
Putri: Nyimak.
Aldo: Put mau sama gue gk?
Putri: Andaikan gue belum pacaran sama Kinan😢
Deva: Gue aduin lo Put😙
Putri: 😲
Sintia: @Razan bawa peralatan apa aja besok?
Razan: Bawa diri aja..Semua peralatan sudah ditunggung sekolah
Alzam: Berarti makanan juga?😀
^^^🤦🏻^^^
Chika: Eh suami gue baru nongol❤
Alzam:❤
*Aldo: Anj*. ∅pesan ini telah dihapus*.
Razan: Gue pake GB Do..
Aldo: 😶
Deva: Emang Aldo nulis apa?
Aldo: Kepoo
Razan: @Arsyilaxxxx ini nomer siapa?
Chika: Arsyila
Razan: Oh
Chika: Gk disave Zan??
Razan: Nanti aja.
Deva: Percuma juga sih saling sv tapi gk chattan cuma jadi penonton story😆
Chika:Nyindir diri sendiri huhu🤣🤣
Aldo: Sabar @Deva mending chattan sama gue
Deva: 😌
Begitulah kira-kira notif WA dari pada anggota OSIS yang hanya diramaikan oleh beberapa manusia saja dan yang lain hanya menjadi penyimak.
Begitupun dengan Devan yang sedang menatap layar ponselnya ikut menyimak pembicaraan mereka.
"Masa iya si Dheva nyindir gw". Gumamnya.
Ia kemudian membuka room chatnya dengan Deva.
Dheva🙃
________
Sv Dhevaa.
^^^?^^^
Maksudnya? jangan bilang lo gk kenal gue😏
^^^Ada urusan apa?^^^
🙃✔✔
...~Hari ini~...
Dhevan besok pergi ya..
^^^kemana?^^^
Sekolah, bersih-bersih:)
^^^Insya allah^^^
Lo emang gini atau males cari topik?😖
^^^Gk pnting.^^^
Kok gitu sih..Lo udah punya pacar?
^^^Gk^^^
😌 Terus kenapa cuek gitu?? ✔✔
"Bales gk ya? tapi ini chattan tadi siang" . Dhevan menimbang-menimbang.
"Tapi bukannya tadi malem dia post story sama Aldo? sok mesra gitu lagi. Ngapain gue bales". Gerutu Devan tanpa sadar.
"Dahlah males!". Devan lalu melempar handponnya ke atas ranjang kemudian menatap langit gelap yang ditaburi bintang-bintang dan cahaya bulan yang berkilau.
Ada perasaan nyaman dalam hatinya kala melihat suasana seperti ini..Ia sangat suka dengan langit malam.
Tak lepas dari Dhevan Arsyila juga tak jauh berbeda. Ia sedari tadi hanya diam menatap ponselnya menyimak obrolan-obrolan group baru dikontaknya ini sesekali nimbrung hanya mengirim emoji.
Namun chat dari Alzam tiba-tiba muncul dari atas layar handponnya.
"Tumben Alzam japri gini". Gumam Arsyila.
Alzam
________
Syil besok bareng sama kita ya ke sekolah
^^^Devan mau ikut?^^^
Mm gk tau sih🤔 gue udah tanya tapi belum direspon.
^^^Emang dia masih badmood?^^^
Tadi balik dari kantin dia baik-baik aja, malah iku bercanda😅
^^^Oo hadeh Dhevan2🤦🏻^^^
Santai aja Syil..Pasti dia mau kok apalagi ada Deva😂
^^^Bukannya Devan gk mau sm kk Dev?^^^
Gk tau si, tapi seneng aja comblangin mereka🤣
^^^Ikutan aaah😂^^^
Ditengah asyiknya bercanda tiba-tiba panggilan masuk dari Aydan mengejutkan Arsyila. Mana volumenya power full lagi😌. Arsyila dengan segera menggeser tombol hijau itu ke atas untuk mengangkat panggilan.
"Ekhem Assalamu'alaikum". Sapa Aydan dari seberang sana.
"Wa'alaikumussaalam..Iya dan?".
"Chattan sama siapa tadi? kok chat aku gk dibales-bales". Aydan mengintrogasi.
"Mmm"
"Arsyila jawab."
"Alzam..Emang kenapa?". Jawab Arsyila polos.
"Awas tuh anak besok!". Terdengar gumaman Aydan dari seberang sana. Arsyila meringis.
"Ngomongin apa aja sama Alzam?? sampai chat aku di skip?".
"Gk ada Dan..Itu bahas si Devan yang masih badmood".
"Emang penting ya?!".
"Aduh jangan marah dong..Tadi aja baikan". Arsyila menghela nafas.
"Coba aku yang kayak gini pasti kamu marah..Giliran kamunya yang gitu pasti maunya dingertiin terus!".
"Iyaya maaf..Aku gk tau kamu ngechat ketimbun chat dari group".
"Oh iya..Arshipin aja sekalian gk papa udah kebal gue". Sepertinya Aydan terlanjur kesal sampe merubah gaya bahasa.
"Aydan lagi PMS yaaa..Kok marah-marah terus, tadi katanya janji gk mau ngebentak".
"Gimana gk marah Syiiil..Arggh dah lah males gue, gue tidur dulu bye!".
"Eh jangan dimatiin dulu...Aaa Aydan jangan marah dong ntar aku mimpi buruk gimana?".
Tidak ada respon..
"Dan? kamu udah tidur?".
Arsyila masih setia berbicara sendiri.
"Dan? haloo..Yahh kok duluan tidur sih, kan mau tidur bareeeng".
"Astaghfirullah". Aydan refleks beristighfar🤣
"Ehh bukan gitu maksudnya...Aduh kamu netting yaa?? jangan mikir yang enggak-enggak deh". Arsyila terdengar panik.
"Wkwkwk dah lah gk jadi badmood aku hahaha".
"Ih kamu mikir yang macem-macem ya??".
"Haha gk, refleks aja".
"Iih Aydaan...Gk mau ngomong sama kamu lagi!".
"Hahaha gk sayang..Becanda".
"Bohong".
"Serius..Ya udah kamu tidur gih sana ntar sakit".
"Okey..Kamu juga".
"Iyaa..Ingat langsung tidurr gk usah chattan sama siapa-siapa lagi".
"Iya.."
"Habis nelpon ini langsung matiin data..Aku pantau".
"Iya Ganteng..Aku tidur".
"Ukhuuk".
"Hahaa ya udah aku mau tidur dulu.."
"Nice dream, kalo bisa mimpiin gue".
"Aamiin".
"Ya udah matiin gih, inget langsung tidur!".
"Iyaya baweel...Aku matiin yaa, Assalamu'alaikum".
"Wa'alaikumussaalam".
Tut.
Telpon dimatikan Arsyila.
Arsyila hendak mematikan data selulernya namun chat dari Chika yang tertera di layar beranda paling atas membuat fokus Arsyila jadi teralihkan.
"Mm buka gk yaa..". Arsyila menimbang-nimbang. "Gk papa deh bentar doang xixixi". Arsyila cekikikan.
Karena merasa penasaran Arsyila pun membuka room chatnya dengan Chika.
kk Chika🐰
__________
Syil udah sv nomernya Razan?
Oii Syilll
^^^Belum🙄^^^
Kenapa gk di sv? emangnya gk ada niat chattan gitu?
Arsyila kembali mengetik. Namun belum sempat dirinya mengirim balasan, panggilan dari Aydan kembali mengejutkannya. Buru-buru Arsyila merijek panggilan tersebut dan langsung mematikan data selulernya.
"Haduuh Danger!!". Panik Arsyila kemudian kembali ke menu utama tak lupa menyalakan mode pesawat agar Aydan tak berpikir yang macam-macam.
"Asli sih ni Alarm pribumi!". Ujar Arsyila random dan segera mematikan layar ponselnya dan bersiap untuk tidur.
"Bismikallohumma ahya waamuut".
Jleb😴
_______
Keesokan harinya...
Anggap saja hari ini sudah sore ya guys😌
Arsyila baru saja selesai dari melaksanakan sholat Ashar. Dengan segera ia menuju rak lemari pakaian untuk memakai setelan outfit yang akan digunakan ke sekolah sore ini untuk bersih-bersih serta persiapan menyambut semester lainnya.
Setelah dirasa bagus, ia pun berlanjut menghias diri seadanya, memoles sedikit bedak dan pewarna bibir agar tidak terkesan menor.
Setelah itu barulah Arsyila menggapai ponselnya untuk melihat info OSIS dari group.
Namun saat baru membuka layar ponselnya ia sudah disuguhkan dengan pesan dari Alzam.
Alzam💬
Syil gue sama Devan Otw rumah lo!.
Arsyila yang melihat notif itu tanpa pikir panjang langsung berjalan keluar kamar menuju lantai bawah.
Tepat sekali saat dipertengahan tangga ia langsung disambut dengan ucapan salam Devan dan Alzam dari arah luar pintu masuk.
"Assalamu'alaikum".
"Wa'alaikumussaalam...Iya sebentar". Arsyila kemudian mempercepat langkahnya untuk membukakan mereka pintu.
Teet
Pintu dibuka Arsyila.
"Van, Zam tunggu bentar ya aku mau izin Bunda".
"Iya, kita tungguin di luar aja". Ucap Alzam.
"Okey". Arsyila kemudian berlari kecil menuju kamar Hera.
Tak lama menunggu akhirnya Arsyila sudah kembali dengan wajah senang.
"Udah Syil?". Tanya Alzam.
"Udah yuk!".
Merekapun akhirnya pergi bersama menuju sekolah dengan menggunakan mobil yang di kendarai Alzam.
"Syil lo bilang apa sama Aydan tadi malam?". Tanya Alzam pada Arsyila yang berada di kursi belakang sendirian.
"Ha? gk bilang apa-apa, kenapa emang?". Arsyila kebingungan.
"Tadi pagi si Aydan dateng marah-marah kerumah gue". Adu Alzam.
"Ha? marah kenapa?. Arsyila makin bingung.
"Gk tau, intinya dia marahin gue ngechat lo..Alay banget gk si??".
"Wkwkwk udah tau temen lo yang satu itu agak sensi!". Devan ikut nimbrung sepertinya moodnya sedang baik.
"Temen lo juga vangke!". Balas Alzam.
"Wkwkwk".
"Ooo yang tadi malem..Iya Aydan juga marahin aku tau Zam". Adu Arsyila balik.
"Hahahaha". Devan tertawa lagi.
"Emang bener-bener tuh bocah..Padahal gue chat Arsyila cuma buat ngasih tau rencana berangkat samaan". Alzam bercerita dengan mulut yang dimonyongkan.
"Hadehh..Aydan-Aydan". Devan geleng-geleng kepala.
Tak berselang lama mereka pun sampai didepan gerbang sekolah dan berlanjut ke tempat parkiran untuk memarkirkan mobil. Sudah banyak OSIS yang juga baru tiba.
Arsyila, Devan dan Alzam keluar dari mobil.
"Arsyilaaa". Sapa Chika yang juga baru sampai.
"Eh kk Chika". Arsyila kemudian menjabat tangan Chika.
"Eh ada Alzam juga". Chika tersenyum manis ke arah Alzam.
Nasib jomblo. -Batin Devan yang tak mendapat sapaan.
"Hye kk". Sapa Alzam sembari balas tersenyum.
"Kalian berangkat bareng?". Tanya Chika sambil menunjuk meteka bertiga.
"Iya..Eh kk Dhevanya mana?". Tanya Arsyila. Biasanya dimana ada Chika disitu ada Dheva.
"Oo tadi katanya dia berangkat sama Aldo". Jawab Chika namun matanya melirik Devan sekilas.
"Ooo".
Bertepatan sekali Dheva datang bersama Aldo dari arah belakang alias keluar dari dalam gedung dan berjalan mendekat ke arah mereka.
Raut wajah Devan seketika berubah masam melihat itu, dan itupun tak lepas dari pandangan detektif Alzam. Gini-gini Alzam suka diem-diem merhatiin loh😌
"Jangan bilang lo beneran suka sama Dheva". Bisik Alzam pada Dhevan. Namun Devan tak merespon, pandangannya hanya tertuju pada Deva yang makin mendekat.
"Arsyilaa". Sapa Dheva.
"Hai kk Dev".
"Udah nyampe lo ternyata". Ujar Chika pada Dheva.
"Iya donnnng..." Sombong Dheva.
"Terus ngapain keluar lagi?".
"Mau beli lakban". Jawab Dheva kemudian melirik Devan yang sedang memperhatikannya. Devan lalu membuang wajahnya kesamping.
Dih sok gengsi. -Batin Dheva.
"Syil, Zam..Masuk yuk! gue capek berdiri disini".
Ajak Devan kemudian melangkah melewati Deva begitu saja. Kebetulan posisi berdinya Dheva dipaling pinggir.
"Gue duluan kk". Ujar Alzam pada Chika.
"Tungguin gue didalem". Jawab Chika bergurau.
"Haha sip sip".
"Aku juga, duluan ya kakak-kakak". Pamit Arsyila melambaikan tangannya lalu berlari kecil menyusul Dhevan dan Alzam setelah mendapat anggukan dari mereka.
"Dih bilang aja cemburu!". Gerutu Dheva.
"Haha pede bangett". Ledek Chika.
"Tapi gue sebagai cowok juga bisa nilai si...Devan kayak ada rasa tapi masih gengsi". Sahut Aldo menyampaikan pendapatnya.
"Nah tuuh kan apaa gue bilang! wlee". Dheva menjulurkan lidahnya ke arah Chika.
"Dih".
"Tapi lo jangan ge-er duluu soalnya ini masih perkiraan". Ujar Aldo lagi mengingatkan.
"Hm". Gumam Dheva.
"Hadehh siapa tuh yang kemarin bilang: gek meu-gek meu Dhevan orengnye judes. Eeeeh sekarang malah dia yang ngejer".
Ledek Chika memperagakan gaya bicara Dheva waktu lalu. Aldo ikut menertawakan Dheva.
"Hehee lagian gue penasarannn biasa yang dingin-dingin tu lebih menantang kan, setia lagi kayak di novel-novel".
"Hellow Dhevaa lo jangan samain lah cowok-cowok di novel sama di dunia nyata, jelas beda lah!.
"Gue cowok kalo kalian lupa!". Sinis Aldo.
"Eh hehe sorry, gue lupa ada loo kirain mahluk lain". Jawab Chika sambil cengiran.
"Dasar!". Kesal Aldo.
"Ya udah yuuk! ntar Razan marah lagi kalo kelamaan kita baliknya". Peringat Dheva pada Aldo.
"Yuk".
"Doo". Panggil Razan menghentikan pergerakan mereka. Mereka bertiga menoleh ke arah Razan yang sedang berlari mendekat.
"Panjang umur". Gumam Chika.
"Kalian lama banget! ngapain aja tadi?". Razan datang marah-marah.
Tadi aja disebut -Batin Dheva.
"Mm tadi ketemu Arsyila". Jawab Dheva yang malah tidak nyambung.
"Terus sekarang dia dimana?". Tanya Razan seolah lupa pembahasan.
"Udah didalem". Jawab Aldo ikut-ikutan.
"Oh nanti gue liat"...
"Eh". Ujar Razan setelah terasadar.
"Ini pasti akalan kalian biar gue gk jadi marah kan?!". Razan menatap garang mereka yang malah cengiran.
"Ya udah sana cepet! ntar keburu maghrib". Perintah Razan.
"Yeee baru aja sore". Sahut Aldo.
"Ck mau gue turunin jabatan lo Do?". Ancam Razan namun bercanda.
"Eh iyaya yuk Dev!". Aldo menarik lengan Dheva.
"Eh bentar, lo pergi sama Chika aja..Dheva ntar bantu gue dikelas". Ujar Razan namun ada maksud tersendiri.
"Lah?". -Chika.
"Tapi Zan-
"Gk usah tapi-tapian!". Perintah Razan memotong bantahan Aldo.
"Yuk Va ikut gue ke dalem". Ajak Razan pada Dheva.
"Gue ke dalem dulu yaa bye-byeee". Ujar Dheva kemudian mengikuti langkah Razan yang sudah berjalan terlebih dahulu.
Tinggal lah sekarang Aldo dan Chika berdua di parkiran.
"Ck males banget sih sebenarnya gue jalan bareng lu". Ujar Chika menatap malas Aldo.
"Oh". Jawab Aldo singkat.
Mereka berdua pun berjalan keluar gerbang menuju kios dekat kawasan sekolah untuk membeli lakban sesuai permintaan Razan tadi dengan Chika yang berjalan seperti ogah-ogahan.
Sakit sih tapi masa iya gue nyerah secepat itu..
...*****...
Jangan lupa Like and komen ya sayang2 kuh😘
See you next Chapter❤