Arsyila {Princess Of My High School}

Arsyila {Princess Of My High School}
Bag 10 : Healing bareng 2



...Jangan lupa Trilpenya guys!!...


...Happy Reading💓...


...*****...


Arsyila,Devan,Alzam dan Aydan kini sudah selesai dengan sesi poto-potonya mereka juga menyusuri banyak permainan sesekali singgah disana.


Karna kelelahan mereka akhirnya beristirahat didepan Komedi putar yang sudah mereka naiki tadi.


Alzam dan Devan saling mengkode dengan Isyarat mata untuk meninggalkan Arsyila dan Aydan berdua.


"Dan, Syil kita kesana dulu ya". Tunjuk Alzam pada permainan Arcade Street Basketball yang belum mereka kunjungi..


"Ikutttt" Rengek Arsyila pada dua sahabatnya.


"Lo sama Aydan aja..Kita berdua mau cari cewek". Ujar Devan sambil cekikikan.


Devan kemudian menarik bahu Aydan supaya dekat dengan telinganya seraya berbisik..


"Dan, gue percaya sama Lo..Jaga batasan, have fun!".


Kemudian Devan mendorong pelan bahu Aydan hingga kembali berdiri tegak sambil menepuk-nepuknyanya tanda persahabatan.


"Thanks" Ujar Adan tersenyum pada sahabatnya.


"Kita berdua pergi duluu bye".


Devan pergi diikuti Alzam yan merangkul pundaknya ala jomblo kurang belaian:)


Sekalipun Devan dan Alzam sudah diklaim sebagai sahabat Arsyila mereka juga sahabatnya Aydan dan mereka tau Aydan sangat menyukai Arsyila bahkan lebih dulu dekat dengannya daripada mereka..


Mereka tidak ingin menjadi perusak atau penghalang bagi Aydan untuk mendapatkan Arsyila, mereka cukup mengerti itu.


Nah inii baru temeeen💓 wkwk.


Arsyila dan Aydan berdiri canggung, bingung harus apa..Hingga sepasang kekasih seumuran mereka berjalan dari arah berlawanan dengan laki-laki yang berada disebelah kiri sesekali melirik Arsyila yang akan dia lewati.


Aydan dengan spontan merangkul pundak Arsyila possesive supaya mendekat ke arahnya..


Deg-Deg-Deg


Arsyila melebarkan bola matanya dan mendongak ke Atas melihat manik mata Aydan yang juga tengah menunduk menatapnya.


"Gue gk pengen lo sengaja kesentuh orang asing tadi". Ujar Aydan nenyinggung cowok tadi.


"O-Oh" Ujar Arsyila gugup kemudian sedikit menjauh dari Aydan. Bisa jantungan dia lama-lama berjarak sedekat itu.


"Kita main basket juga yuk Dan" Ujar Arsyila setelah menetralkan degup jantungnya..


Dia tidak boleh baper dulu karna Aydan belum memberinya kepastian,takutnyaa nanti udah baperr terus diGhosting lagi..kan sad tuh:(


"Ayok! tapi jalannya mepetan sini..Ntar lo diculik". Aydan berujar sambil terkekeh kecil.


"Issshh bilang aja mau modus" Ujar Arsyila namun tetap menuruti perkataan Aydan untuk berjalan mendekat.


Mereka berjalan menuju game basketball sambil bercanda gurau dengan Aydan yang mencairkan suasana.


"Dan tuh orang liatin kamuu" Arsyila melirik cogan yang berjalan berdua bergandengan bersama bestoot nya maybe.


Aydan tidak menoleh ke arah sana, ia malah mengeluarkan sapu tangan pink kecil disakunya yang ia curi tadi malam dilaci milik adiknya yang masih kelas 1 SD.


"Hah?". Beo Arsyila.


"Kamu ngapain bawa sapu tangan Dan? mana warna pink lagi..Punya siapa??" Tanya Arsyila beruntun namun tak dihiraukan Aydan.


"Sini tangannya" Pinta Aydan kepada Arsyila


namun Arsyila hanya cengo menatap Aydan tidak mengerti maksudnya.


Dengan terpaksa Aydan menarik tangan Arsyila yang tak bergerak sama sekali.


"Sini ih"


Aydan meletakkan sapu tangan tersebut diatas telapak tangan Arsyila kemudian menggenggam tangan miliknya yang sudah terlapis.


Arsyila menganga dengan tingkah aneh Aydan sampai tidak sadar mulutnya terbuka.


"Mingkem syil" Ujar Aydan pada Arsyila kemudian terkekeh kecil.


"Ii Aydaaan" Arsyila salting sambil mencubit kecil perut Aydan dengan tangan kirinya yang bebas.


"Ahahaha" Tawa Aydan lepas melihat wajah merona Arsyila.


"Dan tapi aku bener loh cowok itu liat kamu teruuus bukan aku" Ujar Arsyila melihat lagi dua sijoli yang masih memperhatikan mereka.


"Man- Ucapan Aydan terhenti ketika matanya tepat menatap ke arah mereka mengikuti arah yang ditujukan Arsyila padanya.


Aydan bergidik ngeri kala melihat cowok tersebut mengedipkan sebelah matanya sambil menggigit bibir bawahnya sangat centil, begitupun dengan Arsyila bulu kuduknya terasa meremang..


"Dan.." Arsyila mendongak menatap Aydan dengan wajah geli yang tak berbeda jauh dengan Aydan..Mereka saling menatap seolah menyalurkan fikiran yang sama.


"Iuuuuwww Guuyyy"


Teriak mereka bersamaan sambil berlari menghindar ke arah taman buatan dengan rumput hijau seperti Asli untuk para pengunjung berfoto-foto..


"Huh hah huh hah"


mereka berjongkok kelelahan berusaha menetralkan degup jantung masing-masing karna kelelahan berlari dengan kondisi tangan yang masih bergandengan.


"Dan capekk..Kayak dikejer maling aja" Ujar Arsyila mengeluh.


"Lagian kita kan gk dikejer..Ngapain lari ya Dan?". Arsyila menatap Aydan bingung sambil menegakkan badan karna nafasnya yang sudah kembali berhembus teratur.


"Iya sih syyill..Tapi ngeri iuw" Ujar Aydan sambil mengusap-ngusap bulu tengkuknya yang merinding.


"Trus kapan nih kita balik ke Wahana itu?". Tunjuk Arsyila pada game basketball tadi yang menjadi agak jauh.


"Sekarang kesana..Pengen banget ya?" Tanya Aydan yang melihat Arsyila kebelet sekali dengan game itu.


"Iyaa pengeenn..Kayaknya seruu,dulu pas MTS gk ada basket".


Arsyila menatap Aydan dengan Puppy eyesnya yang membuat Aydan jadi tidak tega..Ingin rasanya Aydan membelikan Wahana itu untuk Arsyilaa saat itu juga.


"Ya udah kita jalan kesana lagi kayaknya cogay tadi udah pergi"..


"Pfft..Cogay?? hahaha" Arsyila tertawa sambil menutup mulutnya mendengar singkatan Aydan untuk dua sijoli tadi.


"Lah terus apa dong?" Aydan ikut terkekeh geli.


"Ya udaah yuk ah kita kesana..Biar cepet main". Ujar Aydan lagi agar tidak bertele-tele.


"yukk..Eh tapi bentar Dan" Ujar Arsyila menghentikan langkah Aydan.


"Kita foto-foto duluu yuk..bagus banget nih tamannya kan mubazzir kalo gk ngabadiin moment disini" Pinta Arsyila berbinar-binar menatap taman disekitarnya yang baru ia sadari.


Aydan tersenyum kecil, hatinya menghangat mendengar penuturan polos Arsyila..Apalagi melihat binar dimatanya yang membuat hatinya terasa hidup kembali setelah setahun berlalu ia menutup pintu hatinya Rapat-rapat dan kini Ia sudah mulai membukanya untuk Arsyila.


Cekrek


Arsyila mengambil poto selfie dengan Aydan yang ada dibelakangnya sesekali meminta orang yang lewat untuk memotret mereka agar fullbody..


"Pasangan yang sangat serasi".


gumam sepasang remaja yang memotret mereka karna paksaan Aydan.


Emang laknat mah si Aydan ganggu orang kencan aja:)


"Makasih kk" Ujar Arsyila sopan pada dua remaja tadi sebelum mereka pergi.


"Syil nanti kirim ke aku juga ya fotonya" Ujar Aydan pada Arsyila yang kemudian diangguki Arsyila, tak lupa dengan senyuman yang menghiasi wajahnya saking senangnya.


"Ya udah yuk kesana".


Aydan menarik Arsyila untuk berjalan ke Arah lima deretan Wahana baskettball sesuai tujuan awalnya.


"Eh perasaan Devan sama Alzam juga kesini deh tadi kok gk ada?" Bingung Arsyila melihat arena disana diisi wajah-wajah orang asing dimatanya ketika mereka sudah sampai.


"Tuh..lagi main di Formula Karts" Tunjuk Razan pada dua sahabatnya yang sedang bermain balap-balapan seperti anak TK.


"Hihihi lucu banget mereka..Rempong" Ujar Arsyila cekikikan melihat Alzam dan Devan yang saling tabrak.


"Ya udah yuk keburu keiisi ntar tempatnya". Ujar Aydan menarik perhatian Arsyila.


Mereka kemudian mengambil tempat kosong di urutan ke dua dari samping kanan.


"Dan caranya gimana?" Tanya Arsyila pada Aydan dengan wajah bingung.


Aydan Menggesek kartu pada swiper terlebih dahulu agar mereka bisa bermain. Aydan mulai melempar bola keatas dan diikuti Arsyila.


"Dan susaaah".


Arsyila merengek ketika bola basketnya selalu melambung Miring..Aydan terkekeh kecil.


"Gini nih" Aydan mulai berdiri dibelakang Arsyila.


Astaga ini pasti kayak di film-film niih...ntar si Aydan angkat tangan aku trusss-


Arsyila langsung berbalik badan berhadapan dengan Aydan, tidak mau kata batinnya dan hayalan uwuwu difilm terwujud dan membuat dia salting nanti di depan Aydan.


"kamu mau ngajarin aku?" Tanya Arsyila polos.


Aydan mengangguk dengan wajah kebingungan menatap Arsyila.


"Hehe gk usah deh Dan..Kita ke Roller Coaster itu aja yuukk!" Ajak Arsyila gelagapan menunjukkan salah satu Wahana terbesar disana.


"Lah kenapa?" Tanya Aydan keheranan.


"Mm gk pp Dan aku bosen aja yuuk".


Arsyila menarik lengan tertutup Aydan agar cepat sampai ke Wahana besar itu. Arsyila juga sebenarnya tidak berniat untuk kesana tapi hanya Wahana besar itu yang ditangkap oleh matanya ketika mencari alasan untuk Aydan.


Mereka akhirnya sampai di depan Wahana tersebut..


Arsyila hanya berdiri kikuk, apa iya dia berani menaiki Roller Coaster besar ini?


"Yakin?" Tanya Aydan ragu-ragu pada Arsyila apalagi melihat wajah Arsyila yang menatap ngeri orang-orang yang berteriak ketika mulai menanjak dan turun, membayangkannya saja membuat Arsyila mual.


"Emmm" Remang Arsyila sambil sesekali melirik Aydan yang menatapnya menunggu kepastian..Eyaaak kepastian gk tuh😂.


"Gimana?" Tanya Aydan sekali lagi.


"Arsyilaa" Sapa Devan yang baru saja tiba dengan Alzam disampingnya.


Alhamdulillah - Arsyila mengucap syukur dalam hati.


"Mau naik Roller Coaster niih?? yahh gk ngajak-ngajak" Ujar Alzam lagi.


"Hah?" Baru saja mengucap syukur namun ternyata taqdir sedang tidak berpihak kepada Arsyila.


"Ayok lah sama-sama" Ujar Alzam lagi memohon pada Arsyila dan Aydan..Ia sangat suka dengan tantangan apalagi game menegangkan ini.


"Eh Van,Zam..Blum dapat cewek kah?" Tanya Arsyila mengalihkan pembicaraan.


"Gk. Gk ada yang bener" Devan yang menjawab.


"Bukan gk ada yg benerrr..Kalian aja tuh yang rempong main mobil-mobilan truus" Arsyila terkekeh sendiri mengingat wajah Devan dan Alzam tadi.


"Hehe lo liat ya Syiil" Alzam malu-malu kucing.


"Liat..tadi aku-


"Jadi naik gk nih?" Tanya Aydan memotong perkataan Arsyila bisa lumutan dia nanti menunggu Arsyila berceloteh bersama duo curut itu.


"Eh jadi doong" Alzam kegirangan lalu menarik Devan terlebih dahulu untuk naik ke atas tempat mengantri sekalian menunggu para penumpang Roall Coaster yang akan sampai finish.


"Ayok ih" Aydan menarik tangan Arsyila untuk ikut naik. Arsyila hanya pasrah mengikuti langkah Aydan ia tidak mau diejek nanti apalagi ditertawakan seperti tadi saat ia terlihat kolot.


Arsyila mendudukkan bokoongnya di kursi kedua Roll Coaster dengan Aydan yang sudah siap disampingnya, begitupun Alzam dan Devan yang sudah mengambil tempat di paling depan sambil tertawa girang tidak sabar menunggu Roll Coasternya berjalan.


Sabuk pengaman sudah siap dipasang. Arsyila menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya..Ia sungguh takut.


"Arsyilla Are you Okey??" Aydan memastikan.


Arsyila hanya mengangguk tanpa melepas tangannya.


"Arsyilla kenapa Dan?" Tanya Devan ketika menoleh ke belakang.


"Gk pp mungkin baru pertama kali" Jawab Aydan seadanya.


"Oh..Lo jaga baik-baik! Awas kalo dia nangis ntar dibawah" Peringat Alzam kemudian kembali menghadap depan bersama Devan.


"Lah" bengong Aydan..Arsyila yang nangis dia yang akan disalahkan? yaa ampun teman macam apa iniii.


"Syiill sini tangannya" Aydan menarik lengan Arsyila yang tak ingin lepas dari wajahnya.


"Mmm nggak mauuu" Ujar Arsyila nyaring.


"Sinii..Ntar kalo takut pegang tangan gue,sapu tangannya masih dikantong nih" Tunjuk Aydan kearah sapu tangan pink yang ada di saku jaketnya.


Roll Coaster tersebut mulai dijalankan..


Arsyila Refleks memeluk sebelah tangan kekar Aydan yang tadi masih terulur untuknya bak bantal..Arsyila menduselkan wajahnya kesana karna takut.


Sudut bibir Aydan tertarik ke atas membentuk senyum simpul melihat tingkah unik Arsyila yang murni tak dibuat-buat.


Arsyila makin mengeratkan pelukannya di tangan Aydan kala Roall Coaster itu mulai menanjak.


Ia tidak suka berteriak. Dia lebih suka memilih tempat pelampiasan dan melampiaskannya disana..Seperti tangan Aydan sekarang.


Arsyila mulai merasakan mual dan kepalanya mulai berdenyut merasakan pusing.


"Aydan Hiks" Air mata Arsyila sudah tidak bisa ditahan lagi.


Aydan tidak mendengar suara Arsyila tapi ia tahu Arsyila menangis karena bahunya yang bergetar. Aydan mendekatkan kepalanya ke arah Arsyila yang sedang memeluk erat sebelah tangannya.


"Arsyila.." Panggil Aydan pelan sembari mengelus pelan kepala Arsyila yang tertutup hijab.


"Aydaann takut Hiks" Suara Arsyila terdengar parau. Aydan jadi panik sendiri mendengar suara Arsyila yang ikut bergetar.


"Tinggal sebentar sampe finish Syill" Ujar Aydan mencoba menenangkan.


Tak lama kemudian Roll Coaster itu perlahan mulai berjalan lambat menandakan mereka sudah sampai finish, Aydan menghembuskan nafas lega.


"Syill udah selesai" Beritahu Aydan sambil mengusap pelan kepala Arsyila.


Arsyila menegakkan kepalanya pelan, Aydan terkejut melihat mata Arsyila yang sudah sembab..Untung aja gk ingusan ya bestiee gk kebayang deh malunya:)


"Dan pusing" Rengek Arsyila ketika sabuk pengamannya sudah terlepas.


"Ya udah tunggu biar aku bantu keluar"


Aydan mengitari bagian depan RC tersebut lalu membantu Arsyila keluar dengan memegang lengannya kiri dan kanannya.


Devan dan Alzam juga sudah turun..Mereka juga sama terkejutnya dengan Aydan tadi ketika melihat wajah kusut Arsyila.


"Arsyila kenapa Dan??" Tanya Devan panik begitupula dengan Alzam yang langsung menghampiri mereka.


"Gue gk tau klo dia takut banget naik ginian..Kalo tau begini gk bakal gue ajak naik tadi" Ucap Aydan merasa bersalah.


"Aku yang salah..Aku yang ngajak Aydan".


Arsyila berbicara dengan suara yang sudah terdengar lemah..Memang benar kan tadi Arsyila yang mengajak? dia tidak mau Aydan disalahkan hanya karna fisiknya yang memang lemah.


"Ya udah yuuk kita pulang aja" Seru Alzam dan diangguki mereka bertiga.


__________


Arsyila akhirnya tiba depan gerbang rumahnya.


Ia tadi tertidur dimobil karna kepalanya yang sangat pusing dengan sabuk pengaman yang menjadi bentengnya agar tidak jatuh.


"Aduh gimana nii?? pasti kita bakal dimarahin ni sama tante Hera" Panik Devan.


"Truus si Arsyila gk bakal dikasih main lagi ama kita huaaa" Dramatis Alzam.


"nanti gue yang jelasin sama tante Hera,beliau pasti ngerti kok" Ujar Aydan sok tenang. Walaupun hatinya juga tak kalah DagDigDugDer.


"Syil udah sampai.." panggil Aydan lembut seperti biasa.


"Ngghh" Arsyila mengerang merasakan kepalanya yang masih berdenyut.


"Dan bantuin turun" Pinta Arsyila dengan suara lemah.


"Ya udah ayok".


Aydan berjalan keluar membuka pintu mobil tempat Arsyila berada dan diikuti Alzam dan Devan.


"Kakak!" Teriak seorang gadis remaja berusia 13 tahun berpakaian bebas berlari kearah mereka dengan tas yang masih melekat dipunggungnnya.


"Kakak??" Beo mereka bertiga.


...................


...Sahabat itu bukan yang selalu nenemanimu dikala susah saja ataupun bahagia...


...Tapi sahabat adalah Orang yang selalu menemanimu di kala bahagia dan merangkulmu dikala berduka...


...💓🌠💓...


...***...


See you Next Chapter💓